
Hari-hari berikutnya dijalani seperti biasa oleh penghuni rumah Aditama. Papa Rudi sudah mulai ke kantor lagi sejak dua hari yang lalu sedangkan istrinya menjalani kegiatan sebagai ibu rumah tangga seperti biasa. Ia akan bangun pagi, membuat sarapan untuk mereka semua. Meski pun sudah ada pelayan tapi ia tetap memasak makanan untuk keluarganya sendiri. Bedanya kali ini ia sudah punya menantu yang tak kalah jago memasak dari dirinya. Alyssa selalu ikut bangun pagi untuk membuat sarapan bersama dengan mertuanya itu.
Kedua orangtua Alyssa dan bi Lilis sudah kembali pulang ke rumah pagi tadi seusai mereka sarapan. Walau pun terasa berat ditinggalkan oleh mereka tapi Alyssa tahu jika mereka masih punya pekerjaan lain yang tak mungkin bisa ditinggalkan begitu saja hanya untuk menemani dirinya.
Nathan masih menikmati hari liburnya yang kini hanya tersisa tinggal tiga hari lagi. Ia menikmati setiap waktu mendampingi istrinya yang tengah hamil muda itu. Untunglah Alyssa tidak mengalami mual muntah seperti kebanyakan ibu hamil pada umumnya. Jadi ia bisa menjalani kehamilan ini dengan sangat menyenangkan. Hanya saja saat ini nafsu makannya sudah mulai meningkat, membuat Nathan sempat terheran-heran melihat istrinya yang makan dengan porsi yang tidak seperti biasanya.
Meski Alyssa memakan semua tanpa pernah memilih-milih makanan tapi Nathan tetap saja menunggu saat dimana Alyssa akan memintanya untuk mencarikan makanan yang sangat ingin ia makan. Entah kenapa Nathan sangat menantikan momen seperti itu.
“Sayang, apa tidak ada makanan yang sangat ingin kamu makan?” sudah beberapa kali Nathan menanyakan hal itu setiap kali melihat Alyssa makan bukan di saat jam makan.
“Tidak sayang. Aku makan ini saja!” jawab Alyssa sambil terus mengunyah makanannya.
“Ayo lah sayang, minta lah aku untuk mencarikan makanan apa pun itu. Aku ingin merasakan menjadi suami yang mencarikan makanan untuk istrinya yang sedang hamil!” Nathan sedikit merengek.
“Emm.. nanti deh aku pikirkan!” jawab Alyssa kemudian.
“Kamu ini gimana sih? Udah bagus istri kamu itu nggak pengen makan yang aneh-aneh eh malah kamu yang nyuruh istri kamu buat ngidam!” ujar mama Maya yang tanpa sengaja mendengar obrolan mereka di meja makan.
“Ma, dulu pas mama hamil aku, mama ngidam apa?” tanya Nathan kemudian.
Mama Maya kini duduk di samping Alyssa yang terlihat masih sibuk dengan makanannya. “Dulu mama ngidamnya malah bikin nenek kamu repot!”
__ADS_1
“Repot kenapa?” tanya Nathan lagi.
“Mama kan pas hamil kamu dulu itu masih tinggal di Inggris sama papa dan almarhum kakakmu. Terus mama malah ngidamnya pengen makan masakan yang dibuat sama nenek kamu. Alhasil nenek jadi nyusul mama ke Inggris padahal nenek itu nggak berani loh sama yang namanya naik pesawat. Hampir sembilan bulan nenek tinggal di Inggris cuma buat masakin mama makanan karena selama mama hamil kamu, mama cuma bisanya makan masakan nenek kamu aja, nggak bisa makan masakan yang dibuat oleh orang lain!” cerita mama Maya mengingat kembali saat dirinya hamil Nathan dulu.
“Apa mungkin karena itu makanya sekarang Nathan nggak bisa makan makanan yang dibuat sembarang orang?” tanya Alyssa polos.
“Haha.. nggak ada hubungannya dengan itu sih sebenarnya. Tapi mungkin aja begitu!” jawab mama Maya.
