Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Alvin Dan Sarah Lagi


__ADS_3

Sarah bergegas untuk mandi dan sarapan seadanya setelah mendapatkan pesan dari Nathan. Ia mengendarai mobilnya sendiri menuju tempat lokasi syuting Nathan. Sekitar tiga puluh menit ia telah sampai di tempat tujuannya.


Sarah melangkahkan kakinya dengan anggun memasuki tempat syuting. Banyak kru film yang menatap ke arahnya karena tidak menyangka Sarah akan datang kesana.


“Anda kemari ingin mencari Nathan atau manajernya?” tanya salah seorang kru film yang menghampirinya.


Semua orang yang ada disana mengetahui dari acara gosip bahwa Sarah dan Alvin sedang berpacaran. Tapi tidak ada yang pernah menduga jika Sarah akan datang ke lokasi syuting hanya untuk bertemu dengan pacarnya.


“Aku ingin menemui manajernya. Apa kamu tahu dia ada dimana?” kata Sarah dengan ramah.


“Dia ada di ruangan yang di sebelah sana!” jawab kru film itu sambil menunjuk ruangan tempat Alvin, Nathan dan Alyssa berada.


“Terima kasih” Sarah berjalan menuju ruangan yang diberitahukan tadi. Namun langkahnya terhenti ketika dilihatnya Nadia telah berjalan menuju ke arahnya.


“Hai Sarah!” sapa Nadia dengan ramah yang dipaksakan.


“Tidak usah berpura-pura bersikap ramah padaku!” balas Sarah.


“Hahaha.. apa begitu kelihatan sekali diwajahku kalau aku hanya berpura-pura?”


“Sudah lah, aku kemari bukan untuk menemuimu” Sarah berjalan melewati Nadia tapi langkahnya terhenti saat sekali lagi Nadia memanggilnya.


Nadia menghampiri Sarah dan membisikkan kalimat di telinganya.


“Berhati-hatilah dengan Alyssa jika kamu tidak ingin kehilangan cinta!” Nadia tersenyum licik setelah mengucapkan kalimat itu lalu berjalan pergi meninggalkan Sarah yang masih berdiri mematung di tempatnya.


“Apa maksud kata-kata Nadia tadi?” batin Sarah.


Sarah sudah berada di depan ruangan yang tadi ditunjukkan oleh salah satu kru film. Perlahan ia membuka pintu tersebut dan mengintip ke dalam apakah benar itu ruangan Nathan. Ia mengedarkan pandangannya dan melihat Alvin duduk di salah satu kursi sambil memainkan ponselnya. Sarah tersenyum melihatnya kemudian masuk ke ruangan dengan penuh percaya diri.


“Wah, kejutan sekali! Sarah Anastasia berada di lokasi syutingku!” kata Nathan dengan suara yang sengaja di keraskan agar Alvin menoleh ke arahnya.


Dan benar saja, begitu mendengar nama Sarah disebut Alvin langsung mengalihkan pandangannya dari ponsel yang ia mainkan. Beberapa detik Alvin terpana melihat Sarah yang berjalan menghampiri Nathan. Sarah sangat cantik hari ini dan Alvin sudah lama tak melihatnya. Namun wajahnya berubah kesal saat melihat Sarah memeluk Nathan di depannya walau ia tahu pelukan itu hanya sekedar sapaan belaka.

__ADS_1


“Lihat, wajah Alvin berubah kesal begitu melihat kamu memelukku” bisik Nathan kepada Sarah sambil melirik sekilas ke arah Alvin.


Sarah ikut melirik dan benar apa yang dikatakan Nathan, sekarang Alvin sudah terlihat sangat kesal dan kembali memainkan ponselnya dengan kasar. Sarah tersenyum lalu melepaskan pelukannya dengan Nathan. Ia menghampiri Alvin dan duduk di sampingnya.


“Kalau begitu kalian mengobrol lah. Aku mau keluar sebentar” ujar Nathan yang memang sengaja meninggalkan kedua orang itu agar mereka bisa lebih leluasa.


“Kamu tidak menyambutku?” tanya Sarah.


“Hai nona Sarah!” jawab Alvin masih kesal.


Sarah tersenyum melihat tingkah Alvin yang seperti anak kecil itu.


“Sarah? Kenapa kamu bisa ada disini?” tanya Alyssa yang baru saja masuk ke ruangan dan melihat sudah ada Sarah duduk di samping Alvin.


“Ya, aku sengaja kemari karena ingin bertemu dengan seseorang” ucap Sarah sambil melirik ke arah Alvin.


