Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Mawar


__ADS_3

Hari ini Nathan terbangun dengan suasana hati yang baik. Bagaimana tidak, jika Alyssa sudah memaafkannya dan ia akan segera melamar gadis pujaannya itu. Sejak semalam Nathan sangat sibuk dengan ponselnya. Ia menghubungi Alvin dan timnya untuk kesiapan syuting hari ini. Ia harus segera menyelesaikan masalah yang dibuatnya agar bisa meninggalkan desa itu dengan tenang.


Nathan sarapan seperti biasa dengan Alyssa dan bi Lilis. Tapi sarapan pagi itu terasa berbeda karena Alyssa sekarang sudah menebar senyuman padanya. Bi Lilis yang melihat mereka jadi yakin kalau hubungan mereka sudah membaik dan tentu saja itu membuat bi Lilis senang.


Tepat setelah Nathan menyelesaikan sarapannya, Alvin sudah datang bersama dengan beberapa orang kru acara dari program TV. Meski terkesan syuting ini mendadak tapi produser acara yang kemarin sempat dihubungi oleh Alvin tidak ingin menyianyiakan kesempatan emas ini. Kapan lagi Nathan mau tampil dalam acara TV nya kalau bukan sekarang? Sebelum Nathan berubah pikiran, ia sudah menyiapkan rencana syuting ini dengan cepat.


“Kalian benar-benar keren!” Nathan mengacungkan kedua jempolnya pada Alvin dan yang lainnya. Semua yang ada disana merespon Nathan dengan senyum masing-masing.


Sebelumnya Alvin sudah meminta ijin lagi dengan pak kepala desa untuk melakukan syuting ulang dengan alasan hasil rekaman syuting sebelumnya hilang. Pak kepala desa memberikan mereka ijin untuk mengulang syuting lagi dan tentu saja kali ini warga desa lebih heboh daripada sebelumnya karena kru yang datang kali ini lebih banyak dan terlihat lebih profesional. Mereka rela meninggalkan kegiatan mereka hanya untuk menonton proses syuting. Dipimpin oleh Agus, warga desa yang akan menonton proses syuting hari itu sudah berjejer rapi di pinggir sungai menyaksikan beberapa kru yang terlihat sedang menyiapkan perlatan mereka. Tak lupa mereka juga sudah membawa bekal makanan untuk mereka nikmati karena mereka yakin proses syuting itu akan berlangsung lama. Pemandangan di sungai pagi itu terlihat seperti orang-orang sedang berpiknik.


Nathan dan Alvin berpamitan pada bi Lilis yang terlihat sedang membuka warung makannya dibantu oleh Alyssa.


“Jangan lupa nanti kamu lihatin aku syuting sehabis kamu bantuin bi Lilis!” bisik Nathan di telinga Alyssa sebelum pergi bersama Alvin.


Alyssa tersenyum dan mengangguk pada Nathan. Ia melambaikan tangannya begitu melihat Nathan dan Alvin sudah meninggalkan rumah bi Lilis. Pagi itu Alyssa memang berniat untuk menyaksikan proses syuting setelah ia membantu bi Lilis di warung makannya.


Bi Lilis sudah menyiapkan banyak makanan untuk Nathan dan para kru. Sebelum jam makan siang Alyssa harus sudah membawa makanan itu ke sungai untuk dibagikan.


“Kamu yakin bisa bawa semua ini sendiri?” bi Lilis bertanya ragu pada Alyssa karena makanan yang ia bawa lumayan banyak.


“Aku sudah menelpon Agus bi, nanti dia yang bantuin aku bawa semua makanan ini”.


Baru saja Alyssa selesai dengan kalimatnya, Agus sudah datang dengan motor kesayangannya. Ia membantu Alyssa membawa makanan itu ke sungai.


***

__ADS_1


Di pinggir sungai Alvin sudah membagikan satu tangkai mawar pada masing-masing warga yang menonton proses syuting itu. Warga menerimanya dengan senang hati karena mereka pikir itu adalah hadiah untuk mereka yang setia menyaksikan syuting hari itu.


“Nanti kalau aku memberikan kalian kode seperti ini” Alvin membuat sebuah gerakan singkat dengan tangannya. “Kalian maju satu-satu ke depan dengan membawa bunga itu dan berikan pada siapa pun nanti orang yang kalian lihat berdiri di batu itu selain Nathan!” sambil menunjuk ke sebuah batu besar yang ada di tengah-tengah sungai.


“Kami pikir bunga ini untuk kami” kata salah seorang warga yang tampak sedikit kecewa.


“Bunga itu untuk keperluan syuting, nanti kalian yang maju ke depan membawa bunga itu akan dapat kesempatan untuk masuk TV!” jelas Alvin.


“Wah, kalau begitu dengan senang hati kami akan melakukannya”.


“Iya, kapan lagi kita dapat kesempatan untuk masuk TV!”


