Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Minta Tolong


__ADS_3

Alvin dan Sarah duduk di sofa ruang tengah mendengarkan cerita Nathan. Nathan menceritakan semua kejadian di pesta dari awal sampai akhir dan bagaimana akhirnya ia malah memperkosa Alyssa.


“Aku nggak habis pikir Nat, ternyata kamu cowok brengs*k!” ucap Alvin ketika Nathan sudah selesai bercerita.


“Aku minta maaf!”


“Kenapa minta maaf padaku? Seharusnya kamu minta maaf pada Alyssa!” Alvin sedikit berteriak.


“Iya aku tahu! Makanya bantu aku mencari Alyssa!” Nathan juga membalas dengan berteriak.


“Aduhh, bisa nggak sih kalian nggak usah pakai teriak?” kata Sarah yang menutup telinganya dengan kedua tangannya.


Nathan dan Alvin hanya saling pandang dengan wajah yang sama-sama kesal. Ini adalah kali pertama Alvin marah pada Nathan sampai memukulnya.


“Oke, sekarang kita harus fokus dulu untuk cari Alyssa dimana” ucap Sarah lagi.


“Apa dia ke rumah orangtuanya?” tanya Nathan kemudian.


“Nih, kamu baca sendiri!” Alvin menyerahkan ponselnya pada Nathan.


Nathan membaca pesan dari Alyssa yang ditujukan untuk Alvin. Ia semakin merasa bersalah. Alyssa tidak memberitahu orangtuanya apa yang sudah ia lakukan pada Alyssa.


“Kemana aku harus mencari Alyssa?” Nathan sudah tidak mempunyai ide lagi untuk mencari keberadaan Alyssa.


“Kita lapor polisi!” seru Alvin.


“Tidak!”


Nathan dan Alvin kompak melihat ke arah Sarah.


“Kenapa tidak boleh lapor polisi?” tanya Nathan pada Sarah.


“Kalau kita lapor polisi pasti mereka akan menemui orangtua Alyssa kan? Sedangkan orangtua Alyssa tidak tahu kalau anaknya sudah pergi” jelas Sarah.


Mereka akhirnya mengurungkan niatnya untuk melapor ke polisi karena tidak ingin membuat orangtua Alyssa khawatir. Selagi Alvin dan Nathan memikirkan dimana kira-kira Alyssa berada, tiba-tiba Sarah memberikan saran yang membuat Nathan sedikit ragu.


“Nathan, gimana kalau kamu minta tolong papamu?” ide Sarah.


“Papaku?” Nathan tampak mengernyitkan alisnya agak ragu dengan ide dari Sarah.


Bagaimana mungkin ia minta tolong pada papanya sementara hubungan mereka sedang tidak baik. Sarah memang tidak mengetahui kalau hubungan Nathan dan papanya tidak baik. Karena sebelum Sarah ke luar negeri hubungan Nathan dan papanya yang diketahuinya baik-baik saja. Sarah tahu kalau Kevin, kakak Nathan telah meninggal dunia tapi ia tidak tahu penyebab pastinya. Sarah hanya mendapat kabar kalau Kevin meninggal karena sakit. Dan Sarah juga tentunya tidak tahu karena masalah itulah yang membuat hubungan Nathan dan papanya tidak baik sampai saat ini.

__ADS_1


“Iya! Kita minta tolong papamu untuk mencari Alyssa. Bukan hal sulit pastinya bagi seorang Rudi Aditama untuk mencari keberadaan Alyssa. Kamu tahu sendiri kan anak buah papamu itu banyak sekali” kata Sarah.


“Tapi Sarah, aku dan papa..”


“Tunggu dulu!” sela Alvin. “Apa yang dikatakan Sarah itu benar! Kita tinggal minta tolong papamu!”


Nathan semakin bimbang, di satu sisi ia ingin segera menemukan Alyssa. Tapi di sisi lain ia tidak ingin meminta bantuan papanya dalam hal ini. Baik Sarah maupun Alvin sama-sama tidak tahu bagaimana hubungan Nathan dan papanya. Nathan hanya menceritakan masalah keluarganya pada Alyssa seorang.


“Apa aku harus mengalah dengan papa?” batin Nathan.


***


“Mama senang kamu pulang sayang!” Tante Maya menyambut kedatangan Nathan di rumahnya. Ia memeluk erat putra kesayangannya karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Terakhir mereka bertemu saat tante Maya datang ke apartemen Nathan untuk menjelaskan kejadian sebenarnya di villa saat ulang tahun Nathan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Alyssa.


“Ma, papa ada di rumah?” tanya Nathan sambil melepaskan pelukan mamanya itu.


“Nggak sayang, kamu bisa berada disini lebih lama. Papamu ada rapat penting hari ini jadi mungkin pulang terlambat” ucap tante Maya yang masih mengira jika Nathan akan cepat pergi kalau papanya sudah pulang ke rumah.


