Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Kemarahan Nathan


__ADS_3

Nathan masih berusaha menghubungi ponsel Alyssa namun tak ada jawaban juga. Rangga yang sejak tadi berdiri di samping Nathan mulai ikut merasa cemas.


“Aku akan menyusulnya. Dimana toiletnya?” tanya Nathan cepat.


“Disana!” Rangga menjawab sambil menunjuk arah toilet. “Aku ikut!” teriak Rangga saat melihat Nathan sudah berlari menuju toilet.


Dengan cepat Nathan membuka pintu toilet namun Alyssa tak ada disana. Rangga mengarahkannya untuk ke toilet yang lain tapi Alyssa juga tak ada disana. Nathan mulai frustasi, ia mengacak-acak rambutnya sendiri.


“Aarrgghh! Kemana Alyssa?” Nathan berteriak.


“Kita cari ke semua tempat yang ada disini!” saran Rangga yang merasa ikut khawatir karena Alyssa tak juga muncul.


Mereka berdua mencari ke seluruh tempat yang ada di villa itu. Mulai dari tempat pelaksanaan pesta tadi, taman depan, taman belakang dan parkir mobil tak juga ada sosok Alyssa.


“Kita harus cari kemana lagi? Ponselnya juga sudah tidak aktif!” kata Nathan yang semakin terlihat cemas.


“Kita cari di dalam villa, kita belum mencarinya disana. Siapa tahu dia ingin melihat-lihat ke dalam!” seru Rangga.


Tanpa berpikir panjang lagi Nathan segera mengikuti Rangga masuk ke dalam villa. Mereka menyusuri setiap sudut dan ruangan di villa tersebut.


Sementara itu di sebuah kamar yang ada di villa tersebut seorang pria bernama Lucas tengah memandangi gadis cantik yang kini sudah tidur terlelap di ranjang besar yang ada di kamar itu. Ia menatap wajah gadis itu dengan lekat.


“Kamu terlihat sangat cantik dan begitu polos. Aku tidak tahu kesalahan apa yang kamu lakukan sehingga Nadia sangat membencimu dan rela membayarku untuk melakukan semua ini” katanya pelan sambil membelai lembut wajah Alyssa.


Tiba-tiba ponsel Lucas bergetar dan itu telepon dari Nadia. Ia langsung menjawab panggilan telepon itu.


“Apa kamu sudah menjalankan semua yang aku perintahkan?” terdengar suara Nadia dari seberang telepon.


“Sudah, sekarang gadis itu ada di kamar bersamaku!”


“Bagus! Kamu boleh melakukan apa saja padanya. Anggap saja itu bonus untukmu. Aku tahu kamu sangat menyukai gadis polos seperti itu. Kamu bisa memilikinya jika kamu mau!” Nadia menutup teleponnya.


Lucas terdiam sesaat memikirkan perkataan Nadia. Dirinya memang menyukai gadis cantik dan terlihat polos seperti Alyssa. Jika ia mau dirinya bisa saja berbuat sesuatu yang lebih pada Alyssa seperti yang selama ini ia lakukan pada wanita lain. Tapi entah mengapa ia merasa tidak sanggup berbuat itu pada gadis yang tertidur di depannya.

__ADS_1


Ia menghela nafas panjang dan mulai melakukan perintah Nadia. Ia membuka pakaian yang di kenakan oleh Alyssa dan membuangnya ke sembarang arah. Ia memalingkan wajahnya begitu tubuh Alyssa hanya mengenakan pakaian dalam saja. Ditariknya selimut untuk menutupi tubuh Alyssa dan ia sendiri segera membuka pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxernya. Dibaringkannya tubuhnya di samping Alyssa begitu mendengar langkah kaki mendekat. Lucas memeluk tubuh Alyssa dan juga menyelimuti tubuhnya sendiri.


Braakk!


Nathan membuka pintu dengan keras dan terkejut dengan apa yang dilihatnya. Alyssa tengah tertidur lelap dan dipeluk oleh seorang laki-laki. Kemarahannya semakin memuncak saat melihat pakaian yang berserakan di lantai. Tanpa pikir panjang lagi Nathan langsung menghampiri lelaki yang sedang memeluk kekasihnya itu dan langsung memukul wajahnya.


