Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Sarah Anastasia


__ADS_3

Hari berikutnya Alyssa terbangun pukul 8 pagi. Entah jam berapa ia tertidur semalam ia tidak tahu. Pagi ini ia terbangun dengan perasaan senang. Ya, rupanya ia merasa senang karena mengetahui Nathan punya perasaan padanya. Walaupun tidak terlalu berharap lebih, setidaknya hari-hari ke depan akan semakin menyenangkan baginya. Setelah selesai mandi ia keluar kamar tapi tidak tampak Alvin ataupun Nathan. Hanya ada Bu Wati yang sibuk bersih-bersih dengan sapu bulunya.


“Bu Wati lihat Nathan nggak?”


“Tuan Nathan sepertinya masih tidur, belum ada keluar kamar daritadi” jawab Bu Wati.


“Kalau Alvin?”


“Kalau tuan Alvin tadi ibu lihat sibuk terima telpon di halaman depan”.


“Makasi ya Bu Wati” kata Alyssa lalu berjalan menuju halaman depan untuk mencari Alvin.


Tapi betapa terkejutnya dia ketika membuka pintu sudah ada seseorang yang berdiri di depan pintu. Seorang wanita cantik, seksi dan tinggi semampai. Wanita itu adalah Sarah Anastasia. Dia adalah model yang pernah Alyssa lihat tidur bersama Nathan.


“Mau apa sih dia kesini? “ batinnya.


“Nathan ada disini kan?” tanya Sarah pada Alyssa tanpa basa basi.


“Dia kayaknya masih tidur”.


“Oke, kalau begitu aku mau bicara berdua sama kamu”.


“Bicara apa?” Alyssa bertanya-tanya kenapa Sarah ingin bicara berdua dengannya.


“Sebaiknya kita bicara di taman belakang saja”.


Sarah berjalan menuju taman belakang dengan anggunnya. Alyssa mengikutinya, ia berpikir pasti Nathan sering mengajak wanita itu kemari. Karena dilihatnya Sarah berjalan dengan mantap dan sudah hafal betul dengan villa itu. Mereka duduk saling berhadapan di depan meja bundar yang ada di taman belakang. Sarah belum mulai pembicaraanya. Ia masih menatap Alyssa dengan tajam. Alyssa merasa tidak nyaman dengan tatapan itu, tapi ia berusaha melawan tatapannya. Ia tidak mau kalau Sarah berpikir dirinya takut dengan Sarah.


“Dasar si Nathan playboy! Baru tadi malam dia bilang ada perasaan sama aku, tapi sekarang dia malah berani nyuruh cewek ini kesini buat ketemu sama dia” Alyssa bergumam kesal dalam hatinya.


“Kamu pasti bertanya-tanya kan kenapa aku bisa ada disini?!” Sarah mulai pembicaraannya.


“Nathan yang nyuruh?” tanya Alyssa berusaha untuk tenang.


“Nggak! Dia nggak tahu kalau aku kesini. Aku sengaja mau kasih dia kejutan”.

__ADS_1


“Terus darimana kamu tahu dia disini?”.


Sarah tersenyum pada Alyssa dan berkata “Ya dari postingan dia lah. Aku sudah hafal betul tempat ini, aku sering kemari bersama Nathan”.


“Tuh kan betul, Nathan sering ngajak nih cewek kesini. Mereka pasti punya hubungan spesial” batin Alyssa.


“Kamu kan cewek yang ada di postingan Nathan itu?” tanya Sarah lagi.


“Maksudnya apa? Postingan apa?” Alyssa bingung dengan yang dibicarakan oleh Sarah.


“Jangan bilang kamu nggak punya sosial media!” kata Sarah lagi.


“Aku punya kok!”


“Kamu nggak lihat postingan Nathan kemarin?”


“Aku nggak sempat main sosmed” jawab Alyssa jujur.


Sarah mengeluarkan ponselnya dari dalam tas bermerknya. Ia lalu menunjukkan foto yang Nathan posting di sosial medianya. Betapa kagetnya Alyssa melihat postingan itu. Ia sangat yakin betul wanita yang ada di foto itu adalah dirinya.


“Sebaikya kamu tanya sendiri sama Nathan. Yang jelas sekarang kamu harus tahu. Gara-gara postingan Nathan ini sekarang orang-orang pada berpikir kalau wanita yang ada di foto ini yang tidak lain adalah kamu, adalah orang ketiga yang menyebabkan Nathan dan Nadia putus”.


“Tapi aku bukan orang ketiga. Aku nggak tahu kalau Nathan mengambil fotoku”.


“Iya aku tahu kamu bukan penyebab Nathan dan Nadia putus. Aku tahu cerita mereka berdua kenapa bisa sampai putus. Tapi ini sudah terlanjur, sekarang para wartawan sibuk mencari tahu tentang kamu. Tadi aku lihat di depan Alvin sedang sibuk menerima telpon dari para wartawan”.