Alvin melihat Sarah sudah berjalan mendekati Alyssa lalu memeluknya dan mencium pipi kanan dan kirinya.


“Siapa yang ingin ditemuinya? Apakah aku? Kalau dia ingin bertemu denganku kenapa dia tidak memelukku seperti yang lain?” gumam Alvin dalam hati.


“Iya, hari ini jadwalku kosong tapi aku nggak tahu mau ngapain makanya aku kemari. Aku bosan di rumah sendirian”.


“Baguslah kamu kemari, jadinya Alvin nggak marah-marah lagi deh” ceplos Alyssa.


Sarah tampak bingung dan tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Alyssa. Baru saja ia ingin menanyakan apa maksud dari Alvin marah-marah itu tapi ia tak jadi menanyakannya. Sarah melihat Alvin beranjak dari duduknya dan kini sudah menutup mulut Alyssa dengan tangannya agar sahabatnya itu tak berbicara lebih jauh lagi pada Sarah yang bisa membuatnya malu.


“Kamu apa-apaan sih Vin!” protes Alyssa sambil menepis tangan Alvin.


Alvin menarik Alyssa agak menjauh dari Sarah.


“Kamu jangan ngomong yang aneh-aneh tentang aku di depan Sarah” Alvin agak berbisik agar kata-katanya tak di dengar oleh Sarah.


“Emang aku ada ngomong apaan?” balas Sarah dengan suara yang sangat pelan.

__ADS_1


“Kamu tadi ngomong ke Sarah kalau aku marah-marah”.


“Yee.. itu kan emang bener tadi kamu marah-marah sama aku dan Nathan”.


“Aku nggak mau tahu, pokoknya kamu ngomong yang baik-baik aja tentang aku ke Sarah!”


Sarah mulai kesal karena Alvin dan Alyssa mengacuhkannya yang masih berdiri seperti orang bodoh di ruangan itu. Apalagi ia melihat Alvin begitu akrab dengan Alyssa. Sarah jadi teringat kembali dengan ucapan Nadia kalau dirinya harus berhati-hati dengan Alyssa.


“Apa Alyssa akan merebut Alvin? Ahh.. nggak mungkin! Alyssa kan sukanya sama Nathan. Tapi mereka akrab sekali sampai melupakan kehadiranku disini. Apa Alvin yang menyukai Alyssa?” pikiran Sarah begitu banyak tentang Alvin dan Alyssa.


“Hey! Kalian kenapa bisik-bisik? Ada aku disini!” kata Sarah kemudian yang membuat Alyssa dan Alvin menoleh ke arahnya.


Alyssa menghampiri Sarah dengan senyuman manisnya. “Maaf, tadi Alvin menyuruhku untuk membicarakan hal yang baik-baik saja tentang dia di depanmu”.


“Alyssa!” Alvin berteriak pada Alyssa karena tak menyangka Alyssa akan berkata sejujur itu pada Sarah yang membuatnya semakin malu.


“Sarah, aku mau cari Nathan dulu ya. Bye!” Alyssa buru-buru keluar dari ruangan sambil tertawa puas ketika melihat Alvin akan berjalan ke arahnya.


Kini hanya tinggal Alvin dan Sarah yang ada di ruangan itu. Mereka berdua terdiam tanpa ada yang berbicara terlebih dahulu. Suasana begitu canggung selama beberapa menit sampai akhirnya Alvin mengajaknya duduk.


“Kita duduk dulu” katanya.


Sarah mengikuti Alvin dan mereka duduk bersebelahan agak jauh.


“Aku senang kamu kemari” ucap Alvin kemudian.


“Benarkah?”


“Iya, sudah lama aku tak melihatmu”.


“Apa kamu merindukanku?” tanya Sarah secara spontan lalu beberapa detik kemudian ia tersadar dengan apa yang ditanyakannya. Kenapa ia begitu percaya diri menanyakan hal itu pada Alvin? Sarah menunduk karena malu saat Alvin yang dari tadi tak melihat ke arahnya sekarang malah menatapnya dengan sangat lama.


Meski pun Sarah menunduk tapi ia bisa melihat dari sudut matanya jika Alvin masih terus menatapnya. Ditatap begitu lama oleh Alvin membuat jantung Sarah berdebar tak karuan apalagi Alvin tak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


“Apa yang aku tanyakan tadi? Sekarang pasti Alvin berpikir kalau sebenarnya aku yang merindukannya. Sarah! Kamu bodoh sekali!” Sarah merutuki dirinya sendiri dalam hati.


***


__ADS_2