
Seperti Alyssa sebelumnya, Nathan sangat terkejut melihat Sarah ada di villanya.
“Kapan kamu datang?” tanya Nathan pada Sarah.
“Baru saja. Aku ingin membicarakan sesuatu padamu”.
“Baiklah, tapi mari kita sarapan dulu. Dimana Alvin?” Nathan menoleh kesana kemari mencari keberadaan Alvin.
“Aku disini!” teriak Alvin yang baru saja masuk dari pintu depan dan terlihat sibuk dengan ponselnya.
“Kelihatannya kamu sibuk sekali” kata Nathan sambil melihat Alvin dengan tatapan penuh selidik.
“Aku sibuk gara-gara kamu!”.
“Kenapa gara-gara aku?”.
“Gara-gara postingan kamu kemarin itu, sekarang wartawan sibuk telponin aku terus menanyakan siapa gadis yang ada di foto itu” kata Alvin sedikit kesal. Lalu ia memalingkan pandangannya ke arah Sarah. “Kamu ngapain kesini?” tanyanya sinis pada Sarah. Ia yang sedari tadi sibuk dengan panggilan teleponnya tidak melihat kedatangan Sarah. Alvin memang tidak menyukai Sarah karena penampilannya yang kelewat seksi dan tampangnya yang menurut Alvin sangat tidak ramah.
“Yang jelas aku kesini bukan mau ketemu sama kamu” jawab Sarah tak kalah sinisnya.
Sejak pertama kali dikenalkan oleh Nathan, Alvin dan Sarah memang saling membenci satu sama lain. Alvin selalu menganggap Sarah wanita licik dan membawa pengaruh buruk bagi Nathan. Sementara Sarah tidak menyukai Alvin karena sikapnya yang selalu menghasut Nathan untuk tidak lagi berhubungan dengannya.
“Nat, aku pengen ngomong sebentar sama kamu” Alvin menarik lengan Nathan dan mengajaknya menjauh dari Sarah dan Alyssa.
“Ada apa?” tanya Nathan.
__ADS_1
“Please Nat, kamu nggak usah dekat-dekat sama itu cewek. Dia itu licik, pasti dia punya rencana jahat buat kamu”.
“Vin, udah berapa kali sih aku bilang, Sarah itu temen aku dari kecil. Jadi dia nggak mungkin mau ngejahatin aku” Nathan berusaha meyakinkan Alvin.
“Tapi Nat, coba deh kamu lihat. Tampangnya aja seperti tokoh antagonis begitu”.
Nathan tertawa mendengar ucapan dari Alvin. “Jadi alasan kamu nggak suka sama Sarah itu karena wajahnya yang judes? Awas loh lama-lama malah kamu nanti jadi naksir sama dia” goda Nathan.
“Idihh, ogah banget ya kalau aku suka sama dia. Lagian aku udah punya gebetan bro!”
“Siapa?” Nathan penasaran dengan gebetan yang Alvin maksud. Ia menduga Alvin menyukai Alyssa. “Alyssa?” tanya Nathan.
“Bukan lah, aku tahu kamu suka sama Alyssa. Dan nggak mungkin juga aku suka sama dia. Ya pokoknya ada lah.. rumahnya di dekat villa ini kok”.
“Ooh.. jangan bilang kemarin kamu jalan-jalan itu sama gebetan baru ya?!”
“Kapan kalian kenalan? Siapa namanya?”
“Ada deh, besok aku kenalin kalau udah jadian”.
Mereka lalu menuju meja makan untuk sarapan. Disana sudah ada Alyssa dan Sarah yang menunggu mereka selesai berbicara. Mereka berempat sarapan bersama. Sesekali Nathan memandang Alyssa yang sedang makan sambil membatin dalam hatinya betapa cantiknya Alyssa pagi itu. Sementara Alvin dan Sarah saling memandang dengan pandangan jengkel.
Selesai sarapan Sarah mengajak Nathan untuk menyampaikan rencana yang telah ia katakan pada Alyssa. Tapi Alvin bersikeras ingin ikut bagian dalam pembicaraan itu. Alhasil dengan persetujuan Nathan mereka akhirnya bicara berempat. Sarah sedikit kesal dengan Alvin, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimanapun juga memang Alvin seharusnya tahu tentang rencana ini karena ia adalah manajer Nathan.
Sarah menjelaskan tentang rencananya dengan sangat detail. Nathan dan Alvin menyimak dengan seksama.
