
“Kenapa belanjanya lama sekali?” tanya Nathan sedikit kesal begitu melihat Alyssa dan Alvin sudah tiba di apartemennya.
“Maaf, dompetku hilang. Tapi untung ada orang baik yang nolongin aku, dia bayarin semua belanjaanku. Terus aku ngobrol bentar sama dia...”
“Terus gara-gara itu kamu jadi lama?”
“Maaf!”
“Aku sudah pasang iklan kehilangan di sosmed. Siapa tahu ada yang menemukan dompetmu Sa” kata Alvin kemudian.
“Makasi banget Vin!” Alyssa langsung memeluk Alvin secara spontan yang membuat Nathan semakin kesal.
“Kamu kenapa peluk-peluk dia sih?” tanya Nathan kesal sambil melepaskan pelukan Alyssa dan Alvin.
Alyssa langsung ke dapur membawa belanjaannya. Ia sedikit berlari kecil meninggalkan Nathan dan Alvin di depan.
“Nat, emang kamu nggak tau ya? Alyssa kan daridulu suka peluk-peluk orang. Aku aja sering banget dipeluk sama dia, sampai nggak kehitung berapa kali dia udah meluk aku” Alvin sengaja membuat Nathan kesal. “Oohh.. apa jangan-jangan kamu nggak pernah dipeluk sama dia lagi. Astaga.. kenapa Alyssa bisa nggak pernah peluk kamu ya?” Alvin melanjutkan yang mebuat Nathan semakin jengkel.
“Awas ya!” teriak Nathan yang membuat Alvin berlari menjauhinya dengan senang karena berhasil membuat Nathan marah.
Setelah makan siang, Alyssa sudah berada di ruang yang Nathan khususkan untuk semua pakaiannya. Ia mulai melihat-lihat banyak jas yang sebenarnya sudah dimiliki Nathan. Tentu saja Nathan juga ada di ruangan itu. Ia mengawasi Alyssa yang sibuk memilih jas untuknya dengan perasaan masih sedikit kesal.
“Alyssa!”
“Iya?” Alyssa menoleh ke arah Nathan yang memanggilnya.
“Peluk aku!” kata Nathan yang membuat Alyssa terheran-heran.
“Ngapain aku peluk kamu?” Alyssa kembali sibuk memilih jas untuk Nathan.
Nathan semakin kesal karena Alyssa tidak menghiraukannya. “Kenapa sih susah banget buat kamu meluk aku? Tapi ke orang lain, tanpa disuruh kamu langsung meluk”.
“Itu cuma reflek Nat, aku nggak sengaja meluk Alvin tadi” kata Alyssa tanpa menoleh ke arah Nathan.
“Ya udah kalau gitu anggap aja sekarang kamu peluk aku itu sebagai reflek” Nathan merentangkan tangannya agar dipeluk Alyssa.
“Kamu gila ya?! Nih, coba kamu pakai jas yang ini” kata Alyssa sambil menyerahkan jas yang sudah ia pilih lalu meninggalkan Nathan.
Alyssa melihat Alvin baru saja masuk dari pintu depan ketika ia ingin bersantai di ruang tengah.
“Kamu darimana Vin?”
__ADS_1
“Nih, dompet kamu udah ketemu” kata Alvin sambil menyerahkan dompet Alyssa.
“Ketemu dimana?” tanya Alyssa senang karena dompetnya akhirnya ketemu.
“Untung aja taxi yang kamu tumpangi sopirnya baik, tadi dia ngembaliin dompet kamu ini”.
“Syukurlah udah ketemu. Makasi ya Vin, kamu emang temen yang paling baik”.
“Oke.. oh ya, kamu udah milihin jas buat Nathan?”
“Udah”.
“Baguslah. Aku mau pulang dulu, mau siap-siap ke acara nanti malam sama Nathan. Kamu disini dulu ya Sa, pastiin penampilan Nathan nanti malam itu perfect”.
“Iya” jawab Alyssa singkat.
Pukul tujuh malam Nathan sudah berpakaian rapi dan tinggal menata rambutnya sedikit yang dibantu oleh Alyssa. Dengan terampil Alyssa menata rambut Nathan seperti seorang yang sudah profesional, membuat Nathan kagum padanya.
“Ternyata kamu jago juga ya soal beginian” puji Nathan sambil masih melihat dirinya di depan cermin.
