Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Kemana Nathan?


__ADS_3

Hari itu mendadak warung makan bi Lilis menjadi sangat ramai. Orang-orang memang sengaja kesana untuk membeli makanan agar bisa melihat Nathan. Mereka rela membuat antrian panjang hanya untuk dilayani oleh Nathan. Ya, Nathan membantu bi Lilis berjualan. Ia kebagian tugas memberikan pesanan mereka, mengambil uang dan memberikan kembalian pada pembeli. Tak lupa setelah membayar, para pembeli meminta foto bersama Nathan karena memang itulah tujuan utama mereka membeli makanan di warung bi Lilis. Senyuman tak pernah hilang dari wajahnya meski pun mungkin dalam hatinya Nathan sudah merasa lelah dengan permintaan foto dari orang-orang.


Alyssa dan bi Lilis bertugas membuatkan pesanan makanan. Sesekali bi Lilis kembali ke dapur untuk mengambil nasi atau pun lauk yang sudah habis di warung. Membawa lauk yang baru dari dapur, ternyata itu pun tak cukup untuk memenuhi semua pesanan. Alhasil sebagian orang yang sudah mengantri sejak tadi tak kebagian makanan. Bi Lilis meminta maaf berkali-kali pada semua orang yang tidak kebagian pesanannya. Nathan melihat orang-orang mengeluh pada bi Lilis, ia tak tega melihat bi Lilis mengucapkan kata maaf berulang kali. Akhirnya Nathan memberikan kesempatan pada orang-orang untuk berfoto dengan dirinya meski tanpa membeli makanan bi Lilis. Ia dari awal sudah tahu jika orang-orang itu membeli makanan di warung bi Lilis hanya agar bisa berfoto dengannya.


Sudah lewat sejam dari jam makan siang ketika Nathan akhirnya selesai melayani permintaan foto dari orang-orang. Bi Lilis sudah sibuk menutup warung makannya lebih awal karena semua makanannya habis dalam waktu yang sangat cepat. Alyssa membantu bi Lilis untuk mencuci piring-piring yang kotor sementara Nathan yang sudah merasa lelah merebahkan tubuhnya di kursi.


“Sebaiknya besok tidak usah bantuin bibi jualan lagi. Kasihan kamu jadi lelah!” ucap bi Lilis saat masuk ke dalam rumah dan melihat Nathan merebahkan dirinya di kursi.


“Nggak apa-apa kok bi! Aku suka bantuin bibi!” jawab Nathan lalu menegakkan tubuhnya lagi.


“Terima kasih ya nak. Sekarang ayo kita makan siang!” ajak bi Lilis.


Nathan mengikuti bi Lilis menuju meja makan. Duduk di kursi, ia menunggu bi Lilis menyiapkan makan siang untuknya lalu memanggil Alyssa untuk ikut makan siang bersama. Mereka bertiga makan siang dengan tenang. Tak ada banyak pembicaraan di meja makan. Selagi makan pandangan Nathan tak pernah lepas dari Alyssa. Ia terus menatap Alyssa meski gadis itu tak sekali pun melirik ke arahnya.


Usai makan siang Alyssa menyuruh bi Lilis untuk istirahat saja dan ia yang akan membereskan piring-piring kotor. Bi Lilis memang terlihat sangat kelelahan setelah tadi melayani begitu banyak pelanggan. Bi Lilis pun segera masuk ke kamarnya dan beristirahat sejenak. Alyssa kemudian mengambil piring kotor yang ada di atas meja.


“Biar aku bantu!” seru Nathan.


“Tidak usah!” Alyssa berlalu dengan membawa piring kotor di tangannya.


Nathan mengikuti Alyssa ke dapur. Dilihatnya Alyssa sudah meletakkan piring-piringnya di wastafel dan mulai mencucinya.


“Alyssa!” panggil Nathan.


Alyssa terkejut begitu Nathan memanggilnya sehingga membuatnya memecahkan piring yang tadi ia cuci. Nathan melihat pecahan piring berserakan di lantai. Ia tak menyangka panggilannya akan membuat Alyssa terkejut sampai memecahkan piring. Bi Lilis yang mendengar sesuatu yang pecah langsung menuju ke dapur untuk melihatnya.


“Apa yang pecah?” tanya bi Lilis pada Nathan dan Alyssa yang masih diam mematung di dapur.


“Piring bi!” jawab Nathan.


“Ya sudah, biar bibi bersihkan” bi Lilis hendak membersihkan pecahan piring itu tapi Nathan mencegahnya.


“Sudah bi, biar aku saja yang bersihin. Bibi istirahat saja!” Nathan menggandeng tangan bi Lilis untuk mengantarnya kembali ke kamar. Bi Lilis pun akhirnya istirahat kembali.


Nathan balik ke dapur untuk membersihkan pecahan piring tapi ia melihat Alyssa sudah berjongkok disana memunguti pecahan piring yang berserakan di lantai. Dengan cepat Nathan menghampirinya dan mengambil pecahan piring yang ada di tangan Alyssa. Niatnya agar Alyssa diam saja dan ia yang akan membersihkan tapi malah dirinya terkena goresan pecahan piring itu saat mengambilnya dari tangan Alyssa.


“Aw!” Nathan melihat jari tangannya sudah mengeluarkan banyak sekali darah.


Dengan cepat Alyssa mengambil kotak P3K dan meminta Nathan untuk duduk di kursi. Dengan hati-hati Alyssa mengobati luka di jari Nathan.


“Ternyata kamu masih perhatian padaku” gumam Nathan dalam hati saat melihat Alyssa mengobati lukanya.

__ADS_1


“Terima kasih!” ucap Nathan saat Alyssa telah selesai mengobati lukanya.


