Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Gagal Bertemu


__ADS_3

Selama di perjalanan Alyssa hanya terdiam. Ia sebenarnya ingin menanyakan apa yang terjadi tapi untuk saat ini lebih baik dia diam saja. Ia menoleh ke samping, terlihat Nathan masih menampakkan kemarahan di raut wajahnya.


“Nanti pasti akan aku ceritakan, tapi tidak untuk saat ini” kata Nathan seolah bisa menebak isi kepala Alyssa.


Alyssa hanya mengangguk pelan, ia tidak akan memaksa Nathan untuk menceritakan masalahnya.


“Aku langsung balik ya sayang” ucap Nathan ketika telah sampai di rumah Alvin.


“Iya, kamu hati-hati ya”.


Alyssa akan turun dari mobil tapi Nathan menarik tangannya.


“Kenapa?” tanya Alyssa bingung.


Nathan menyodorkan pipi kirinya, Alyssa tampak ragu sejenak tapi akhirnya ia mencium pipi Nathan juga. Dengan cepat Alyssa turun dari mobil, pipinya sudah memerah karena rasa malunya. Nathan hanya tersenyum melihat Alyssa yang sedang malu. Setelah mengantar Alyssa, Nathan langsung menuju apartemennya.


***


Di rumah Nadia, Rere berjalan dengan terburu-buru menghampiri Nadia. Nafasnya agak tersengal ketika sampai di ruang tengah, tempat Nadia saat ini sedang berada sambil memainkan ponselnya.


“Kenapa kamu ngos-ngosan begitu?” tanya Nadia sedikit keheranan.


“Aku habis lari!”


“Kamu lari dari rumahmu kesini?”


“Ya nggak lah Nad! Aku lari dari halaman depan sampai sini” jawab Rere yang sudah bisa mengatur nafasnya.


“Lari segitu aja sampai ngos-ngosan begitu. Kamu itu harus rajin olahraga. Oh ya, kamu udah dapet kabar belum tentang filmnya Rangga itu?”


“Udah dong! Rere gitu loh!” jawab Rere bangga.


“Terus?”


“Rangga belum dapat pasangan untuk lawan mainnya Nathan. Sebenarnya banyak artis-artis yang datang menemui Rangga, mereka ingin menjadi lawan main Natham di film barunya. Tapi si Rangga benar-benar selektif memilih lawan main untuk Nathan. Dia belum memutuskan siapa yang akan diterimanya”.


Nadia tampak berpikir sejenak. Ia sendiri sebenarnya ingin bisa kembali bersama dengan Nathan. Tapi tampaknya Nathan masih sangat marah padanya. Nomor teleponnya sendiri sudah diblokir oleh Nathan sehingga ia tidak bisa menghubungi Nathan lagi. Hanya ini kesempatan bagi Nadia untuk bisa dekat kembali dengan Nathan. Ia harus bisa menjadi lawan main Nathan di film barunya.


“Re, aku ingin bertemu dengan Rangga” kata Nadia kemudian.


“Buat apa?” tanya Rere.


“Aku ingin menjadi lawan mainnya Nathan!”


“Astaga Nad! Sadar! Nathan itu sekarang benci banget sama kamu. Ngapain kamu pengen main bareng sama dia?!”

__ADS_1


“Aku masih sayang sama dia Re! Cuma ini satu-satunya cara biar aku bisa deket lagi sama dia!”


“Tapi Nad, kalau Nathan tau kamu mau jadi lawan mainnya pasti dia bakalan mundur dari film itu”.


“Ya dia nggak boleh tau kalau aku jadi lawan mainnya sampai dia sudah tanda tangan kontrak!”


“Kamu ini ada-ada aja deh! Mana mungkin dia nggak tau, pasti dia bakalan nanya ke Rangga kan siapa lawan mainnya dia”.


“Makanya kita harus berusaha biar Rangga nggak ngomong ke Nathan! Please Re.. aku mau ketemu sama Rangga”.


“Aku nggak yakin kamu bakalan dapet peran itu Nad. Kamu pasti langsung ditolak sama Rangga. Aku yakin dia pasti lebih memilih untuk mempertahankan Nathan daripada menerimamu”.


“Kamu tenang aja Re! Aku yang bakalan urus semuanya. Kamu tinggal ngatur supaya aku bisa ketemu sama Rangga. Please.... aku mohon Re!” Nadia mengatupkan kedua tangannya di depan dada, memohon agar Rere mau membantunya.


“Oke, akan aku coba. Tapi aku nggak janji Rangga mau ketemu sama kamu” jawab Rere.


Nadia tersenyum mendengar jawaban manajernya itu. Ia berharap Rere berhasil membujuk Rangga agar mau bertemu dengan dirinya.


