Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Pukulan Alvin


__ADS_3

“Darimana saja? Kenapa kamu lama sekali? Aku hampir gila menunggumu selama sejam!” ucap Nathan begitu melihat Rangga memasuki ruang tamu rumahnya.


“Ada sesuatu yang penting yang akan aku tunjukkan padamu” kata Rangga.


“Apa?”


“Sebaiknya kita makan dulu. Aku sangat lapar!” ajak Rangga yang tadi melewatkan makan siangnya karena urusan dengan Lucas dan Rere. Dan ini sudah hampir sore hari sehingga ia harus mengisi energinya lagi.


“Tapi sesuatu penting apa? Apa ini ada hubungannya dengan Alyssa?” tanya Nathan sambil mengikuti Rangga yang berjalan menuju ruang makan. Pelayannya sudah menyiapakan banyak makanan untuknya karena tadi selama di perjalanan ia meminta untuk disiapkan makanan.


“Iya, ini berhubungan dengan Alyssa. Kalau kamu mau dengar, makanlah dulu!”


Nathan akhirnya mengikuti Rangga untuk makan. Ia ingin mendengar kabar Alyssa dan Nathan sangat yakin kalau Rangga tahu keberadaan Alyssa. Dengan cepat Nathan menghabiskan makanannya. Terlebih sejak pagi ia belum memakan apa pun. Sudah pasti saat ini perutnya terasa sangat lapar.


“Sekarang cepat katakan, apa sesuatu yang penting itu?” kata Nathan cepat begitu ia menghabiskan sepiring nasi.


Rangga yang baru memakan setengah makanannya dibuat geleng-geleng kepala oleh sikap Nathan itu.


“Tunggu, kamu nggak lihat makananku belum habis!”


“Baiklah, cepat habiskan!” ucap Nathan yang sudah mulai kesal.


Nathan merasa Rangga sangat lama menghabiskan makanannya. Ia ingin segera mendengar kabar Alyssa, dimana dia sekarang dan apa yang dilakukannya, Nathan ingin sekali bertemu dengan kekasih hatinya itu.


“Sekarang cepat katakan!” seru Nathan begitu melihat Rangga meletakkan sendok dan garpunya.


“Berikan aku waktu untuk minum dulu!” Rangga memang sengaja mengulur-ulur waktu untuk mengerjai Nathan. Ia tersenyum jahil sambil melirik Nathan yang sudah terlihat sangat kesal saat meminum airnya.


“Airmu sudah habis, jadi cepat katakan!”


“Oke, aku akan memberitahumu sekarang. Ini sesuatu yang sangat penting dan sepertinya kamu harus memberikanku imbalan atas hal ini” balas Rangga dengan mengeluarkan ponselnya lalu menyerahkannya kepada Nathan.


“Kenapa memberiku ini?” tanya Nathan bingung.


“Lihatlah rekaman itu!”


Nathan melihat layar ponsel Rangga dan memutar video yang ada disana. Ia mengamati video tersebut dengan wajah yang serius.


“Jadi ini semua ulah Nadia?” tanya Nathan setelah selesai menonton video yang diberikan oleh Rangga.


Rangga mengangguk.


“Seharusnya dari awal aku sudah tahu kalau ini semua pasti rencananya untuk membuat hubunganku dengan Alyssa berantakan”.

__ADS_1


“Tapi sekarang kita harus balas perbuatan Nadia! Buat dia mengakui semuanya secara langsung dan dia harus minta maaf pada Aysaa!” ujar Rangga.


“Bagaimana cara membalasnya?”


”Kamu hanya perlu mengikuti semua kata-kataku. Aku sudah punya rencana untuk balas dendam pada wanita ular itu!” kata Rangga.


“Oke, aku akan mengikuti semua kata-katamu. Nah, sekarang cepat katakan dimana Alyssa?” Nathan mengingat kembali tujuannya untuk bertemu dengan Rangga yaitu untuk menanyakan keberadaan Alyssa.


“Kenapa bertanya padaku?”


“Bukankah Alyssa mencarimu?”


“Maksudmu apa? Tadi pagi aku kan sudah mengantar Alyssa ke apartemenmu”.


Nathan mulai panik lagi. Ia tak tahu lagi harus mencari Alyssa kemana. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.


“Aarrgghh! Kamu kemana Alyssa?” Nathan bertanya pada dirinya sendiri.


“Tunggu, maksud kamu Alyssa kabur?”


“Dia pergi dan aku kira dia mencarimu!”


“Kemana? Kenapa kamu nggak bilang dari awal?” Rangga masih tak habis pikir kenapa Nathan tidak memberitahunya dari awal dia datang kalau Alyssa kabur.


“Kamu sudah menelponnya?”


“Belum! Ponselku rusak! Coba kamu hubungi dia, tanya sekarang dia dimana. Aku akan menjemputnya!”


Rangga meraih ponselnya dan langsung menghubungi nomor Alyssa.


“Nggak aktif!” kata Rangga.


“Kalai begitu coba telpon Alvin!”


Rangga menghubungi Alvin tapi ternyata ponselnya juga sedang tidak aktif.


