Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Pesta (I)


__ADS_3

Pukul enam sore Nathan sudah datang untuk menjemput Alyssa. Dan ketika Alyssa membuka pintu untuknya Nathan begitu terpana melihat gadis yang ada di depannya. Alyssa terlihat sangat cantik dengan riasan sederhana meski rambutnya dikuncir kuda. Dengan gaun pemberiannya Alyssa terlihat anggun dan cukup seksi yang kini membuat Nathan menjadi sedikit menyesal telah memilihkan gaun itu untuk Alyssa.


“Kamu cantik sekali sayang!” puji Nathan yang membuat wajah Alyssa bersemu merah. “Tapi seharusnya aku tidak memilih gaun itu untukmu” lanjutnya.


“Kan sudah aku bilang gaun ini terlalu seksi!” seru Alyssa.


“Sudahlah, biarkan saja! Yang penting nanti kamu harus selalu berada di dekatku. Aku tidak mau ada laki-laki yang menggodamu nanti, kamu itu hanya milikku!” Nathan lalu mencium bibir Alyssa. Tapi Alyssa langsung mendorong tubuh Nathan untuk menghentikan ciumannya itu.


“Kenapa kamu nggak mau aku cium?” protes Nathan.


“Nanti lipstikku berantakan!”


Nathan tersenyum mendengar jawaban dari Alyssa yang kini tengah mengeluarkan cermin kecil miliknya dari dalam tas dan mulai melihat apakah lipstiknya berantakan atau tidak.


“Ayo! Kita berangkat sekarang!” ajak Nathan lalu menggandeng tangan Alyssa.


Setelah hampir dua jam perjalanan mereka akhirnya tiba di villa milik Rangga. Sudah ada banyak orang disana yang beberapa diantaranya terlihat dengan pasangan masing-masing.


“Nathan, banyak sekali yang datang. Aku malu!” kata Alyssa ketika mereka sudah keluar dari mobil dan hendak berjalan menuju tempat pesta.


“Kenapa malu? Kamu kan sudah mengenal mereka”.


“Tapi..”


Belum selesai Alyssa berbicara Nathan sudah meraih tangan Alyssa dan meletakkannya pada lengannya. Mereka kemudian berjalan menuju kebun yang ada di samping villa tempat berlangsungnya pesta secara outdoor dengan tangan Alyssa yang menggandeng lengan Nathan.


Villa milik Rangga itu sudah dihias dengan sangat indah. Beberapa pelayan terlihat sedang menghidangkan berbagai makanan di meja panjang yang dikhususkan untuk menaruh makanan. Ada seorang penyanyi yang didampingi oleh anggota bandnya sedang menyanyikan lagu romantis di ujung kolam renang.


Alyssa dan Nathan telah sampai di kebun. Semua mata kini tertuju pada dua orang yang baru saja tiba itu. Mereka melihat Nathan berjalan dengan gagah didampingi dengan Alyssa yang terlihat cantik dengan gaun yang dikenakannya.


“Kamu jangan gugup! Aku akan selalu ada di sampingmu!” bisik Nathan di telinga Alyssa.


Ia tahu jika kekasihnya itu sekarang sangat gugup karena ini untuk pertama kalinya ia mengajak Alyssa menghadiri pesta. Apalagi saat ini mereka berdua menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di pesta tersebut.


“Wah, apakah dia Alyssa asisten Nathan?”


“Dia terlihat sangat cantik. Tidak kalah cantik dengan artis-artis yang hadir di pesta ini”.

__ADS_1


“Mereka sangat serasi. Kalau saja aku tidak tahu jika Alyssa adalah asisten Nathan pasti aku mengira jika mereka berdua berpacaran”.


“Nathan beruntung bisa memiliki asisten secantik Alyssa”.


“Apa Nathan tidak jatuh cinta dengan Alyssa setelah melihat Alyssa begitu cantik malam ini?”


Begitulah perkataan orang-orang yang hadir di pesta malam itu. Mereka tak hentinya memandang ke arah Nathan dan Alyssa bagai terhipnotis dengan pesona keduanya.


Nadia yang sudah lebih dulu berada di pesta itu bersama Rere menatap kesal ke arah Nathan dan Alyssa. Ia lalu mengambil ponselnya dari dalam tas dan menelepon seseorang.


“Kamu kemarilah sekarang! Aku mau rencanaku dijalankan malam ini!” kata Nadia kepada seseorang di telepon.