Semua warga menjadi semangat saat tahu bahwa mereka berkesempatan untuk tampil di TV walau pun hanya sebentar. Desa mereka memang sangat indah dan masih terlihat begitu hijau, namun sayang tak banyak yang tahu tentang keindahan desa mereka. Contohnya sungai tempat Nathan syuting ini. Sungai itu begitu indah dengan dikelilingi pepohonan hijau dan air yang jernih. Ada air terjun yang walau pun tidak terlalu tinggi tapi menambah keindahan sungai itu. Air sungai yang tenang seakan memberikan dukungan untuk syuting itu agar bisa membuat desa mereka lebih dikenal banyak orang.


Alyssa sudah tiba di sungai dan langsung membagikan makanan yang ia bawa pada Nathan dan kru yang lainnya dibantu dengan Agus. Semua istirahat sejenak lalu menyantap makan siang mereka. Alyssa duduk di samping Nathan menemaninya makan.


“Iya, aku bakalan tungguin sampai kamu selesai syuting!”


Nathan sudah bersiap-siap untuk memulai syutingnya lagi. Terlihat sutradara sedang memberikan arahan padanya dan Nathan mengangguk paham dengan arahan yang diberikan. Setelah sutradara selesai memberikan arahan padanya Nathan sudah bersiap-siap melanjutkan aksinya kembali. Alyssa yang melihat begitu terpukau dengan penampilan Nathan. Tak hanya Alyssa, semua warga yang menyaksikan juga terpesona melihat Nathan yang kini berenang di sungai dengan bertelanjang dada, memperlihatkan perutnya yang sixpack. Para gadis remaja yang sengaja bolos sekolah untuk menyaksikan syuting kali ini berteriak-teriak histeris melihat pesona Nathan.


“Kamu, tolong bawakan Nathan handuk agar dia tidak kedingan setelah ini!” perintah sutradara sambil menunjuk Alyssa yang berdiri tak jauh darinya.


Alyssa menoleh ke kanan dan kirinya, tidak ada yang menengok ke arah sutradara saat tadi ia memberikan perintah untuk membawakan Nathan handuk.


“Kenapa masih toleh-toleh? Aku menyuruhmu!” kata sutradara itu lagi.

__ADS_1


“Aku?” Alyssa menunjuk dirinya sendiri.


“Iya, kamu! Ini cepat bawakan dia, kamu tunggu dia di batu itu, setelah selesai berenang berikan dia handuknya!” sutradara menyerahkan handuk pada Alyssa.


Alyssa berjalan hati-hati menuju batu besar yang ada di sungai itu. Dengan memegang handuk di tangannya ia menunggu Nathan. Berdiri di tengah-tengah dan disaksikan banyak orang membuat Alyssa menjadi sedikit salah tingkah. Nathan sudah selesai berenang dan Alyssa memberikannya handuk.


Sementara Alvin yang sudah melihat Nathan mengeringkan sekedar tubuh dan rambutnya dengan handuk yang diberikan Alyssa, langsung memberikan kode pada warga yang sudah membawa bunga mawar. Mereka mulai berbaris rapi dan berjalan satu per satu menuju batu besar yang ada di tengah sungai itu.


“Apa maksudnya ini?”


“Jadi kita harus memberikan bunga ini untuk Alyssa?”


“Kenapa harus dia yang berdiri disana?”


Beberapa gadis yang menjadi fans berat Nathan agak kecewa begitu tahu kalau mereka harus menyerahkan bunga mawar yang mereka pegang untuk Alyssa. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, walau pun dengan terpaksa tapi mereka ikut juga masuk dalam barisan orang-orang yang akan memberikan bunga mawar untuk Alyssa.


Nathan yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk tersenyum melihat beberapa orang yang sudah mulai berjalan satu per satu ke arahnya dan Alyssa. Alyssa yang berdiri membelakangi orang-orang tersebut belum menyadari hal itu. Nathan melempar handuknya sembarangan dan membalikkan tubuh Alyssa agar ia bisa melihat orang-orang yang sudah mendekat padanya.


“Ada apa ini? Kenapa mereka juga kemari?” tanya Alyssa bingung pada Nathan.


Nathan tersenyum penuh kelembutan.


“Sudah, kamu diam saja disini dan terima jika mereka memberikan sesuatu untukmu!” ucap Nathan.


Alyssa bertambah bingung ketika satu per satu orang-orang mendekat padanya memberikannya setangkai bunga mawar merah. Semakin lama bunga mawar ditangannya semakin banyak, ia terlihat mulai kesusahan untuk memegangnya. Meski begitu Alyssa masih tetap menerima bunga yang lainnya dengan segala kebingungannya.

__ADS_1


Dan sampailah pada orang terakhir yang tak lain dan tak bukan adalah Alvin. Ya, Alvin ikut dalam barisan panjang para warga. Tapi dirinya tak membawa bunga seperti yang lainnya melainkan membawa sebuah kotak kecil yang kemudian ia serahkan kepada Nathan.


***


__ADS_2