Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Pesta (II)


__ADS_3

Nathan berjalan ke arah Alyssa dan Rangga yang tengah asik berbincang sambil sesekali tertawa ringan. Entah apa yang mereka bicarakan sampai Alyssa bisa terlihat nyaman bersama Rangga. Nathan semakin cemburu saat melihat Alyssa tertawa sambil memukul lengan Rangga dengan pelan. Dipercepatnya langkah kakinya menuju Alyssa.


“Boleh aku ikut bergabung dengan obrolan kalian?” tanya Nathan dengan sorot mata yang menatap ke arah Rangga dengan tajam.


“Tentu saja boleh!” jawab Rangga dengan santainya. Ia tahu saat ini pasti Nathan tengah cemburu padanya, itu terlihat dari ekspresi wajahnya. Rangga mempunyai sebuah ide untuk mengerjai Nathan dan membuatnya menjadi semakin cemburu.


“Alyssa, apa kamu bisa berdansa?” tanya Rangga.


“Aku? Emm..” Alyssa belum menjawab tapi Rangga sudah melanjutkan kata-katanya.


“Kamu mau berdansa denganku?” ucap Rangga sambil mengulurkan tangannya mengajak Alyssa berdansa.


Sebelum Alyssa menjawab Nathan langsung menepis tangan Rangga dengan kasar.


“Hei, kamu kenapa Nat?” tanya Rangga dengan tersenyum jahil karena ia tahu saat ini Nathan pasti sangat marah padanya.


“Kamu nggak bisa mengajaknya berdansa begitu saja. Alyssa sudah punya pacar!” jawab Nathan dengan menahan emosinya.


Rangga terkekeh mendengar jawaban Nathan dan Alyssa hanya diam saja tak tahu harus berkata apa. Nathan sedikit tersinggung dengan sikap Rangga itu.


“Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?” tanya Nathan ketus.


“Kamu yang lucu Nat!”


“Aku?” Nathan menunjuk dirinya sendiri. Ia bingung kenapa Rangga menyebutnya lucu padahal ia sedang tidak melucu saat ini.


“Iya, kamu! Mau sampai kapan kamu berpura-pura nggak ada hubungan sama Alyssa?”


Nathan menatap Rangga dan Alyssa secara bergantian. Ia berpikir kalau Alyssa sudah mengatakan pada Rangga hubungan mereka yang sebenarnya.


“Apa kamu mengatakan semuanya pada Rangga?” Nathan bertanya pada Alyssa yang langsung menggelengkan kepalanya.


“Dia tidak mengatakannya padaku!” ucap Rangga.


“Lalu bagaimana kamu bisa tahu?”


“Aku melihat kamu mengantarnya pulang dan menciumnya”.


“Kamu mengikutiku?” Nathan tak percaya kalau Rangga sampai membuntutinya.

__ADS_1


“Nggak! Aku mengikuti Alyssa!”


“Ya sama aja kamu mengikuti kami! Kenapa kamu melakukannya?”


“Aku hanya penasaran siapa laki-laki yang dicintai Alyssa. Dan setelah tahu kalau laki-laki itu adalah kamu, aku merasa kasihan pada Alyssa!”


“Kenapa kasihan padaku?” kini Alyssa yang bertanya pada Rangga.


“Ya jelas aku kasihan padamu karena kamu mendapatkan pacar seorang playboy!” Rangga terkekeh kembali dan Alyssa tersenyum mendengar ucapan Rangga.


“Alyssa, kamu jangan dengerin dia!”


Rangga sangat senang melihat Nathan cemburu meski ada rasa sakit di hatinya melihat gadis yang sangat dicintainya dengan laki-laki lain.


“Baiklah, kalian nikmati pestanya. Aku mau ke yang lain dulu. Dan kalau kalian mau berdansa silakan!” Rangga pergi meninggalkan kedua pasangan itu.


Sulit sekali untuk mengetahui bagaimana perasaan Rangga saat ini. Ia berusaha untuk melupakan Alyssa dan membuka hatinya kembali untuk wanita lain. Tapi begitu melihat Alyssa yang sangat cantik malam ini dirinya jadi tidak yakin apakah bisa melupakan Alyssa dengan cepat atau tidak. Sebenarnya sudah seminggu ini Rangga sering bertukar pesan dengan seorang gadis yang ia sendiri juga tidak tahu itu siapa. Ada rasa nyaman saat dirinya bertukar pesan dengan gadis itu dan sedikit bisa melupakan sakit hatinya karena Alyssa.


Rangga telah berdiri di depan panggung kecil tempat penyanyi tadi bernyanyi. Ia mulai mengeluarkan beberapa kata sambutan dan ucapan terima kasih kepada semua pemain dan kru film yang telah bekerja keras selama ini untuk menghasilkan film yang bagus. Dan setelah memberikan kata sambutannya Rangga mempersilakan semua orang yang hadir untuk menikmati makanan yang sudah tersedia.


Semua orang yang hadir di pesta itu kini tengah menikmati hidangan yang sudah tersaji dengan iringan musik romantis. Tak terkecuali dengan Nathan dan Alyssa yang menikmati makanan mereka berdua saja. Nathan enggan untuk bergabung di meja yang sama dengan artis yang lainnya karena ia tidak ingin membuat Alyssa merasa tidak nyaman dan canggung di antara mereka.


