Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Bertemu Rangga


__ADS_3

“Iya Nat, aku mau ke restoran deket rumah sekarang. Ada menu baru yang lagi viral disana. Aku pengen nyobain. Udah dulu ya Nat, nanti aku kabarin lagi. Bye” Alyssa mematikan panggilan teleponnya dengan Nathan.


Sejak resmi berpacaran Nathan selalu menanyakan apa yang dilakukan Alyssa, kemana ia pergi dan yang lainnya seperti orang berpacaran pada umumnya. Alyssa sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu karena Nathan hanya ingin tau saja dan tidak melarangnya melakukan apapun atau pergi kemanapun.


Sore itu Alyssa pergi ke restoran yang ada di dekat rumah Alvin yang ia tinggali sekarang. Cukup dengan berjalan kaki sepuluh menit saja ia sudah sampai disana. Restoran begitu ramai karena bukan hanya dirinya saja yang ingin mencoba menu baru yang lagi viral di restoran itu. Setelah mendapatkan pesanannya ia segera pulang karena tidak ingin memakan makanannya di restoran yang begitu ramai. Jadi ia memutuskan untuk memakannya di rumah saja.


Rangga mengendarai mobilnya menuju rumah Nathan sore hari itu. Saat ia berhenti di lampu merah matanya tertuju pada sosok wanita yang beberapa hari ini membuatnya penasaran. Ya, Rangga melihat Alyssa yang baru saja keluar dari restoran dan berjalan kaki menyusuri jalan. Ketika lampu sudah berwarna hijau ia mengemudikan mobilnya pelan di belakang Alyssa dan menepikan mobilnya ketika sudah mendapat tempat yang pas untuk memarkirkan mobilnya.


“Alyssa!” Rangga turun dari mobilnya dan langsung memanggil Alyssa.


Alyssa menoleh ke belakang ingin melihat siapa yang memanggilnya tadi. Ia tak menyangka kalau orang itu adalah Rangga. Mereka bertemu lagi untuk yang kedua kalinya.


“Rangga, kebetulan sekali kita ketemu disini” ucap Alyssa berusaha ramah.


“Iya, tadi aku nggak sengaja lihat kamu keluar dari restoran. Itu restoran tempat kamu kerja?” tanya Rangga yang mengira kalau Alyssa bekerja disana karena saat pertama kali bertemu Alyssa bilang padanya kalau ia bekerja di restoran membantu para koki memasak.


“Eh.. iya! Aku kerja disana” jawab Alyssa berbohong.


“Sekarang kamu mau kemana?” tanya Rangga.


“Aku mau pulang”.


“Aku antar ya”.


“Nggak usah, rumah aku deket kok dari sini. Aku nggak mau ngerepotin kamu lagi” tolak Alyssa.


“Tapi Sa, aku nggak ngerasa direpotin kamu kok” kata Rangga lagi dan tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ada pesan dari Alvin yang daritadi sudah menunggunya bersama Nathan.


Rangga memasukkan kembali ponselnya ke saku celananya. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk mendekati Alyssa. Tapi ia sudah mempunyai janji untuk bertemu dengan Nathan dan Alvin hari itu.

__ADS_1


“Ya udah deh Sa, kamu hati-hati ya. Sampai ketemu lagi”.


Rangga masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikan mobilnya lagi. Pikirnya setelah ini ia akan dengan mudah bertemu Alyssa karena sudah tau tempatnya berkerja.


Sesampainya di apartemen Nathan, Rangga sudah disambut oleh Alvin dan Nathan. Mereka berpelukan seperti lelaki pada umumnya dan saling menanyakan kabar karena sudah lama mereka tidak pernah bertemu walaupun mereka bekerja di lingkungan yang sama.


“Aku kira kamu masih tinggal bareng orangtuamu Nat” kata Rangga setelah duduk di sofa ruang tamu.


“Udah lama aku tinggal disini, pengen mandiri aja biar nggak ketergantungan terus sama orangtua”.


Alvin datang membawa tiga minuman kaleng dan memberikannya pada Rangga, Nathan dan dirinya sendiri. Ia ikut duduk di ruang tamu dan ikut dalam obrolan ringan Nathan dan Rangga.


“Nat, aku nggak mau basa basi. Tujuanku datang kesini adalah untuk mengajakmu bermain dalam film baruku” kata Rangga to the point.


“Ya, Alvin sudah memberitahuku”.


