
Alyssa tidak menuruti keinginan Nathan untuk mengganti nomor teleponnya yang membuat Nathan semakin jengkel. Dan karena itu Nathan mengambil paksa ponsel Alyssa dan menghapus semua kontak yang membuatnya cemburu.
“Nah kalau sudah begini kan bagus. Kamu jadi nggak usah ganti nomor!” ujar Nathan dengan tersenyum puas. Sedangkan Alyssa yang ada di sampingnya terlihat kesal dengan tindakan Nathan itu, tapi jauh di dalam lubuk hatinya ia senang karena Nathan cemburu padanya.
“Oh ya, aku keluar sebentar ya. Kamu tunggu disini! Jangan kemana-mana!” kata Nathan lalu bergegas mengambil kunci mobilnya.
“Mau kemana?” tanya Alyssa.
“Ke apartemen Alvin!” jawab Nathan singkat.
“Kenapa kesana?”
“Ada sesuatu yang harus aku tanyakan pada Alvin!”
“Kenapa harus kamu yang kesana? Kenapa tidak menyuruh Alvin yang kesini?”
“Karena ini urusan laki-laki dan aku tidak ingin kamu tahu!”
Nathan tidak mungkin menanyakan tentang David di depan Alyssa. Sebenarnya Nathan bisa saja menanyakannya langsung pada Alyssa tapi ia lebih memilih untuk bertanya pada Alvin karena ia berpikir Alyssa tidak akan mengatakan semua tentang David dengan jujur.
Nathan telah sampai di apartemen Alvin dan melihat ternyata Sarah juga ada disana.
“Maaf kalau aku mengganggu kalian!” kata Nathan yang langsung duduk di sofa.
“Kenapa kamu mengijinkannya kesini?” keluh Sarah karena kesal Nathan telah mengganggu waktunya berdua dengan Alvin.
“Dia hanya sebentar sayang!” jelas Alvin pada Sarah dan langsung duduk di samping Sarah sambil memeluk pinggang pacarnya itu setelah mengambilkan minuman kaleng untuk Nathan.
“Apa yang mau kamu tanyakan?” lanjut Alvin.
“Siapa David?” Nathan langsung bertanya tanpa basa basi.
“David? David siapa?” tanya Alvin yang bingung karena memang tidak terbayangkan sama sekali di pikirannya tentang David yang dimaksud oleh Nathan.
“Kenapa bertanya padaku? Aku juga tidak tahu siapa David makanya aku bertanya padamu!”
“Memangnya darimana kamu mendapat nama David itu?”
__ADS_1
“Kontak Alyssa!”
“Ahh!” Alvin mulai paham dengan David yang dimaksud oleh Nathan.
“Kamu tahu David?” tanya Nathan langsung begitu melihat ekspresi wajah Alvin yang terlihat sudah mengingat sesuatu.
“Ya aku tahu!”
“Siapa?”
“Eits! Tidak gratis bro! Berikan aku libur selama tiga hari lalu aku akan memberitahumu!”
“Oke! Cepat katakan!”
“Sayang, kamu aturlah jadwalmu lalu kita akan pergi berlibur selama tiga hari” kata Alvin pada Sarah yang langsung mengangguk dengan senang.
“Sekarang jelaskan siapa David itu? Kenapa dia selalu mengirim pesan pada Alyssa?” tanya Nathan tak sabaran.
“David itu anak pemilik restoran tempat Alyssa bekerja dulu. Dia naksir sama Alyssa”.
“Terus?”
Nathan masih mencerna cerita yang disampaikan oleh Alvin. Dan setelah beberapa detik barulah ia tersenyum.
“Kenapa senyum?” tanya Alvin.
“Sepertinya aku harus berterima kasih pada David, karena berkat dia Alyssa dipecat dan bekerja denganku”.
“Hei, kamu juga harus berterima kasih padaku. Karena aku yang menawarkan Alyssa untuk menjadi asistenmu”.
“Makasih!” ucap Nathan dengan wajah datar.
“Cuma gitu aja?”
“Memangnya apalagi? Aku kan sudah memberimu libur tiga hari!” jawab Nathan sengit.
“Baiklah bro! Tapi ingat, kamu jangan bikin Alyssa sakit hati karenamu! Sekali saja kamu membuatnya menangis, aku tak segan-segan akan membuat wajah tampanmu itu babak belur!”
