
Alyssa sudah tiba di salon kecantikan yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Alvin. Hari ini ia akan melakukan perawatan di salon tersebut agar mempercantik penampilannya untuk acara makan malam bersama dengan Nathan kekasihnya.
Beberapa jam berlalu Alyssa sudah mulai bosan dengan serangkaian perawatan kecantikan yang ia jalani. Sebenarnya Alyssa bukanlah tipe gadis yang suka melakukan perawatan ke salon. Ia lebih senang melakukan perawatan ala kadarnya di rumah saja. Sudah hampir jam enam sore ketika akhirnya ia telah selesai melakukan perawatan di salon tersebut. Alyssa bergegas untuk pulang karena tidak ingin terlambat untuk makan malam bersama Nathan.
Baru saja ia melangkahkan kakinya keluar dari salon tiba-tiba saja sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di depannya. Seorang pria berjas hitam dan berkacamata hitam keluar dari mobil tersebut dan menghampirinya.
“Selamat sore nona Alyssa, silakan masuk ke dalam mobil. Saya akan mengantar nona pulang” kata pria itu.
“Kenapa kamu bisa tau namaku dan mau mengantarku pulang?” tanya Alyssa dengan tatapan curiga dan ia mundur selangkah untuk menjaga jarak dari pria asing itu.
“Maaf nona, saya belum memperkenalkan diri. Saya Reyhan, dan saya ditugaskan oleh tuan Nathan untuk menjemput nona disini. Jadi silakan nona masuk ke mobil, saya akan mengantarkan nona pulang” pria yang bernama Reyhan itu membukakan pintu mobil untuk Alyssa.
Alyssa duduk di kursi belakang mobil, Reyhan mengemudikan mobil menuju tempat tinggal Alyssa. Sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai dan saat Alyssa akan masuk ke dalam rumah, Reyhan memberikan sebuah bungkusan kepadanya.
“Nona, ini ada hadiah dari tuan Nathan. Mohon diterima”.
“Apa ini?” tanya Alyssa.
“Maaf nona, saya juga tidak tau”.
“Terima kasih, kamu boleh pulang sekarang” kata Alyssa.
“Tidak nona, saya akan menunggu nona untuk bersiap-siap”.
“Kenapa?”
“Tuan Nathan meminta saya untuk mengantar nona ke suatu tempat untuk bertemu dengannya”.
“Baiklah kalau begitu, silakan kamu tunggu di ruang tamu”.
Alyssa mempersilakan Reyhan untuk duduk di ruang tamu dan membuatkannya kopi. Ia lalu bergegas untuk bersiap-siap di kamarnya. Alyssa membuka hadiah yang diberikan oleh Nathan. Dan ternyata Nathan memberikannya sebuah gaun hitam yang berbelahan dada sangat rendah dan cukup terbuka.
“Astaga.. kenapa dia memberikanku baju seksi begini?” Alyssa meraih ponselnya dan menelepon Nathan.
“Iya sayang, ada apa?”
“Hey Nathan! Kenapa kamu memberikanku baju seperti ini?”
“Kenapa? Apa kurang bagus?”
“Bukan kurang bagus, tapi ini terlalu seksi!”
“Hahaha.. tapi aku suka baju itu sayang. Pokoknya kamu harus pakai baju itu buat makan malam kita nanti, titik!”
Nathan mengakhiri panggilan telepon dari Alyssa yang membuat Alyssa semakin kesal. Dengan terpaksa ia mengenakan gaun hitam pemberian Nathan tersebut karena memang ia tidak mempunyai gaun lain selain pemberian Alvin yang sudah pernah dipakainya. Setelah berdandan cukup lama akhirnya Alyssa keluar dari kamarnya dengan mengenakan gaun hitam pemberian Nathan dan jaket miliknya. Ia merasa sedikit malu dengan gaun yang dikenakannya malam itu. Apalagi jika sampai Reyhan melihatnya, tentu akan membuat Alyssa merasa tidak nyaman.
__ADS_1
“Anda kelihatan cantik sekali nona” puji Reyhan ketika melihat Alyssa sudah berdiri di hadapannya.
“Terima kasih”.
“Kalau begitu mari kita langsung menemui tuan Nathan”.
Alyssa sudah duduk di kursi bagian belakang mobil. Ia tidak tau kemana Reyhan akan membawanya malam itu karena baik Reyhan maupum Nathan tidak ada yang memberitahunya.
“Sebenarnya kita mau kemana?” tanya Alyssa pada Reyhan yang sedang menyetir mobil.
“Nanti juga anda akan tau nona” jawab Reyhan sambil tersenyum. “Emm.. maaf nona, kenapa ada memakai jaket?”.
“Memangnya kenapa? Ada yang salah?”
“Eh.. emm.. nggak ada yang salah nona. Hanya saja ini baru pertama kalinya saya melihat seseorang mengenakan gaun dengan memakai jaket saat akan makan malam bersama pacarnya”.
“Kenapa kamu bilang aku pacarnya Nathan? Apa dia sendiri yang memberitahumu?”
“Tidak nona, tuan Nathan tidak pernah memberitahu saya. Saya hanya menebaknya saja”.
“Menebak?”
“Iya nona! Saya hanya menebaknya, karena biasanya tuan Nathan hanya akan melakukan ini semua pada seorang gadis yang sangat spesial baginya”.
“Eh.. tidak nona! Saya hanya asal bicara saja”.
“Udah lah, kamu nggak usah bohong. Aku tau pasti Nathan juga pernah melakukan hal seperti ini pada pacarnya yang dulu. Argh.. benar-benar tidak kreatif!” kesal Alyssa.
