Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Kegelisahan Alyssa


__ADS_3

Besok adalah hari pernikahan antara Nathan dan Alyssa. Persiapannya sudah hampir seratus persen. Dan hari ini halaman rumah keluarga Aditama sudah disulap menjadi begitu indah untuk acara pernikahan besok pagi. Nathan memutuskan untuk melangsungkan pernikahannya di rumah saja mengingat ini bersifat privasi dan hanya keluarga dan beberapa orang terdekat saja yang diundang. Orangtua Alyssa juga sudah berada di rumah Aditama sejak kemarin dan mereka begitu takjub dengan mewahnya kediaman calon besannya itu.


Ketika yang lainnya terlihat begitu bersemangat dengan acara pernikahan besok, lain halnya dengan Alyssa yang saat ini terlihat sedang begitu gelisah di kamarnya. Bukan karena ragu dengan pernikahannya tapi ia takut karena sampai dengan saat ini dirinya belum datang bulan. Dan ini sudah telat seminggu lebih dari jadwal yang biasanya.


“Apa aku hamil? Tapi kenapa aku tidak merasakan mual-mual seperti orang hamil kebanyakan? Apa aku beli testpack saja ya untuk memastikan? Tapi bagaimana kalau orang lain mengenaliku dan melihat aku membeli testpack? Apa yang akan mereka katakan nanti?”


Semenjak kabar pernikahan dirinya dan Nathan tersebar wajah cantik Alyssa tak pernah absen dari acara gosip. Dan kini akun media sosial Alyssa sudah ia privasi karena banyaknya netizen yang memberikan komentar bermacam-macam di akun sosial medianya. Ia bahkan jarang keluar rumah dan malahan hampir tidak pernah karena pernah sekali ia keluar rumah hanya untuk sekedar jalan-jalan saja, orang-orang sudah mengenalinya sebagai calon istri Nathan. Dan beberapa dari mereka bahkan sampai mengejarnya hanya untuk meminta foto bersama. Sudah seperti artis saja, begitu pikir Alyssa.


Alyssa mencoba untuk menenangkan diri dan ia mulai mencari di internet tentang penyebab telat datang bulan selain karena kehamilan.


“Ya, mungkin aku lagi stres makanya aku belum datang bulan juga. Ini pasti gara-gara persiapan pernikahan!” Alyssa berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri jika semua ini karena dirinya stres dengan persiapan pernikahannya.


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu kamar dan sedikit membuat Alyssa terkejut. Ia menatap ke arah pintu dan melihat Nathan masuk ke dalam kamar dan berjalan menuju ke arahnya. Nathan duduk di sofa tepat di samping Alyssa.


“Aku cariin kamu kemana-mana malah kamu ada disini” ujar Nathan.


“Memangnya kenapa kamu cariin aku?”


“Kangen!” Nathan menyengir ke arah Alyssa. Tapi sesaat kemudian Nathan menyadari jika Alyssa terlihat tidak seperti biasanya.


“Kamu kenapa sayang? Apa ada masalah?” tanya Nathan.


“Emm..” Alyssa sedikit merasa malu jika harus mengatakan kegelisahannya pada Nathan.


“Kalau ada masalah katakan saja. Apa kamu tidak puas dengan dekorasi atau gaun pengantinnya?”


“Tidak, bukan itu!”


“Lalu apa?”


“Emm..” Alyssa menghela nafas panjang. “Aku udah telat seminggu lebih!” akhirnya Alyssa mengatakannya pada Nathan.


“Telat kemana?” Nathan bingung.


“Bukan kemana, tapi aku udah telat datang bulan Nat!”


“Kalau telat datang bulan artinya kamu hamil?”

__ADS_1


“Aku nggak tahu. Belum tentu juga sih. Bisa aja karena aku sedang stres dengan persiapan pernikahan kita belakangan ini. Tapi jujur aku takut kalau aku hamil”.


“Kenapa harus takut? Kan besok kita nikah!” Nathan melingkarkan tangannya di pinggang Alyssa dan tangan yang satunya menggenggam erat tangan Alyssa.


“Aku bukannya takut kamu nggak nikahin aku”.


“Terus?” Nathan kini menatap Alyssa yang juga menatapnya.