“Coba kamu telpon Sarah!”


“Aku nggak punya nomor Sarah!”


Nathan sudah terlihat sangat emosi tapi ia berusaha untuk menahannya.


“Nathan, memangnya kenapa dengan Alyssa sampai dia bisa pergi?” tanya Rangga. “Kamu nggak melakukan kekerasan padanya kan?”

__ADS_1


“Ya nggak lah!” sahut Nathan dengan cepat.


“Terus kenapa dia pergi?”


Nathan diam saja tidak menjawab pertanyaan Rangga. Tidak mungkin kan kalau dia memberitahu Rangga bahwa dirinya telah memperkosa Alyssa sehingga gadis itu pergi darinya.


“Aku salah, tidak mau mendengarkan penjelasannya dulu. Aku malah menuduhnya selingkuh dan dia pergi” begitulah jawaban Nathan.


“Itulah sifat jelekmu yang harus kamu ubah! Tidak semua yang ada di pikiranmu itu benar. Kamu harus mendengarkan dulu penjelasan orang lain baru menyimpulkan suatu hal!”


“Aku akan merubahnya nanti kalau ada waktu. Sekarang bantu aku mencari Alyssa!”


Rangga menghela nafas panjang, sepertinya akan sulit untuk menemukan keberadaan Alyssa. Entah darimana datangnya perasaan itu tapi ia merasa Alyssa sedang bersembunyi di suatu tempat dan tak ingin Nathan mengetahuinya.


Hari yang melelahkan, Nathan berjalan ke ruang tengah dengan gontai dan langsung merebahkan dirinya di sofa. Ia sudah mencari Alyssa ke semua tempat dengan acak. Meski ia tahu tidak akan menemukan Alyssa di tempat-tempat yang ia kunjungi. Tapi itu adalah salah satu usahanya untuk menemukan gadis yang ia cintai. Siapa tahu dengan sedikit keberuntungan ia akan menemukan Alyssa di satu sudut kota. Nathan benar-benar bingung harus mencari Alyssa kemana lagi. Selama ini hanya apartemennya dan rumah Alvin lah yang ia ketahui sebagai tujuan Alyssa. Gadis itu tak pernah ia ketahui pergi kemana saja dan bahkan ia tidak tahu apakah Alyssa mempunyai teman di kota ini atau tidak.


Nathan sangat menyesal karena selama ini ia hanya memerintahkan Alyssa untuk terus berada di sampingnya tanpa pernah memberikan Alyssa waktu untuk dirinya sendiri. Karena merasa sudah sangat lelah tanpa sadar Nathan terlelap di sofa.


Pagi hari yang cerah tapi tidak dengan Nathan. Ia merasa hidupnya sudah tak secerah dulu saat Alyssa masih ada di sisinya. Ia mengerjapkan matanya menatap langit-langit ruang tengah. Semalaman ia tertidur di sofa dan sempat bermimpi tentang Alyssa. Tapi baru saja ia bangun dan duduk di sofa tiba-tiba ia mendengar ada seseorang yang masuk ke apartemennya. Nathan mengira yang datang itu adalah Alyssa. Dengan penuh semangat ia segera berjalan ke arah pintu utama tapi semangatnya hilang begitu saja ketika melihat Alvin dan Sarah lah yang datang ke apartemennya.


“Apa yang sudah kamu lakukan pada Alyssa?” tanya Alvin yang terlihat sedang menahan emosi. Di sampingnya ada Sarah yang mengusap lengan Alvin agar ia bisa tenang.


“Apa Alyssa menemuimu?”


“Tidak! Tapi kamu harus bertanggung jawab!”


“Apa maksud dari bertanggung jawab yang dikatakan Alvin? Apa Alyssa sudah memberitahu Alvin kalau ia telah memperkosanya?” batin Nathan dalam hati yang mengira kalau Alvin sudah tahu penyebab Alyssa pergi.


Padahal sebenarnya Alvin tidak tahu sama sekali. Dan maksud dari ‘bertanggung jawab’ yang dikatakan olehnya adalah Nathan harus bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada Alyssa karena ia yakin Nathan lah yang membuatnya pergi.


“Baik, aku akan bertanggung jawab kalau sampai Alyssa hamil!”


Mendengar jawaban Nathan yang seperti itu Alvin jadi semakin yakin kalau Nathan pasti berbuat sesuatu yang fatal sehingga Alyssa memutuskan untuk pergi.


Bukk!


Alvin memukul wajah Nathan karena sudah tak bisa lagi menahan emosinya. Sarah yang masih berdiri di sampingnya sangat terkejut melihat apa yang dilakukan Alvin itu.


Bukk!


Alvin memukul Nathan untuk yang kedua kalinya. Nathan diam saja tidak membalas pukulan dari Alvin karena ia tahu Alvin sudah sangat kecewa pada dirinya. Saat hendak memukul Nathan lagi, Sarah langsung memeluk Alvin dan menyuruhnya untuk berhenti memukul Nathan.


“Berhentilah! Apa dengan memukulnya kita akan menemukan Alyssa?” ucap Sarah.

__ADS_1


***


__ADS_2