Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Ending


__ADS_3

Tibalah hari ini, hari dimana papa Rudi akan mengumumkan pada semua orang tentang Nathan. Para karyawan mulai bertanya-tanya apa yang akan disampaikan oleh bos mereka sampai-sampai mengundang begitu banyak wartawan. Tidak ada yang tahu sama sekali kecuali Ben dan tentu saja Alvin yang sudah diberitahu sebelumnya oleh Alyssa.


“Kamu yakin nggak mau ikut?” Nathan bertanya pada Alyssa yang tengah memasangkan dasinya.


“Nggak, aku pasti akan canggung kalau ada disana. Aku lihat dari TV saja nanti”.


“Padahal aku pengennya kamu ikut!”


“Sudah selesai!” Alyssa memundurkan sedikit tubuhnya untuk melihat penampilan Nathan.


“Bagaimana?”


“Sempurna! Kamu terlihat sangat tampan!”


Nathan langsung mengecup kening Alyssa dan kemudian mencium bibirnya sebelum ia pergi.


Semua orang sudah berkumpul. Para wartawan dari berbagai media terlihat sangat antusias walau pun mereka tidak tahu pengumuman apa yang akan disampaikan oleh Rudi Aditama.


Papa Rudi sudah mulai memberikan kata pembuka kepada semua orang yang hadir hari itu.


“Kamu baik-baik saja?” Alvin datang menghampiri Nathan yang sedari tadi duduk dengan wajah yang terlihat tegang.


“Aku tidak baik-baik saja. Aku gugup seperti akan syuting untuk pertama kalinya” jawab Nathan.


“Tarik nafas pelan-pelan dari hidung kemudian hembuskan secara perlahan lewat mulut” Alvin memberikan instruksi pada Nathan yang otomatis melakukan apa yang dikatakan oleh Alvin.


“Terima kasih sebelumnya karena kalian sudah menyempatkan waktu untuk datang kemari. Saya sengaja mengundang kalian karena ada sesuatu yang penting yang akan saya sampaikan. Hari ini saya akan memperkenalkan anak laki-laki saya yang kelak akan menjadi penerus dari semua bisnis yang saya jalani selama ini” papa Rudi kemudian memberi isyarat kepada Ben agar memanggil Nathan dan menyuruhnya keluar.


Nathan semakin gugup begitu Ben memanggilnya. Ia berusaha untuk menenangkan dirinya lagi dengan mengikuti saran dari Alvin tadi yang ternyata sedikit bisa mengurangi kegugupannya. Setelah bisa menguasai dirinya Nathan melangkah maju dengan yakin meski jantungnya berdetak tak karuan.


Para wartawan tampak sangat terkejut begitu melihat yang keluar adalah Nathan. Walau masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat tapi mereka secara serentak mengambil foto Nathan begitu ia memasuki ruangan.

__ADS_1


“Hai!” itulah kata yang keluar dari mulut Nathan. Mendadak ia menjadi susah untuk mengeluarkan kata-kata yang sudah ia siapkan semalam. Hanya kata ‘hai’ yang terlintas begitu saja dalam pikirannya saat ini.


“Perkenalkan, dia adalah anak laki-laki saya, Alex Jonathan Aditama! Saya kira kalian semua sudah mengenalnya. Ya, selama ini kalian memang mengenalnya dengan nama Nathan Alexander!” Papa Rudi memperkenalkan Nathan.


Nathan tersenyum canggung pada semua orang. Dan beginilah nasibnya, sebentar lagi ia terpaksa harus meninggalkan dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. Nathan duduk di samping papanya.


“Nathan telah membuktikan pada saya bahwa dirinya sudah pantas untuk menerima tanggung jawab besar untuk mengelola bisnis yang selama ini saya jalankan”.


Nathan mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut papanya.


“Tapi sebagai seorang ayah, saya ingin melihat anak saya bahagia. Hari ini saya umumkan bahwa Nathan akan meneruskan semua bisnis saya jika dirinya sudah merasa siap.....”


