
Nathan menerima kotak kecil yang diberikan Alvin. Setelah menyerahkannya Alvin lalu menjauh membiarkan dua sejoli itu berdua.
“Nathan, apa maksud semua ini?” meski masih merasa bingung dengan semua ini tapi Alyssa yakin Nathan mengetahui hal ini.
“Alyssa, di depan semua orang aku ingin mengatakan sesuatu padamu!” Nathan melihat sekeliling.
Sekarang semua orang menatap ke arah Nathan dan Alyssa. Mereka juga sebenarnya sedikit bingung dengan apa yang mereka lakukan tadi, menyerahkan bunga mawar pada Alyssa seperti yang disuruh oleh Alvin. Tidak tahu apa yang akan dilakukan Nathan, tapi mereka begitu penasaran dan sangat antusias dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Nat, kamu apa-apaan sih? Kalau mau ngomong sesuatu nanti aja di rumah bi Lilis. Di sini banyak orang, kamu jangan aneh-aneh deh!” Alyssa mulai gugup.
“Nggak Sa, aku bakalan ngomong di sini, biar semua orang dengar!”
Alyssa semakin gugup ketika melihat Nathan sudah mulai serius. Nathan tersenyum melihat kedua tangan Alyssa yang sudah penuh dengan bunga mawar. Ia lalu meraih salah satu tangan Alyssa yang memegang banyak mawar dan memindahkan mawar itu ke tangan yang satunya. Sehingga kini satu tangan Alyssa terlihat seperti memeluk banyak mawar.
“Apa yang akan dia lakukan? Semoga dia tidak bicara yang aneh-aneh” batin Alyssa.
“Alyssa, aku memang nggak terlalu pintar untuk merangkai kata-kata indah buatmu. Tapi aku punya satu kalimat favorit yang sekarang dan selamanya akan aku berikan cuma buat kamu”.
“Apa?”
“I love you!”
Alyssa tak menyangka Nathan akan mengucapkan kalimat itu di depan banyak orang. Matanya sudah berkaca-kaca, sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan Nathan.
“Hari ini, di tempat ini dan di depan banyak orang yang akan menjadi saksi kita berdua...” Nathan berlutut dengan satu kaki dan ia membuka kotak kecil yang diberikan Alvin tadi.
Nathan mengangkat tangannya, mengarahkan pada Alyssa sambil memegang kotak itu. Alyssa bisa melihat isi kotak itu adalah sebuah cincin berlian yang cantik.
“Will you marry me?”
Air mata Alyssa tak dapat dibendung lagi saat Nathan mengucapkan kalimat itu untuknya. Perasaannya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya ada sesuatu yang akan meledak dalam dirinya saking bahagianya dia sekarang.
__ADS_1
“Nathan beneran melamar Alyssa?”
“Apa ini hanya untuk keperluan syuting saja?”
“Jadi selama ini Nathan menyukai Alyssa?”
“Jangan-jangan wanita yang dicium Nathan di video yang sempat viral itu adalah Alyssa?”
Para warga yang menyaksikan awalnya sempat bertanya-tanya dengan apa yang dilakukan Nathan. Tapi begitu mendengar kata cinta dari Nathan mereka jadi tahu kalau selama ini Nathan dan Alyssa memiliki hubungan.
“Terima aja Sa!” teriak Agus bersemangat.
Warga yang lain akhirnya ikut menyerukan kata ‘terima’. Mereka sangat kompak dan sama bersemangatnya seperti Agus. Meski ada beberapa gadis yang merasa cemburu pada Alyssa tapi itu tak seberapa dengan banyaknya warga yang mendukung agar Alyssa menerima lamaran dari Nathan.
Alyssa mengedarkan pandangannya melihat para warga yang kini tengah bersorak. Ia benar-benar terharu dibuatnya. Apalagi dirinya bukan penduduk asli desa itu dan hanya baru seminggu saja tinggal disana. Tapi Alyssa merasa warga desa begitu baik padanya. Alyssa kembali menatap Nathan yang masih menunggu jawaban darinya. Sebenarnya menurut Alyssa, Nathan tidak perlu melakukan semua ini karena Nathan sudah tahu jawabannya bahwa Alyssa akan menerimanya.
