Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Keputusan Papa Rudi


__ADS_3

Alyssa sudah tiba di apartemen sebelum jam makan siang seperti yang dia harapkan. Nathan masih belum kembali dan Alyssa memutuskan untuk menonton TV sembari menunggu suaminya pulang. Sejam kemudian Nathan sudah tiba dengan membawa hasil masakannya yang ia buat dengan perasaan kesal karena baginya chef Daniel adalah orang yang sangat menyebalkan.


“Sayang, kamu sudah pulang” Alyssa menghampiri suaminya.


“Apa kamu menungguku lama?” Nathan mengecup kening istrinya.


“Iya, kamu lama sekali. Aku kangen” Alyssa mendadak bersikap manja pada suaminya. Ia merangkul lengan suaminya dengan erat. “Apa itu?” Alyssa menunjuk sesuatu yang dibawa oleh Nathan.


“Ini buatmu. Kamu tunggu disini, aku akan siapkan ini dulu”.


Nathan mulai menyiapkan makanan yang ia buat tadi di atas meja makan. Alyssa hanya memperhatikannya. Ia bersikap seolah-olah apa yang dilakukan Nathan itu adalah kejutan baginya. Sarah telah mengirimkan video Nathan yang sedang memasak bersama chef Daniel.


Hari-hari berikutnya mereka jalani dengan normal. Alyssa melakukan tugasnya sebagai seorang istri dengan baik. Untunglah selama kehamilan ia tidak terlalu banyak mengalami keluhan. Tidak ada mual muntah atau pun mengidam yang aneh-aneh. Hanya saja terkadang setiap malam ia selalu menangis ketika melihat Nathan tertidur. Perasaannya sedih melihat suaminya tidak bisa syuting lagi gara-gara dirinya.


Nathan sudah mulai kembali ke kantor dan jika Nathan sudah ke kantor Alyssa akan menemui mama Maya untuk meminta bantuan padanya agar papa Rudi mengijinkan Nathan untuk syuting kembali. Mama Maya bukan tidak mau membantu, tapi dirinya sudah pernah membicarakan hal itu pada suaminya. Dan papa Rudi selalu saja berusaha untuk mengalihkan pembicaraan jika istrinya sudah akan membicarakan hal itu.


“Maaf nak, mama sudah berusaha tapi sepertinya papa tidak mau mendengar alasan apa pun lagi kali ini” ucap mama Maya.


Alyssa merasa sepertinya sudah tidak ada harapan lagi untuk membuat papa Rudi mengubah keputusannya. Ia tidak mungkin bisa mengulur waktu terus menerus sementara Alvin selalu menunggu jawabannya.


“Vin, tawaran untuk Nathan itu kamu tolak saja” Alyssa menelpon Alvin dengan suara yang terdengar kecewa.


“Kamu yakin? Apa kamu tidak berhasil membujuk mertuamu?” tanya Alvin dari seberang telpon.


“Papa selalu menghindariku. Aku minta tolong ke mama dan hasilnya juga sama. Papa tidak mau mendengarkan kami berdua”.


“Ya sudah, tidak usah dipikirkan lagi. Kamu lagi hamil, nggak boleh stres. Lagian lama kelamaan Nathan pasti akan terbiasa dengan kerja kantoran seperti ini. Dia pasti bisa melupakan dunianya dengan cepat!” Alvin berusaha menenangkan Alyssa.

__ADS_1


Alyssa pulang ke apartemen lagi-lagi dengan perasaan sedih. Meski begitu ia masih membuat makan malam untuk suaminya. Dan ketika Nathan sudah pulang Alyssa akan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.


Sudah seminggu berlalu sejak Alyssa meminta Alvin menolak tawaran film untuk Nathan. Hari ini adalah hari libur dan rencananya Nathan akan mengajak Alyssa untuk jalan-jalan. Tapi rencana mereka itu harus dibatalkan ketika mama menelpon meminta mereka untuk segera datang ke rumah.


“Ma, kenapa mendadak meminta kita datang kesini?” tanya Nathan begitu tiba di rumah dan disambut oleh mamanya.


“Sebenarnya papa yang meminta kalian berdua datang kemari”.


“Memangnya ada apa ma?”


“Mama juga tidak tahu. Ayo kita makan siang dulu. Mama sudah masak enak untuk kalian berdua” mama Maya segera menggandeng lengan Alyssa menuju ruang makan.


“Bagaimana cucu mama? Apa dia rewel?” tanya mama Maya.


“Tidak ma, dia sangat tenang di dalam sini” jawab Alyssa sambil menunjuk perutnya.


