Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Jebakan Nadia


__ADS_3

Saat ini media sosial tengah dihebohkan dengan video Nathan mencium seorang wanita cantik. Walau begitu mereka tidak tahu pasti siapa wanita yang dicium Nathan karena wajahnya tidak terlihat dengan jelas. Cara pengambilan video yang dari jauh dan banyak gerak membuat orang-orang sulit menebak wanita yang beruntung itu.


Sarah dan Alvin yang tengah menikmati kebersamaan mereka berdua di kampung halaman Alvin sangat terkejut melihat video yang tersebar itu.


“Lihat lah video ini!” Sarah memberikan Alvin ponselnya agar ia melihat video yang sedang heboh itu.


Alvin melihatnya dan raut wajahnya seketika berubah menjadi kesal.


“Sial!” katanya.


“Kenapa sial?” tanya Sarah yang menduga kalau Alvin sedang cemburu pada Nathan karena sudah mencium Alyssa. Sarah masih dibayang-bayangi oleh perkataan Nadia yang menyuruhnya berhati-hati pada Alyssa. Itu lah sebabnya reaksi sekecil apa pun yang diperlihatkan Alvin untuk Alyssa akan membuatnya cemburu.


“Apa kamu tidak tahu kalau yang dicium Nathan itu adalah Alyssa?” tanya Alvin.


“Iya aku tahu! Memangnya kenapa? Alyssa kan pacarnya” sahut Sarah.


“Nah itu dia yang bikin aku jadi sial!” ucap Alvin yang membuat Sarah menjadi bingung.


“Maksudmu?”


“Sebentar lagi para wartawan akan menelponku untuk menanyakan siapa gadis yang dicium Nathan. Itu akan sangat merepotkan dan menggganggu liburan kita!”


Dan benar saja, setelah Alvin mengatakan itu semua ponselnya tiba-tiba berdering tanpa henti. Tak satu pun panggilan masuk itu dijawab olehnya.


“Kemarikan ponselmu!” pinta Sarah. Alvin langsung memberikan ponselnya yang masih terus berdering. Sarah mengambilnya lalu menonaktifkan ponsel Alvin.


“Dengan begini tidak ada yang akan mengganggu liburan kita. Selama kita masih disini kamu nggak usah mengaktifkan ponselmu!” kata Sarah yang langsung disetujui oleh Alvin.


Jauh dari tempat Alvin dan Sarah berada, pesta perayaan yang diadakan oleh Rangga kini telah usai. Satu per satu para tamu yang hadir sudah mulai meninggalkan villa tempat berlangsungnya pesta. Para pelayan sudah mulai membersihkan piring dan sisa-sisa makanan.


“Yang mana orangnya?” tanya seorang pria dengan seragam pelayan pada Rere.


Rere menunjuk ragu ke arah Alyssa yang kini sedang asik mengobrol dengan Nathan dan beberapa tamu yang belum pulang.


“Yang di samping Nathan Alexander?”


Rere menganggukkan kepalanya lalu pergi dengan cepat meninggalkan pria itu. Ingin rasanya Rere kabur dari tempat itu agar dirinya tidak terlibat dalam rencana Nadia. Tapi itu tidak mungkin karena ia sangat membutuhkan uang dan tak ingin dipecat dari pekerjaannya.


Pria suruhan Nadia tadi yang sudah menyamar menjadi seorang pelayan kini berjalan mendekat ke arah Alyssa dan Nathan dengan membawa nampan berisi minuman di tangan kanannya.


“Silakan diminum tuan dan nona!” kata pria itu sambil menyerahkan minuman satu per satu kepada Alyssa dan yang lainnya.

__ADS_1


“Terima kasih” kata semuanya tanpa menoleh ke arah pelayan tersebut yang kini sudah beranjak pergi.


Alyssa meminum minumannya sedikit sambil terus menemani Nathan yang tengah mengobrol dengan temannya. Tiba-tiba Rere datang kepadanya dan ingin berbicara berdua saja.


“Kenapa ingin bicara denganku?” tanya Alyssa heran karena ini untuk pertama kalinya Rere ingin bicara dengannya.


“Aku ingin menanyakan tentang Alvin” jawab Rere pelan. “Aku mau kita bicara berdua di situ!” Rere menunjuk sebuah bangku taman yang cukup jauh dari tempat pesta.


Alyssa tersenyum karena mengira kalau Rere menyukai Alvin. Ia kemudian meminta ijin kepada Nathan untuk berbicara dengan Rere yang sekarang sudah menuju bangku taman.


“Kenapa dia ingin bicara denganmu?” tanya Nathan setelah Alyssa meminta ijinnya.


“Sepertinya dia menyukai Alvin karena tadi dia bilang ingin menanyakan tentang Alvin” jawab Alyssa.


“Baiklah, tapi jangan lama-lama. Aku tunggu disini ya!” kata Nathan.


Alyssa mengangguk lalu berjalan ke arah bangku taman tempat Rere menunggunya. Alyssa duduk di samping Rere dan meminum minuman yang dibawanya tadi.


