Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Baik-Baik Saja


__ADS_3

Hari berikutnya Alyssa sudah ikut kembali ke kota bersama dengan Nathan dan yang lainnya. Tante Maya meminta Alyssa untuk tinggal bersamanya selama persiapan pernikahan. Sementara Nathan tetap tinggal di apartemennya karena tante Maya tidak mau anaknya melakukan hal buruk lagi pada Alyssa.


“Alyssa, kamu istirahatlah dulu. Taruh semua barang-barang kamu di kamar Nathan ya” kata tante Maya setelah mereka semua tiba di rumah.


“Aku di kamar tamu saja tante” pinta Alyssa.


“Nggak! Di kamar Nathan saja. Lagi pula setelah kalian menikah itu juga akan menjadi kamarmu kan. Kamu tenang aja nak, Nathan nggak akan berani macam-macam lagi ke kamu”.


“Iya tante!”


“Eits, jangan panggil tante lagi dong. Sebentar lagi kan kamu akan menikah dengan Nathan. Mulai sekarang panggil mama ya”.


“Iya ma!” ucap Alyssa malu-malu.


“Nah gitu dong! Nathan, antar Alyssa ke kamar ya. Tapi jangan macam-macam kamu!”


“Siap laksanakan!” jawab Nathan penuh semangat seraya membuat gerakan hormat dengan tangannya.


“Tante, kalau begitu aku pamit dulu ya” kata Alvin setelah melihat Nathan dan Alyssa menaiki tangga menuju kamar.


“Loh Vin, kenapa buru-buru? Apa nggak sebaiknya kamu disini dulu sampai makan malam?”


“Aku ada janji dengan Sarah tante. Hehe..”


Tante Maya tersenyum. “Ya sudah, tante titip salam ya buat Sarah”.


“Iya tante!”


Alvin dan Ben sudah pulang ke rumah masing-masing. Sementara suami istri Aditama memutuskan untuk beristirahat sejenak di kamar mereka.


Alyssa sudah berada di kamar Nathan yang didominasi dengan warna putih. Kamarnya terlihat rapi meski pun Nathan sudah lama tidak tidur disana. Alyssa melihat sekeliling kamar Nathan yang begitu luas.


“Kamu suka kamarnya?” tanya Nathan.


“Iya. Kamar kamu bagus!”


“Ya sudah, sekarang kamu istirahat dulu ya”.


“Emm.. Nathan, dimana aku bisa menaruh ini?” Alyssa menunjuk tas yang berisi baju-bajunya.

__ADS_1


“Oh iya, aku hampir lupa. Sini ikut aku!” Nathan mengajak Alyssa ke sebuah ruangan yang ada di kamarnya.


Alyssa sedikit heran melihat begitu banyak pakaian Nathan yang ada disana dan ia tak yakin apakah pakaian-pakaian itu pernah dipakai oleh pemiliknya atau tidak mengingat di apartemen saja pakaian Nathan sangat banyak. Sepatu-sepatu tersusun rapi di tempatnya dan ada juga banyak koleksi jam tangan mewah milik Nathan.


“Apa kamu memakai ini semua?”


“Entahlah, mungkin hanya beberapa” jawab Nathan santai. “Ini, taruh pakaianmu disini!” Nathan menunjuk sebuah lemari dan Alyssa mulai menyusun pakaiannya disana.


“Nathan, bisa keluar sebentar nggak?” kata Alyssa.


“Memangnya kenapa?”


Alyssa tidak menjawab, ia seperti sedang berusaha untuk menyembunyikan sesuatu dan Nathan melihat itu. Nathan tersenyum melihat usaha Alyssa untuk menyembunyikan pakaian dalamnya.


“Tidak usah disembunyikan begitu. Aku juga sudah pernah melihatnya!”


“Nathan!” Alyssa berteriak karena Nathan mengatakan sesuatu yang membuatnya malu.


“Kenapa? Itu memang benar” balas Nathan dengan polosnya.


“Nathan! Cepat keluar!”


***


Nathan dan Alyssa sepakat untuk melangsungkan pernikahan secara sederhana saja. Dan Alyssa juga menginginkan agar pernikahan mereka tidak diliput oleh wartawan.


Meski sudah mempercayakan semuanya pada wedding organizer namun Alyssa dan calon mama mertuanya selalu saja terlihat sibuk mengurus keperluan pernikahan. Alyssa memang ingin terlibat langsung dalam persiapan pernikahannya karena baginya momen ini hanya akan terjadi sekali seumur hidupnya.


