Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Ke Kantor


__ADS_3

Hari ini Nathan dan Alyssa akan kembali ke kota. Sebelumnya mereka berdua sudah mengatakannya pada bi Lilis. Meski merasa berat hati ditinggalkan oleh Nathan dan Alyssa tapi bi Lilis hanya bisa mendoakan agar hubungan keduanya langgeng dan bisa segera menikah.


Sejak pagi Reyhan, supir keluarga Nathan sudah tiba di rumah bi Lilis untuk menjemput Nathan dan Alyssa. Usai makan siang Nathan dan Alyssa berpamitan pada bi Lilis.


“Jangan lupa undang bi Lilis jika kalian menikah” ucap bi Lilis sambil menyeka air matanya.


“Pasti bi!” jawab Nathan.


Alyssa dan Nathan memeluk bi Lilis bergantian. Sementara Reyhan sudah memasukkan barang bawaan Nathan dan Alyssa ke dalam mobil. Setelah selesai berpamitan keduanya masuk ke dalam mobil dan Reyhan mulai melajukan mobil meninggalkan desa itu.


Rencananya Nathan akan mengajak Alyssa pulang ke rumahnya atas permintaan mamanya. Nathan sudah memberitahu mama dan papanya bahwa hubungannya dengan Alyssa sudah membaik. Dan tentu saja itu membuat kedua orangtua Nathan begitu senang dan meminta Nathan untuk mengajak Alyssa ke rumah.


Hari sudah sangat sore ketika mereka sampai di rumah Nathan. Reyhan segera menurunkan barang-barang dari dalam mobil. Alyssa sudah melihat tante Maya berdiri di luar pintu rumah seolah menyambut kedatangan mereka.


“Alyssa, sini nak, peluk tante!” seru tante Maya sembari merentangkan kedua tangannya siap menerima pelukan dari Alyssa.


Alyssa langsung memeluk tante Maya dan ia bisa merasakan kehangatan seorang ibu ketika memeluk tante Maya sama seperti saat ia memeluk ibunya sendiri.


“Aku nggak dipeluk ma?” protes Nathan.


“Sini, peluk mama juga!”


Nathan memeluk mamanya juga dan setelah itu mereka bertiga masuk ke dalam. Nathan langsung masuk ke kamarnya untuk mandi dan tante Maya mengantar Alyssa ke kamar yang sudah disiapkan olehnya. Ia membiarkan Alyssa untuk mandi menyegarkan tubuhnya, lalu ia turun ke bawah dan segera menyiapkan makan malam.


“Wahh, sepertinya mama masak banyak nih!” ujar Nathan ketika ia sampai di ruang makan dan langsung menarik kursi dan duduk berhadapan dengan mamanya. Dilihatnya papanya juga sudah duduk disana menunggunya.


Tak berapa lama kemudian Alyssa ikut bergabung dan tante Maya menyuruhnya untuk duduk di samping Nathan. Untuk pertama kalinya Alyssa melihat Nathan dan om Rudi duduk bersama di ruang makan dan itu membuatnya tersenyum. Setidaknya kepergiannya beberapa hari bisa membuat orangtua dan anaknya berbaikan. Begitulah pikirnya. Mereka berempat makan bersama sambil diselingi dengan obrolan ringan.


“Mama senang kalian berdua udah baikan lagi” ucap tante Maya memulai percakapan.


“Dan aku jamin besok mama akan lebih senang lagi!” balas Nathan.


“Memangnya besok ada apa?” tanya tante Maya bingung. Alyssa pun juga sebenarnya sama bingungnya dengan tante Maya.

__ADS_1


“Besok mama harus nonton aku di TV, papa juga ya!” ucap Nathan santai sambil melanjutkan menyantap makanannya.


“Ada apa sih? Kasih tahu mama sekarang dong, mama kan jadi penasaran!”


“Nggak, tunggu aja besok!”


“Nathan!” suara om Rudi begitu tegas memanggil nama Nathan, membuat Alyssa dan tante Maya juga ikut menoleh ke arahnya.


“Iya pa?”


“Setelah makan kamu ke ruang kerja papa!”


“Baik pa!”


Entah kenapa setelah om Rudi mengucapkan kata-katanya Alyssa merasa suasana jadi sedikit tegang. Apalagi ketika dilihatnya ekspresi tante Maya yang sangat sulit diartikan oleh Alyssa.


***


“Sayang, sebaiknya kamu tunggu aku ya. Aku yang akan mengantarmu pulang!” kata Nathan pada Alyssa saat mereka sarapan bersama keesokan harinya.


“Iya Nat, kamu harus ke kantor, lagian aku udah janjian sama Alvin mau pulang bareng dia” kata Alyssa.


“Baiklah!” ucap Nathan dengan terpaksa.