“Tapi aku mau bertemu dengan papa!”


Tante Maya sangat terkejut dengan apa yang dikatakan anaknya. Ini kali pertama ia mendengar Nathan ingin bertemu dengan papanya setelah bertahun-tahun mereka tidak menjalin hubungan yang baik antara ayah dan anak.


“Iya ma! Ini penting!”


“Baik, tunggu sebentar! Mama akan menelpon papamu!”


Tante Maya bergegas ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. Ia menghubungi suaminya dan memberitahu jika Nathan ingin bertemu. Awalnya tante Maya sempat mengira jika suaminya akan memberikannya banyak pertanyaan mengenai Nathan yang tiba-tiba ingin bertemu dengannya setelah sekian lama. Tapi tak disangka suaminya malah tak menanyakan apapun dan berkata jika ia akan segera pulang dan menunda rapatnya.


Setengah jam kemudian Om Rudi sudah tiba di rumahnya. Ia berjalan dengan tenang saat memasuki rumah, dilihatnya Nathan sedang duduk di ruang keluarga bersama istri tercintanya. Om Rudi duduk berhadapan dengan Nathan, sementara tante Maya duduk di sebelah Nathan sambil memegang lengan putranya itu untuk berjaga-jaga jika terjadi pertengkaran antara keduanya ia bisa langsung menarik anaknya. Tante Maya terlihat sangat tegang, apalagi raut wajah Nathan tampak serius.


“Apa yang kamu mau?” tanya Om Rudi tanpa basa basi seperti sudah mengetahui betul tujuan anaknya mencarinya.


“Aku butuh bantuanmu pa!” jawab Nathan dengan lantang.


“Memangnya kamu kenapa sayang? Apa kamu ada masalah nak?” Tante Maya terlihat sangat khawatir.


Nathan tidak menjawab pertanyaan mamanya, ia hanya fokus menatap ke arah papanya yang sekarang tersenyum penuh kemenangan dan senyumannya itu seperti mengartikan ‘akhirnya kamu meminta bantuanku juga!’.


“Apa yang bisa papa bantu?”


“Tolong bantu aku menemukan Alyssa!”

__ADS_1


“Memang Alyssa kemana? Dia menghilang?” tanya tante Maya dan lagi-lagi tak mendapat jawaban apapun dari Nathan.


“Kalau papa membantumu, apa yang akan papa dapatkan darimu?” tanya om Rudi yang sengaja memberikan pertanyaan itu untuk Nathan padahal ia sendiri sudah tahu jawabannya seperti apa.


“Aku akan mengikuti semua keinginan papa!”


“Nathan, tolong jelaskan pada mama! Apa yang sebenarnya terjadi pada Alyssa sampai kamu mau menuruti semua keinginan papamu?” suara tante Maya sudah meninggi karena dari tadi pertanyaannya tak ada yang dijawab satu pun oleh Nathan.


“Jelaskan alasannya pada mamamu!” perintah om Rudi.


“Alyssa kabur dariku ma, dan aku tidak tahu sekarang dia ada dimana!” ucap Nathan pada mamanya yang duduk di sampingnya tapi matanya masih fokus menatap ke arah papanya.


“Tapi kenapa dia bisa kabur?”


“Aku sudah melakukan kesalahan padanya!”


“Kesalahan apa yang kamu lakukan sehingga membuatnya kabur?”


“Aku..” Nathan menarik nafas panjang. “Aku sudah memperkosanya!”


Plakk!


Tamparan keras di pipi Nathan dari mamanya. Ia tahu saat ini mamanya sedang sangat kecewa dan marah.


“Mama tidak menyangka ternyata anak mama akan melakukan hal yang menjijikkan seperti itu!” Tante Maya sudah menangis karena merasa gagal mendidik anaknya.


“Aku akan bertanggung jawab ma! Aku akan menikahinya!”


“Tapi apa dia akan memaafkanmu setelah kamu menyakitinya? Apa dia akan mau menikah denganmu?” tangisan tante Maya semakin menjadi-jadi.


“Aku akan meminta maaf padanya, walaupun dia tidak memaafkanku tapi aku akan tetap menikahinya! Aku mencintainya ma!”


“Sudah cukup!” seru om Rudi tiba-tiba di tengah isak tangis istrinya. “Nathan, mulai besok kamu harus belajar tentang bisnis. Papa akan mengirim seseorang untuk mengajarkanmu!”


“Tapi pa, Alyssa...” Nathan mencoba untuk protes pada papanya walau pun ia tahu jika usahanya itu akan sia-sia.


“Papa yang akan mengurusnya. Kamu hanya perlu belajar!” Om Rudi beranjak dari duduknya yang berarti ia tidak menerima sanggahan apa pun dari anaknya. Ia berjalan menaiki tangga menuju kamar meninggalkan anak dan istrinya yang masih menangis di ruang keluarga.


“Alyssa, aku merindukanmu!”


***

__ADS_1


__ADS_2