Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Usaha Memecahkan Masalah


__ADS_3

Rangga sudah menempelkan ponsel itu di telinganya tanpa berkata apapun. Dan orang yang menelpon di seberang sana juga tak mengucapkan sepatah kata pun. Rangga sengaja tidak berkata apa pun karena ia tahu jika ia mengeluarkan sedikit saja suaranya pasti orang yang menelpon itu akan sadar jika ponsel itu telah dipegang oleh orang lain. Beberapa menit berlalu tapi tetap saja tak ada yang berbicara. Sampai akhirnya panggilan itu ditutup oleh si penelpon.


“Lucas sangat ceroboh! Sepertinya ponselnya telah diambil oleh Nathan. Untung saja aku tak berbicara apa pun. Kalau saja aku keceplosan mengatakan sesuatu pasti dia langsung tahu ini semua ulahku!” kata Nadia pada Rere yang tak menanggapi semua ucapannya.


“Tapi dimana Lucas sekarang? Apa rencana kita berhasil? Rere kenapa kamu tak menjawabku?” keluh Nadia karena Rere masih sibuk dengan ponselnya.


“Apa yang harus aku jawab? Aku sendiri juga tidak tahu jawabannya!” jawab Rere kesal.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Semoga saja Lucas tidak mengatakan apapun!” Nadia mulai gelisah karena sampai sekarang belum ada kabar dari Lucas.


Di villa milik Rangga, Alyssa yang baru terbangun dari tidur lelapnya kaget mendapati dirinya tidur tanpa mengenakan pakaian. Dilihatnya pakaiannya ada di sebelahnya lalu dengan cepat ia mengambil dan memakainya.


“Aku dimana? Kenapa aku bisa tidur disini tanpa pakaian?”


Setelah mengenakan pakaiannya Alyssa mengambil ponselnya mencoba untuk menghubungi Nathan, tapi ponsel Nathan sedang tidak aktif. Ia lantas berjalan keluar untuk mencari Nathan. Ia memanggil-manggil nama Nathan tapi malah Rangga yang menghampirinya.


“Rangga, dimana Nathan?” tanya Alyssa.


“Kita sarapan dulu, nanti aku jelaskan!” ucap Rangga langsung menarik tangan Alyssa mengajaknya duduk untuk sarapan di meja makan.


Alyssa menepis tangan Rangga dengan kasar. “Aku tanya Nathan dimana? Dan kenapa kamu ada disini?” Alyssa mulai marah karena Rangga tak menjawab pertanyaannya.


“Ini di dalam villa ku! Dan untuk Nathan, aku akan menjelaskannya nanti setelah kita sarapan”.


“Aku tidak mau! Jawab aku sekarang!”


“Aku tidak akan menjawab kalau kamu nggak sarapan!”


Rangga berjalan menuju meja makan sendiri. Alyssa mau tidak mau mengikutinya karena ingin mendapatkan jawaban dari Rangga. Dengan cepat Alyssa menghabiskan sarapannya.


“Aku sudah selesai! Sekarang jawab pertanyaanku. Dimana Nathan?”


Rangga menghela nafas panjang dan menatap Alyssa cukup lama. Ia tak tahu harus darimana menceritakan tentang kejadian semalam pada Alyssa.


“Kenapa diam?” tanya Alyssa lagi.


“Alyssa, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu tentang kejadian semalam!” ucap Rangga.


Alyssa berpikir sejenak apa maksud dari kejadian semalam yang dibicarakan oleh Rangga.


“Apa yang kamu lakukan padaku?” Alyssa tiba-tiba berkata begitu karena teringat ia terbangun tanpa mengenakan pakaiannya. Alyssa berpikir kalau Rangga telah melakukan sesuatu padanya sehingga Nathan marah dan meninggalkannya disini.


“Aku tidak melakukan apapun padamu. Biarkan aku menjelaskan semuanya agar kamu mengerti!”

__ADS_1


Alyssa menggangguk pelan dan Rangga mulai menceritakan kejadiannya dari awal. Alyssa mendengarkan penjelasan Rangga tanpa memotong perkataannya. Dan tanpa ia sadari air matanya jatuh membasahi pipinya.


“Pasti Nathan marah padaku” katanya kemudian setelah Rangga selesai menceritakan semuanya.


“Tapi Rangga, aku berani bersumpah. Aku tidak tahu apa-apa tentang ini semua. Aku bahkan tidak tahu wajah lelaki yang kamu maksud itu!”


“Ya Alyssa, aku percaya padamu. Dan aku sangat yakin kamu dijebak! Tapi ada satu hal yang ingin aku pastikan dulu”.


“Apa?” tanya Alyssa.


“Apa kamu merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuhmu? Maksudku apa kamu..”


