Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Sayang


__ADS_3

Nadia telah selesai melakukan syuting untuk iklan terbarunya. Setelah berganti pakaian ia segera masuk ke mobilnya. Sudah ada Rere sang manajer dan Tomi supir pribadinya yang menunggunya di mobil sedari tadi.


“Kita langsung pulang” katanya pada Tomi yang langsung melajukan mobilnya ke arah rumah Nadia.


Selama perjalanan menuju rumah Nadia, pandangan Rere tidak terlepas dari ponselnya. Ia terus menatap layar ponselnya dengan serius. Jarak dari lokasi syuting ke rumah Nadia tidaklah terlalu jauh, lima belas menit kemudian mereka telah sampai di rumah mewah itu. Nadia masuk ke dalam yang diikuti oleh Rere. Nadia melemparkan tasnya ke sembarang tempat, ia merebahkan dirinya di sofa. Sungguh sangat nyaman rasanya bisa rebahan setelah seharian penuh bekerja. Ia memejamkan matanya namun tidak benar-benar tertidur.


“Nad, ada kabar terbaru dari Nathan” kata Rere yang membuat Nadia membuka matanya lagi.


Nadia menegakkan kembali tubuhnya. Posisinya kini telah duduk menghadap Rere dengan tatapan serius.


“Kabar apa?” tanyanya.


“Nathan menerima tawaran untuk film baru yang akan disutradarai oleh Rangga”.


“Kenapa dia bisa menerima tawaran dari Rangga? Apa dia tidak tau kalau saat ini karir Rangga sedang di bawah? Semua artis berusaha untuk menolak tawaran filmnya karena tidak mau bermain dalam film yang dipastikan akan gagal. Tentu saja mereka tidak ingin karir mereka juga turun gara-gara bermain dalam film Rangga”.


“Aku juga berpikir yang sama denganmu Nad. Tapi Rangga sudah mengkonfirmasi sendiri kalau Nathan akan bermain dalam film terbarunya”.


“Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Nathan” ucap Nadia. “Cari tau siapa yang akan menjadi lawan mainnya di film itu” perintah Nadia.


“Iya!”


***


Malam harinya Alyssa telah duduk cantik di kursi bioskop. Ia mendapatkan tempat duduk agak di belakang dan kebetulan sekali dua kursi di sampingnya kosong. Ia meletakkan tasnya di kursi itu. Hari ini ia akan menonton film terbaru Nathan. Alyssa melihat ponselnya dan membalas pesan yang dikirim oleh Nathan.


Pesan


Nathan : kamu lagi dimana?


Alyssa : aku lagi di bioskop menonton film barumu.


Nathan : dengan siapa? Di bioskop mana?


Alyssa : aku menonton sendirian di bioskop XXX. Aku nonton dulu ya, filmnya mau mulai.


Kini ruangan bioskop itu mulai gelap dan film pun mulai diputar. Alyssa menikmati film yang ditontonnya itu sambil memakan popcorn yang telah ia beli tadi. Saat film baru diputar sekitar dua puluh menit tiba-tiba ada seseorang yang duduk di kursi tempatnya menaruh tas itu. Seorang pria yang mengenakan masker dan topi duduk di sampingnya dan menyerahkan tas yang ada di kursi itu pada Alyssa.


Alyssa meraih tasnya dan melihat sekilas pria yang ada di sampingnya.


“Sepertinya orang ini tidak asing” batinnya. Ia melirik pria itu lagi dan melihatnya lebih teliti dalam kegelapan.


“Nathan, kenapa kamu bisa kesini?” katanya pelan setelah melihat Nathan duduk di sampingnya.


“Sssttt... jangan berisik!” bisik Nathan.

__ADS_1


“Kalau ketahuan orang-orang gimana? Kamu ini suka banget bikin orang repot deh” oceh Alyssa.


“Ya makanya kamu jangan berisik biar nggak ketahuan. Udah tonton aja filmnya, ntar lagi ada adegan seru” ucap Nathan.


Alyssa akhirnya tidak banyak bicara lagi. Ia serius menonton film yang tengah di putar. Saat ada adegan romantis Alyssa mulai tampak kesal.


“Apa ini yang dikatakannya sebagai adegan seru? Pasti dia menikmati saat mencium lawan mainnya itu. Ahh.. kenapa aku jadi cemburu begini sih? Itu kan cuma akting aja, lagian Nathan sekarang adalah pacarku” batin Alyssa.


Setelah akhirnya dua jam berlalu film pun selesai diputar. Para penonton satu per satu pergi keluar dari bioskop. Alyssa dan Nathan masih duduk di tempatnya, menunggu yang lain keluar lebih dulu. Setelah benar-benar sepi barulah mereka berdua keluar dari gedung bioskop.


Nathan berjalan di samping Alyssa, ia terlihat ragu-ragu ingin menggenggam tangan kekasihnya itu.