Alyssa dan mertuanya sama-sama tertawa. Cerita mereka berlanjut tentang Nathan yang tidak bisa memakan masakan yang dibuat oleh sembarang orang. Karena kesal dengan obrolan antara istri dan mamanya itu akhirnya Nathan memutuskan untuk masuk ke kamar dan membiarkan para wanita itu berbincang sepuasnya tentang dirinya.
“Alyssa, mama jadi punya ide deh!” kata mama Maya setelah Nathan sudah kembali ke kamarnya.
Mama Maya membisikkan sesuatu di telinga Alyssa. Beberapa kali Alyssa mengangguk pelan tanda ia mengerti dengan apa yang disampaikan oleh mertuanya itu.
“Ide yang bagus ma! Aku setuju!” kata Alyssa kemudian.
“Tapi ingat, jangan sekarang. Kapan-kapan aja biar Nathan nggak curiga”.
“Iya ma!”
Malam harinya setelah makan malam semua keluarga berkumpul di ruang tengah. Ini dijadikan kesempatan bagi Nathan untuk menyampaikan pada kedua orangtuanya bahwa ia akan kembali tinggal di apartemen dengan Alyssa.
__ADS_1
“Mama pikir setelah menikah kamu akan tinggal disini bersama dengan istrimu!” ucap mama Maya yang masih belum bisa menerima keputusan anaknya itu.
Memang sebelumnya Nathan tidak pernah berkata padanya akan kembali tinggal di rumah setelah menikah. Tapi melihat Alyssa yang kini tengah hamil muda membuatnya merasa harus menjaga menantu dan calon cucunya itu.
Alyssa pun sama seperti mama Maya. Ia sama sekali tidak tahu jika Nathan akan mengajaknya untuk kembali tinggal di apartemen. Nathan tidak pernah membicarakan ini dengannya baik sebelum menikah atau pun sesudahnya. Apalagi ia sudah merasa nyaman tinggal di rumah ini karena ada mama Maya yang selalu menemaninya hanya sekedar untuk mengobrol saja.
Alyssa tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya nanti akan merasa sangat kesepian di tinggal sendiri di apartemen ketika Nathan bekerja. Selama ini pekerjaannya selalu mengikuti Nathan kemana pun. Tapi itu dulu saat Nathan masih menjadi seorang aktor, tapi bagaimana dengan sekarang? Papa Rudi sudah meminta Nathan untuk mulai bekerja di kantornya. Tidak mungkin kan ia akan mengikuti Nathan ke kantor. Apa yang akan dikatakan orang lain nantinya?
“Maaf ma, tapi aku ingin tinggal di apartemenku dengan Alyssa. Tapi mama jangan khawatir kita berdua akan lebih sering datang kemari” kata Nathan berusaha membujuk mamanya agar tidak keberatan dengan keputusannya.
“Pa, tolong minta Nathan agar tetap tinggal disini!” kali ini mama Maya meminta dukungan kepada suaminya.
“Biar saja mereka berdua tinggal di apartemen. Bukankah dulu kita juga sama seperti mereka? Kita memilih tinggal terpisah dari orangtua kita, agar apa? Agar kita bisa memiliki lebih banyak waktu berdua dan kita bisa bertanggung jawab dengan rumah tangga kita. Jadi biarkan saja mereka ma!” jawab papa Rudi.
“Ih, papa ini menyebalkan!”
Alyssa bisa merasakan apa yang dirasakan mama Maya saat ini. Saat dimana ia akan tinggal berjauhan lagi dengan anaknya. Tapi apa mau dikata jika papa Rudi sudah memberikan keputusannya juga, mama Maya hanya bisa menurutinya saja.
Nathan sangat berterima kasih karena papanya sudah mengijinkannya untuk kembali ke apartemen. Sedangkan mamanya akhirnya dengan terpaksa mengikuti kemauan Nathan karena suaminya sudah memberikan ijin pada anaknya untuk tinggal di apartemen. Sementara Alyssa mengikuti saja apa yang dikatakan oleh Nathan. Kemana pun Nathan akan mengajakanya tinggal mau tidak mau, suka tidak suka ia harus tetap mengikuti apa kata suaminya.
***
__ADS_1