
Hari ini Alvin menjemput Alyssa di rumahnya. Kebetulan ada beberapa barang yang ingin ia ambil di rumahnya. Dan jadilah mereka berangkat bersama ke apartemen Nathan pagi itu setelah sebelumnya sarapan bersama.
Nathan masih belum bangun ketika Alvin dan Alyssa tiba di apartemennya. Alyssa seperti biasa mulai menyiapkan sarapan untuk Nathan. Ia berkutat di dapur dengan semua bahan makanan yang ada di kulkas.
Sementara Alvin bergegas ke kamar Nathan untuk membangunkannya.
“Nat, foto sama baju kemarin yang kamu tandatangani udah selesai?” tanya Alvin pada Nathan yang masih tertidur pulas di kamarnya.
“Emm.. jam berapa sih ini?” Nathan berusaha membuka matanya yang masih terasa berat.
“Ini udah jam delapan! Foto sama bajunya udah selesai kamu tandatangani?”.
“Udah! Aku taruh semua di kamar tamu. Ambil aja disana” jawab Nathan lalu melanjutkan tidurnya.
“Kenapa kamu tidur lagi? Hari ini kamu ada pemotretan majalah. Cepat bangun!” Alvin agak berteriak sedikit agar Nathan terbangun.
Dengan malas Nathan beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Kalau saja hari ini dia tidak ada pemotretan ingin sekali rasanya ia tidur sampai siang setelah kemarin seharian menandatangani banyak foto dan baju kaos.
Nathan yang sudah selesai mandi langsung menuju ruang makan untuk sarapan. Ia menunggu Alyssa untuk menghidangkan masakannya di atas meja makan.
“Alvin mana?” tanya Nathan yang tidak melihat Alvin di ruang makan.
“Lagi sibuk sama foto dan baju kaos” jawab Alyssa sambil menghidangkan sarapan untuk Nathan.
“Kamu mau kemana?” tanya Nathan lagi yang melihat Alyssa akan pergi dari ruang makan. “Kenapa kamu hanya menghidangkan sarapan untukku saja?”.
Alyssa berbalik dan menghadap Nathan. “Aku sudah sarapan tadi bareng Alvin di rumah. Sekarang aku mau nyiapin keperluan kamu buat pemotretan”.
“Kamu tadi kesini bareng Alvin berdua aja?”.
“Emang kamu lihat ada orang lain yang ikut kesini?” balas Alyssa sambil berjalan meninggalkan Nathan di ruang makan.
Usai sarapan Nathan menemui Alvin di kamar tamu yang masih sibuk menghitung foto dan baju kaos yang sudah ditandatangani oleh Nathan.
“Kamu lagi ngapain Vin?” tanya Nathan.
“Apa kamu nggak lihat aku sedang menghitung ini semua?” jawab Alvin tanpa menoleh Nathan.
“Ngapain dihitung? Ngerepotin diri sendiri aja”.
“Ini semua gara-gara kamu! Coba aja kemarin setelah kamu tandatangani kamu susun lagi seperti semula, pasti aku nggak bakal repot kaya gini. Padahal kemarin sudah capek-capek aku susun biar gampang dihitung, eh malah kamu taruh acak-acakan begini” keluh Alvin.
__ADS_1
“Emang kamu ada bilangin aku kemarin? Nggak kan? Jadi itu salah kamu sendiri Vin!” balas Nathan tidak mau kalah.
“Sudahlah, aku males ribut sama kamu pagi-pagi” Alvin melanjutkan kesibukannya menghitung.
“Vin, mulai sekarang kalau kamu mau kesini nggak usah berdua sama Alyssa. Biarin Alyssa kesini sendirian”.
“Maksud kamu?”
“Yaa.. kamu dateng kesini sendiri aja!”
“Tapi tadi pagi kebetulan aku mau ambil beberapa barang di rumahku, sekalian aja aku kasih Alyssa tumpangan buat kesini” jawab Alvin enteng. Dia belum menyadari kalau Nathan sedang cemburu.
“Oke, yang itu lupain aja! Pokoknya kamu nggak boleh berduaan sama Alyssa. Titik!” Nathan keluar dari kamar tamu meninggalkan Alvin yang sedikit kebingungan dengan sikapnya itu.
“Dasar aneh, belum jadi pacar Alyssa aja sikapnya udah kaya gini, gimana kalau udah jadi pacar?!” batin Alvin.
Nathan menemui Alyssa yang tengah menyiapkan keperluannya untuk pemotretan hari ini. Nathan langsung memeluk Alyssa dari belakang.
“Kamu apa-apaan sih Nat? Gimana kalau dilihat Alvin?” kata Alyssa sambil berusaha melepaskan pelukan Nathan. Tapi Nathan malah memeluknya semakin erat.
