Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Rencana (II)


__ADS_3

Alvin membiarkan Nathan dan Nadia duduk berdua sementara ia pindah ke meja lain yang tidak jauh dari meja sebelumnya. Ia berpura-pura sibuk dengan ponselnya padahal sebenarnya ia memperhatikan Nathan dan Nadia.


Nadia yang sudah merasa senang langsung menggeser kursinya agar bisa lebih dekat dengan Nathan. Ia menatap lekat pria yang disukainya itu dan perlahan ia menggenggam tangan kiri Nathan.


“Lepaskan tanganmu!” ucap Nathan ketus. Tapi Nadia tak menghiraukannya, ia tetap menggenggam tangan Nathan.


“Nathan, aku tahu kamu lagi ada masalah. Kamu bisa cerita sama aku supaya kamu merasa lebih baik. Jangan memendam masalahmu sendiri”.


“Apa pedulimu dengan masalahku?” tanya Nathan sambil menuangkan kembali minumannya ke dalam gelas.


“”Aku peduli Nathan! Karena aku masih mencintaimu!” ucap Nadia lirih.


“Kalau kamu mencintaiku dan peduli padaku, temani aku minum disini!” Nathan menyerahkan gelas berisi minuman yang dari tadi ia pegang pada Nadia.


Nadia sedikit bimbang, sebenarnya ia tidak kuat untuk minum alkohol. Tapi demi merebut hati Nathan kembali ia terpaksa menyetujui permintaan Nathan untuk menemaninya minum. Paling tidak ini adalah upayanya untuk bisa dekat dengan Nathan. Nadia mengambil gelas dari tangan Nathan dan meminum sedikit isinya. Nathan tersenyum licik melihat Nadia yang sudah masuk dalam perangkapnya.


Nathan membiarkan Nadia bergelayut manja di lengannya. Ia terus menuangkan minuman ke dalam gelas untuk Nadia yang sudah setengah mabuk. Seorang temannya yang sejak tadi memperhatikan Nadia segera menghampirinya.


“Nad, ayo kita pulang. Sepertinya kamu sudah mabuk”.


“Tidak, aku tidak mabuk. Kamu pulanglah duluan dengan yang lain. Aku akan pulang bersama Nathan. Iya kan Nat?” Nadia menatap Nathan dengan manja.


“Iya, aku akan mengantarnya!”


“Baiklah!”


Ketiga teman Nadia akhirnya pulang lebih dulu. Mereka juga tidak mungkin mengganggu kebersamaan Nadia dan Nathan apalagi hal seperti ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh Nadia. Satu per satu orang suruhan Rangga yang menyamar menjadi pengunjung restoran juga terlihat meninggalkan tempat itu. Dan kini hanya tinggal Nathan, Nadia dan Alvin yang masih ada disana. Alvin memberi kode pada pelayan restoran untuk membawa minuman ke meja Nathan. Seorang pelayan langsung membawakan beberapa botol minuman lagi untuk Nathan dan Nadia.


“Ini, minum lah lagi” kata Nathan.


“Nathan, kamu curang. Dari tadi hanya memberiku minuman terus sementara kamu sendiri tidak banyak minum” balas Nadia yang sudah sangat mabuk.


“Nadia, apa kamu nggak lihat berapa botol minuman yang sudah aku minum?”


Nadia melihat beberapa botol minuman yang sudah kosong di atas meja.


“Hehe.. aku kira itu semua aku yang menghabiskannya sendiri” ucap Nadia lalu menyandarkan kepalanya di bahu Nathan.


Nathan melihat Nadia sudah sangat mabuk, lalu ia memberi isyarat pada Alvin untuk mulai merekam mereka berdua dan Alvin segera melakukannya.


“Nadia, terima kasih ya sudah menemaniku minum malam ini” ucap Nathan sambil mengelus lembut tangan Nadia yang melingkar di lengannya.


“Tidak perlu berterima kasih, aku senang bisa menemanimu” balas Nadia.


“Apa kamu tahu? Berkat dirimu hari ini aku bisa melupakan sakit hatiku pada Alyssa!”


“Iya, kamu memang harus melupakannya. Sudah ada aku disini yang bisa membuat hari-harimu menyenangkan lagi!” Nadia sudah semakin mabuk.

__ADS_1


“Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta dengan wanita seperti itu”.


“Ya, memang seharusnya begitu!”


“Dan sepertinya aku harus berterima kasih pada laki-laki yang tidur bersamanya”.


“Kenapa mau berterima kasih padanya?”


“Karena berkat dia aku jadi tahu sebenarnya wanita macam apa Alyssa itu! Kalau bertemu dengannya aku akan berterima kasih secara langsung”.


“Nathan, apa kamu senang bisa putus dengan Alyssa?”


“Tentu saja aku senang!”


“Serius?”


“Aku serius!”


“Nathan, kamu putus dengan Alyssa gara-gara laki-laki itu, selain ucapan terima kasih apa yang akan kamu berikan padanya?”


“Emm.. apa ya? Mungkin aku akan memberikan apa pun yang dia inginkan!”