“Nat, aku harap kamu mau membantuku kali ini. Aku mempertaruhkan karirku di film ini” kata Rangga yang kini wajahnya sudah berubah menjadi lebih serius.


“Kamu tau sendiri kan, tiga film terakhirku semua jeblok di pasaran. Dan jika kali ini filmku gagal lagi, maka itu akan menjadi akhir dari karirku sebagai sutradara”.


“Jujur, aku sudah menonton filmmu Ngga! Dan itu memang film yang buruk menurutku” kata Nathan jujur. “Tapi aku masih tidak percaya, apa yang bisa membuatmu jadi menghasilkan karya yang seperti itu?! Aku tau kamu itu sutradara yang hebat, pasti kamu ada masalah kan?” tanya Nathan mencoba menebak apa yang membuat Rangga menghasilkan film yang tidak bagus.


“Ya kamu benar Nat, kemarin aku memang ada sedikit masalah sehingga membuat aku jadi tidak konsen bekerja. Bella meninggalkanku dan itu cukup membuatku frustasi”.


“Bro, cewek di dunia ini bukan cuma Bella doang!” kata Alvin tiba-tiba sambil menepuk pundak Rangga. “Kamu harus bisa bangkit, jangan cuma karena cewek kamu jadi kaya gini!” lanjut Alvin memberikan semangat.


“Tenang Vin, sepertinya aku bakalan lebih bersemangat lagi ke depannya. Aku sudah menemukan gadis yang membuat aku jadi semangat” ucap Rangga sambil tersenyum.


“Wahh, siapa gadis yang beruntung itu? Aku jadi ingin tau gadis yang bisa memberikanmu semangat lagi” Alvin penasaran.

__ADS_1


“Nanti aku kenalin kalau aku sudah berhasil mendapatkannya. Aku baru bertemu dengannya dua kali, dan bahkan sekarang pun aku belum mempunyai nomor teleponnya. Aku masih berusaha mendekatinya” kata Rangga.


“Kamu baru ketemu dia dua kali dan tidak punya nomor teleponnya, bagaimana kamu bisa mendekatinya?” tanya Alvin lagi yang masih penasaran.


“Aku tau tempat kerjanya, dia bekerja di restoran. Dan aku akan ke restoran itu setiap hari untuk bertemu dengannya”.


“Oke, aku doakan semoga kamu segera mendapatkannya” kata Nathan tulus.


“Terima kasih doanya Nat! Oh iya, ini naskah cerita untuk film baruku. Kamu bisa baca dulu sambil mempertimbangkannya. Paling nggak kamu tidak akan menolaknya secara langsung” Rangga menyerahkan naskah cerita ke tangan Nathan.


“Nggak perlu aku baca Ngga! Aku mau nerima tawaran ini karena kamu temanku. Aku percaya kamu akan menghasilkan karya yang bagus kali ini”.


“Kamu serius Nat?” tanya Rangga tidak percaya Nathan menerima tawarannya dengan begitu gampang.


“Iya aku serius. Aku ingin mendukungmu untuk menjadi sutradara terbaik lagi!”


“Baiklah Nat! Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk film ini! Aku yakin film ini akan banyak yang nonton karena kamu pemeran utamanya”.


“Bukan hanya karena aku saja, film ini juga harus sukses karena kerjamu Ngga!”


Rangga tampak lebih bersemangat daripada sebelumnya. Nathan telah menerima tawaran filmnya yang berarti masih ada harapan untuk mempertahankan karirnya sebagai sutradara. Setelah membicarakan perihal film baru itu, Rangga pamit untuk pulang. Nathan dan Alvin mengantarnya sampai di depan pintu.


“Jangan lupa Ngga, kenalin ke kita kalau kamu sudah berhasil mendapatkan gadis pujaanmu itu” canda Alvin sebelum Rangga benar-benar pulang.


“Tunggu aja bro! Nggak lama lagi aku pasti bakalan kenalin gadis itu ke kalian!” Rangga berjalan pergi meninggalkan apartemen Nathan. Senyum cerah sudah terpancar lagi dari wajahnya. Sepertinya ia begitu beruntung hari ini karena Nathan menerima tawaran film barunya dan ia akhirnya mengetahui tempat kerja Alyssa yang berarti ia bisa semakin dekat dengan gadis itu.



Rangga

__ADS_1


Kalau visualnya kalian rasa kurang cocok, kalian bisa bayangin sendiri visual dari masing-masing karakter ya...


***


__ADS_2