Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Cemburu


__ADS_3

Nathan menghampiri Nadia dan duduk di sampingnya. Nadia menatap Nathan dengan pandangan heran sekaligus senang. Ia tersenyum pada laki-laki itu dan berusaha bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa di antara mereka. Semua orang kini melihat ke arah mantan pasangan kekasih itu. Mereka penasaran dengan interaksi keduanya setelah berpisah tanpa pernah memberitahu penyebab putusnya hubungan mereka.


“Mari kita bekerja secara profesional” itulah kata yang diucapkan pelan oleh Nathan.


Nadia hanya tersenyum ke arah laki-laki yang masih dicintainya itu. Tapi pandangannya kemudian beralih ketika melihat sosok gadis yang melihat mereka dari kejauhan. Ya, Alyssa sedari tadi juga ikut memperhatikan mereka. Ini adalah kesempatan bagi Nadia untuk membuat Alyssa cemburu padanya. Ia dengan cepat berusaha terlihat akrab dengan Nathan sambil sesekali melirik ke arah Alyssa untuk melihat ekspresi gadis itu.


Alyssa berusaha untuk tidak cemburu melihat kedekatan keduanya. Ia membatin dalam hatinya bahwa ini hanya untuk pekerjaan saja. Alyssa berbalik hendak mencari Alvin ketika Rangga tiba-tiba sudah berada di depannya.


“Rangga? Ngapain kamu disini?” tanya Alyssa tak percaya melihat Rangga yang sudah tersenyum lebar padanya.


“Aku kerja disini! Hmm.. kamu ngikutin aku ya?” goda Rangga.


“Ya nggak lah, aku juga kesini karena ada kerjaan”.


“Ya aku udah tau kok kalau kamu asistennya Nathan”.


“Kamu sendiri, kerja apa disini?”


“Aku sutradaranya”.


“Ahh.. pantesan waktu pertama kali kita ketemu aku ngerasa wajahmu itu nggak asing. Tapi aku nggak yakin pernah lihat kamu dimana, rupanya kamu sutradara. Mungkin aku pernah lihat kamu di acara TV kali ya. Haha..”


“Berarti tiap hari aku bakalan lihat kamu terus nih! Aku jadi makin semangat kerja!”


“Iya, nanti aku jadi pemandu sorak buat nyemangatin kamu!” canda Alyssa.


Mereka berdua asik berbincang sambil tertawa kecil. Alyssa tidak menyadari bahwa kini Nathan tengah melihatnya begitu akrab dengan Rangga dari kejauhan. Rasa cemburu tengah menyelimuti Nathan saat ini. Bagaimana bisa selama ini Alyssa dekat dengan Rangga dan bahkan ia pernah mendoakan agar Rangga segera mendapatkan gadis impiannya yang tidak lain adalah pacarnya sendiri yaitu Alyssa.


Ingin rasanya Nathan meninggalkan lokasi syuting saat itu juga. Tapi apa daya, ia harus tetap bekerja secara profesional.


Proses syuting sudah berjalan hampir setengah hari. Nathan membuktikan bahwa dirinya adalah aktor profesional. Sebenci apa pun ia pada Nadia, ia tetap bisa melakukan aktingnya dengan baik.


Waktu istirahat tiba, Nathan segera menuju ruangannya untuk beristirahat sejenak, disusul oleh Alvin dan Alyssa. Ia merebahkan dirinya di kursi panjang yang ada di ruangan itu. Tiba-tiba pintu terbuka dan Rangga langsung masuk ke dalam.


“Hai!” sapanya ramah pada semua yang ada di ruangan.

__ADS_1


Nathan melirik sejenak ke arah Rangga, dilihatnya Rangga sudah duduk di samping Alyssa.


“Nat, aku puas banget dengan akting kamu tadi” ucap Rangga.


“Emm.. makasi” Nathan hanya menanggapi dengan cuek karena ia sedang kesal dengan Rangga dan melanjutkan istirahatnya dengan pura-pura memejamkan mata tidak peduli dengan keberadaan Rangga disana.


Alvin yang bisa melihat raut wajah kesal pada Nathan langsung menyadari situasinya. Ia segera beranjak dari tempat duduknya dan menyuruh Alyssa untuk mengambil bekal makanan yang ia masak tadi di apartemen untuk Nathan.


“Sa, ambil bekal makanan di mobil ya! Ini kunci mobilnya” Alvin menyerahkan kunci mobilnya pada Alyssa dan gadis itu segera keluar dari ruang istirahat menuju parkir mobil.


“Vin, kamu tau nggak kalau ternyata dunia ini begitu sempit?”


“Maksud kamu apa Ngga?” tanya Alvin.


Nathan masih memejamkan matanya namun telinganya mendengarkan dengan seksama apa yang akan dibicarakan oleh Rangga dan Alvin.


“Itu loh, Alyssa!”


“Kenapa dengan Alyssa?” Alvin terlihat bingung, bagaimana Rangga bisa tau nama Alyssa?