“Yang aku takutin kalau misalnya aku hamil terus ibu bapak aku tahu, mereka pasti kecewa sama aku karena aku hamil sebelum nikah. Aku takut Nat!”


Nathan memeluk Alyssa sambil mengelus rambutnya.


“Kamu tenang aja. Nanti aku yang bicara sama ibu dan bapak karena ini semua memang kesalahanku!”


Ada sedikit perasaan tenang dalam diri Alyssa ketika Nathan mengatakan itu.


“Sayang, kamu udah beli alat buat tes kehamilan belum?” tanya Nathan tiba-tiba.


Alyssa menggeleng. “Aku malu kalau harus beli sendiri. Nanti orang-orang makin gosipin aku lagi. Kamu tahu sendiri kan sekarang aku udah kaya artis aja kemana-mana sudah banyak yang kenal aku”.


“Hahaha.. kayanya kemarin ada yang bilang itu sebagai hiburan eh malah sekarang dia jadi kepikiran” goda Nathan.


“Ya udah, jangan manyun gitu dong! Nanti aku suruh Alvin buat beli alatnya”.


“Tapi aku malu kalau kamu suruh Alvin”.


“Iya iya, aku suruh orang lain!”


“Siapa?” tanya Alyssa ingin tahu.


“Rahasia!”


***


“Kalau bukan karena aku sayang sama anak dan calon mantuku, aku nggak akan mau disuruh-suruh begini”.


Mama Maya kini sudah berada di depan apotek. Ia membenarkan kacamata hitamnya sebelum melangkah menuju apotek.


“Permisi mbak”

__ADS_1


“Iya bu, ada yang bisa saya bantu?”


“Saya mau membeli itu.. emm.. itu.. alat untuk tes kehamilan!” Mama Maya menahan rasa malunya. Bagaimana ia tidak malu, diusianya yang sudah hampir lima puluh tahun dirinya harus membeli testpack.


“Baik, tunggu sebentar ya bu”.


Tidak berapa lama kemudian mama Maya sudah mendapatkan apa yang dia cari. Tak tanggung-tanggung, ia membeli banyak sekali alat tes kehamilan dengan berbagai merk yang berbeda. Setelah ia membayar dengan cepat mama Maya kembali ke mobilnya.


Setelah makan malam bersama Nathan menyusul Alyssa ke kamar sebelum ia kembali ke apartemen.


“Ini alatnya!” Nathan menyerahkan alat tes kehamilan pada Alyssa.


“Siapa yang kamu suruh beli ini? Kenapa belinya banyak sekali?”


“Udah jangan banyak tanya. Sebaiknya sekarang kamu tes aja”.


“Tapi Nat, nggak bisa sekarang. Katanya yang paling akurat itu adalah kencing pertama di pagi hari. Jadi besok aja aku tesnya”.


“Kata siapa?”


“Aku baca di internet!”


“Padahal aku udah nggak sabar loh pengen tahu hasilnya. Tapi ya sudahlah kalau memang begitu harusnya. Besok aku kesini pagi-pagi sekali. Sebelum aku datang kamu jangan buang air kecil dulu ya. Aku mau kita lihat hasilnya bareng-bareng!”


“Terus kalau kamu bangunnya kesiangan aku harus nahan pipis gitu?”


“Aku nggak akan bangun kesiangan. Besok adalah hari yang paling aku tunggu-tunggu seumur hidupku!”


“Oke! Ya udah, sekarang kamu balik ke apartemen, terus istirahat biar besok kamu kelihatan lebih segar!”


“Iya, kamu juga istirahat ya!” Nathan mengecup kening Alyssa kemudian mengelus lembut perut rata calon istrinya itu. “Papa balik dulu ya nak, besok papa kesini lagi”.


“Ih, kamu tuh aneh deh!” Alyssa heran melihat tingkah laku Nathan yang seolah-olah seperti ada janin di dalam perutnya.


“Hehe..” Nathan hanya terkekeh menanggapinya.


Entah kenapa Nathan memang sangat yakin kalau saat ini Alyssa tengah mengandung anaknya walau pun ia belum melakukan tes kehamilan. Dan jika seandainya hasilnya besok adalah negatif, ia sudah bertekad akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat Alyssa hamil setelah mereka menikah besok.


***

__ADS_1


__ADS_2