
Nathan dan Alvin tiba di apartemen ketika sudah lewat jam makan siang. Nathan segera melihat dirinya di cermin kembali. Rupanya ia telah mengganti warna rambutnya lagi untuk syuting besok.
Di film terbarunya kali ini yang bergenre romantis Nathan akan berperan sebagai seorang musisi yang jatuh cinta kepada gadis buta yang akan diperankan oleh Nadia.
“Nat, kapan kamu akan memberitahu Alyssa kalau kamu main film sama Nadia?” tanya Alvin begitu melihat Nathan keluar dari kamarnya dan duduk santai di ruang tengah sambil memainkan ponselnya.
“Buat apa aku memberitahunya?”.
“Dia kan pacar kamu, paling nggak dia harus tau kalau kamu bakalan main bareng dengan Nadia”.
Nathan masih sibuk memainkan ponselnya tanpa merespon ucapan Alvin.
“Nat, kamu harus memberitahu Alyssa supaya dia nggak cemburu nantinya”.
“Kenapa dia harus cemburu? Aku sama Nadia kan cuma kerja dan aku juga udah nggak ada hubungan apa-apa lagi dengan Nadia”.
“Susah ngomong sama kamu!”
“Ya udah nggak usah ngomong!”
“Denger ya Nat, aku memang nggak tau ada masalah apa kamu sama Alyssa sampai bikin kamu berubah kaya gini, tapi kamu jangan nyesel kalau seandainya Alyssa pergi dari kamu!”
Alvin meninggalkan Nathan sendirian dengan rasa kesal. Dan Nathan hanya melihat kepergian Alvin tanpa ekspresi dan kembali memainkan ponselnya.
Alvin melajukan mobilnya untuk menemui Alyssa di rumahnya. Beberapa menit kemudian ia telah sampai di rumah minimalis berlantai dua miliknya itu. Begitu masuk ke dalam rumah ia tidak melihat Alyssa dimana pun. Alvin memutuskan untuk menunggu Alyssa sambil menonton TV. Tidak berselang lama Alyssa datang dan melihat Alvin sudah ada disana menunggunya.
“Udah lama Vin?”
“Eh Sa, kamu udah datang? Aku udah nunggu kamu dari kemarin tau”.
“Hahaha.. aku kira udah setahun nunggu disini”.
“Sa, duduk sini. Aku mau ngomong sesuatu”.
Alyssa duduk di samping Alvin. Sepertinya ada hal penting yang mau Alvin sampaikan karena tidak biasanya ia datang menemui Alyssa dengan tampang yang serius.
“Ada apa Vin? Kelihatannya serius banget”.
“Sa, aku mau ngomongin soal film barunya Nathan”.
“Emang kenapa dengan film barunya?”
“Kamu tau nggak siapa yang bakal jadi lawan mainnya Nathan?”
Alyssa menggeleng. Ia memang tidak tahu soal itu dan Nathan pun tidak pernah memberitahunya.
Alvin menarik nafas panjang sebelum mulai berbicara. “Alyssa, dengan siapa pun Nathan bermain film kamu harus percaya kalau itu hanya akting”.
__ADS_1
“Iya aku tahu!”
“Walau pun sekarang Nathan lagi cuek sama kamu, tapi kamu harus percaya kalau cuma kamu yang Nathan cintai”.
“Iya!”
“Aku emang nggak tau masalah kalian berdua tapi..”
“Vin, kamu kok ngomongnya muter-muter gini sih? Emang Nathan mau main film sama siapa?”
Alvin sedikit takut dengan reaksi Alyssa begitu ia mengatakan kalau Nadia lah yang akan menjadi lawan mainnya Nathan. Bagaimana pun juga Alyssa adalah sahabatnya, ia tidak ingin melihat Alyssa sakit hati lagi gara-gara seorang pria.
“Vin? Sama siapa?” tanya Alyssa lagi karena Alvin hanya diam saja.
“Sama Nadia” akhirnya nama itu keluar dari mulut Alvin. Tapi tidak seperti yang Alvin takutkan, Alyssa malah tersenyum setelah mendengar nama Nadia.
“Kok kamu malah senyum?”
“Kan tadi kamu bilang sendiri, siapa pun lawan mainnya Nathan itu hanya akting. Dan Nathan cuma cinta sama aku”.
“Kamu nggak marah?”
“Nggak!”
“Apa kamu nggak takut kalau Nadia bakalan menggoda Nathan lagi? Nadia itu masih suka dengan Nathan”.
“Aku tahu dia masih cinta sama Nathan”.
“Dia ngomong sendiri ke aku”.
“Kalian pernah ketemu?”
Alyssa lalu menceritakan pada Alvin bagaimana Nadia datang ke apartemen Nathan saat pemiliknya sedang ke luar kota untuk promosi film. Bahkan apa yang dikatakan oleh Nadia saat itu diceritakannya juga pada Alvin.
“Wanita ular itu pasti melakukan segala cara agar bisa mendapatkan peran dalam film itu” kata Alvin setelah mendengar cerita Alyssa.
“Vin, aku butuh bantuan kamu”.
“Apa? Aku pasti bakalan bantuin sebisaku”.
“Aku mau ikut nemenin Nathan syuting”.