__ADS_1
“Gimana? Kalian setuju?” tanya Sarah setelah selesai menjelaskan tentang rencananya.
“Aku nggak setuju!” tolak Alvin. Yang lainnya lalu memandang Alvin secara bersamaan.
“Kenapa?” tanya Nathan.
“Nat, apa aku bilang. Dia itu licik, banyak akalnya. Dia sengaja bikin rencana ini biar bisa deket sama kamu. Dia kan daridulu memang naksir kamu Nat” kata Alvin.
“Eh Vin, aku akuin emang aku daridulu suka sama Nathan. Tapi niat aku tulus mau bantuin dia. Lagipula aku tahu kalau Nathan menyukai Alyssa. Pasti Nathan juga nggak mau kalau sampai Alyssa dianggap sebagai orang ketiga” balas Sarah.
“Terus kenapa kamu mau secara sukarela gantiin Alyssa? Itu kan bakalan ngerusak karir kamu kalau orang-orang nganggap kamu yang jadi orang ketiga. Pasti kamu punya niat jahat kan?!” balas Alvin lagi dengan suara lebih tinggi.
“Astaga Vin! Kamu pikirannya negatif terus tentang aku. Aku beneran nggak ada niat apa-apa, cuma pengen bantuin Nathan aja. Aku nggak mau Nathan menderita karena cinta lagi. Aku juga ikutan stres ngelihat Nathan patah hati Vin!”
“Udah!! Kalian berdua diam!” Nathan tidak tahan melihat dua orang itu berteriak di depannya. “Biarkan aku berpikir sebentar!”.
Nathan berpikir sejenak, apa yang direncanakan Sarah memang ide yang bagus. Lagian Sarah sudah kebal dengan berbagai gosip jadi ia pasti tidak akan terpengaruh dengan omongan orang. Tapi Alyssa, dia tidak terbiasa dengan kehidupan artis yang penuh dengan gosip. Pasti ia akan tertekan dengan pemberitaan itu nantinya. Lagipula Nathan dan Sarah memang bersahabat sejak kecil, bahkan orang tua mereka saling mengenal. Itu bisa dijadikan alasan bagi Nathan bahwa ia dan Sarah hanya liburan dengan status sahabat bukan sebagai pacar. Kalau pun nantinya orang-orang masih tidak percaya, ia masih bisa meminta tolong pada orangtuanya ataupun orangtua Sarah untuk memperjelas hubungn mereka.
“Alyssa, bagaimana menurutmu dengan rencana Sarah? Apa kamu setuju?” tanya Nathan.
“Eh.. iya.. itu terserah kamu aja Nat”.
“Baiklah, kalau begitu aku setuju dengan rencana Sarah”.
“Tapi Nat, kamu harus pikir dua kali..” Alvin masih tidak setuju dengan keputusan Nathan. Tapi kata-katanya dipotong oleh Sarah yang dengan cepat menutup mulut Alvin dengan tasnya. “Kamu apa-apain sih!?” kata Alvin sambil menepis tas bermerk Sarah.
__ADS_1
Sarah tersenyum puas dengan keputusan Nathan dan Alvin akhirnya menyetujuinya dengan terpaksa. Sementara di luar villa sudah ada beberapa wartawan yang sedang menyamar sebagai penduduk setempat untuk mencari berita. Tentu saja hal ini diketahui oleh Sarah. Ia segera memulai rencananya dengan berpura-pura sedang berjalan-jalan di pantai untuk mengelabui para wartawan yang sedang menyamar. Dengan begitu para wartawan akan mengira kalau ia sedang berlibur dengan Nathan. Sementara Alyssa tetap berada di dalam villa. Ia tidak diijinkan untuk keluar dari villa tersebut agar wartawan tidak curiga padanya.
Tidak butuh waktu lama, seperti perkiraan Nathan, Alvin dan Sarah, berita tentang Sarah yang berlibur dengan Nathan sudah muncul di TV pada sore harinya. Para presenter gosip berlomba-lomba untuk memberitakan hal itu. Dan kini akun media sosial Sarah sudah banyak mendapatkan komentar yang mengatakan kalau dirinya adalah orang ketiga penyebab putusnya hubungan Nathan dan Nadia. Tentu saja Sarah tidak mempedulikan omongan orang lain tentang dirinya. Ia bersikap santai saja seperti tidak terjadi apa-apa. Yang jelas rencananya untuk membantu Nathan sudah berhasil.