“Aku tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh laki-laki itu padaku. Yang aku tahu hanya aku terbangun tanpa mengenakan pakaianku. Kalau laki-laki itu telah melakukan sesuatu padaku itu berarti aku sudah..” Alyssa tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia mulai menangis dan membenamkan wajahnya pada kedua tangannya.


Rangga berdiri dari duduknya dan menghampiri Alyssa lalu memeluk gadis itu berusaha untuk menenangkannya.


“Nathan pasti sangat kecewa padaku. Sekarang dia pasti membenciku” ucap Alyssa sambil terus menangis di pelukan Rangga.


“Kamu tenanglah! Kita akan cari bukti kalau kamu memang dijebak!”


“Bagaimana cara membuktikannya?” Alyssa berhenti menangis dan menatap Rangga penuh harap. “CCTV!” seru Alyssa kemudian.


“Aku sudah memeriksa CCTV. Tapi tak ada salahnya kalau kamu melihatnya juga. Siapa tahu ada yang kamu ingat!”


“Kamu lihatlah itu, pelayan itu yang tidur denganmu” kata Rangga menunjuk pelayan yang memberikan Alyssa minuman.


“Dia orangnya? Tapi aku tak mengenalnya. Tunggu dulu! Apa jangan-jangan dia telah menaruh obat tidur pada minumanku? Karena dia yang memberikannya dan bukan aku yang mengambil minuman dari nampan yang dia bawa!”


“Aku juga merasa begitu! Tapi lihatlah rekaman selanjutnya. Orang itu tak nampak lagi pada CCTV. Sepertinya dia sudah tahu dimana saja letak CCTV sehingga sebisa mungkin ia menghindarinya. Dan ini, kamu lihat! Rekaman berikutnya memperlihatkan dia sudah membawamu ke dalam kamar!”


“Kenapa dia berbuat begitu padaku?”


“Entahlah, kemungkinannya cuma ada dua. Yang pertama dia melakukan itu semua karena memang menginginkanmu dan yang kedua dia melakukan itu semua atas perintah seseorang


untuk menyakitimu”.


“Kalau dia disuruh oleh seseorang, siapa orang itu?” Alyssa merasa selama ini dirinya tidak punya musuh. “Apa mungkin dia orangnya?” katanya kemudian.


“Dia siapa?” tanya Rangga cepat.


“Rere! Setelah pelayan itu memberikanku minum, Rere menghampiriku dan mengajakku berbicara berdua!”


“Rere? Manajer Nadia?”

__ADS_1


“Iya! Aku mengobrol dengannya. Apa kamu tidak melihatnya tadi di CCTV? Dia menghampiriku dan setelah itu aku mengikutinya dan meninggalkan Nathan bersama teman-temannya”.


Rangga memutar ulang rekaman CCTV dan melihatnya sekali lagi. Bagaimana mungkin ia bisa melewatkan kejadian yang penting seperti itu. Padahal itu bisa menjadi sebuah petunjuk untuk mengungkapkan kejadian ini.


“Dimana kalian berdua mengobrol?”


“Di taman yang ada banyak pohon mawarnya itu”.


“Ah iya, aku memang tidak memasang CCTV disana! Apa yang Rere lakukan padamu disana?”


“Tidak ada. Kami hanya membicarakan Alvin karena aku pikir dia menyukai Alvin. Tapi setelah itu aku merasa mengantuk dan aku tidak mengingat apa-apa lagi”.


“Apa kamu pernah punya masalah dengan Rere?”


Alyssa menggelengkan kepalanya.


“Kalau begitu sudah jelas ini pasti rencana Nadia untuk merusak hubunganmu dengan Nathan”.


“Mungkin saja. Tapi kita nggak punya bukti kuat kalau Nadia yang merencanakan ini semua!” Alyssa seperti kehilangan harapannya.


“Kita masih punya laki-laki itu!”


“Siapa?”


“Pelayan itu! Kita harus bisa membuatnya mengakui semua!”


“Tapi dimana dia sekarang?” tanya Alyssa sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan karena sedari tadi ia tak melihat siapa pun disana kecuali Rangga.


“Dia sekarang ada di rumah sakit!”


“Rumah sakit?”


“Iya! Nathan memukulnya hingga babak belur! Ya walau pun aku juga ikut memukulnya sedikit”.


“Antar aku bertemu dengan laki-laki itu!” Alyssa sudah berdiri dari duduknya ingin cepat ke rumah sakit bertemu dengan laki-laki yang ia pikir sudah melecehkannya.


“Kamu nggak usah ikut, biar aku saja yang menemuinya sendiri!” Rangga takut jika Alyssa bertemu dengan pria itu akan membuatnya semakin bersedih.


“Nggak! Aku mau ikut!”


“Kamu yakin?”


Alyssa mengangguk dengan mantap dan tekad yang kuat.

__ADS_1


***


__ADS_2