Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Mantan


__ADS_3

Sore hari Alyssa sudah tiba di rumahnya disambut dengan pelukan hangat kedua orangtuanya. Sebelumnya Alyssa sudah memberitahu orangtuanya kalau dia akan pulang. Ibu Ratna sudah menyiapkan banyak sekali makanan untuk menyambut kepulangan anak semata wayangnya itu.


“Wah.. banyak sekali makanannya Bu. Ini sih bisa buat makan sepuluh orang” kata Alyssa.


“Iya, Ibu sengaja masak banyak hari ini, kan anak cantik Ibu pulang” jawab ibu Ratna.


“Tapi ini kebanyakan Bu”.


“Ya kamu bisa makan pelan-pelan, nanti juga pasti habis”.


“Ih Ibu ini gimana sih. Nanti aku gendut terus nggak ada yang suka sama aku. Emang Ibu nggak pengen punya mantu apa?!”


“Ya pengen lah.. makanya Ibu mau kenalin kamu ke anaknya temen Ibu. Siapa tau kamu cocok sama dia”.


“Aku nggak mau dijodoh-jodohin Bu. Kaya anaknya nggak laku aja” jawab Alyssa ketus.


“Ya kan kamu emang nggak laku. Mana pernah kamu kenalin pacar kamu ke Ibu. Yang Ibu tau kamu cuma pacaran sekali kan pas masih SMA. Itu pun Ibu nggak tau pacar kamu dulu siapa. Kamu nggak pernah ngenalin ke Ibu”.


“Pokoknya aku nggak mau dikenalin sama anaknya temen Ibu itu. Titik!”


“Ini kenapa sih pada berisik?!” Pak Herman yang mendengar suara berisik dari ruang makan langsung menghampiri istri dan anaknya itu.


“Ini nih Pak, masa Ibu bilang anaknya nggak laku” kata Alyssa mengadu.


“Tapi emang bener kan?” tanya pak herman dengan tampang polosnya.


“Bapak!” Alyssa mulai kesal.


“Ya udah, sekarang kamu mandi dulu terus kita makan sama-sama” kata Ibu Ratna pada anaknya.


Tiga puluh menit kemudian Alyssa sudah duduk di meja makan bersama kedua orangtuanya. Mereka makan bersama sambil bersenda gurau melepas rasa kangen mereka. Alyssa makan dengan begitu lahapnya dan ini sudah piring ketiganya.


“Perasaan tadi ada yang bilang nggak mau gendut deh” goda Ibu Ratna.


“Abisnya masakan Ibu enak banget” jawab Alyssa sambil terus melahap makanannya.


Usai makan malam Alyssa dan kedua orangtuanya bersantai sambil menonton sinetron kesukaan Ibu Ratna. Ya, Ibu Ratna adalah emak-emak penyuka sinetron yang tidak boleh kelewatan satu episode pun. Biasanya Ibu Ratna akan membahas tentang sinteron yang ditontonnya bersama ibu-ibu pedagang yang lain di pasar.


“Nak, kamu bilang sama Bapak katanya kamu kerja jadi asisten artis kan?!” tanya Pak Herman.


“Iya Pak, aku kerja sama Nathan Alexander”.


“Alyssa! Kenapa kamu nggak pernah bilang sama Ibu kalau kamu kerja jadi asistennya Nathan Alexander?!” Ibu Ratna berteriak membuat Alyssa dan Pak Herman sedikit terlonjak.


“Ibu bisa nggak sih ngomongnya jangan pakai teriak gitu”.


“Habisnya kamu nggak pernah bilang sama Ibu kalau kamu kerja sama Nathan Alexander. Kalau Ibu tau kan Ibu bisa nitip kamu buat minta tanda tangannya”.

__ADS_1


“Bapak yakin besok di pasar Ibu pasti cerita ke semua orang kalau anaknya kerja sama Nathan Alexander” kata Pak Herman yang sudah bisa menebak kelakuan istrinya itu.


“Iya lah Pak!”


Tiba-tiba ponsel Alyssa yang berada di meja berbunyi, ia melihat siapa yang meneleponnya. Dan ternyata panggilan itu dari Nathan. Ibu Ratna yang melihat nama “Nathan” muncul di layar ponsel anaknya langsung mengangkat panggilan telepon itu.


“Halo nak Nathan? Ini ibunya Alyssa” kata Ibu Ratna dengan penuh semangat. Alyssa berusaha mengambil ponselnya, tapi Ibu Ratna menepis tangannya.


“Eh, iya Bu. Salam kenal” jawab Nathan dari seberang telepon.


“Ibu sih memang sudah kenal sama nak Nathan. Kan nak Nathan sudah terkenal daridulu”.


“Hehe.. iya Bu. Emm.. Alyssa nya ada Bu?”


“Ada.. ini dia di samping Ibu. Nak Nathan, kapan-kapan main ke rumah Ibu ya.. Ibu pengen lihat nak Nathan langsung. Ibu itu fans beratnya nak Nathan”.


“Iya Bu, nanti kapan-kapan saya main ke rumah Ibu. Sekarang bisa saya bicara dengan Alyssa?”


“Iya bisa nak! Ini Ibu kasih teleponnya ke Alyssa”


Alyssa langsung menyambar ponselnya dari tangan ibunya. Ia bergegas menuju kamar karena ia tahu kalau menelepon di depan ibunya pasti Ibu Ratna akan mendekatkan telinganya, berusaha untuk mendengar percakapan Alyssa dan Nathan.