“Biarin aja kalau dia lihat. Biar dia tau kalau kamu itu udah jadi milik aku”.
“Nat, kan kamu udah janji nggak bakal ada yang tau tentang hubungan kita. Kemarin aku masih maklum kalau kamu bilang ke mamamu, tapi kalau sampai Alvin yang tau, aku malu Nat”.
“Nat, tolong lepasin” pinta Alyssa dengan lembut.
Nathan akhirnya mengalah dan melepaskan pelukannya. Alyssa tersenyum pada Nathan lalu melanjutkan kegiatannya.
“Oke, semua udah beres! Kamu tinggal berangkat sama Alvin” kata Alyssa setelah selesai menyiapkan semua keperluan Nathan.
“Sayang, gimana kalau hari ini kamu ikut?” ucap Nathan manja.
“Kenapa gitu?”
“Aku kangen sama kamu. Aku pengen ngelihat kamu terus. Ikut ya? Please.. please..” rengek Nathan.
Alyssa tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab permintaan Nathan itu.
“Karena hari ini aku lagi baik, jadi aku kabulin permintaanmu itu”.
“Makasi sayang” Nathan mencium pipi Alyssa sekilas lalu pergi meninggalkan Alyssa dengan senyuman gembira di wajah tampannya.
__ADS_1
Alyssa hanya bisa tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan kekasihnya itu.
Alvin sudah memasukkan semua barang keperluan Nathan ke dalam mobil. Ia juga memasukkan foto dan baju kaos yang sudah ia hitung tadi ke dalam mobilnya. Mereka hanya tinggal berangkat saja, tapi Alvin dibuat terkejut dengan Alyssa yang sudah duduk manis di sampingnya.
“Kamu ngapain ikut Sa?” tanya Alvin keheranan.
“Nathan yang ngajakin”.
“Kamu beneran mau ngajak Alyssa?” Alvin melihat Nathan yang duduk di kursi belakang mobil.
“Iya, aku butuh dia sebagai fashion stylist ku” jawab Nathan.
“Oke, aku nggak tanggung jawab ya kalau ada apa-apa nantinya” kata Alvin.
“Iya kamu tenang aja, aku nggak bakalan ceroboh kaya dulu”.
Alvin mengemudikan mobilnya menuju tempat pemotretan Nathan. Hari itu Nathan dijadwalkan pemotretan di pinggir pantai.
Mereka tiba di tempat pemotretan setelah melakukan perjalanan sekitar tiga puluh menit. Nathan, Alvin dan Alyssa segera turun dari mobil dan bergegas menghampiri para kru yang sudah menunggu mereka sejak tadi. Seorang wanita datang menghampiri Nathan untuk membantunya bersiap-siap.
“Aku sudah punya fashion stylist sendiri. Jadi aku mau dia yang membantuku” kata Nathan pada wanita yang menghampirinya tadi dan ia memanggil Alyssa untuk membantunya bersiap-siap.
“Kasihan wanita tadi, dia jadi nggak ada kerjaan” kata Alyssa sambil menata rambut Nathan.
“Ngapain kamu kasihan sama dia? Walaupun sekarang dia nggak ada kerjaan, tapi dia bakalan tetap digaji” jawab Nathan.
Setelah selesai bersiap-siap, Nathan segera memulai proses pemotretan dengan salah satu majalah terkenal. Ia mulai melakukan beberapa pose andalannya. Ini baru pertama kalinya Alyssa melihat Nathan melakukan pemotretan. Ia semakin kagum akan kekasihnya itu karena bekerja dengan sangat profesional.
“Aku nggak nyangka kamu bisa berpose kaya tadi” kata Alyssa setelah Nathan beristirahat sejenak dari kegiatannya.
“Menurut kamu tadi aku keren nggak?” tanya Nathan.
“Kamu selalu keren sayang” jawab Alyssa pelan.
Alvin yang baru selesai menerima panggilan telepon hendak bergabung dengan Nathan dan Alyssa yang tengah beristirahat. Tapi ia tampak begitu terkejut mendengar Alyssa memanggil Nathan dengan sebutan ‘sayang’ meskipun Alyssa berkata dengan suara yang amat pelan.
“Kenapa kamu memanggilnya sayang?” tanya Alvin pada Alyssa dengan suara yang cukup keras.
Beberapa orang yang ada di dekat mereka menoleh ke arah ketiganya dengan tatapan penuh rasa penasaran setelah mendengar suara Alvin. Alyssa dan Nathan secara otomatis berbalik bersamaan menghadap Alvin yang masih memegangi ponselnya sambil menatap mereka dengan tampang penuh pertanyaan.
__ADS_1
Nathan saat sedang pemotretan
***