
Rangga menyuruh seorang penjaga villanya untuk membeli pakaian wanita agar Alyssa bisa mengganti pakaiannya. Sementara Alyssa masih membersihkan diri di kamar mandi dengan meneliti tubuhnya sendiri.
“Aku benar-benar tidak merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhku. Apa laki-laki itu benar sudah melecehkanku atau dia hanya pura-pura saja?” pikirnya.
Kini Rangga dan Alyssa sudah berada di rumah sakit. Mereka segera menuju ruang rawat inap setelah bertanya pada perawat sebelumnya. Rangga membuka pintu perlahan dan dilihatnya pria bernama Lucas yang baru saja ia ketahui namanya dari perawat tadi sedang tidur dengan wajah yang masih bengkak dan lebam.
“Rangga, aku mau bicara berdua dengannya!” ucap Alyssa masih berdiri di depan pintu.
“Tapi..”
“Kumohon Rangga!”
“Baiklah, aku tunggu di luar. Jika dia akan berbuat macam-macam padamu panggil aku!”
“Iya!”
Alyssa lalu masuk ke dalam ruangan dan Rangga menunggunya dengan berat hati di luar. Alyssa berjalan mendekat ke arah Lucas lalu duduk di kursi samping tempat tidurnya.
Lucas yang merasa ada seseorang yang menghampirinya membuka matanya dengan perlahan. Ia melihat seorang wanita cantik yang ia tahu siapa sedang duduk sambil menatapnya dengan tajam.
Lucas berusaha bangun untuk bersandar pada tempat tidur tapi semua badannya teras masih sakit. Alyssa tidak mempedulikannya, ia membiarkan Lucas bangun sendiri dengan menahan rasa sakit. Setelah butuh perjuangan akhirnya Lucas sudah menyandarkan tubuhnya pada tempat tidur.
“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Alyssa langsung.
“Aku Lucas!” jawab pria itu santai.
“Aku tidak bertanya siapa namamu! Kenapa kamu melakukan hal ini padaku? Apa aku punya salah padamu?”
Lucas tersenyum melihat Alyssa yang berusaha menahan emosi pada dirinya. Sebenarnya sejak melihat Alyssa ia merasakan sesuatu yang berbeda pada dirinya. Wajah Alyssa yang sedikit mirip dengan mantan kekasihnya membuatnya tidak tega untuk melakukan sesuatu yang bisa merusak kehormatan Alyssa.
“Kenapa tersenyum?” tanya Alyssa gusar.
“Tidak! Kamu tidak mempunyai salah apapun padaku!” jawab Lucas dengan tenang.
“Lalu kenapa kamu melakukan ini padaku?”
“Karena aku sudah menyukaimu sejak dulu!”
“Bohong!” sergah Alyssa.
__ADS_1
“Aku tidak berbohong. Aku melakukan semuanya karena aku memang menyukaimu. Dan saat aku melihatmu di pesta kemarin aku tidak bisa melewatkan kesempatan untuk memilikimu!”
Alyssa yang sudah sejak awal menahan emosinya langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu. Ia pikir dengan berbicara berdua bisa membuat pria itu langsung mengaku tentang semuanya. Tapi rupanya ia salah, ia baru sadar kalau tidak mungkin semudah ini membuat orang itu mengaku. Saat akan menarik gagang pintu tiba-tiba pria itu memanggilnya.
“Hei, tunggu dulu! Siapa namamu?” tanyanya.
Alyssa membalikkan badannya dan menatap Lucas dengan tajam.
“Katanya kamu menyukaiku sejak dulu, masa namaku saja kamu tidak tahu!” Alyssa jadi semakin yakin kalau ada seseorang yang menyuruh Lucas untuk menjebaknya.
Lucas diam sejenak. Pertanyaan bodohnya itu sepertinya akan membongkar semuanya. Kenapa dirinya bisa begitu ceroboh dengan menanyakan nama Alyssa. Pasti sekarang gadis itu sedang curiga jika dirinya hanya orang suruhan.
Alyssa kembali berbalik hendak keluar sebelum Lucas berbicara lagi.
“Aku akan menikahimu!” katanya.
“Aku tidak akan pernah mau menikah denganmu!” balas Alyssa tanpa menoleh ke arah Lucas.
Rangga melihat Alyssa keluar dari ruang rawat inap. Ia segera menghampirinya.
“Dia tidak berbuat macam-macam padamu kan?” tanya Rangga yang terlihat begitu khawatir.
“Lalu bagaimana? Apa dia mengaku?”
“Dia tidak mau mengaku kalau ada orang yang menyuruhnya untuk menjebakku. Dia bilang kalau dia menyukaiku sejak dulu. Tapi ada yang aneh, dia tidak tahu siapa namaku”.
