Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Lokasi Syuting


__ADS_3

Lokasi syuting kali ini cukup jauh, hampir memakan waktu satu jam lamanya. Dan selama perjalanan mereka bertiga tidak terlalu banyak bicara. Nathan terlihat sibuk membaca naskahnya, sementara Alyssa sibuk bermain game online di ponselnya.


Ketika mereka sudah sampai di lokasi syuting, sudah banyak kru film yang sibuk dengan tugasnya masing-masing. Alvin langsung mengantar Nathan ke salah satu kamar yang sudah disiapkan untuknya bersiap-siap dan Alyssa mengikuti di belakangnya. Seorang kru film masuk ke ruangan dan memberitahu kalau untuk adegan pertama Nathan hanya perlu memakai make up tipis saja.


Alyssa mulai menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan Nathan dan tentu saja dibantu oleh Alvin. Kini Nathan sudah duduk di depan meja rias dan Alyssa mulai melakukan tugasnya sebagai penata rias dadakan.


Suasana begitu canggung karena tidak ada yang berbicara sama sekali. Alvin menyadari hal itu, ia memutuskan untuk membiarkan kedua pasangan itu berdua saja. Siapa tahu dengan ini Nathan dan Alyssa bisa membicarakan secara baik-baik masalah mereka dan bisa membuat Nathan tidak marah lagi pada Alyssa.


“Aku keluar dulu ya”.


“Mau kemana?” Nathan sudah melihat Alvin berdiri di pintu hendak keluar.


“Mau menyapa kru sebentar” tanpa basa basi lagi Alvin segera keluar dan tidak peduli dengan Nathan yang sebenarnya ingin menahannya di ruangan tersebut.


Kembali hening, Nathan terlihat sibuk dengan ponselnya padahal sebenarnya ia tidak benar-benar memerlukan ponselnya saat ini. Ponselnya hanya menjadi alasan agar ia tidak harus banyak bicara dengan Alyssa.


“Maaf” Alyssa tiba-tiba mengucapkan kata maaf yang membuat Nathan melirik sekilas ke arahnya.


Sungguh Nathan merasa semakin hari Alyssa semakin cantik walau pun dengan make up yang tipis. Tapi karena rasa gengsinya yang tinggi, ia masih mempertahankan jurus diamnya pada Alyssa. Ingin rasanya ia berbaikan dengan Alyssa tapi ketika ia teringat akan kejadian malam itu, ia mulai merasa kesal kembali. Ia memang tidak suka ada orang yang ikut campur urusan pribadinya. Itu adalah hal yang sensitif bagi Nathan, bahkan Alvin sendiri tidak tahu tentang semua ini. Alyssa lah orang pertama yang ia beritahu, tapi ia merasa kecewa dengan Alyssa. Ia berpikir Alyssa telah menjebaknya dengan mengajaknya ke villa waktu itu dan merencanakan untuk makan malam dengan papanya.


“Nathan, aku benar-benar minta maaf! Aku tidak ingin kita seperti ini terus” Alyssa menghentikan kegiatannya.


Ia memandang ke arah Nathan dengan tulus sampai akhirnya Nathan yang tahu Alyssa sedang menatapnya akhirnya menyerah dengan ponselnya. Ia menatap balik mata gadis yang ia cintai itu. Terlihat ketulusan terpancar dari mata indahnya.


“Sudahlah, nggak usah dibahas lagi” katanya akhirnya.


“Jadi, kamu udah nggak marah sama aku?”.


“Dikit!”


Alyssa tersenyum, walau pun Nathan mengatakan masih marah sedikit dengan Alyssa tapi itu sangat berarti. Paling tidak setengah kemarahannya sudah hilang.


“Aku akan berakting dengan Nadia!” seru Nathan. Ia benar-benar merasa bingung bagaimana cara menyampaikan hal ini pada Alyssa. Saat ini ia tidak bisa memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikannya. Jadilah hanya kata itu yang langsung keluar secara spontan dari mulutnya.

__ADS_1


Nathan memandang Alyssa lagi untuk melihat ekspresi gadis itu. Ia berpikir kalau Alyssa yang gantian akan marah terhadapnya karena tidak memberitahunya terlebih dahulu. Tapi ia salah, diluar dugaan Nathan, Alyssa malah tersenyum menanggapi perkataannya barusan.


“Kenapa tersenyum? Kamu nggak cemburu?”


“Aku udah tahu kok. Alvin yang memberitahuku”.


“Terus?”


“Ya aku percaya sama kamu”.


“Tapi bakalan banyak adegan romantisnya”.


Alyssa terdiam sejenak lalu melanjutkan lagi merias wajah Nathan sambil tersenyum.


“Kenapa nggak dijawab? Bakalan ada banyak adegan romantis Sa!”


“Nggak apa kok! Itu udah jadi resiko pacaran sama artis”.