“Lain kali kamu diam saja, jangan membantuku!” seru Alyssa sambil berlalu menaruh kembali kotak P3K nya.


“Tapi dengan begini aku jadi tahu kalau kamu masih peduli padaku” balas Nathan dengan senyum manis di wajahnya.


“Aku tidak peduli padamu!”


“Kalau tidak peduli kenapa mengobati lukaku?”


“Itu karena...” Alyssa bingung harus menjawab apa. Ia memang sangat khawatir tadi saat melihat darah keluar dari jari tangan Nathan.


“Karena memang kamu masih peduli padaku!” Nathan melanjutkan kata-kata Alyssa lalu beranjak dari duduknya dan masuk ke kamar.


Di dalam kamar Nathan tersenyum melihat jarinya yang kini sudah terbalut dengan plester luka.


“Sekarang kamu mengobati lukaku dan besok aku yang akan mengobati luka hatimu yang telah aku buat!”


***


Nathan terbangun dari tidur siangnya ketika hari hampir sore. Ia keluar dari kamar dan tampak bi Lilis sedang menonton TV sendiri.


“Alyssa mana bi?” pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Nathan ketika tak melihat Alyssa bersama bi Lilis.


“Ke sungai lagi? Kenapa dia senang sekali pergi ke sungai?”


“Dia bantuin Mia buat video untuk tugas sekolah. Kemarin Mia bilang belum selesai karena keburu ada kamu syuting disana!”


“Mereka kesana berdua?” tanya Nathan lagi.


“Nggak, mereka ditemani Agus!”


Nathan mengingat-ingat sejenak nama Agus dan setelah beberapa saat ia ingat dengan Agus. Laki-laki yang kemarin mengantarnya ke sungai dan meminta foto padanya.


“Bi, aku mau menyusul Alyssa ke sungai ya”.


“Loh, kamu ngapain kesana? Memangnya kamu berani kesana sendiri?”


“Ya berani lah bi! Lagian aku nggak mau Alyssa berduaan sama Agus disana”.


“Mereka nggak berdua, kan ada Mia!” jelas bi Lilis.

__ADS_1


“Ya, pokoknya aku mau kesana. Aku pergi sekarang ya bi!”


Nathan bergegas menyusul Alyssa ke sungai. Bi Lilis hanya bisa menghela nafas berat melihat tingkah Nathan itu.


“Pasti dia cemburu sama Agus!” batin bi Lilis.


Jarak dari rumah bi Lilis menuju sungai sebenarnya sangat dekat. Tak sampai sepuluh menit untuk berjalan kaki kesana. Tapi karena kali ini Nathan yang ke sungai, maka jarak yang seharusnya dekat menjadi sangat jauh. Baru saja keluar dari pekarangan rumah bi Lilis, Nathan sudah dikejutkan dengan tiga ibu-ibu yang kebetulan lewat dan melihat dirinya. Alhasil Nathan harus berlarian kesana kemari untuk menghindari kejaran mereka.


Ketiga ibu-ibu itu mengejar Nathan sambil berteriak memanggil namanya yang membuat beberapa orang yang lewat akhirnya ikut mengejar karena mendengar nama Nathan di panggil-panggil. Sambil berlari dan berusaha mencari tempat persembunyian Nathan merutuki kebodohannya. Ia pikir dengan dirinya mau berfoto tadi pagi saat membantu bi Lilis berjualan bisa membuat orang-orang puas dan tak akan mengganggunya lagi karena sudah mendapatkan kesempatan untuk berfoto dengannya.


“Ahh, sial sekali! Kenapa mereka masih mengejarku? Dan kenapa lari mereka cepat sekali? Apa ibu-ibu di desa ini semuanya mantan pelari?” gerutu Nathan.


Hari sudah semakin sore, Alyssa, Mia dan Agus pulang ke rumah masing-masing. Mia sangat senang karena akhirnya video tentang lingkungan untuk tugas sekolahnya hampir selesai, tinggal diedit sedikit maka tugasnya akan selesai. Alyssa masuk ke dalam rumah dan melihat bi Lilis sedang menyiapkan makan malam.


“Kamu sudah pulang nak? Gimana tadi, apa Mia sudah menyelesaikam tugasnya?” tanya bi Lilis ketika melihat Alyssa sudah pulang.


“Sudah bi. Aku mau mandi dulu ya bi!” ucap Alyssa sambil berlalu ke kamarnya.


“Nak, tunggu dulu!”


Alyssa menghentikan langkahnya ketika bi Lilis memanggilnya lagi.


“Kenapa bi?”


“Nathan mana?” bi Lilis yang sejak tadi tak melihat Nathan pulang bersama Alyssa mulai merasa khawatir.


“Bukannya tadi dia di rumah sama bibi ya?” Alyssa balik bertanya.


“Tadi dia bilang mau menyusulmu ke sungai!”


“Tapi aku nggak lihat dia bi!” Alyssa mulai ikut merasa khawatir. “Apa dia tenggelam di sungai bi?” Alyssa panik dengan ucapannya sendiri.


“Hush! Mana ada dia tenggelam di sungai. Kan air sungai lagi nggak deras!”


“Terus dia kemana?”


”Kita cari Nathan sama-sama!” ajak bi Lilis.


“Tunggu sebenatr bi, aku akan meneleponnya!”


Alyssa mengambil ponselnya dan melakukan panggilan ke nomor Nathan. Tapi suara dering ponsel terdengar dari kamar, rupanya Nathan meninggalkan ponselnya di kamar. Menyadari itu Alyssa dan bi Lilis segera keluar rumah untuk mencari Nathan.

__ADS_1


***


__ADS_2