Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Sikap Dingin Papa Rudi


__ADS_3

Sarah dan Nathan sudah tiba di rumah chef Daniel. Mereka disambut dengan hangat oleh pemilik rumah. Sarah mengenalkan Nathan padanya dan mereka berbincang sebentar sebelum mulai memasak.


“Seperti yang aku beritahu padamu, Nathan ini baru saja menikah dan dia ingin memberi kejutan untuk istrinya karena kebetulan istrinya itu adalah fans beratmu. Setiap ada acara yang menampilkan dirimu di TV dia tidak pernah terlewatkan untuk menontonnya” Sarah terpaksa berbohong pada chef Daniel karena tidak mungkin kan dirinya mengatakan jika istri Nathan tengah mengidam padahal mereka menikah belum genap seminggu.


“Wow! Benarkah istrinya adalah fans beratku?”


“Iya, wajahmu kan sangat tampan. Alyssa suka itu!” Sarah tidak tahu jika jawabannya itu membuat Nathan kesal.


“Berarti aku lebih tampan darimu sampai-sampai istrimu mengidolakanku” ujar chef Daniel pada Nathan.


Nathan hanya tersenyum kecut mendengarnya. Benarkah istrinya sangat mengidolakan chef Daniel? Ia bahkan tidak pernah tahu itu dan Alyssa pun tidak pernah sama sekali membahas tentang chef Daniel.


“Haha.. tentu saja dirimu lebih tampan. Kalau kamu bermain film sepertinya pasti fansmu bertambah banyak dan mungkin bisa mengalahkan fansnya Nathan!” Sarah membuat kesalahan lagi dengan berkata seperti itu.


“Sarah ini apa-apaan sih? Kenapa malah memuji orang ini secara berlebihan? Apa orang ini memang suka dipuji-puji seperti itu?” batin Nathan.


“Sepertinya apa yang dikatakan Sarah ada benarnya juga. Mungkin aku harus mencoba untuk berakting. Dan sepertinya kamu harus menjaga istrimu agar tidak berpaling padaku nantinya!”


“Dia tidak akan berpaling dariku. Istriku sangat mencintaiku!” balas Nathan.


“Aku hanya bercanda, jangan dimasukkan ke hati. Baiklah, ayo kita mulai memasak!” kata chef Daniel.


Mereka bertiga segera menuju dapur. Chef Daniel dan Nathan telah menggunakan apron mereka masing-masing. Dan Sarah sudah menyiapkan kameranya untuk merekam aktivitas memasak dua pemuda tampan itu.


“Oke, kalian bisa mulai sekarang!” teriak Sarah penuh semangat.


Chef Daniel mulai memberikan instruksi pada Nathan. Meski masih kesal dengan ucapan chef Daniel tadi tapi ia tetap menuruti apa kata chef menyebalkan itu. Ini semua demi istri tercintanya. Selama memasak chef Daniel terus-terusan bertanya pada Nathan dan Sarah bagaimana sosok Alyssa itu, makanan apa yang disukainya dan kenapa Alyssa bisa mengidolakannya. Ia jadi sangat penasaran dengan istri seorang aktor terkenal sekelas Nathan Alexander dan berharap suatu saat nanti mereka bisa bertemu.


Telinga Nathan sudah panas mendengarnya, tapi ia berusaha untuk menahan diri. Kalau saja Alyssa tidak mengidam seperti ini, dirinya tidak akan mau kenal apalagi belajar memasak bersama dengan chef gila macam begini.


***


“Apa yang ingin kamu bicarakan nak?”


“Ini soal Nathan pa!” Alyssa menjawab pertanyaan papa Rudi dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


“Memangnya ada apa dengan Nathan? Apa dia berbuat salah padamu?”


“Tidak pa, Nathan sama sekali tidak berbuat salah padaku. Ada hal lain yang ingin aku sampaikan tentang Nathan”.


“Apa itu?”


“Pa, aku yakin papa sangat menyayangi Nathan. Maaf untuk mengatakan ini, tapi aku sudah tahu semua tentang Nathan dan almarhum kakaknya, Kevin!”


Papa Rudi terkejut dengan apa yang dikatakan Alyssa. Ia tidak menyangka menantunya itu akan secara terang-terangan menyebut nama anak pertamanya yang sudah meninggal.


Dan Alyssa, entah darimana datangnya ia berani sekali menyebut nama Kevin di depan mertuanya. Apalagi dirinya belum terlalu dekat dengan papa mertuanya itu. Tapi kenapa ia berani sekali mengungkit nama Kevin yang tentunya sudah ia ketahui akan membuat kenangan sedih itu kembali lagi ke dalam ingatan papa Rudi? Jika waktu bisa diputar kembali ingin rasanya ia memperbaiki ucapannya itu. Pastinya ia akan memilih kata-kata yang lebih tepat untuk tidak membuat papa Rudi kembali mengingat kenangan tentang putranya.


Nyali Alyssa kini menjadi ciut setelah melihat perubahan ekspresi di wajah papa Rudi. Apakah ia berani untuk mengatakan tujuan yang sebenarnya ia ingin bertemu dengan mertuanya saat ini?


“Papa maaf, aku tidak bermaksud membuat..”


“Katakan apa yang kamu inginkan!”