Jika saat ini Alyssa disibukkan dengan persiapan pernikahannya maka lain halnya dengan Nathan yang disibukkan dengan kegiatannya. Ya, Nathan sibuk dengan kegiatannya di kantor bersama dengan Alvin. Ia bertekad ingin menunjukkan kemampuannya dalam mengelola bisnis pada papanya untuk membuat Alyssa bangga padanya. Ia ingin membuktikan pada Alyssa bahwa ia nyaman dengan keputusan yang sudah dia ambil walau pun sebenarnya kenyataannya tidak begitu.


“Lihatlah ini!” seru Alvin saat jam makan siang kantor sambil menunjukkan berita online yang ada di ponselnya. “Darimana para wartawan itu tahu jika kamu akan menikah dalam waktu dekat ini? Mereka bahkan tidak menghubungiku untuk meminta klarifikasi dan sudah berani memuat berita ini”.


“Biarkan saja!” jawab Nathan dengan santainya.


“Kenapa dibiarkan saja? Lihatlah komentar orang-orang yang menyudutkan Alyssa!”


Nathan segera meraih ponsel Alvin dan membaca komentar untuk Alyssa. Dan benar saja, saat ini hampir semua orang mengatakan bahwa Alyssa sengaja merayu Nathan dan bahkan ada yang berkomentar jika Alyssa sudah menjual tubuhnya pada Nathan. Banyak juga orang-orang yang membandingkan Alyssa dengan Nadia. Mereka berpendapat Nadia jauh lebih cantik dan lebih cocok bersanding dengan Nathan di pelaminan dari pada dengan Alyssa.


“Alvin, tolong kamu atur semuanya! Aku ingin mengadakan konferensi pers!” ucap Nathan yang sudah geram membaca komentar para netizen yang menyudutkan Alyssa.

__ADS_1


“Oke, aku akan atur secepatnya!”


Setelah dari kantor Nathan memang selalu pulang ke rumahnya untuk makan malam bersama dengan orangtuanya dan Alyssa. Biasanya ia akan kembali ke apartemen seusai makan malam. Tapi berbeda dari biasanya, hari ini sehabis makan malam Nathan tidak langsung pulang ke apartemen. Ia sengaja berlama-lama di rumahnya karena ingin bicara berdua saja dengan Alyssa.


Papa dan mamanya sudah diberitahu oleh Alvin sebelumnya tentang rencana Nathan yang akan mengadakan konferensi pers. Mereka berdua setuju dengan apa yang akan dilakukan Nathan untuk menjaga nama baik calon menantu mereka.


Nathan menghampiri Alyssa di kamarnya yang terlihat sedang mencari resep masakan baru di internet.


“Sayang, apa aku mengganggu?” tanya Nathan.


“Tidak! Kenapa?”


Nathan berjalan menghampiri Alyssa yang sedang berada di sofa dan kemudian duduk di sampingnya.


“Aku ingin mengatakan sesuatu” ucap Nathan lirih.


Alyssa tersenyum. Ia melihat ada kekhawatiran di raut wajah Nathan saat mengatakan itu.


“Aku baik-baik saja!”


Nathan yang tadinya menunduk langsung mengangkat kepalanya agar bisa menatap Alyssa langsung. Ia bingung dengan respon Alyssa yang tiba-tiba dirinya mengatakan baik-baik saja.


“Aku sudah tahu yang ingin kamu bicarakan. Pasti soal komentar netizen tentang diriku kan?”


“Kamu sudah melihatnya?”


“Iya, aku baru saja membacanya tadi!”


“Alyssa, aku minta maaf karena sudah membuatmu jadi dicibir banyak orang”.


“Kenapa minta maaf? Kamu kan nggak salah. Ini memang sudah menjadi resiko yang harus aku terima saat aku memutuskan untuk menerima lamaranmu. Aku tahu pasti banyak dari penggemarmu yang tidak akan setuju denganku. Tapi sungguh, aku tidak apa-apa. Aku tidak terlalu memikirkan komentar mereka. Lagi pula omongan mereka tidak sebanding dengan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini” jelas Alyssa panjang lebar berusaha untuk meyakinkan Nathan.


“Terima kasih sayang!” Nathan begitu lega mendengar penjelasan Alyssa. Tadinya ia sempat khawatir jika Alyssa akan stres dengan omongan orang yang menjelekkannya tapi ternyata Alyssa tidak terlalu menganggap penting omongan mereka.


“Kamu tenang aja Sa, aku nggak akan biarin orang-orang berpikiran buruk tentang kamu. Aku akan mengadakan konferensi pers sebelum kita menikah”.


“Lakukan lah apa yang menurut kamu baik!”


***

__ADS_1


__ADS_2