Nathan tidak mendengarkan lagi kalimat selanjutnya yang diucapakan oleh papanya. Dirinya masih terpaku pada kata-kata papanya yang menyebutkan bahwa dirinya bisa melanjutkan semua bisnis papanya jika ia sudah siap. Nathan berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia tidak salah dengar. Setelah yakin dengan apa yang didengarnya, perasaan bahagia langsung menghampirinya. Rasanya ada seribu kupu-kupu di dalam perutnya yang ingin terbang keluar.


Selama beberapa hari papa Rudi ternyata sangat memikirkan kata-kata Alyssa. Dirinya sudah kehilangan anak pertamanya, Kevin karena keegoisannya. Ia tidak mau kejadian seperti itu akan terulang lagi. Nathan adalah putra satu-satunya dan ia ingin melihat kebahagiaan menghiasi hari-hari Nathan. Meski berat tapi ia yakin keputusan yang ia ambil kali ini adalah keputusan yang tepat untuk Nathan.


***


Alyssa pun sama, ia akhirnya sudah tidak merasa bersalah lagi dan kini bisa tersenyum bahagia melihat suaminya kembali ke lokasi syuting. Meski sekarang dirinya lebih sering ditinggal oleh Nathan untuk syuting tapi itu tidak menjadi masalah baginya. Jika Nathan sedang syuting di luar kota maka Alyssa akan tinggal bersama mertuanya sampai Nathan kembali. Hal itu ia lakukan agar Nathan tidak perlu khawatir padanya.


“Nak, apa kamu tidak cemburu jika Nathan akan beradegan mesra dengan lawan mainnya?” tanya mama Maya suatu hari ketika mereka berdua sedang memasak bersama.


“Tidak ma!” sahut Alyssa jujur.


“Kamu sangat yakin sekali”.


“Iya, karena Nathan tidak akan menerima tawaran film yang ada adegan mesranya ma. Aku sudah mengancamnya! Hehe” Alyssa menjawab sambil tertawa.


“Baguslah kalau kamu sudah mengancamnya. Tadinya mama sedikit takut kalau kamu akan cemburu. Kamu tahu sendiri kan banyak cewek cantik di sekitar Nathan”.


“Aku percaya dengan Nathan ma!” jawab Alyssa dengan sangat yakin.

__ADS_1


“Oh ya, bagaimana dengan jenis kelamin cucu mama? Umur kehamilanmu sudah empat bulan lebih dan pasti sudah kelihatan kan jenis kelaminnya?”


“Sudah ma, tapi aku dan Nathan meminta Clarisa untuk merahasiakannya. Aku dan Nathan ingin itu menjadi kejutan saat dia lahir nanti ma!”


***


“Sayang, kamu terlihat semakin cantik” kata Nathan pada Alyssa setelah sebulan lamanya ia meninggalkan Alyssa karena harus syuting di luar kota.


“Bohong banget sih! Kamu nggak lihat aku udah gendut begini”.


“Aku nggak bohong, ini serius. Kamu jadi makin cantik dan seksi dengan perut yang membuncit seperti ini”.


“Heemm.. pasti ada maunya deh kalau udah muji-muji kaya gini. Ayo ngaku!”


Nathan mulai tersenyum nakal. Sepertinya Alyssa sudah mengetahui keinginannya.


“Boleh ya?” rengek Nathan.


“Kalau aku bilang nggak boleh juga percuma kan, pasti kamu bakalan tetep ngelakuinnya”.


“Aku udah nggak kuat lagi, sebulan aku menahan ini sayang”.


Dan begitulah malam itu menjadi malam yang panas bagi keduanya. Meski sudah menahannya selama sebulan tapi itu tidak membuat Nathan menjadi kasar. Ia tetap melakukannya dengan lembut mengingat Alyssa tengah mengandung anaknya.


Nathan dan Alyssa menikmati kehidupan mereka dengan penuh kebahagiaan. Walau pun terkadang ada pertengkaran kecil dalam rumah tangga mereka tapi itu mereka anggap sebagai pemanis dalam hubungan mereka. Rasa saling percaya dan komunikasi menjadi kunci utama dalam hubungan mereka. Seperti tidak ada yang bisa mengganggu kebahagiaan mereka saat ini.



Terima kasih sudah membaca novel pertamaku. Maaf jika masih banyak kekurangan dalam penulisan dan yang lainnya.


***

__ADS_1


__ADS_2