Suara papa Rudi berubah menjadi dingin dan tegas seperti saat dulu hubungannya dengan Nathan belum membaik. Alyssa jadi semakin takut. Bukan hal seperti ini yang dia harapkan.


“Aku.. aku hanya ingin papa mengijinkan Nathan untuk bermain film lagi” Alyssa menjawab dengan suara pelan.


Beberapa detik tidak ada jawaban dari papa Rudi. Alyssa masih menunduk, tidak berani menatap langsung mertuanya itu. Ia sudah tahu keinginannya pasti akan ditolak oleh papa Rudi.


“Nathan yang menyuruhmu bicara begitu?”


“Tidak pa! Nathan tidak tahu apa-apa. Ini semua atas keinginanku sendiri untuk bertemu dengan papa. Nathan bahkan tidak tahu aku datang kesini. Aku hanya tidak tega melihat Nathan melakukan sesuatu yang ia tidak suka”.


Hening sejenak. Tidak ada tanggapan apa pun dari papa Rudi. Ia masih tetap menatap tajam ke arah Alyssa yang duduk berhadapan dengannya.


“Pa, akan ada saatnya Nathan pasti akan bekerja disini bersama papa. Tapi tidak sekarang. Nathan masih melakukan semua ini dengan terpaksa bukan atas keinginannya sendiri. Pa, apa papa tidak memikirkan bagaimana jika Nathan bernasib sama dengan kakaknya?”


Alyssa menelan ludahnya kasar. Lagi-lagi ia malah tidak berhati-hati dalam berucap. Ekspresi papa Rudi masih terlihat dingin. Ya sudahlah, karena sudah terlanjur bicara begitu lebih baik dilanjutkan saja. Begitu pikir Alyssa.


“Mungkin Nathan terlihat biasa saja selama di kantor, terlihat seperti dia menikmatinya. Tapi aku tahu pa, Nathan merindukan suasana di lokasi syuting. Dia berjuang keras untuk bisa sukses di dunia perfilman. Dan sekarang ada sesuatu yang dari dulu sangat ia inginkan tapi ia tidak bisa menerima tawaran itu karena sudah berjanji untuk bekerja di kantor bersama papa!”

__ADS_1


“Pa, aku mohon! Ijinkan Nathan untuk kembali syuting lagi. Melakukan pekerjaan yang ia inginkan. Meski Nathan tidak pernah mengatakannya tapi aku yakin suatu saat nanti ia pasti akan meneruskan usaha papa ini. Nathan sangat menyayangi keluarganya, tidak mungkin ia akan membiarkan papa mengelola perusahaan ini sampai tua!”


Tanpa Alyssa sadari air matanya yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh juga membasahi pipinya. Dan lagi-lagi tidak ada tanggapan apa pun dari papa Rudi.


Alyssa masih terduduk di tempatnya. Ia tahu seharusnya sekarang ia pergi dari ruangan itu apalagi papa Rudi tidak memberikan tanggapan apa-apa. Tapi ia seolah menjadi seorang yang tak tahu diri, duduk disana dengan kepala menunduk dan airmata yang terus terjatuh tak henti-hentinya meski sudah berusaha ia tahan.


Beberapa menit kemudian papa Rudi beranjak dari kursi kebesarannya. Tanpa mempedulikan Alyssa lagi ia segera melangkah keluar. Setelah papa Rudi menghilang dari balik pintu Alvin dengan tergesa-gesa masuk ke ruangan itu. Ia menghampiri Alyssa yang masih duduk di tempatnya tadi.


“Bagaimana? Apa berhasil?” tanya Alvin.


“Apa aku terlihat seperti orang yang berhasil?” Alyssa balik bertanya.


“Sudahlah, jangan menangis lagi. Kamu sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk suamimu. Kalau pun kamu gagal, Nathan juga tidak akan marah padamu kan? Dia juga sudah menyuruhku untuk menolak tawaran itu”.


Alvin mengambil ponselnya dari saku hendak menghubungi seseorang. Alyssa melihat itu.


“Kamu mau telepon siapa?”


“Aku harus memberitahu jika Nathan tidak akan menerima tawaran itu”.


“Jangan! Kumohon jangan tolak sekarang. Berikan aku waktu lagi, aku akan mencoba untuk meyakinkan papa Rudi lagi”.


“Tapi Sa...”


“Kumohon Vin! Aku harus melakukan sesuatu untuk Nathan. Lagian ini semua salahku. Coba saja dulu aku tidak pergi darinya, pasti saat ini dia sudah menerima tawaran itu dengan senang hati!”


Alvin menghela nafas berat.


“Baiklah, tapi jangan lama-lama. Mereka butuh jawaban iu segera. Aku tidak bisa mengulur waktu untuk memberi mereka jawaban!”


“Iya, makasih Vin!”


Sebenarnya Alyssa masih tidak yakin apakah dirinya akan berhasil membuat papa Rudi mengijinkan Nathan untuk kembali syuting lagi atau tidak. Mengingat tadi perubahan sikap papa Rudi yang awalnya begitu hangat menyambut kedatangannya dan seketika berubah menjadi dingin seperti dulu. Alyssa masih memikirkan sikap dingin papa Rudi terhadapnya selama di perjalanan pulang. Apakah papa Rudi benar-benar marah dan akan bersikap seperti itu terus-terusan padanya setelah ini? Alyssa semakin sedih memikirkannya.


***

__ADS_1


__ADS_2