__ADS_1
“Aku tidak akan membuatnya menangis! Aku janji!” balas Nathan cepat.
Sarah yang mendengar ucapan Alvin tadi sedikit merasa tidak suka dengan Alyssa. Meski pun ia tahu kalau Alvin dan Alyssa sudah bersahabat sejak dulu namun tetap saja Alyssa itu hanya sebatas sahabat. Harusnya Alvin tidak perlu sampai berkata seperti itu pada Nathan karena Alyssa bukan pacarnya. Sarah mulai teringat lagi dengan kata-kata Nadia yang menyuruhnya untuk berhati-hati pada Alyssa. Ia takut jika Alyssa akan merebut Alvin darinya.
***
Setelah sebulan berlalu ternyata film Nathan dan Nadia yang diputar di bioskop sudah memecahkan rekor dengan jumlah penonton terbanyak. Itu adalah pencapaian yang luar biasa. Dan kini nama Rangga sebagai seorang sutradara mulai bersinar dan diperhitungkan kembali di dunia perfilman.
Untuk merayakan keberhasilan filmnya itu Rangga berinisiatif untuk mengadakan pesta
bersama dengan semua kru dan pemain filmnya. Mereka semua boleh untuk mengajak pasangan masing-masing ke pesta tersebut. Pesta itu akan diadakan di sebuah villa milik Rangga di kawasan puncak.
Mendapat kabar akan diadakannya pesta, Nathan langsung mengajak Alyssa dan juga Alvin. Tapi sayangnya hanya Alyssa yang akan ikut ke pesta itu karena Alvin memutuskan untuk mengambil libur tiga harinya bertepatan dengan pesta itu. Ia sudah mempunyai rencana untuk berlibur dengan Sarah dan mengajaknya pulang ke rumahnya untuk mengenalkan Sarah pada orangtuanya.
“Sayang, kamu pakai ini ya saat pesta nanti” Nathan menyerahkan paper bag yang tadi dibawanya pada Alyssa.
Alyssa membukanya lalu mengeluarkan isinya. Sebuah gaun cantik berwarna biru tua dengan belahan panjang di bagian paha.
“Apa ini tidak terlalu seksi?” tanya Alyssa kemudian. Ia tak yakin akan memakai gaun itu mengingat di pesta nanti akan ada banyak orang.
“Kamu pakai saja. Aku ingin kamu terlihat paling cantik disana. Dan aku akan mengumumkan pada semua orang kalau kamu itu adalah pacarku!” jawab Nathan dengan penuh keyakinan.
“Tapi apa nanti tidak akan jadi omongan banyak orang?” Alyssa masih ragu dengan keputusan Nathan itu.
“Memangnya mau sampai kapan kita akan menyembunyikan hubungan kita? Cepat atau lambat mereka pasti akan tahu. Dan aku ingin mengakuinya saat di pesta nanti!”
Alyssa berpikir sejenak, apa yang dikatakan Nathan ada benarnya juga. Bagaimana pun orang-orang pasti akan tahu tentang hubungan mereka. Dan dirinya pasti akan tetap mendapat ujaran kebencian karena berpacaran dengan Nathan entah itu sekarang atau setahun lagi ia pasti akan mendapatakannya juga. Jadi ia berpikir lebih baik ia menerima kebencian itu sekarang dari pada nanti. Lebih cepat lebih baik, begitu pikirnya.
“Baiklah!” jawab Alyssa setuju dengan keputusan Nathan itu.
“Oke, kamu dandan yang cantik. Pokonya kamu harus jadi yang paling cantik nanti malam!” seru Nathan sambil menatap wajah kekasihnya dengan lekat.
“Iya sayang!” jawab Alyssa dengan senyum manisnya.
“Kalau gitu aku pulang dulu. Nanti sore aku jemput kamu!”
“Iya!”
__ADS_1
Nathan lalu mencium kening Alyssa dan berpamitan padanya. Ia juga tentunya harus berpenampilan yang terbaik untuk pesta nanti malam karena itu akan menjadi hari yang sangat penting baginya dan juga Alyssa. Tekadnya sangat kuat untuk mengumumkan pada semua orang kalau Alyssa adalah pacarnya agar orang-orang di luar sana berhenti mengomentari dan menjodoh-jodohkannya dengan Nadia.
***