“Apa yang ingin kamu tanyakan?” tanya Alyssa.


“Eh.. emm.. itu.. Alvin, apa dia masih berpacaran dengan Sarah?” Rere sangat gugup dan takut saat ini. Ia tahu kalau sekarang ia sedang berbuat sesuatu yang salah, tapi ia tak ada pilihan lain.


“Memangnya kenapa?”


“Rere, apa kamu tidak melihat Sarah ke lokasi syuting mencari Alvin?”


“Ya, aku melihatnya!”.


“Kalau begitu kamu pasti tahu jawabannya”.


“Ya mungkin saja mereka putus”.


“Kenapa kamu berkata begitu? Apa kamu menyukai Alvin?”


Rere hanya mengangguk. Dalam hati ia merasa bersalah pada Alyssa karena telah membohonginya.


Alyssa menggelengkan kepalanya melihat Rere yang menunduk malu karena telah berkata padanya bahwa ia menyukai Alvin. Alyssa menghabiskan minumannya lalu melanjutkan perkataannya pada Rere.


“Tidak ada yang salah kalau kamu menyukai Alvin. Tapi kamu harus ingat jika sekarang Alvin sudah mempunyai kekasih dan kamu tidak boleh merusak hubungan mereka. Jika Alvin berjodoh denganmu suatu saat nanti pasti dia akan menjadi milikmu!”


“Iya aku tahu. Dan aku akan menunggu Alvin putus dengan Sarah!” jawab Rere.

__ADS_1


Rere melihat minuman di gelas yang Alyssa pegang sudah habis. Ia menunggu sesaat sampai akhirnya dilihatnya Alyssa sudah mulai mengantuk. Rere yang sudah tahu jika di dalam minuman Alyssa dicampur dengan obat tidur lalu berdiri dari duduknya. “Alyssa, terima kasih ya atas nasihatnya. Emm.. aku mau pulang dulu, Nadia sepertinya sudah menungguku. Dan aku mohon jangan bilang pada Alvin kalau aku menyukainya”.


Alyssa mengangguk dengan mata yang sudah terlihat hampir terpejam.


“Aku pergi dulu” kata Rere kemudian yang langsung berjalan dengan cepat mencari Nadia.


Nadia yang telah melihat dari kejauhan apa yang terjadi tersenyum puas karena sejauh ini rencananya sudah berhasil.


“Kerja yang bagus!” puji Nadia pada Rere yang saat ini sudah ada di depannya dengan wajah yang kesal.


“Kamu itu benar-benar wanita licik!” kata Rere.


“Hahaha.. aku tak peduli kamu menganggapku licik atau jahat. Yang terpenting sebentar lagi Nathan akan sangat membenci Alyssa!”


Nadia mengambil ponselnya dan menghubungi pria suruhannya tadi.


“Kamu kerjakan semua perintahku dengan benar! Besok pagi aku ingin mendengar kabar baik darimu!” Nadia menutup teleponnya dan tersenyum dengan seringai licik di wajahnya.


“Ayo Rere, kita pulang!” kata Nadia lalu mengajak Rere untuk menuju parkir mobil. “Ahh, padahal aku ingin sekali menyaksikan pertunjukkannya secara langsung!” lanjut Nadia.


Rere hanya bisa menahan emosinya pada Nadia. Ia berjalan di samping Nadia dengan perasaan bersalah pada Alyssa.


Dari jauh Nathan melihat Nadia dan Rere sudah berjalan menuju parkir mobil untuk pulang. Ia menoleh ke segala arah mencari keberadaan Alyssa tapi tak melihatnya juga.


“Mungkin dia sedang ke toilet. Aku tunggu disini saja supaya dia nggak bingung mencariku” batin Nathan.


Ia masih menunggu Alyssa sampai semua tamu pesta sudah pulang. Hanya tersisa dirinya dan Rangga yang ada disana. Para pelayan sudah beristirahat di tempat yang disiapkan oleh Rangga. Ia sengaja menyuruh semua pelayan untuk membersihkan villa besok pagi karena saat ini mereka semua pasti sudah lelah.


“Kenapa belum pulang?” tanya Rangga menghampiri Nathan.


“Aku masih menunggu Alyssa!”


“Memangnya dia kemana?”


“Ke toilet!”


“Oh, baiklah aku akan menemanimu disini sampai Alyssa kembali” ucap Rangga.


Rangga dan Nathan berbincang tentang keberhasilan film mereka. Dimana semua ini tak terlepas dari pengaruh Nathan dan Nadia yang masih diharapkan menjadi pasangan kembali oleh orang-orang.


“Sepertinya aku harus bersikap baik pada Nadia karena film ini juga banyak yang menonton gara-gara dia menjadi pasanganmu di film!” ujar Rangga.

__ADS_1


Namun Nathan tak memberikan respon apapun. Saat ini ia sudah terlihat mulai khawatir karena Alyssa tak kunjung kembali dari toilet. Ia mengambil ponselnya dan menelpon Alyssa tapi panggilan teleponnya tak juga dijawab oleh Alyssa.


***


__ADS_2