Lucas yang sudah tahu ini akan terjadi hanya bisa menahan sakitnya pukulan dari Nathan. Ia memang sengaja tak membalasnya karena mengingat perintah dari Nadia. Rangga yang sedang mencari Alyssa di ruangan lain segera berlari ke arah Nathan begitu mendengar keributan yang terjadi.


Rangga sangat kaget melihat Nathan yang memukul seorang pria dengan membabi buta di depan kamar. Ia berusaha untuk menarik Nathan agar berhenti memukul pria itu, tapi percuma saja karena Nathan sudah diselimuti oleh kemarahan.


“Siapa dirimu berani menyentuh pacarku?”


Bukk!


Nathan memukul wajah Lucas yang sudah babak belur.


“Berani sekali kamu tidur dengannya!”


Bukk!


“Pacarmu? Hahaha!” Lucas tertawa dan langsung mendapat hantaman lagi dari Nathan.


Rangga yang tidak bisa melerai Nathan memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mencari Alyssa. Dan betapa terkejutnya dia melihat Alyssa tertidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya dan pakaian yang berserakan di lantai. Dengan ragu-ragu Rangga membangunkan Alyssa tapi ia tak juga bangun dari tidurnya. Rangga mulai merasa ada yang salah pada Alyssa.


“Apa dia meminum obat tidur hingga membuatnya sangat terlelap sampai tak mendengar suara ribut di luar?”


Rangga yang menyadari ada yang tak beres segera mengambil baju pria tadi dan keluar untuk mencarinya. Dan ternyata Nathan masih terus memukuli pria itu yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai.


“Nathan hentikan! Kamu bisa membunuhnya!” teriak Rangga.


“Biarkan aku membunuh ba*****n ini!” Nathan terus memukulnya.


Rangga menarik tubuh Nathan dan sekuat tenaga berusaha untuk menahannya agar tak menyerang pria itu lagi.

__ADS_1


“Lepaskan aku!” teriak Nathan.


“Tidak akan!” Rangga balas berteriak.


“Tapi dia..”


“Biar aku yang mengurus pria itu. Kamu urus Alyssa di dalam!”


Perkataan Rangga itu membuat Nathan tersadar dan berhenti memberontak untuk melepaskan diri dari Rangga yang menahannya.


Karena Rangga melihat Nathan sudah mulai tenang dengan perlahan ia melepaskan temannya itu. Nathan segera berjalan menuju kamar untuk menemui Alyssa. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar laki-laki yang tadi dipukulnya mengatakan sesuatu.


“Aku akan bertanggung jawab menikahinya jika dia hamil!”


Nathan yang kembali emosi mendengar apa yang dikatakan pria itu berbalik arahnya berjalan hendak menghajarnya lagi. Tapi dengan gesit Rangga menahannya sekali lagi dan menyuruhnya untuk menemui Alyssa.


Nathan yang ingin meminta penjelasan pada Alyssa langsung berjalan menuju kamar dan meninggalkan Rangga dan pria itu di luar. Rangga melemparkan pakaian pria itu ke wajahnya.


“Cepat pakai itu!” kata Rangga.


Dengan bersusah payah Lucas mengambil pakaiannya dan memakainya. Meski terasa sangat sakit dan seperti tulangnya remuk tapi Lucas berusaha untuk berdiri. Rangga memapahnya dan mengajaknya ke luar villa untuk bicara berdua.


“Siapa kamu sebenarnya? Dan kenapa kamu memakai pakaian pelayan itu?” tanya Rangga ketika ia dan pria itu sudah berada di luar villa.


Namun Lucas yang ditanya bukannya menjawab tapi ia malah tertawa seperti meremehkan.


“Siapa yang menyuruhmu menyamar menjadi pelayan disini?” tanya Rangga lagi.


“Tidak ada. Aku melakukan semua ini karena sangat mencintainya dan aku sudah mendapatkan semuanya dari gadis itu!”


Bukk!


Rangga memukul wajah Lucas yang sudah babak belur karena di pukul Nathan tadi. Ia ikut marah karena pria itu telah melecehkan Alyssa. Ia memegang kerah pria itu dan menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


“Kalau kamu tidak mau berkata jujur, aku akan mencari tahu sendiri!” ucap Rangga.


***


__ADS_2