Usai mengakhiri panggilan teleponnya ia lalu mengirimkan alamat pada seseorang yang tadi ditelponnya itu. Rere mendengar apa yang dikatakan oleh Nadia tadi. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa ia bekerja dengan seorang artis yang begitu licik. Tapi mau tidak mau Rere harus mengikuti apa yang dikatakan oleh Nadia karena jika tidak ia akan dipecat. Rere tahu betul rencana yang akan dilakukakn oleh Nadia malam ini pasti akan melibatkan dirinya juga. Sebenarnya Rere enggan dan takut untuk melakukannya tapi ia tak punya pilihan lain karena dirinya sangat membutuhkan uang untuk keluarganya.


“Nadia, lebih baik jangan kamu lakukan rencanamu itu. Kalau ketahuan Nathan pasti akan semakin membencimu!” saran Rere.


“Nathan tidak akan tahu jika kamu menutup mulutmu!” jawab Nadia lalu pergi meninggalkan Rere yang menghela nafas berat.


Sementara itu Nathan sudah melihat temannya sesama artis dan mulai menghampirinya. Alyssa menghentikan langkahnya saat Nathan akan mengajaknya ikut bergabung dengan teman-temannya.


“Kamu kenapa berhenti?” tanya Nathan bingung.


“Kenapa masih malu sih Sa? Kamu sangat cantik malam ini. Kamu harus percaya diri!”


“Nggak Nat! Aku tunggu kamu disini saja”.


Nathan menghela nafasnya. Ia tak tahu lagi bagaimana caranya membuat agar Alyssa lebih percaya diri.


“Baiklah, kamu tunggulah disini! Aku tidak akan lama dan hanya sekedar menyapa mereka saja”.


“Iya!”


Sebelum Nathan menghampiri teman-temannya ia mengambilkan Alyssa minum terlebih dahulu dari seorang pelayan yang menghampiri mereka.


Nathan menghampiri teman sesama artisnya, mereka terlihat mengobrol dan sesekali Nathan melirik ke arah Alyssa yang berada tidak jauh darinya.


Rangga telah melihat Alyssa sejak tadi ia tiba bersama Nathan. Dan kini ia menghampiri Alyssa yang terlihat canggung berdiri sendirian dengan memegang gelas minuman di tangannya.

__ADS_1


“Hai, Alyssa!” sapa Rangga dengan senyumannya.


Alyssa menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya. Dilihatnya Rangga sudah berdiri di sampingnya dan terlihat sangat tampan mengenakan setelan jas hitam. Itu untuk pertama kalinya Alyssa melihat Rangga mengenakan pakaian formal.


“Rangga, kamu kelihatan beda banget pakai jas kaya begini” kata Alyssa.


“Benarkah? Apa aku kelihatan lebih tampan?” tanya Rangga sambil terkekeh.


“Iya tapi sedikit!”


“Kenapa hanya sedikit? Apa ada yang lebih tampan dariku?”


“Eh.. emm..” Alyssa bingung harus menjawab apa. Ia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal.


“Aku tahu kamu pasti ingin menjawab Nathan lebih tampan dariku”.


“Eh, nggak kok!” jawab Alyssa salah tingkah.


“Udah kamu nggak usah malu untuk bilang begitu. Nathan kan pacarmu, memang sudah seharusnya kamu memujinya!”


Alyssa hanya tersenyum menanggapi perkataan Rangga. Ia merasa senang karena malam ini akhirnya Rangga mau berbicara lagi padanya dan sudah kembali seperti Rangga yang dulu ia kenal.


“Kamu cantik banget malam ini Sa!” kata Rangga tiba-tiba yang membuat Alyssa menjadi malu.


“Makasih” jawabnya dengan tidak percaya diri.


“Seandainya aku kenal kamu lebih dulu dari pada Nathan mungkin malam ini aku yang akan menggandeng tanganmu”.


“Rangga, jangan berbicara seperti itu. Aku jadi merasa tidak enak padamu!” Perasaan bersalah karena telah menolak Rangga kini mulai muncul lagi pada diri Alyssa. Ia benar-benar merasa sangat tidak enak pada Rangga yang sudah begitu baik padanya selama ini.


“Maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatmu merasa tidak enak padaku. Jadi malam ini nikmatilah pestanya. Aku harap kamu suka dengan pesta ini!” kata Rangga.


Nathan melirik ke arah Alyssa lagi dan melihat pacarnya itu tengah berbincang dengan Rangga. Perasaan cemburu menghampiri Nathan ketika melihat Alyssa tersenyum kepada Rangga. Karena tak tahan melihat Alyssa berdua dengan Rangga akhirnya Nathan menyudahi obrolannya dengan teman-temannya dan berjalan menghampiri Alyssa dan Rangga.



Alyssa

__ADS_1


***


__ADS_2