“Itu berarti benar, dia hanya orang suruhan!” ujar Rangga.
“Tapi bagaimana caranya membuat orang itu mengaku?”
“Nanti akan aku pikirkan caranya. Sebaiknya sekarang kamu temui Nathan dulu. Jelaskan padanya kalau kamu memang tidak tahu apa-apa”.
Alyssa mengangguk dan ia berjalan keluar rumah sakit bersama Rangga. Setelah menghabiskan waktu selama satu jam di perjalanan akhirnya Rangga yang mengantar Alyssa sampai juga di apartemen Nathan.
“Terima kasih sudah mengantarku!” kata Alyssa setelah turun dari mobil.
“Tidak masalah. Dan kalau kamu butuh sesuatu atau pertolongan jangan sungkan untuk memberitahuku!” ucap Rangga dari dalam mobil.
“Iya, terima kasih!”
__ADS_1
Alyssa melihat mobil Rangga melaju meninggalkannya di depan gedung bertingkat. Setelah dilihatnya mobil Rangga sudah cukup jauh Alyssa melangkahkan kakinya menuju apartemen Nathan.
Alyssa sangat terkejut melihat apartemen Nathan begitu berantakan. Semua barang tergeletak di lantai dan semua vas bunga sudah pecah. Belum lagi botol-botol minuman yang ada di atas meja ruang tengah berserakan begitu saja dan beberapa di antaranya pecah membuat ruangan itu penuh dengan pecahan kaca dan beling.
Alyssa menghela nafas panjang. Ia tahu saat ini Nathan pasti sedang sangat marah. Ia lalu memutuskan untuk membersihkan ruangan itu dulu sebelum berbicara dengan Nathan. Karena ia berpikir ruangan yang bersih dan nyaman akan membuat suasana hati lebih baik.
Sementara di dalam kamar Nathan terlihat sedang menenggak minumannya. Walau pun sudah terlihat sangat mabuk dan berantakan tapi ia masih saja meminum minumannya. Pikirannya yang kacau tak membuatnya menyadari jika di luar kamar ada yang sedang membersihkan apartemennya.
Hampir sejam Alyssa membersihkan itu semua dan kini ruangan yang tadinya seperti kapal pecah sekarang sudah terlihat bersih seperti semula walau beberapa barang yang sebelumnya ada di tempatnya untuk mempercantik ruangan sekarang sudah tidak ada karena hancur.
Alyssa segera menuju kamar Nathan dan setelah membuka pintu kamarnya ia melihat Nathan duduk di sofa dengan tubuhnya bersandar dan tangan kanannya memegang botol minuman. Alyssa tahu saat ini Nathan pasti sedang mabuk dan itu lah caranya melampiaskan kemarahannya. Ia berjalan pelan menghampiri Nathan yang sedang memejamkan matanya.
Duduk di samping Nathan, Alyssa memandangi wajah kekasihnya itu dengan lekat. Ia bisa mencium bau alkohol dari tubuh Nathan. Entah sudah berapa banyak alkohol yang diminumnya hingga membuatnya begitu berantakan. Perlahan ia mengusap lembut rambut Nathan dan itu membuat Nathan reflek membuka matanya.
“Ah, rupanya kekasihku yang cantik ini datang mencariku” ucap Nathan.
Alyssa hanya diam tidak membalas, ia tahu saat ini Nathan sedang sangat mabuk.
Nathan mendekatkan Alyssa ke arahnya lalu memeluknya dengan erat. Ia membisikkan sesuatu di telinga Alyssa.
“Bagaimana rasanya? Apa kamu mendapat kepuasan dengan pria itu?”
Alyssa melepaskan dirinya dari pelukan Nathan dengan paksa. Ia melihat Nathan akan meminum minumannya lagi. Dengan cepat tangan Alyssa menghentikannya agar Nathan tidak meminum alkohol lagi.
“Kamu itu sudah sangat mabuk. Berhentilah minum!” kata Alyssa lalu mengambil botol minuman dari tangan Nathan dan meletakannya di meja yang agak jauh dari Nathan.
“Kenapa kamu melakukannya padaku?” Nathan bertanya dengan tiba-tiba dan membuat Alyssa menghampirinya lagi dengan cepat.
“Nathan, aku tidak melakukan apapun. Aku akan menjelaskan semuanya padamu. Aku tidak kenal dengan pria itu. Dia sudah...”
“Jadi kamu tidur dengan pria yang tidak kamu kenal? Sementara dulu kamu pernah menolakku!”
“Tidak Nathan. Ini semua salah paham! Kamu dengarkan aku, dia sengaja melakukan itu agar membuat...”
“Dasar wanita mura***!”
Alyssa tidak meneruskan kata-katanya. Nathan sudah menyebutnya wanita mura***. Dan itu membuatnya sangat terluka.
***
__ADS_1