
Sinar matahari sudah menembus jendela kamar Alyssa. Ingin sekali rasanya ia tidur lebih lama lagi. Ditariknya selimut sampai menutupi kepalanya, mencoba untuk melanjutkan tidurnya tapi ponselnya terus saja berdering. Dengan malas Alyssa meraih ponselnya dan melihat panggilan masuk ternyata dari Nathan.
“Hey, kamu belum bangun? Cepetan, kita sarapan bareng! Setelah itu kita ke pantai!”
Belum sempat Alyssa menjawab Nathan sudah mematikan panggilan teleponnya. Alyssa bangun dari tempat tidur dan segera menuju kamar mandi. Setelah beberapa menit ia sudah berada di meja makan dengan Nathan dan Alvin yang sudah menunggunya dari tadi. Mereka bertiga sarapan bersama seperti biasanya dan tidak terlalu banyak bicara. Tapi pagi itu, Alvin sangat sibuk dengan ponselnya. Beberapa kali ia memegang ponselnya sambil tersenyum. Hal itu membuat Nathan dan Alyssa penasaran. Dan rasa penasaran mereka semakin bertambah tatkala Alvin yang sudah selesai sarapan meninggalkan mereka lebih dulu dengan senyum sumringah di wajahnya.
“Aku pergi duluan ya. Kalian bersenang-senanglah di pantai. Bye! “ kata Alvin sambil berjalan meninggalkan kedua orang yang melihatnya dengan ekspresi heran.
Setelah kepergian Alvin, suasana di meja makan menjadi sedikit canggung. Tidak ada yang memulai pembicaraan terlebih dulu. Sampai sarapan berakhir mereka berdua masih diam seribua bahasa. Alyssa membantu Bu Wati membersihkan piring kotor di dapur dan Nathan terlihat masih duduk di meja makan dengan muka kesal. Selesai membantu Bu Wati, Alyssa hendak ke kamarnya sebelum akhirnya Nathan berkata padanya.
“Kamu nggak lupa kan sekarang kalau kita mau ke pantai?”.
“Aku pikir nggak jadi” jawab Alyssa polos.
“Nggak jadi gimana?! Daritadi aku nungguin kamu selesai bersih-bersih di dapur, emang kamu nggak lihat aku duduk di sini?” Nathan semakin kesal.
“Ya kan kamu sendiri nggak bilang, jadi mana aku tahu”.
“Seharusnya kamu itu udah ngerti, kan aku tadi pagi udah telpon kamu!”.
“Udah-udah, jangan berantem lagi. Kalau berantemnya dilanjutin lagi, terus kapan mau ke pantainya?” kata Bu Wati sambil tersenyum melihat kedua anak muda itu.
Tanpa basa-basi lagi Nathan segera menggandeng tangan Alyssa dan mengajaknya ke pantai.
“Lepas Nat! Aku bisa jalan sendiri. Nggak perlu kamu tuntun kayak gini” kata Alyssa sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Nathan.
“Nggak, takutnya nanti kamu hilang” Nathan semakin mempererat genggamannya dan membuat Alyssa menyerah dengan sikap bosnya itu.
Mereka tiba di pantai disambut dengan indahnya pemandangan pantai pagi itu. Langit sangat cerah dan hamparan pasir putih begitu indah membuat Alyssa ingin sekali bisa berfoto di tempat itu. Tapi sialnya Alyssa tidak membawa kamera maupun ponselnya. Nathan yang seolah mengerti keinginan Alyssa segera mengelurkan ponselnya dari saku celananya.
__ADS_1
“Sini aku fotoin kamu”.
“Emm, nggak usah. Kemarin aku udah foto di sini” jawab Alyssa berbohong.
“Kemarin kan langitnya udah mulai gelap, sekarang cerah begini yakin nggak mau foto?” tanya Nathan sambil melihat kesana kemari mencari tempat yang bagus untuk berfoto.
“Coba kamu duduk disitu Sa. Aku fotoin kamu”.
Alyssa yang memang ingin berfoto langsung mengikuti perintah Nathan. Ia bergaya dengan sedikit canggung di depan Nathan. Sementara Nathan mulai mengambil gambar Alyssa dengan ponselnya.
“Cantik” batin Nathan.
“Bagus nggak?” tanya Alyssa kemudian sambil mendekati Nathan untuk melihat hasil fotonya.
“Tadi aja pura-pura nggak mau difoto” ledek Nathan.
Nathan tersenyum dan kemudian memotret Alyssa lagi yang tengah berjalan menjauh darinya. Nathan memosting hasil jepretannya ke media sosial yang berbunyi : pemandangan indah di pagi hari yang cerah.
