Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Hadiah Untuk Alyssa


__ADS_3

Alyssa hendak mengemasi pakaiannya untuk dibawa ke apartemen tapi Nathan yang baru saja masuk ke kamar langsung mencegahnya.


“Biarin aja pakaian kamu yang itu disini. Kalau kita mau menginap disini kan nggak perlu repot-repot bawa pakaian lagi. Lagian aku udah beliin kamu banyak baju kok!” seru Nathan.


“Beneran? Emangnya kapan kamu belinya? Kok aku nggak lihat?”


“Aku belinya online. Sebelum kita nikah aku udah beli banyak buat kamu. Udah aku susun juga di lemari!”


“Kamu nggak lagi ngerjain aku kan Nat? Jangan sampai pas kita udah di apartemen malah nggak ada baju buat aku. Masa aku nggak pakai baju nantinya!”


”Eh, tapi yang kamu bilang itu bagus juga. Seharusnya aku nggak usah beli baju aja buat kamu ya!” ucap Nathan.


“Nathan!” teriak Alyssa.


“Jangan teriak kaya gitu. Nanti kita dikira ngapain lagi sama mama”.


“Kamu sih nyebelin!” Alyssa menyilangkan kedua tangannya di depan dada seraya memanyunkan bibirnya.


“Kan cuma becanda sayang!” Nathan memeluk Alyssa dari belakang dan menaruh dagunya di bahu Alyssa. “Bibirnya jangan dimanyunin gitu dong, kan akunya jadi pengen nyium kamu!”


Alyssa memukul tangan Nathan yang sedang memeluknya dan melepaskan diri dari pelukan suaminya itu. Sedangkan Nathan yang menerima pukulan kecil dari istrinya hanya tersenyum gemas melihat Alyssa yang semakin kelihatan cantik meski pun sedang ngambek padanya.


Papa Rudi baru saja berangkat ke kantor dan diantar oleh Reyhan. Nathan dan Alyssa yang baru keluar dari kamar masih mendapati mama Maya berdiri di depan pintu yang melihat mobil suaminya menghilang dari pandangan sambil melambaikan tangannya.


“Ma, kita mau pamit sekarang!” kata Nathan.


“Loh, kenapa pagi sekali? Mama pikir kalian baliknya nanti sore” ucap mama Maya merasa sedikit kecewa.


“Kita mau bersih-bersih dulu ma, kan udah lama juga aku nggak balik ke apartemen” jawab Nathan.


“Kalau gitu kalian ajak bi Siti aja buat bantuin kalian bersih-bersih di apartemen” tawar mama Maya.


“Nggak usah ma, aku sama Nathan bisa sendiri kok!” kata Alyssa.


“Tapi sayang, kamu itu lagi hamil. Nggak boleh terlalu capek. Kamu harus banyak istirahat!” nasihat mama Maya.

__ADS_1


“Iya ma! Mama tenang aja, Alyssa nggak bakalan kecapekan kok!”


Nathan sebenarnya sudah berencana mengajak salah satu pelayan di rumah mamanya tinggal bersamanya untuk membantu dirinya dan Alyssa mengurus apartemennya. Tapi Alyssa sangat menolak ide Nathan itu. Alyssa bersikeras mengerjakan semuanya sendiri. Mereka sempat berdebat kecil karena masalah ini. Di satu sisi Nathan tidak ingin Alyssa kelelahan dan juga ia tidak ingin istrinya merasa kesepian saat ditinggal bekerja. Tapi jika ada pembantu Alyssa bisa mengobrol dengannya. Dan di sisi lain Alyssa masih merasa sanggup untuk mengerjakan semuanya sendiri dan belum membutuhkan bantuan dari orang lain. Mungkin nanti jika kehamilannya sudah cukup besar ia akan meminta bantuan pelayan. Dan akhirnya Nathan mengalah dan menuruti semua kemauan istrinya itu.


Nathan dan Alyssa telah sampai di apartemen. Pintu apartemen sudah terbuka dan Nathan sudah masuk lebih dulu. Namun Alyssa tak mengikutinya. Ia masih diam mematung di depan pintu. Pikirnya tadi sebelum kesini ia akan biasa saja dengan tempat ini. Tapi ternyata tidak demikian. Ia mengingat kembali kejadian dulu saat Nathan bersikap kasar padanya. Apa lagi dulu ia sempat berjanji tidak akan menginjakkan kakinya di tempat ini lagi.


“Kenapa ini? Kenapa aku langsung teringat dengan kejadian itu? Aku sudah bahagia sekarang dan tidak seharusnya aku mengingat kejadian itu lagi. Aku mencintai Nathan dan aku sudah memaafkan dia. Aku nggak mau membenci Nathan lagi dengan teringat tentang kejadian itu!” Alyssa berusaha untuk meyakinkan dirinya.


“Sayang, kenapa masih berdiri disitu?” tanya Nathan kemudian berbalik lagi untuk menghampiri istrinya.


“Nggak kok! Ini sekarang aku masuk!” jawab Alyssa berusaha bersikap sesantai mungkin.