“Maaf ya Nat, tadi diangkat sama ibu” kata Alyssa setelah mengunci pintu kamarnya agar tidak diganggu oleh ibunya.


“Iya, nggak apa-apa kok Sa”


“Emm.. ada apa kamu nelpon?”


“Nggak usah di denger Nat. Ibu emang gitu orangnya, dia cuma bercanda aja”.


“Terus kalau nggak bercanda gimana?”.


“Maksudnya?”


“Kalau aku pengen main ke rumah kamu boleh?”


“Emm.. “ Alyssa tampak berpikir.


“Sa? Jawabnya lama banget sih”.


“Eh iya Nat. Kamu boleh kok main kesini asal kamu nggak kecapekan aja nantinya, kamu kan sibuk kerja” jawab Alyssa.


“‘Malah capekku bakalan hilang kalau lihat kamu”.


Hampir satu jam Alyssa dan Nathan berbicara di telepon. Nathan menceritakan tentang kegiatannya hari itu dan Alyssa mendengarkan dengan baik keluh kesah Nathan.


***

__ADS_1


Hari ini hanya Pak Herman yang ke pasar untuk berjualan di toko sembako miliknya. Ibu Ratna masih sibuk di dapur dengan kue-kuenya yang berada di oven.


“Loh, ibu nggak ke pasar?” tanya Alyssa yang baru bangun dari tidurnya dan langsung menuju dapur.


“Nggak. Hari ini temen lama Ibu mau datang berkunjung kemari nak” jawab Bu Ratna sambil mengeluarkan kue yang sudah matang dari oven. “Kamu mandi dulu sana, habis itu sarapan ya”.


Alyssa menuruti kata-kata ibunya, ia segera mandi dan setelah itu menghabiskan sarapannya. Ia tidak bertanya pada ibunya siapa teman lama ibunya yang akan datang berkunjung.


Ketika jarum jam menunjukkan angka sepuluh, tamu yang ditunggu-tunggu oleh Bu Ratna datang. Ibu Ratna berlari kecil dari dapur untuk membukakan tamunya pintu. Alyssa masih tetap menonton TV sambil memakan cemilannya.


“Sa, sini! Temen Ibu sudah datang” Ibu Ratna menghampiri Alyssa yang tengah asik menonton TV.


“Ya udah kalau temen Ibu sudah datang ya Ibu buatin minum gitu” jawab Alyssa enteng.


“Ih kamu ini ya!” Ibu Ratna mencubit lengan anaknya.


“Apaan sih Bu, sakit tau Bu!” kata Alyssa sambil mengusap lengannya.


“Ayo ke ruang tamu, kenalan sama temen Ibu dan anaknya”.


Alyssa baru ingat kalau ibunya ingin mengenalkannya pada anak temannya itu. Sebenarnya Alyssa malas untuk bertemu dengan tamu ibunya, tapi karena ibunya terus-terusan mengoceh yang membuat telinga Alyssa lelah mendengarnya, akhirnya ia mengikuti keiinginan ibunya itu. Ia berjalan ke ruang tamu dengan malas dan betapa terkejutnya dia ternyata anak teman lama ibunya itu adalah Dimas, mantan pacarnya saat SMA dulu.


Dimas pun sama terkejutnya dengan Alyssa, ia tidak menyangka mereka akan bertemu lagi setelah enam tahun tidak bertemu.


“Sa, kenalin ini Ibu Sekar temen lama Ibu. Dan ini anaknya, namanya Dimas” kata Ibu Ratna.


“Eh iya, halo semua. Senang berkenalan dengan kalian” Alyssa menyapa dengan sedikit canggung.


“Wah, cantik sekali kamu nak” kata Bu Sekar memuji Alyssa.


“Eh iya Bu, terima kasih” jawab Alyssa masih berusaha bersikap ramah.


“Nak, kata ibumu kamu dulu sekolah di SMA XXX ya?” tanya Bu Sekar.


“Iya Bu”.


“Berarti kamu kenal dong sama Dimas?” kata Bu Sekar lagi sambil memegang bahu anaknya itu. Sementara Dimas masih menatap Alyssa dengan pandangan yang sulit ditebak.


“Maaf Bu, saya nggak kenal sama anak Ibu”.


Jawaban Alyssa sontak membuat Dimas terkejut. Bagaimana bisa Alyssa bilang bahwa ia tidak mengenal Dimas sementara mereka dulu pernah berpacaran.


“Masa sih kamu nggak kenal Dimas?” tanya Bu Ratna tidak percaya.


“Bener Bu, aku nggak kenal. Kan di sekolah aku dulu itu muridnya banyak Bu, jadi nggak kenal semuanya” jawab Alyssa.


“Maaf Bu Ratna, boleh nggak saya mengobrol di depan dengan Alyssa? Mungkin Alyssa bisa ingat dengan saya kalau kita sudah mengobrol” kata Dimas tiba-tiba yang membuat Alyssa kesal.

__ADS_1


“Oh iya silakan nak Dimas. Maafin Alyssa ya, dia memang agak sedikit pelupa, padahal belum tua” Ibu Ratna mengijinkan Dimas untuk bicara berdua dengan Alyssa. Ia sedikit mendorong tubuh anaknya agar bangun dari duduknya dan mengikuti Dimas yang sudah berjalan ke teras lebih dulu. Dengan langkah yang dipaksakan Alyssa akhirnya mengikuti Dimas ke teras.


***


__ADS_2