Tidak berapa lama media sosial heboh dengan postingan Nathan. Kebanyakan dari mereka bertanya-tanya siapa perempuan yang ada difoto. Karena hanya terlihat bagian belakang dan agak jauh, susah untuk menebak perempuan yang ada difoto itu.
Nathan merasa sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama Alyssa. Ia tidak berpikir dampak daripada postingannya di sosial media. Yang jelas ia hanya ingin bisa lebih dekat dengan Alyssa. Ada perasaan aneh yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata saat dirinya bersama dengan Alyssa. Apakah ia telah menyukai gadis itu atau hanya menjadikan Alyssa sebagai pelampiasan sakit hatinya saja? Ia belum menemukan jawabannya. Mereka berdua duduk di dekat pohon kelapa sambil menikmati indahnya pantai hari itu. Nathan memandangi Alyssa sambil tersenyum.
“Kamu cantik Sa” kata Nathan masih menatap Alyssa.
“Haha.. baru nyadar kalau aku cantik?” canda Alyssa sambil tertawa.
“Nggak kok, udah dari dulu aku nyadar kalau kamu itu cantik” jawaban jujur Nathan membuat Alyssa menghentikan tawanya. Seketika ia menjadi gugup di hadapan Nathan.
“Sa, aku ingin meyakinkan sesuatu”.
__ADS_1
“Maksudnya?”
Tanpa menjawab pertanyaan Alyssa lagi Nathan langsung mencium bibir Alyssa. Perlakuan Nathan sontak membuat Alyssa kaget. Ia mendorong tubuh Nathan agar melepaskan ciumannya.
“Kamu ngapain sih Nat?! Aku nggak suka ya kamu ngelakuin hal kaya gini!”
“Please Sa.. jangan nolak. Aku cuma pengen ngeyakinin hati aku aja” kata Nathan jujur. Memang semenjak Alyssa merawat dirinya yang saat itu sedang sakit, ia jadi memikirkan Alyssa terus. Dia berusaha meyakinkan hatinya kalau ia tidak sedang jatuh cinta dengan Alyssa. Tapi itu sangat sulit, setiap ia berusaha untuk tidak memikirkan Alyssa semakin gadis itu ada di pikirannya. Kali ini dia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bisa meyakinkan hatinya. Ia ingin mencari tahu perasaan apa sebenarnya yang ia rasakan pada Alyssa.
Karena tidak ada jawaban dari Alyssa akhirnya Nathan mengartikan bahwa Alyssa setuju dengan apa yang dilakukannya. Nathan mulai mendekatkan tubuhnya kembali pada Alyssa. Ia menatap Alyssa yang terlihat gugup, satu tangannya merangkul pinggang Alyssa dan yang satunya menggenggam tangan Alyssa erat. Perlahan ia mendekatkan wajahnya hingga wajah keduanya tidak berjarak lagi. Alyssa memejamkan matanya saat Nathan mulai mencium bibirnya dengan lembut. Tidak mendapat penolakan dari Alyssa membuat Nathan semakin ******* bibir gadis itu membuat Alyssa hampir kehabisan nafas. Alyssa yang memang tidak berpengalaman dalam hal ini hanya bisa mengikuti alur permainan bibir Nathan saja.
“Sa, kamu pernah pacaran?” tanya Nathan.
“Pernah sekali” jawab Alyssa jujur. “Memangnya kenapa?”.
“Kenapa kamu nggak bisa ciuman? Emang selama pacaran kamu ngapain aja?”.
“Nathan, kamu nggak sopan banget sih ngomong kaya gitu? Emang apa urusannya sama kamu kalau pas aku pacaran dulu nggak pernah ciuman?!” Alyssa marah dan sedikit berteriak pada Nathan.
“Berarti yang aku cium kamu waktu itu ciuman pertama kamu ya?” Nathan bertanya sambil tersenyum menggoda.
“Ah, udahlah! Aku mau balik aja. Males aku nemenin kamu lagi!” Alyssa bangkit dan langsung pergi meninggalkan Nathan begitu saja. Nathan hanya tersenyum melihat Alyssa berjalan meninggalkannya.
“Sekarang aku udah yakin dengan perasaan aku ke kamu Sa” gumam Nathan dalam hatinya.
Foto Alyssa yang diambil oleh Nathan.
Kalau visualnya kalian rasa kurang cocok, kalian bisa bayangin sendiri visual dari masing-masing karakter ya...
__ADS_1