“Ya udah, ayo!” Nathan mengulurkan tangannya dan menggandeng tangan Alyssa memasuki apartemennya.


Meski berusaha untuk bersikap seolah dirinya baik-baik saja tapi ia tidak bisa mengusir ingatan tentang kejadian dulu. Apa lagi saat ini ia dan Nathan sudah berada di kamar. Di kamar inilah seorang Nathan Alexander dulu bersikap kasar padanya hingga tega memperkosanya.


Alyssa mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang kamar. Di sudut tempat tidur itu, kepalanya dulu terbentur disana saat Nathan berlaku kasar padanya. Alyssa memejamkan matanya sesaat dan menggelengkan lemah kepalanya berusaha untuk mengusir ingatan itu.


“Ayo lah Alyssa! Jangan mengingat itu lagi. Sekarang Nathan sudah jadi suami kamu dan kamu harus bahagia! Lupakan semua itu!” Alyssa menguatkan dirinya sendiri.


“Sayang apa kamu suka?” pertanyaan Nathan itu menyadarkan Alyssa dari pikirannya.


“Kamu nggak lihat itu?” Nathan menunjuk foto pernikahan mereka yang terpajang di dinding kamar.


Alyssa tidak menyadari foto itu sebelumnya karena dirinya sibuk mengusir ingatan tentang kejadian pahit itu. Ia tak menyangka jika Nathan akan memajang foto pernikahan mereka disana.


“Sayang, kapan kamu memasangnya?” tanya Alyssa.


“Aku meminta Alvin memasangnya kemarin. Bagaimana, apa kamu suka?”


“Iya, aku suka. Aku kelihatan cantik di foto itu!” ujar Alyssa.


“Hei, kenapa hanya memuji dirimu sendiri? Tidak lihat apa pria yang di sampingmu itu begitu tampan?” protes Nathan.


Alyssa tidak menghiraukan protes dari Nathan. Ia meninggalkan Nathan dan berjalan menuju walk in closet di kamar itu.

__ADS_1


“Nathan apa-apaan ini!” teriak Alyssa.


Nathan yang mendengar teriakan istrinya itu segera saja menghampirinya. Alyssa berdiri di depan lemari pakaian yang berisi banyak pakaian yang telah dibeli Nathan untuknya.


“Kenapa sayang?” tanya Nathan bingung.


“Ini, kenapa satu lemari isinya pakaian begini semua?” Alyssa mengeluarkan satu lingerie yang sangat seksi dan menerawang. “Kalau aku mau jalan-jalan keluar masa aku harus memakai pakaian seperti ini!”


Nathan tak bisa menahan tawanya sampai Alyssa menginjak kakinya barulah ia berhenti tertawa.


“Jangan ketawa! Nggak lucu!” Alyssa mulai kesal.


Nathan menghentikan tawanya dan menarik tangan istrinya untuk menuju sebuah lemari besar lainnya. Ia membuka lemari itu dan Alyssa terperangah melihat isinya. Banyak sekali pakaian bermerk dan mewah tersusun rapi di dalam lemari itu. Tak sampai disitu, Nathan mengajak Alyssa ke ruang lainnya yang ada disana. Dan lagi-lagi Alyssa tak bisa berkata apa-apa. Banyak tas dan sepatu mahal yang berjejer rapi dalam lemari kaca.


“Sayang, kenapa kamu menghamburkan banyak uang untuk membeli ini?” Alyssa bertanya masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Aku tidak merasa menghamburkan banyak uang. Aku ingin memberikan hadiah untukmu. Kalau kamu nggak suka aku bisa ganti dengan yang lain!”


“Ini terlalu berlebihan Nat! Memangnya aku akan kemana dengan gaun-gaun ini?” Alyssa memegang satu per satu gaun yang ada di lemari.


“Sayang, apa kamu lupa? Sekarang kamu adalah istri Nathan Alexander dan gaun-gaun itu pasti akan berguna nantinya!” Nathan kemudian membuka sebuah laci besar dan menunjukkan isinya pada Alyssa. “Ini satu lagi hadiah untukmu!”


Alyssa melihat laci itu dimana ada banyak sekali perhiasan yang begitu cantik di dalamnya. Sebenarnya ia tidak mengharapkan semua ini dari Nathan. Ia tulus mencintai Nathan tanpa memandang materi. Tapi karena Nathan sudah terlanjur membelinya akhirnya ia menerimanya saja.


“Terima kasih sayang!” ucap Alyssa sambil memeluk Nathan.


“Iya sayang!”


“Tapi aku masih tidak mengerti kenapa kamu membelikanku satu lemari penuh pakaian seperti ini!” Alyssa masih memegang lingerie transparan yang diambilnya tadi.


“Karena aku suka! Pasti kamu jadi tambah seksi kalau pakai yang itu”.


“Tapi aku nggak mau pakai yang seperti ini!”


“Ya udah, nggak pakai baju malah lebih bagus lagi kan!” goda Nathan.

__ADS_1


“Nathan! Kamu ini mesum banget sih!”


***


__ADS_2