“Apa kamu akan ke kantor papamu dengan pakaian seperti itu? Kenapa tidak memakai jas?” tante Maya melihat penampilan anaknya yang terlihat sangat santai padahal ia akan ke kantor hari ini.


“Memang kenapa? Aku kan hanya sebentar disana. Lagian aku juga belum mulai kerja disana ma!” jawab Nathan cuek.


Semalam setelah makan malam Nathan menemui papanya di ruang kerja. Dan tanpa ia duga ternyata papanya memberikan beberapa pertanyaan seputar bisnis padanya. Meski sempat agak ragu dalam menjawab karena takut salah tapi ternyata semua jawabannya membuat papanya puas. Dan karena itulah hari ini Nathan akan pergi ke kantor untuk pertama kalinya dengan papanya. Bukan untuk bekerja, melainkan untuk belajar secara langsung bagaimana cara papanya untuk mengelola perusahaan miliknya.


“Ma, jangan lupa ya jam sepuluh mama harus nonton aku di TV!” ucap Nathan saat berpamitan pada mamanya untuk ke kantor.


“Iya sayang, mama pasti bakalan nonton kok. Udah sana cepat berangkat, nanti papamu marah kalau kamu telat!”

__ADS_1


“Oke ma! Sayang, kalau kamu udah sampai rumah kabarin aku ya. Dan sampaikan salamku pada orangtuamu!” Nathan menoleh pada Alyssa yang berdiri di samping mamanya.


“Iya!”


“Aku berangkat dulu!” Nathan masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya sendiri.


Om Rudi sudah berangkat lebih dulu bersama Reyhan. Ia memang sengaja tidak berangkat bersama dengan Nathan karena semua karyawan di kantornya tidak tahu kalau Nathan adalah anaknya kecuali Ben. Dan hari ini ia akan mengatakan pada semua karyawannya bahwa Nathan akan belajar di perusahaannya untuk mendalami peran sebagai seorang pengusaha dalam film terbarunya. Ia terpaksa berbohong karena ia memang belum ingin orang mengetahui siapa Nathan sebenarnya.


Tidak lama setelah Nathan berangkat ke kantor Alvin sudah datang untuk menjemput Alyssa. Ia mengobrol sebentar dengan tante Maya sambil menunggu Alyssa bersiap-siap.


“Kalian hati-hati di jalan ya. Jangan lupa kabarin tante kalau sudah sampai!”


“Iya tante!”


Tante Maya masih berdiri di luar rumah melihat mobil Alvin sudah melaju menjauh dari rumahnya. Sambil menunggu jam sepuluh ia memutuskan untuk menyiram tanaman anggrek kesayangannya dulu.


Di kantor saat ini semua orang tengah heboh oleh kedatangan Nathan. Mereka bertanya-tanya ada apa gerangan Nathan datang ke tempat kerja mereka. Tak sedikit karyawan yang meninggalkan pekerjaannya hanya untuk melihat Nathan secara langsung, terutama karyawan perempuan. Dan Nathan tentu saja ia sudah tahu bahwa dirinya akan menjadi pusat perhatian. Ia duduk di lobi kantor menunggu Ben datang untuk mengajarinya hari ini. Ia terlihat sibuk dengan ponselnya. Ya, dia sibuk berbalas pesan dengan Alyssa dan itu membuatnya senyum-senyum sendiri. Para karyawan perempuan jadi semakin terpesona melihat senyuman Nathan itu walaupun Nathan tidak tersenyum pada mereka.


“Astaga, dia lebih tampan jika dilihat secara langsung!”


“Aku seperti bermimpi bisa melihatnya!”


“Lihatlah, dia tersenyum sendiri dengan ponselnya seperti orang yang lagi jatuh cinta saja”.


“Mungkin dia sedang berbalas pesan dengan gadis yang diciumnya di video itu. Gadis itu pasti pacarnya”.


“Beruntung sekali orang yang bisa membuatnya tersenyum seperti itu”.


“Aku meleleh dibuatnya!”


Tak berselang lama Ben datang menghampirinya. Ia lalu mengajak Nathan untuk langsung ke ruangan papanya. Setelah mengantar Nathan menemui papanya, Ben segera memberi pengumuman pada seluruh karyawan kantor jika mulai hari ini Nathan akan belajar di sana untuk mendalami perannya sebagai seorang pengusaha untuk film terbarunya. Sebagian besar karyawan sangat senang dengan pengumuman yang disampaikan oleh Ben karena itu berarti mereka bisa bertemu dengan Nathan setiap hari. Tapi tidak dengan beberapa karyawan laki-laki yang tidak suka dengan kehadiran Nathan di kantor mereka karena kehadirannya membuat semua wanita menjadi terfokus padanya.


__ADS_1


Anggap saja ini penampilan Nathan saat ke kantor ya..


***


__ADS_2