“Kita berdansa?”


“Aku malu, aku nggak bisa dansa Nat!” tolak Alyssa.


“Nanti aku ajarin”.


“Nggak Nat! Nanti pasti aku yang paling kaku di antara mereka semua”. Alyssa memperhatikan semua orang yang sedang berdansa.


“Kamu nggak akan jadi yang paling kaku sayang. Percaya deh, mereka semua pasti akan iri melihatmu”.


“Kenapa mereka iri?”


“Karena kamu berdansa dengan orang yang paling tampan!” jawab Nathan dengan penuh percaya diri.


Alyssa menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Nathan yang sangat percaya diri itu. Tapi memang pada kenyataannya apa yang dikatakan Nathan itu benar. Bagi Alyssa Nathan adalah pria paling tampan yang pernah ia kenal.


Nathan berdiri dan membungkuk ke arah Alyssa sembari mengulurkan tangannya untuk mengajak Alyssa berdansa. Alyssa yang awalnya ragu-ragu akhirnya menerima uluran tangan Nathan dan mereka berdua melangkahkan kaki ke depan bergabung dengan pasangan yang tengah berdansa.

__ADS_1


Semua orang kini menyaksikan Nathan dan Alyssa yang sudah mulai berdansa. Nathan senang karena Alyssa bisa dengan cepat mengikuti langkah kakinya untuk berdansa padahal Nathan baru mengajarkan sedikit padanya. Orang-orang yang tadinya berdansa sebelum Nathan dan Alyssa kini malah menghentikan kegiatan mereka dan lebih memilih untuk menyaksikan Nathan dan Alyssa berdansa. Karena terlalu menikmati kebersamaan mereka berdua Nathan dan Alyssa tidak sadar kalau saat ini hanya mereka berdua lah pasangan dansa yang masih tersisa.


“Romantis sekali mereka berdua!”


“Aku ingin menjadi Alyssa!”


“Seandainya mereka berdua memang pasangan sungguhan aku akan sangat mendukung mereka!”


Sambil berdansa Nathan menatap Alyssa dengan lekat lalu membisikkan sesuatu di telinganya.


“Apa aku boleh mengatakannya sekarang?”


“Tapi Nathan, apa kamu yakin? Nanti kalau karirmu hancur gara-gara kamu mengaku berpacaran denganku bagaimana?”


“Tidak akan!” jawab Nathan dengan sangat yakin.


Alyssa tersenyum dan sedikit tenang begitu mendengar jawaban yang sangat meyakinkan dari Nathan. Tapi tiba-tiba ia menyadari ada sesuatu yang salah.


“Nathan, sepertinya hanya kita berdua yang masih berdansa”.


Nathan mengedarkan pandangannya ke sekliling dan benar saja apa yang dikatakan Alyssa, hanya mereka berdua lah yang masih berdansa.


“Biarkan saja! Memang ini yang aku mau, mereka harus menyaksikan apa yang akan aku lakukan padamu!” ucap Nathan pelan yang membuat Alyssa jadi bingung.


Setelah mengucapkan kalimat itu tanpa menunggu respon dari Alyssa, Nathan langsung memeluk Alyssa dan mencium bibirnya dengan lembut di depan semua orang. Sontak saja apa yang dilakukan Nathan itu membuat heboh semua orang yang ada di pesta. Beberapa bahkan sengaja merekam momen langka ini dan mengunggahnya di media sosial.


Alyssa ingin melepaskan ciuman Nathan karena ia merasa sangat malu. Tapi saat ia berusaha melepaskan diri dari pelukan Nathan, laki-laki itu malah memeluknya semakin erat.


Banyak gadis yang hadir di pesta itu patah hati melihat Nathan mencium Alyssa. Kebanyakan diantaranya memang sangat mengidolakan Nathan. Tak cuma para gadis, seorang laki-laki tampan yang juga menyaksikan ciuman itu merasa hatinya sangat teriris. Rangga tak tahan melihat itu semua dan memilih menjauh untuk menyendiri.


Dari banyaknya gadis yang patah hati satu diantaranya adalah Nadia. Tangannya sudah mengepal menahan amarahnya sedari tadi. Ia tak menyangka Nathan akan secara terang-terangan melakukan ini semua di depan banyak orang. Tak memperdulikan perasaan Nadia yang kini sangat malu karena orang-orang merasa kasihan padanya. Semua orang merasa kasihan padanya karena ia harus menyaksikan secara langsung mantan pacarnya mencium seorang gadis cantik yang mereka tahu hanyalah sebagai asisten Nathan. Harga dirinya hancur karena dikalahkan oleh seseorang yang hanya berprofesi sebagai asisten dan tidak selevel dengannya. Ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


“Apa kamu sudah disini?”


“Aku sudah disini sejak sepuluh menit yang lalu” jawab seseorang di seberang telepon.


“Baiklah, kamu lakukan yang aku suruh tadi sekarang. Dan ingat, jangan sampai gagal!”


Nadia menutup teleponnya dan menatap kembali ke arah Nathan dan Alyssa. Ada senyum licik yang terlihat jelas dari wajahnya dan Rere tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


***


__ADS_2