Alyssa terdiam sejenak berusaha untuk mencerna penjelasan dari Sarah. Kini ia tahu alasan Nathan memintanya untuk tidak mengikutinya lagi saat bekerja.


“Sa, aku tahu Nathan menyukaimu. Pasti dia tidak ingin kamu dianggap sebagai orang ketiga. Aku punya rencana untuk melindungimu” lanjut Sarah.


“Rencana apa?”


“Pergi secara diam-diam dari villa ini. Aku akan berada disini menggantikanmu. Dengan begitu wartawan akan mengira akulah wanita yang ada di foto itu. Aku yakin sebentar lagi akan ada banyak wartawan yang kesini”.


“Maksudmu? Kamu rela dianggap sebagai orang ketiga demi aku?” tanya Alyssa yang mengganggap ide dari Sarah itu sangat konyol.

__ADS_1


“Iya!”


“Aku nggak bisa! Nathan harus tahu, ini masalah Nathan dan aku. Kamu nggak usah ikut campur. Lagian aku nggak bisa percaya dengan kamu gitu aja. Kita nggak saling kenal! Aku cuma lihat kamu sepintas waktu itu di apartemen Nathan”.


“Sa, aku ini sahabat Nathan dari kecil. Orangtuaku dan orangtua Nathan berteman. Kita tumbuh bersama dari kecil sampai aku pindah ke luar negeri. Dan sekarang aku kembali lagi kesini untuk mengejar cita-citaku menjadi model. Jadi aku tahu gimana Nathan, tanpa dia cerita aku sudah tahu kalau dia menyukaimu. Dan Nathan pasti setuju dengan rencanaku. Aku tahu pasti dia tidak ingin kamu dicap sebagai orang ketiga” Sarah berusaha meyakinkan Alyssa.


Alyssa tidak percaya begitu saja dengan penjelasan Sarah. Ia masih menaruh rasa curiga pada wanita itu.


“Kalau kalian sahabat, kenapa waktu itu aku lihat kalian tidur bersama?”


“Ooh.. yang waktu itu aku cuma temenin dia minum aja karena dia lagi sakit hati habis putus cinta. Terus kita sedikit mabuk dan akhirnya kita tertidur. Tapi itu cuma tidur biasa aja, kita nggak ada ngapa-ngapain. Sumpah!” jawab Sarah sambil membuat huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.


“Oke, kalau begitu aku ingin kamu menyampaikan hal ini pada Nathan langsung. Kalau Nathan setuju dengan rencanamu, aku akan ikuti”.


“Oke!” jawab Sarah singkat


Sebenarnya Alyssa masih ragu dengan Sarah. Apakah dia benar-benar tulus hanya ingin membantu atau dia punya maksud lain dibalik rencananya ini? Tapi setidaknya Sarah setuju untuk menyampaikan semuanya pada Nathan. Biarlah nanti Nathan yang memutuskan. Alyssa percaya pada Nathan sepenuhnya. Ia yakin kalau laki-laki itu akan mengambil keputusan yang tepat. Dan yang paling penting kini ia tahu kalau Nathan tidak ada hubungan khusus dengan Sarah.


Sambil berjalan menuju villa Alyssa bertanya pada Sarah lagi “emm... Sarah, boleh aku tanya sesuatu?”


“Boleh, tanya aja. Gratis!”


“Dulu waktu di apartemen Nathan kenapa kamu bilang... emm... itu.. kamu bilang..” Alyssa terbata-bata mengucapkan pertanyaannya. Ia takut Sarah akan tersinggung.


“Bilang lihat aja sampai kapan Nathan nggak tergoda sama aku? Itu maksud kamu?” Sarah bisa menebak apa yang ingin ditanyakan oleh Alyssa.


Alyssa hanya mengangguk, merasa malu dengan pertanyaan konyolnya itu.


Sarah tertawa kecil lalu menjawab “Aku memang menyukai Nathan. Aku berusaha membuat Nathan tertarik padaku. Aku pikir bisa merebut hatinya saat dia merasa kesepian setelah putus cinta. Tapi aku salah, Nathan hanya menganggap aku sahabatnya saja. Dan sekarang, kamulah orang yang disukainya. Mungkin dia belum menyatakan cinta padamu karena dia ingin memastikan sendiri perasaannya padamu. Dia pasti tidak ingin hanya menjadikanmu pelampiasannya saja”.


Entah mengapa Alyssa begitu senang mendengar kata-kata dari Sarah. Meski belum percaya sepenuhnya pada Sarah, tapi ia merasa apa yang dikatakan wanita itu adalah jujur.



Sarah Anastasia

__ADS_1


Kalau visualnya kalian rasa kurang cocok, kalian bisa bayangin sendiri visual dari masing-masing karakter ya...


__ADS_2