“Kenapa aku jadi gini sih? Mau pegang tangannya aja pakai acara gugup segala. Please Nathan, Alyssa itu pacar kamu. Nggak ada yang salah kalau kamu cuma pegang tangannya aja” Nathan bergumam dalam hatinya.


“Alyssa!”


Alyssa menoleh ke arah Nathan saat Nathan memanggilnya. Dan tiba-tiba saja Nathan menggenggam tangannya.


“Mulai sekarang hanya aku yang boleh menggenggam tanganmu!”


Alyssa hanya tersenyum mendengar kata-kata Nathan. Ia berjalan di samping Nathan dan mulai mengeratkan genggaman tangannya.


Nathan mengantar Alyssa pulang ke rumah Alvin.


“Kamu mau mampir dulu?” tanya Alyssa setelah sampai di rumah.


Alyssa tersenyum pada Nathan, ia membuka pintu mobil dan segera keluar. Ia berjalan menuju pintu rumah yang diikuti oleh Nathan.


“Duduk dulu Nat, aku buatkan minuman” Alyssa meninggalkan Nathan seorang diri di ruang tamu. Beberapa menit kemudian Ia datang membawa dua cangkir teh untuk dirinya dan Nathan.


“Gimana tadi film baruku Sa? Kamu suka?” tanya Nathan ketika Alyssa sudah duduk di sampingnya.


“Emm.. lumayan”


“Kenapa cuma lumayan?”


“Ya gitu deh” jawab Alyssa singkat.


“Dia pakai nanya segala lagi, dia pikir aku seneng apa lihat dia ciuman sama orang lain walaupun cuma akting” batin Alyssa.


Nathan tersenyum melihat Alyssa yang sedikit cemberut. Itu terlihat sangat lucu baginya.


“Aku tau, kamu pasti nggak suka kan dengan beberapa adegan di film itu?” tanya Nathan sambil tersenyum ke arah Alyssa.


“Biasa aja! Aku nggak cemburu kok lihat kamu ciuman sama lawan mainmu itu”.

__ADS_1


“Aku kan nggak ada bilang adegan ciuman Sa! Hmm... jadi kamu nggak suka ya kalau aku beradegan mesra dengan lawan mainku?!” goda Nathan.


“Ya itu kan terserah kamu. Aku nggak peduli!” kata Alyssa sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


“Oke sayang, aku nggak bakalan ngambil peran yang ada adegan ciumannya” kata Nathan sambil merangkul pinggang Alyssa.


“Jangan panggil sayang, aku nggak biasa dengernya”.


“Tapi kan kita udah pacaran, nggak apa dong kalau aku panggil sayang ke pacar sendiri”.


“Oke, tapi pas lagi berdua aja ya. Kalau di depan orang lain kamu jangan panggil aku sayang. Pokoknya nggak ada yang boleh tau kalau kita pacaran” pinta Alyssa.


“Siap bos!” jawab Nathan. “Sayang, besok temenin aku ke suatu tempat ya” kata Nathan lagi.


“Kemana?”


“Ada deh! Besok aku jemput kamu jam sepuluh pagi” ucap Nathan.


“Oke!”


“Oh ya, aku boleh minta satu hal dari kamu nggak?” tanya Nathan.


Alyssa melepaskan tangan Nathan yang sedari tadi merangkul pinggangnya.


“Kamu jangan minta yang aneh-aneh ya! Aku nggak mau!” jawab Alyssa tegas.


“Sayang, kamu pikir aku bakalan minta apa dari kamu? Atau jangan-jangan kamu pengen aku melakukan yang aneh-aneh ya?!” goda Nathan.


“Idihhh.. apaan sih kamu Nat!”


“Habisnya kamu selalu berpikiran negatif tentang aku sih”.


“Terus kamu mau apa sebenernya?!”


“Aku mau kamu juga manggil aku dengan sebutan sayang. S A Y A N G. Sayang!” kata Nathan sambil tersenyum manja seperti anak kecil.


“Ogah!” jawab Alyssa sambil tersenyum senang melihat wajah Nathan yang berubah jadi cemberut saat mendengar jawabannya itu.


“Kamu nggak sayang sama aku? Terus kenapa kamu mau jadi pacar aku? Kalau kamu nerima aku karena rasa kasihan mending dari awal kamu tolak aku aja..” Nathan mulai mengoceh.


“Sayang!” Alyssa mengucapkan kata itu yang membuat Nathan terdiam sejenak.


“Coba ulangi lagi” pinta Nathan.


“Sayang!”

__ADS_1


Tanpa ragu-ragu Nathan langsung menarik Alyssa agar mendekat padanya. Ia langsung mencium kekasihnya itu. Dan Alyssa walaupun sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Nathan, tapi ia menerima ciuman itu.


***


__ADS_2