***


Di lain tempat Rangga telah memarkirkan mobilnya di depan restoran yang ia kira adalah tempat kerja Alyssa. Malam itu Rangga berpakaian cukup rapi dan tampan seperti biasanya. Ia ingin Alyssa terkesan melihat penampilannya malam itu.


Rangga memasuki restoran itu dan berjalan menuju meja di dekat kasir yang masih tampak kosong. Beberapa pelayan perempuan dan pengunjung wanita di restoran itu terpana menatap Rangga saat berjalan melewati mereka. Rangga sudah duduk di tempatnya, senyum manisnya masih tampak di wajahnya. Akhirnya ia akan bertemu dengan Alyssa begitulah pikirnya.


“Ya ampun dia ganteng banget sih! Apa dia artis?”


“Sepertinya dia bukan artis, tapi dia nggak kalah ganteng dari artis”


“Ini benar-benar baru pertama kalinya aku melihat cowok setampan itu”


“Apa dia datang kesini ingin bertemu dengan pacarnya dan janjian di tempat ini?”


“Wahh.. beruntung sekali wanita yang bisa berkencan dengannya”


“Aku penasaran dengan wanita yang beruntung itu, kalau memang benar pria itu datang kesini ingin bertemu dengan pacarnya”


Begitulah omongan para pelayan perempuan di belakang yang membuat beberapa pelayan laki-laki mendongakkan kepala mereka karena penasaran dengan sosok pria yang telah membuat para pelayan perempuan disana begitu terpesona.


Beberapa menit kemudian seorang pelayan datang membawa pesanan Rangga. Ia meletakkan pesanannya di atas meja dan tersenyum pada Rangga sebelum berbalik pergi.


“Tunggu sebentar” kata Rangga menghentikan langkah pelayan yang tadi menyajikan pesanannya.


Pelayan itu berbalik dengan senang, senyuman manis masih menghiasi wajah pelayan itu. “Iya tuan, apa ada yang ingin dipesan lagi?”.


“Nggak, aku cuma mau tanya, apa yang kerja disini ada yang bernama Alyssa?”

__ADS_1


“Alyssa?” tanya pelayan itu bingung.


“Iya, Alyssa. Dia bantu-bantu koki disini masak”.


Pelayan itu sedikit kebingungan dan berpikir sejenak sebelum menjawab.


“Apa yang tuan maksud itu Lisa?” tanya pelayan itu.


“Mungkin disini Alyssa dipanggil dengan sebutan Lisa oleh teman-temannya” pikir Rangga.


“Iya, maksudku Lisa” jawab Rangga.


“Disini memang ada yang namanya Lisa, tapi dia jadi pelayan, bukan bantu-bantuin koki disini masak seperti yang tuan bilang”.


“Ya apalah kerjaannya itu nggak penting. Sekarang kamu bisa panggilin dia nggak?” tanya Rangga lagi.


“Maaf tuan, hari ini Lisa sedang libur. Kalau tuan kesini besok siang baru bisa bertemu dengan Lisa. Besok dia kerja siang tuan” jawab pelayan itu.


“Oh, baiklah. Terima kasih” jawab Rangga agak sedikit kecewa.


“Apa yang dia katakan tadi padamu?”


“Kenapa kamu begitu lama di mejanya tadi?”


“Apa dia teman bos kita?”


Beberapa pelayan menanyakan kepada temannya yang tadi menyajikan makanan untuk Rangga saat tiba di belakang bergabung dengan para pelayan yang lain.


“Dia kesini memang sengaja untuk mencari seseorang. Dia ingin bertemu dengan Lisa. Aku suruh saja besok dia kesini lagi kalau mau bertemu dengan Lisa”.


“Apa hubungan pria tampan itu dengan Lisa?”


“Apa dia pacarnya Lisa?”


“Tidak mungkin kalau dia pacarnya Lisa. Pria itu terlalu tampan untuk menjadi pacarnya Lisa. Dia pasti teman lamanya Lisa”.


“Sebaiknya kita tanyakan pada Lisa”.


“Aku sangat penasaran dengan pria itu”.


Begitulah para pelayan perempuan di restoran itu. Mereka sangat penasaran dengan sosok tampan Rangga.


Sementara Rangga menghabiskan makanannya dengan perasaan kecewa karena hari itu dia gagal bertemu dengan Alyssa. Sungguh perasaannya saat ini sedikit hancur karena begitu sulit baginya untuk bertemu dengan Alyssa. Rangga menjadi semakin penasaran dengan Alyssa dan semakin ingin mendapatkan gadis itu. Bagaimanapun caranya ia harus berhasil mendapatkan Alyssa, karena hanya Alyssa lah yang bisa membuatnya bersemangat lagi dalam bekerja.


***

__ADS_1


__ADS_2