Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Rencana (I)


__ADS_3

“Re, aku masih penasaran dengan hubungan Nathan dan Alyssa. Apa mereka sudah berpisah?” tanya Nadia pada Rere sambil merias wajahnya di depan cermin.


“Sebaiknya kamu tanyakan sendiri pada Nathan!”


“Ya nggak bisa lah! Masa aku nanya Nathan, gimana? Apa hubunganmu dengan Alyssa sudah putus? Bisa curiga dia kalau aku menanyakan begitu padanya”.


“Kalau nggak mau nanya ya kamu bakalan penasaran terus!” ujar Rere.


“Terus gimana dong caranya aku tahu gimana hubungan mereka tapi biar Nathan nggak curiga?”


Rere mengangkat kedua bahunya yang berarti ia sendiri juga tak tahu bagaimana caranya.


“Bagaimana keadaan Lucas? Kapan dia keluar dari rumah sakit?” tanya Nadia kemudian.


“Besok dia sudah diperbolehkan pulang”.


“Baguslah! Untung dia berhasil melarikan diri walau pun dia ceroboh meninggalkan ponselnya di villa itu, paling tidak adikmu tidak mati dipukul oleh Nathan. Aku tidak menyangka Nathan akan menghajar Lucas hingga seperti itu”.


Nadia tidak tahu cerita yang sebenarnya kalau Rangga lah yang membawa Lucas ke rumah sakit dan rencana mereka sudah ketahuan oleh Rangga. Rere menceritakan pada Nadia bahwa Lucas berhasil kabur setelah dipukul oleh Nathan dan segera ke rumah sakit setelahnya. Rere mengatakan seperti itu karena sudah diperintahkan oleh Rangga. Ini adalah salah satu bagian dari rencana Rangga untuk menjebak Nadia agar mengakui sendiri perbuatannya tanpa mempertaruhkan pekerjaan Rere sebagai manajer Nadia.


“Baiklah, aku pergi dulu. Kamu boleh pulang sekarang. Bye!” Nadia melangkah keluar rumah dengan penampilan glamor khas selebriti papan atas.


Hari ini Nadia akan bertemu dengan beberapa teman sosialitanya di restoran mewah milik tante Maya, mamanya Nathan. Awalnya Nadia tidak terpikir untuk bertemu dengan teman-temannya disana, tapi karena saran dari Rere akhirnya Nadia menuruti. Siapa tahu ia bisa bertemu dengan Nathan tanpa sengaja disana


karena Rere memberitahunya belakangan ini Nathan selalu menghabiskan waktunya sendiri di restoran itu. Jangan tanya kenapa Rere mengatakan itu, karena semua yang ia sampaikan ke Nadia adalah rencana dari Rangga. Dan restoran milik tante Maya adalah tempat yang sangat tepat untuk menjalankan rencananya karena Nathan bisa mengatur agar orang lain tidak bisa datang ke tempat itu jadi hanya dirinya dan beberapa orang suruhan Rangga yang menyamar menjadi pengunjung di tempat itu. Itu semua sudah dipikirkan Rangga dengan sangat matang untuk menghindari gosip antara Nathan dan Nadia. Karena jika mereka bertemu di restoran lain pasti akan banyak pasang mata yang akan membuat gosip tentang mereka. Setelah memastikan Nadia sudah pergi, Rere segera menghubungi Rangga.


Pukul tujuh malam Nathan sudah siap untuk menjalankan rencana dari Rangga. Ia sudah berpakaian rapi dan terlihat tampan seperti biasanya.

__ADS_1


“Aku sudah tidak sabar melihat wanita ular itu menangis karena kebodohannya!” ujar Alvin dengan seringai di wajahnya.


“Aku juga! Jangan lupa Vin, kamu harus merekam semuanya dan jangan sampai ketahuan!”


“Siap bos! Ayo kita berangkat sekarang!”


Nathan dan Alvin segera menuju restoran milik tante Maya. Kurang dari tiga puluh menit mereka berdua sudah sampai di tempat itu. Nathan sudah melihat mobil Nadia terparkir disana.


“Aku yakin seratus persen rencana Rangga ini akan berhasil!” kata Alvin saat sudah turun dari mobil. “Hei, jangan lupa ubah ekspresi wajahmu itu! Kamu harus terlihat seperti orang yang sedang putus asa!” lanjut Alvin ketika melihat wajah Nathan terlihat biasa saja seperti tidak ada masalah.


“Aku akan mengubah ekspresi wajahku saat sudah di dalam!” balasnya cepat.


Mereka berdua segera berjalan menuju restoran. Sudah ada beberapa orang suruhan Rangga yang menyamar sebagai pengunjung agar tidak terlalu mencurigakan bagi Nadia.