Papa Rudi sudah menunggu mereka di meja makan. Alyssa bisa melihat ekspresi wajah papa Rudi masih sama dinginnya seperti terakhir kali mereka bertemu. Mereka makan siang dengan tenang, tidak ada yang mengobrol saat makan. Melihat suasana yang sedikit tegang di meja makan membuat Nathan jadi merasa sepertinya akan ada hal yang sangat penting yang ingin disampaikan oleh papanya setelah ini. Dan benar saja seperti dugaannya, usai makan siang papa meminta mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


“Tapi pa, kenapa secepat ini? Ini terlalu mendadak. Aku bahkan belum mengerti semuanya. Aku masih perlu banyak belajar lagi”.


“Ini sudah menjadi keputusan papa!”


Ya, kata-kata papa Rudi itu seperti tidak bisa dibantah. Bahkan mama Maya tidak berani berkata apa pun saat melihat ekspresi suaminya.


Nathan masih memikirkan perkataan papanya sesampainya ia di apartemen. Jika papanya sudah berkata demikian itu berarti dia harus meninggalkan dunia perfilman untuk selamanya. Apakah dirinya akan sanggup melakukan itu semua? Tidak pernah ada dalam pikirannya ia akan berhenti berakting secepat ini. Ia masih ingin berkarir di dunia hiburan setidaknya sampai sepuluh tahun lagi. Ia memang sempat memikirkan untuk meneruskan bisnis papanya di kemudian hari, tapi ini terlalu cepat baginya. Meski ia sudah tahu hal ini akan terjadi saat ia memutuskan untuk meminta tolong pada papanya untuk menemukan Alyssa tapi sungguh berat rasanya ia menerima kenyataan itu sekarang.


Alyssa tahu kegelisahan hati Nathan walau pun Nathan berusaha untuk menutupinya. Perasaan bersalah semakin besar dalam dirinya. Ini bukan yang diharapkan Alyssa, ia sungguh berharap Nathan masih bisa berakting lagi. Dan tiba-tiba saja Alyssa memeluk Nathan.

__ADS_1


“Maafkan aku” lirih Alyssa. Ia memeluk dan membenamkan kepalanya di dada suaminya.


“Kenapa minta maaf?” Nathan terlihat bingung namun membalas pelukan istrinya.


“Ini semua salahku! Kalau saja aku tidak pergi waktu itu kamu pasti masih bisa berakting. Hiks!” Alyssa mulai menangis.


“Nggak sayang, ini bukan salah kamu. Ini memang sudah jadi keputusanku. Bagaimanapun juga aku pasti akan menggantikan papaku untuk meneruskan bisnisnya kan. Mungkin waktunya saja yang terlalu cepat. Sudah, jangan menangis lagi!” Nathan menghapus air mata yang sudah membasahai pipi Alyssa.


“Aku tahu kamu berusaha untuk bersikap biasa saja tapi sebenarnya dalam hatimu tidak begitu kan? Nathan, kita harus menemui papa lagi. Aku akan bicara pada papa!”


“Tidak sayang! Kamu istirahat saja. Aku sungguh tidak apa-apa. Kamu jangan terlalu khawatir, aku pasti akan cepat melupakan dunia akting dan terbiasa dengan dunia baruku!”


“Tapi Nat...”


“Coba kamu ingat-ingat lagi, selama aku bekerja di kantor bersama Alvin belakangan ini apa aku terlihat tidak baik-baik saja? Tidak kan? Aku bisa melakukannya!”


“Kamu itu pintar akting, jadi aku nggak heran kalau kamu juga berakting di depanku bersikap seolah-olah kalau kamu itu baik-baik saja dengan ini semua!”


“Hahaha.. kamu itu lucu sekali!” Nathan mencubit gemas hidung Alyssa. “Udah, sekarang kamu masuk kamar terus istirahat. Biar aku yang masak untuk makan malam kita. Aku sudah mencatat beberapa resep masakan dari chef Daniel yang menyebalkan itu”.


“Apa sekarang kamu tertarik menjadi seorang chef?” canda Alyssa.


“Sepertinya begitu, karena kamu sangat mengidolakan chef Daniel. Aku cemburu tahu!”


Alyssa terkekeh.


“Oh ya, bagaimana bisa kamu mengidolakan chef menyebalkan itu? Apa yang kamu sukai darinya?”

__ADS_1


“Emm.. aku capek! Mau istirahat” Alyssa buru-buru masuk ke dalam kamar. Ia tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan Nathan itu karena ia sendiri memang tidak tahu tentang chef Daniel.


***


__ADS_2