“Dia cewek yang pernah aku ceritain dulu. Yang bikin aku semangat kerja lagi!”


Pertanyaannya pun sama dengan Nathan, bagaimana bisa Rangga mengenal Alyssa? Ia ingin bertanya pada Rangga, tapi takut Nathan akan semakin marah. Jadi ia mengurungkan niatnya untuk menanyakan tentang hal itu. Kini Alvin seperti bisa menebak kekesalan Nathan pasti karena ia sudah tau lebih dulu kalau Rangga menyukai Alyssa.


“Kamu suka beneran sama Alyssa?” tanya Alvin kemudian.


“Iya lah! Dari pandangan pertama aku langsung jatuh cinta sama dia. Aku nggak nyangka loh kalau dia ternyata asistennya Nathan. Kalau aku tau dari dulu pasti aku udah sering..”


“Dia nggak pernah bilang ke kamu kalau dia punya pacar?” potong Alvin cepat.


“Memangnya dia sudah punya pacar?” Rangga bertanya dengan harapan jawabannya adalah tidak.


Sementara Nathan semakin menajamkan pendengarannya berharap Alvin akan mengatakan iya.


“Emm.. mending kamu tanya langsung aja ke dia”.

__ADS_1


“Kalau jawabanmu seperti itu, sepertinya dia sudah punya pacar” Rangga sedikit kecewa.


“Eh.. maksudku biar lebih pasti, soalnya setahuku dia lagi deket dengan cowok. Tapi aku nggak tau dia udah pacaran apa belum sama cowok itu” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Alvin.


“Hahaha.. cowok yang lagi deket sama Alyssa itu aku Vin!” Rangga menjawab dengan sangat percaya diri.


Alvin tidak menanggapinya lagi. Ia sudah merasa bodoh karena mengeluarkan kata-kata yang malah membuat Rangga semakin berharap pada Alyssa. Niatnya ingin membantu Nathan agar Rangga menjauhi Alyssa tapi ini malah sebaliknya.


“Awas kamu Vin!” Nathan membatin kesal pada Alvin yang sudah mengeluarkan kata-kata bodohnya.


Sementara itu Alyssa yang sedang mengambil bekal makanan di dalam mobil dihampiri oleh Nadia. Wanita itu memandang penampilan Alyssa dari atas ke bawah seolah mengejek bahwa Alyssa tak selevel dengannya. Alyssa berbalik hendak menuju ruang istirahat Nathan, tapi dilihatnya Nadia sudah berdiri di depannya.


“Minggir, aku mau lewat!” seru Alyssa sinis. Ia tidak takut sama sekali pada Nadia.


“Sombong sekali kamu! Jangan mentang-mentang sekarang kamu lebih dekat dengan Nathan daripada aku, kamu jadi merasa paling istimewa buat Nathan!”.


Alyssa menghela nafas panjang dan membatin kalau dia harus sabar dan jangan meladeni wanita ular ini.


“Kamu harus tau, aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan! Dan yang aku inginkan sekarang adalah Nathan. Tidak ada yang bisa menghalangiku untuk mendapatkannya termasuk wanita rendahan sepertimu. Sekarang kamu nikmatilah saat-saat terakhir bersama Nathan, karena sebentar lagi dia akan menjadi milikku. Kamu itu nggak ada apa-apanya buatku! Levelmu jauh dibawahku!”


“Udah ngomongnya?”


“Hahaha!” Nadia tertawa sambil melangkah maju mendekati Alyssa. “Kamu itu harus nyadar siapa kamu sebenarnya. Kamu nggak pantas bersanding dengan Nathan. Apa kamu nggak lihat orang-orang di luar sana sangat menginginkan aku dan Nathan kembali bersama? Jadi lebih baik kamu mundur secara perlahan daripada nanti ketahuan kalau kamu pasangannya Nathan, bisa-bisa karirnya dia jadi hancur!”


“Maaf nona Nadia, sepertinya level saya jauh berada di atas anda!”


“Apa maksudmu?”


“Jika level saya ada di bawah anda, seharusnya anda tidak perlu mengeluarkan kata-kata tadi pada saya. Perkataan anda barusan menunjukkan bahwa anda takut pada saya!” Alyssa mengatakan itu dengan sangat tegas sehingga membuat wajah Nadia berubah menjadi marah.


“Oh ya, satu lagi! Anda harus tau nona, kalau saya tidak akan membiarkan Nathan bersama dengan wanita licik seperti anda!” Alyssa berjalan meninggalkan Nadia dengan rasa puas.


“Dasar wanita sialan! Beraninya dia berkata seperti itu padaku! Lihat aja nanti, kamu pasti bakalan sakit hati!” batin Nadia kesal.


Alyssa berjalan semakin cepat menuju ruang istirahat. Ia tidak ingin melihat Nadia lebih lama lagi.

__ADS_1


“Aarrgghh.. bagaimana ini? Kenapa aku tadi berani membalas perkataan wanita ular itu? Gimana kalau dia benar-benar merebut Nathan?”


***


__ADS_2