“Dikit, tapi seperti yang aku bilang barusan, aku percaya sama kamu”.


Nathan lega mendengar jawaban Alyssa. Meski masih ada rasa kesal di dalam dirinya, tapi ia masih berharap hubungannya dengan Alyssa akan membaik.


Setengah jam kemudian Nathan menuju tempat dimana ia akan melakukan adegan pertamanya dan Alyssa masih membereskan peralatannya di dalam ruangan.


Nadia yang telah lebih dulu berada di luar melihat Nathan dari kejauhan. Ia ingin menghampirinya tapi niatnya itu ia urungkan. Karena ia yakin Nathan akan bersikap cuek terhadapnya dan ia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri. Banyak kru film dan beberapa media yang datang untuk meliput proses syuting. Ya, media sudah dihebohkan dengan berita Nathan dan Nadia yang akan membintangi satu judul film yang sama. Maka hari ini akan banyak pasang mata yang menyoroti tingkah mereka dibalik layar. Jadi Nadia harus berhati-hati dalam bersikap untuk menjaga citra baiknya selama ini.


Rangga menghampiri Nathan yang berdiri tak jauh darinya.


“Sudah siap Nat?” kata Rangga yang kini sudah berdiri di samping Nathan sebelum proses syuting dimulai.


“Aku selalu siap!”


“Baguslah! Oh ya, kalau kamu mau, aku bisa menghilangkan adegan yang terlalu romantis antara kamu dengan Nadia”.

__ADS_1


Nathan mengernyitkan alisnya, sungguh dalam hati ia ingin sekali menghilangkan adegan romantisnya dengan Nadia. Karena ia sangat muak dengan wanita itu. Dan tanpa ia minta Rangga sudah menawarkan sendiri padanya. Tapi belum sempat ia mengiyakan kata-kata Rangga itu, ia melihat Rangga sudah memalingkan wajahnya dan kini sedang memperhatikan Alyssa yang baru keluar dari ruangan dengan wajah yang sumringah.


“Kenapa Alyssa bisa ada disini? Apa dia sudah menyukaiku sehingga dia mengikutiku ke tempat kerja?”


Nathan kaget mendengar ucapan Rangga itu. Banyak pertanyaan muncul di kepalanya saat ini. Dengan hati-hati dan agar tidak dicurigai ia mulai mengorek tentang Rangga dan Alyssa.


“Kamu kenal Alyssa?”


“Iya, dia gadis yang aku pernah ceritakan padamu dulu. Gadis yang membuat aku semangat dalam bekerja”.


Bagaimana mungkin Rangga bisa menyukai Alyssa? Dimana mereka kenal? Kenapa selama ini Alyssa tidak pernah memberitahunya? Apa mungkin panggilan telepon untuk Alyssa waktu itu adalah Rangga yang sekarang berdiri di hadapannya?


“Kamu kenal Alyssa juga?” lanjut Rangga.


“Iya, dia asisten sekaligus penata riasku”.


“Ahh, kenapa aku baru tau sekarang? Padahal selama ini ternyata aku begitu dekat dengannya”.


“Bagaimana kamu bisa mengenalnya?”


“Aku bayarin semua belanjaannya waktu di supermarket karena dia nggak bawa dompet. Dari situ aku mulai penasaran sama dia. Ya, kamu bisa lihat sendiri kan, Alyssa sangat cantik. Walau pun awalnya dia seperti menjauhiku tapi sepertinya sekarang dia mulai menerimaku”.


“Menerima bagaimana?” Nathan mulai marah mendengar penjelasan Rangga.


“Kemarin aku makan siang dengannya. Dan itu sebuah kemajuan untuk hubungan kami. Aku yakin dia kesini untuk menemuiku karena kemarin aku bilang padanya aku bakalan sibuk kerja dan akan jarang menghubunginya. Sepertinya sekarang aku lebih bersemangat lagi untuk bekerja karena setiap hari akan melihatnya di lokasi syuting”.


Perasaan Nathan sangat marah saat ini. Ia tidak menyangka ternyata Alyssa diam-diam memberikan harapan untuk Rangga. Baru saja beberapa menit yang lalu ia merasa hubungannya dengan Alyssa sudah lebih baik, tapi sekarang ia tahu alasan Alyssa ikut ke lokasi syuting bukan karena cemburu padanya dan Nadia, tapi lebih karena Alyssa ingin bertemu dengan Rangga.


“Semua adegan romantis yang ada di skenario tidak usah dihilangkan. Aku akan melakukannya!” Nathan berkata dengan sangat jelas dan langsung berjalan meninggalkan Rangga.


Rangga hanya bengong melihat Nathan yang menjauh darinya. Ia masih sedikit tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Kini Nathan sudah duduk di samping Nadia dan membuat semua orang yang ada disana melihat ke arah mereka, tidak terkecuali Alyssa.


***

__ADS_1


__ADS_2