Akhirnya sepanjang perjalanan Reyhan hanya terdiam. Ia tidak berani bicara lebih banyak lagi karena takut salah omong. Ia tidak ingin dipecat oleh Nathan hanya karena ucapannya yang tidak ia jaga.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang sangat mewah. Alyssa keluar dari mobil dan menatap kagum pada tempat itu. Baginya ini adalah restoran termewah yang pernah ia kunjungi.
Alyssa melangkahkan kakinya memasuki restoran tersebut. Ia memandang ke seluruh ruangan, tapi ia tidak melihat satu pun pengunjung yang makan di tempat itu kecuali satu orang yang sekarang sedang menunggunya di sebuah meja yang sudah ditata cantik yang terletak di tengah-tengah ruangan itu.
“Ah, pasti makanan disini harganya sangat mahal sampai-sampai tidak ada yang berani makan disini” batinnya.
Alyssa terus berjalan mendekati Nathan yang kini telah berdiri untuk menyambutnya. Nathan terlihat begitu tampan malam ini dengan jas hitam yang dikenakannya. Tapi...
“Kenapa rambutmu jadi putih begitu?” tanya Alyssa begitu melihat perubahan pada rambut kekasihnya itu.
“Aku mewarnainya biar beda dari yang lain. Kamu sendiri kenapa memakai jaket?”
Alysaa hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari Nathan. Dilihatnya Nathan melambaikan tangannya dan seorang pelayan perempuan datang menghampiri mereka.
“Sekarang berikan jaketmu padanya” perintah Nathan.
__ADS_1
Tapi Alyssa masih diam saja tidak menuruti perkataan Nathan. Ia enggan untuk membuka jaketnya karena merasa malu dengan gaun yang dikenakannya. Melihat Alyssa yang diam saja membuat Nathan dengan terpaksa melepaskan jaket yang dikenakan Alyssa dan memberikannya pada pelayan tadi yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Alyssa menutup dadanya dengan kedua telapak tangannya agar Nathan tidak melihatnya. Tingkah konyol Alyssa itu membuat Nathan tertawa.
“Nggak usah kamu tutupin Sa! Punyamu kecil begitu juga” kata Nathan yang langsung disambut dengan pukulan kecil dari Alyssa di lengannya. “Kenapa pakai mukul segala sih?”.
“Habisnya kamu itu pikirannya mesum!” balas Alyssa.
“Siapa juga yang pikirannya mesum. Aku kan ngomong berdasarkan fakta”.
“Udah ah! Oh ya, sampai kapan kita mau berdiri kaya gini terus? Kakiku pegel tau pakai high heels begini” keluh Alyssa.
“Ya ampun, aku hampir lupa kalau disini ada kursi. Silakan duduk tuan putriku” ucap Nathan sambil menarik kursi untuk Alyssa dan mempersilakannya duduk. Nathan duduk di samping Alyssa.
Tidak berapa lama kemudian beberapa pelayan datang menghidangkan makanan yang terlihat sangat lezat. Alyssa dibuat ternganga oleh makanan yang sedang dihidangkan itu. Makanan tersebut ditata dengan sangat cantik di atas piring oleh para koki sehingga membuat Alyssa merasa kasihan untuk memakannya. Alyssa mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa foto makanan itu.
“Makanannya mau kamu fotoin terus? Nggak mau kamu makan?” tanya Nathan yang sedari tadi memperhatikan Alyssa memotret makanan.
“Sayang banget kalau makanan secantik ini harus dimakan”.
“Lebih disayangkan lagi kalau makanannya nggak kamu makan. Itu sama aja kaya kamu nggak menghargai para koki yang sudah capek-capek membuatnya”.
Perkataan Nathan itu membuat Alyssa akhirnya memakan makanan yang ada di depannya. Baru gigitan pertama saja sudah membuat Alyssa kegirangan saking enaknya rasa masakan itu.
“Emm.. enak banget! Aku boleh minta resepnya sama koki yang buat nggak ya?”
“Nanti aku mintain” ucap Nathan singkat.
“Emang kamu kenal sama koki yang buat ini?”
“Iya kenal, dia temanku”.
“Bagus lah! Oh ya, kenapa di restoran ini nggak ada pengunjung selain kita? Apa semua makanan disini harganya sangat mahal sampai-sampai nggak ada yang berani makan disini? Terus kenapa kamu ngajakin aku makan malam disini? Bagaimana kalau pelayan-pelayan tadi bergosip tentang kita? Aku nggak mau kalau sampai orang lain tau tentang hubungan kita” oceh Alyssa.
“Udah selesai ngocehnya?”
“Siapa yang ngoceh? Aku kan cuma mengelurakan beberapa pertanyaan yang ada di kepalaku aja”.
“Oke, aku akan jawab semua pertanyaanmu itu. Restoran ini adalah milik mamaku dan hari ini aku sengaja meminta tempat ini ditutup untuk umum karena aku mau makan malam berdua denganmu. Dan soal gosip, kamu nggak perlu khawatir. Semua pelayan disini tidak akan bergosip tentang anak bosnya. Mereka pasti akan dipecat jika membuat gosip tentangku. Jadi kamu tenang aja tuan putriku”.
Alyssa tersenyum mendengar jawaban dari Nathan dan ia melanjutkan makannya kembali. Selama ini ia tidak pernah berpikir kalau keluarga Nathan sangat kaya. Ia mencintai Nathan dengan tulus apa adanya, bukan karena dia seorang aktor atau anak orang kaya.
Alyssa
***
__ADS_1