“Yes, I will!” jawab Alyssa dengan senyum bahagianya.
Semua orang yang menyaksikan kejadian itu bertepuk tangan dan bersorak penuh kegembiraan. Bahkan beberapa diantaranya ada yang mengusap air matanya karena menangis terharu. Mereka seolah-olah bisa merasakan kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh Nathan dan Alyssa.
“Makasih sayang!” ucap Nathan setelah melepaskan pelukannya pada Alyssa.
Alyssa tersenyum. “Tapi apa bagian tadi akan tayang di TV juga?” tanyanya kemudian.
“Kalau itu aku nggak tahu. Coba kamu tanya sama sutradaranya apa bagian tadi akan ditayangkan atau nggak”.
“Ih, kamu ini! Aku kan malu kalau sampai ditayangin!”
“Kenapa harus malu? Seharusnya kamu itu bangga karena kamu dilamar oleh Nathan Alexander di depan semua orang!” Nathan mulai menyombongkan dirinya.
“Mulai lagi deh kumatnya!”
__ADS_1
Berita bahwa Nathan telah melamar seorang gadis tersebar begitu cepat di desa itu. Para warga yang tak sempat menyaksikan kejadian itu secara langsung hanya bisa melihat melalui video yang direkam oleh beberapa orang. Tapi Alvin sudah mengingatkan kepada para warga yang sempat merekam agar tak mengunggahnya di sosial media. Alvin berhasil meyakinkan para warga untuk tak menyebarkan video itu karena lamaran Nathan pada Alyssa akan tayang di TV. Para warga setuju karena mereka juga ingin ini menjadi kejutan untuk semua orang dan setelah ini mereka yakin desa mereka akan banyak dikunjungi oleh orang-orang yang penasaran dengan sungai yang dijadikan tempat bersejarah bagi seorang Nathan.
“Sepertinya kita harus menayangkan ini dua hari lagi!” seru sang sutradara kepada para krunya yang dijawab dengan sangat antusian oleh mereka.
***
Bi Lilis sudah menutup warung makannya ketika melihat Nathan dan Alyssa sudah pulang. Jangan tanya apakah bi Lilis sudah tahu kejadian di sungai atau belum karena sudah pasti bi Lilis telah mengetahuinya dari para tetangga.
“Bi Lilis tidak menyangka, Jonathan kecil yang dulu sering bibi gendong sekarang sudah bisa melamar seorang gadis” ucap bi Lilis sambil menyeka air matanya saat mereka bertiga duduk di meja makan untuk makan malam.
“Bibi dan mama sama saja, selalu menganggapku masih kecil!” keluh Nathan.
“Tunggu dulu, tadi bibi bilang Jonathan?” tanya Alyssa bingung.
Bi Lilis tersenyum. “Kamu tidak tahu nama asli Nathan nak?” tanya bi Lilis pada Alyssa yang langsung menggelengkan kepalanya.
“Sayang, sekarang kamu harus tahu nama asliku. Namaku itu sebenarnya adalah Alex Jonathan Aditama. Dulu aku pernah bilang kan kalau papa mengijinkanku jadi artis asal tidak ada yang tahu aku ini anak siapa. Karena papa tidak mau pesaing bisnisnya menjatuhkannya dengan memanfaatkan gosip tentangku. Makanya aku memakai nama Nathan Alexander!” Nathan menjelaskan pada Alyssa.
“Oh, jadi gitu ceritanya! Baiklah Jo!” kata Alyssa.
“Jo?”
“Iya, Jo! Nama kamu kan Jonathan! Jadi dipanggil Jo!”
“Nggak! Aku nggak suka dipanggil Jo! Panggil aku sayang!”
“Ogah!”
“Alyssa! Kamu harus panggil aku sayang seperti dulu lagi! Kan kita mau nikah!”
Alyssa tak menanggapi ucapan Nathan lagi. Ia memang sengaja membuat Nathan kesal karena Nathan terlihat sangat menggemaskan bagi Alyssa ketika ia sedang kesal. Bi Lilis hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kedua pasangan itu.
__ADS_1
***