“Aku dulu sering bantuin tanteku ngerias pengantin. Aku banyak belajar dari sana”.
“Oke Sa, gajimu aku naikin. Sekarang kamu nggak cuma jadi asistenku aja tapi juga jadi penata riasku. Aku suka dengan hasil kerjamu Sa”.
“Aku serius! Emang kamu nggak mau gaji yang gede?”
“Ya mau lah!”.
Setelah selesai menata rambut Nathan, Alyssa mengambilkan jas yang sudah ia pilih untuk Nathan.
“Nih, tinggal pakai jasnya aja, beres deh”.
Nathan memakai jas yang sudah dipilih Alyssa. Walaupun jas itu sudah pernah ia pakai ke nikahan sepupunya dulu, tapi ia tidak pernah berpikir akan mengenakan jas itu ke acara penting. Karena dulu ia membeli jas itu secara asal saja yang penting ia hadir ke acara pernikahan sepupunya.
“Gimana penampilanku?” tanya Nathan setelah memakai jasnya.
Alyssa menatap Nathan dengan kagum. Biasanya laki-laki akan terpesona melihat wanita yang disukainya jika berdandan tapi kali ini malah sebaliknya. Alyssa lah yang terpesona dengan ketampanan Nathan.
“Kamu keren banget Nat!” puji Alyssa sambil tersenyum puas melihat penampilan Nathan.
“Aku emang keren daridulu Sa” balas Nathan menyombongkan dirinya.
__ADS_1
“Nggak Nat, kali ini beda. Kamu jadi makin ganteng” kata Alyssa yang semakin membuat Nathan tersenyum senang karena dipuji olehnya.
“Aku ini memang Nathan si tampan! Hahaha..” Nathan tertawa sendiri dengan ucapannya.
“Tapi kalau kamu ketawa kaya gitu jadi jelek” kata Alyssa yang melihat Nathan dengan tawa anehnya.
“Tapi kamu suka sama aku kan?!” goda Nathan sambil menyenggol Alyssa.
“Tau ah!” Alyssa pergi dari kamar Nathan dengan sedikit buru-buru. Ia malas dengan sikap Nathan yang kalau sudah seperti itu pasti akam membuatnya semakin gugup.
Tepat pukul setengah delapan malam Alvin sudah datang menjeput Nathan di apartemennya. Alvin terlihat keren dengan setelan jas hitamnya.
“Wahh,, tumben banget aku lihat kamu pakai jas begitu Vin” kata Alyssa yang memang baru pertama kali melihat Alvin memakai jas.
“Aku kelihatan aneh ya Sa?” tanya Alvin.
“Nggak Vin, kamu kelihatan keren kok!” jawab Alyssa jujur.
“Alyssa!” Nathan berteriak dari belakang yang membuat Alyssa dan Alvin sedikit terkejut.
“Kenapa pakai teriak segala sih?” kata Alyssa kesal.
“Kamu nggak boleh muji-muji cowok lain selain aku!” Nathan merasa cemburu melihat Alyssa memuji laki-laki lain di depannya.
“Loh emangnya kenapa?” Alyssa bingung.
“Dia cemburu Sa” kata Alvin sambil melirik Nathan yang terlihat kesal.
“Pokoknya ini aturan buat kamu Sa! Mulai sekarang kamu cuma boleh memberikan pujianmu buatku!” Nathan tersenyum puas dengan aturan barunya buat Alyssa.
“Aturan macam apa itu?!” keluh Alyssa pelan.
Nathan melirik arlojinya, sudah hampir jam delapan malam. “Ayo Vin, kita berangkat sekarang” katanya.
“Ayo!”
“Sa, maaf ya aku belum bisa ngajak kamu ke acara ini. Mungkin nanti kalau sudah agak lama dan semua orang sudah benar-benar lupa dengan postinganku itu, aku bakalan ngajak kamu ke semua acara pentingku. Aku janji!” kata Nathan pada Alyssa sebelum ia pergi.
Alyssa hanya mengangguk mendengar kata-kata Nathan. Ia sadar betul kalau saat ini memang dirinya belum pantas untuk ikut ke acara-acara penting seperti itu. Dan ia juga tidak terlalu berharap akan diajak kesana oleh Nathan.
__ADS_1
Nathan si tampan
***