“Kalau seandainya laki-laki itu disuruh oleh seorang wanita untuk membuatmu putus dengan Alyssa bagaimana? Apa kamu marah?” Nadia mulai berbicara asal saking mabuknya.


“Aku tidak akan marah!”


Nathan berpikir sejenak, sepertinya dia sudah berhasil membuat Nadia akan mengatakan yang sejujurnya tentang perbuatannya.


“Aku akan berterima kasih dengan wanita itu juga”.


“Kenapa?”


“Karena wanita itu pasti sangat menyukaiku sampai dia rela melakukan semua itu agar aku putus dengan Alyssa!”


“Jadi, hanya ucapan terima kasih saja?”


“Emm.. mungkin aku akan membuka hatiku untuk wanita itu. Aku akan belajar mencintainya sebagai ucapan terima kasihku”.


“Hahaha.. kalau begitu kamu harus mencintaiku Nathan!” Nadia melingkarkan kedua tangannya di leher Nathan dan mereka kini duduk berhadapan.


“Kenapa?” Nathan pura-pura tidak tahu padahal sebenarnya inilah yang dia harapkan.


“Karena aku lah yang menyuruh laki-laki bernama Lucas itu untuk tidur dengan Alyssa!”


“Dasar bodoh! Akhirnya kamu mengakui semua perbuatan jahatmu pada Alyssa!” batin Nathan.


“Seharusnya kamu tidak usah melakukan itu” ujar Nathan.

__ADS_1


“Kalau aku tidak melakukannya maka kamu tidak akan putus dengan Alyssa. Kamu tahu kan aku masih sayang banget sama kamu. Kita bisa memulai semuanya dari awal lagi Nathan!”


Karena sudah dirasa cukup dengan pengakuan Nadia akhirnya Nathan menghentikan sandiwaranya. Ia melepaskan tangan Nadia yang melingkar di lehernya dengan kasar lalu ia beranjak dari duduknya.


“Kamu mau kemana Nat?” tanya Nadia yang melihat Nathan sudah berdiri.


“Aku mau pulang. Dan terima kasih atas kerjasamanya!” Nathan berjalan meninggalkan Nadia.


“Nathan, tunggu!” Nadia berusaha bangun untuk mengejar Nathan tapi dirinya yang sudah sangat mabuk sulit untuk bisa berdiri dengan seimbang. Beberapa kali ia terhuyung sampai akhirnya Alvin memerintahkan seorang pelayan restoran untuk membantu Nadia dan mengantarnya pulang.


“Bagaimana? Apa semuanya terdengar dengan jelas?” tanya Nathan setelah ia dan Alvin berada di dalam mobil.


“Sangat jelas!” jawab Alvin dengan senyum puas karena rencana mereka sudah berhasil.


“Bagus! Kirim rekaman itu padaku. Itu akan menjadi bukti kuat jika ia berusaha mengelak besok!”


“Siap bos!”


***


Pagi harinya Nadia terbangun dengan kepala yang sedikit pusing. Ia mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling ruangan.


“Bagaimana aku bisa ada di kamarku sendiri? Bukankah tadi malam aku menemani Nathan? Atau jangan-jangan Nathan yang mengantarku pulang?” Nadia sudah tersenyum membayangkan jika tadi malam Nathan mengantarnya pulang ke rumah.


“Kamu sudah bangun?” tanya Rere yang baru saja masuk ke kamar Nadia.


“Rere, apa kamu tahu kalau tadi malam Nathan mengantarku pulang? Aku sangat senang!”


“Bagaimana dia bisa mengantarmu pulang? Tadi malam yang mengantarmu pulang itu salah seorang pegawai restoran. Kamu kelihatan mabuk sekali. Dan aku sudah mengambil mobilmu tadi di restoran. Ini kuncinya!” Rere melempar kunci mobil Nadia ke tempat tidur.


“Pegawai restoran? Jadi bukan Nathan?” Nadia berusaha mengingat apa yang terjadi semalam saat ia mabuk.


“Bukan!”


“Rere! Gawat!” Nadia langsung bangun dari tidurnya ketika ia sudah mengingat kejadian semalam. Bagaimana bisa dengan bodohnya ia mengaku pada Nathan kalau dia lah yang merencanakan semua yang terjadi pada Alyssa di villa itu.


“Gawat apanya?” tanya Rere pura-pura tidak tahu padahal sebenarnya ia sudah tahu semuanya.


“”Aku sudah mengatakan pada Nathan kalau aku yang menyuruh Lucas tidur dengan Alyssa! Bagaimana ini? Pasti sekarang dia marah sekali padaku! Apa yang harus aku lakukan Re?”


Nadia sudah sangat panik dan dia tidak berani untuk menghubungi Nathan. Harapannya untuk bisa kembali bersama dengan Nathan sirna sudah karena kecerobohannya sendiri.


“Tidak ada jalan lain selain kamu meminta maaf pada mereka dan lepaskanlah Nathan. Relakan dia bahagia bersama Alyssa!” nasihat Rere.


“Tapi Re, itu tidak mungkin. Aku tidak bisa melihat Nathan bahagia bersama perempuan lain. Aku tidak rela!” Nadia mulai menangis dan Rere hanya bisa menghela nafas panjang.


***

__ADS_1


__ADS_2