“Tapi gimana caranya? Nathan aja masih kelihatan marah banget sama kamu. Dia pasti nggak bakalan ngajak kamu Sa”.
“Ya makanya aku minta tolong sama kamu. Kamu bujuk dia atau gimana gitu caranya, pokoknya aku pengen bisa ikut ke lokasi syutingnya Nathan. Please..” Alyssa menakupkan kedua tangannya, memohon pada Alvin agar mau membantunya.
“Oke, nanti aku pikirin caranya”.
__ADS_1
“Makasi banget Vin! Kamu emang sahabat terbaikku!”
“Kalau gitu peluk aku dong” Alvin merentangkan tangannya seolah siap menerima pelukan dari Alyssa.
“Nih, peluk bantal aja sana” Alyssa melempar Alvin dengan bantal yang ada di sofa.
“Sa, kayanya aku udah ada ide biar kamu bisa ikut ke lokasi syuting besok”.
“Haa? Ide apaan?” tanya Alyssa penasaran.
“Ada deh! Aku harus pergi sekarang”.
“Mau kemana?”
“Katanya mau ikut ke lokasi syuting besok, ya sekarang aku mau ngurus itu lah”.
“Hehe.. ya udah. Cepetan pergi!” ucap Alyssa sambil mendorong tubuh Alvin agar berjalan lebih cepat.
“Ngusir nih ceritanya?”
Alyssa hanya tersenyum. Dia berharap apa pun itu yang direncanakan oleh Alvin akan berhasil agar dia bisa menemani Nathan ke lokasi syuting besok.
Alasan mengapa Alyssa ingin ikut ke lokasi syuting besok bukan karena ia tidak percaya dengan Nathan. Tapi ia harus mengawasi gerak-gerik Nadia. Ia tidak ingin Nadia menggoda Nathan di lokasi syuting besok. Cemburu? Mungkin iya. Bagaimanapun juga dulu Nathan dan Nadia pernah berpacaran cukup lama. Apalagi Nadia secara terang-terangan mengatakan kalau dia masih mencintai Nathan. Jadi Alyssa harus menjaga Nathan dari godaan Nadia.
***
Pagi hari yang cerah, Alvin sudah menjemput Nathan di apartemennya dan mereka akan bersiap untuk ke lokasi syuting. Hari ini adalah hari pertama syuting dan semalam media sudah dihebohkan dengan kabar bahwa Nathan akan berpasangan dengan Nadia.
“Kalian sarapan dulu ya” Alyssa telah menyiapkan sarapan untuk Nathan dan Alvin di meja makan.
Tidak seperti hari-hari sebelumnya, kali ini Nathan menyantap makanan yang dimasak oleh Alyssa. Bukan karena kemarahannya pada Alyssa telah hilang, tapi karena hari ini dia akan syuting dan jika dia sarapan di lokasi syuting dia tidak yakin akan bisa memakan makanan disana. Ya, Nathan memang sangat pemilih tentang makanan. Ia tidak bisa memakan masakan yang dibuat sembarang orang. Ia hanya memakan masakan yang dibuat oleh koki yang handal, mamanya, dirinya sendiri dan juga Alyssa. Jadi dengan terpaksa ia memakan sarapan yang dibuat oleh Alyssa.
Alyssa tentu saja sudah bisa menebak kalau Nathan memakan masakannya dengan terpaksa. Tapi itu tidak menjadi masalah baginya. Setidaknya sekarang Nathan sudah mau memakan makanan yang dibuatnya.
Usai sarapan Alvin memasukkan barang-barang keperluan syuting Nathan ke dalam mobil. Dan setelahnya mereka segera berangkat. Alyssa sudah terlebih dulu duduk di kursi depan mobil ketika Nathan datang dan melihatnya ada disana.
“Vin, kenapa dia duduk disana?” Nathan bertanya pada Alvin sambil menunjuk Alyssa yang sudah duduk cantik di depan.
“Ohh.. Dia bakalan ikut ke lokasi syuting bareng kita”.
“Kenapa dia ikut? Aku tidak pernah mengijinkannya untuk ikut”.
“Nat, penata riasmu tadi pagi-pagi sekali mendadak harus pulang kampung karena masalah keluarga. Jadi aku nggak tau harus mencari penata rias kemana lagi untukmu dengan waktu yang singkat. Apalagi kamu itu sangat pemilih sekali masalah make up. Ya udah aku ajak Alyssa aja, lagian kamu sendiri merasa cocok kan dengan hasil kerja Alyssa?”
Nathan hanya terdiam. Memang benar ia sangat pemilih dalam hal make up. Ia tidak mau di make up oleh sembarang orang, apalagi orang yang tidak dikenalnya sama sekali. Jadi ia terpaksa menyetujui keputusan Alvin untuk mengajak Alyssa ke lokasi syuting. Dan ia akui Alyssa memang sangat jago dalam hal ini.
Kini Alyssa tahu ide yang dimaksud Alvin kemarin sehingga ia bisa ikut ke lokasi syuting bersama Nathan sekarang.
__ADS_1
Alvin tersenyum puas karena rencananya sudah berhasil. Tidak sia-sia dia membayar mahal penata rias yang sudah biasa merias Nathan untuk membatalkan kerjaannya kali ini.
***