Saat Nathan sudah berada di dalam restoran, ia kembali teringat kenangan makan malamnya dengan Alyssa di tempat itu. Ia menatap salah satu meja kosong tempatnya dulu dengan Alyssa. Alvin melirik Nathan yang sedang melamun, ia lalu menyikut lengannya dan menunjuk ke arah Nadia.


Nadia terlihat sedang asik mengobrol dengan tiga teman wanitanya. Mereka tertawa begitu senang, entah apa yang mereka bicarakan sampai Nadia sama sekali tak melihat kalau Nathan sudah ada disana. Nathan berjalan menuju meja yang terletak tidak jauh dari meja Nadia agar wanita itu bisa melihatnya.


Dan seperti yang sudah direncanakan sejak awal, Nadia akhirnya melihat Nathan dan Alvin duduk tidak jauh dari mejanya. Nathan sudah mulai berakting seakan-akan ia sedang putus asa. Alvin berusaha menahan tawa karena sudah membayangkan Nadia akan menangisi kebodohannya. Nathan memesan beberapa minuman untuk dirinya dan seorang pelayan sudah membawakan pesanannya ke meja tersebut.


“Kalian nikmatilah dulu makanannya!” ucap Nadia.


“Kamu mau kemana Nad?” tanya salah seorang teman sosialitanya.


“Kalian lihat, ada Nathan disana” sambil menunjuk ke arah Nathan dan Alvin. Ketiga temannya menoleh secara bersamaan. “Aku akan kesana menghampirinya. Dan kalian lihat lah, setelah pertemuan tak terduga kali ini dia akan menjadi milikku lagi!” kata Nadia penuh percaya diri.


“Kalau begitu cepatlah kesana. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Semangat!”

__ADS_1


Nadia mengangguk lalu beranjak dari duduknya menuju meja Nathan dan Alvin. Ketiga temannya memang sudah mengetahui jika Nadia masih menginginkan Nathan. Tapi mereka tidak tahu Nadia telah berbuat jahat untuk mendapatkan Nathan.


“Nat, kamu harus bersiap-siap! Si ular sudah menuju kemari! Cepat, buat dirimu lebih putus asa lagi!” kata Alvin pelan.


Nathan tidak menjawab tapi ia mengikuti ucapan Alvin untuk membuat dirinya terlihat lebih putus asa. Untunglah Nathan seorang aktor, karena ia berakting sangat baik bahkan Alvin akan mengira itu bukan akting kalau ia tidak tahu tentang rencana ini.


“Hai, apa kabar kalian?” sapa Nadia ramah.


Alvin hanya menoleh sekilas ke arahnya lalu mulai menuangkan minuman untuk Nathan lagi. Sementara Nathan bersikap seolah tak peduli dengan kehadiran Nadia, ia terus meminum minumannya.


“Apa aku boleh duduk disini bersama kalian?” tanya Nadia masih dengan senyum ramahnya.


“Kebetulan sekali ada kamu disini. Silakan duduk!” balas Alvin dengan berpura-pura ramah. Walau pun aktingnya tidak sebagus Nathan tapi ia merasa itu sudah terlihat cukup ramah untuk membalas keramahan Nadia.


“Terima kasih” Nadia duduk di samping Nathan. “Nathan, apa kamu baik-baik saja?” Nadia melihat Nathan sangat putus asa dan itu membuatnya sangat senang karena ia menebak jika Nathan seperti itu pasti karena hubungannya dengan Alyssa sudah berakhir.


Nathan tetap melanjutkan minumnya tanpa menjawab pertanyaan Nadia.


“Oh ya Nad, karena kamu ada disini aku ingin minta tolong padamu” kata Alvin.


“Minta tolong apa?”


“Kamu tahu, sudah beberapa hari ini Nathan selalu datang kemari hanya untuk minum. Aku tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk membantunya melupakan Alyssa. Jadi aku ingin minta tolong padamu karena dulu kamu pernah menjadi orang yang dicintai Nathan. Tolong bantu dia untuk melupakan Alyssa!” Alvin sangat geli mendengar ucapannya yang seperti itu pada Nadia. Jika ia bisa memilih lebih baik ia tidak mengatakannya, tapi ini adalah bagian dari rencana Rangga dan ia terpaksa harus melakukannya.


Tanpa ada rasa curiga Nadia langsung mengiyakan permintaan Alvin. Ia merasa sangat senang karena akhirnya memiliki kesempatan untuk dekat dengan Nathan lagi.


“Kamu tenanglah, aku akan membantunya!” jawab Nadia dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


***


__ADS_2