Aktor Tampan Pujaan Hati

Aktor Tampan Pujaan Hati
Masa Lalu


__ADS_3

Di teras Dimas sudah duduk di kursi kayu dan Alyssa datang kemudian. Dengan wajah kesal Alyssa duduk di kursi yang berhadapan dengan Dimas.


“Sa, kamu kenapa bilang nggak kenal sama aku tadi?” Dimas memulai pembicaraan.


“Kamu lupa ya? Dulu kan kamu yang bilang anggap kita nggak pernah kenal” jawab Alyssa ketus.


“Oke, aku minta maaf dulu pernah nyakitin kamu. Tapi itu kan udah lama banget, nggak usah diingat-ingat lagi”.


“Gampang banget sih kamu bilang gitu?! Emang kamu ngerasain sakit hatinya aku?!” Alyssa sudah semakin emosi dengan Dimas.


“Please Sa.. itu udah masa lalu”.


Alyssa berdiri dari duduknya, memandang sesaat lelaki yang pernah menyakitinya sebelum akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke kamarnya. Alyssa meninggalkan Dimas seorang diri di depan.


“Loh nak, kenapa Dimas ditinggal sendiri di luar?” Ibu Ratna bertanya pada anaknya saat melihat Alyssa masuk ke dalam sendirian.


“Aku sakit perut Bu” jawab Alyssa asal.


Di kamar, Alyssa yang sudah merasa kesal kembali teringat dengan Dimas yang dulu pernah menyakitinya. Enam tahun lalu saat kelulusan sekolah Alyssa mengetahui kalau Dimas yang kala itu sudah berpacaran dengannya selama dua tahun berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.


Novi, sahabatnya sejak SMP yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri tega menusuknya dari belakang. Diam-diam Novi dan Dimas menjalin hubungan di belakang Alyssa. Dan hal itu diketahui Alyssa saat kelulusan SMA tanpa sengaja ia melihat Dimas dan Novi sedang berpelukan di perpustakaan sekolah. Awalnya ia mengira itu hanya pelukan biasa sebagai ucapan selamat atas kelulusan mereka, tapi di hari yang sama pada malam harinya Alyssa yang mengunjungi rumah Novi dibuat tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia melihat Dimas dan Novi sedang berciuman dan disaat itu juga Dimas lebih memilih untuk bersama dengan Novi daripada dirinya.


Sakit hati yang dirasakan Alyssa kala itu begitu membuatnya hancur. Dua orang yang dia sayangi tega menghianatinya. Terlebih lagi Dimas adalah cinta pertama sekaligus pacar pertamanya. Sangat sulit bagi Alyssa untuk move on dan sejak saat itu dia benar-benar sangat berhati-hati dengan para pria yang mendekatinya.


Kini setelah berhasil melupakan penghianatan itu tiba-tiba Dimas hadir lagi dalam hidupnya. Membuat Alyssa teringat kembali akan kenangan buruknya itu. Ia benar-benar tidak tahu jika ibunya sendiri berteman dengan ibunya Dimas. Alyssa bingung apa dia harus berkata jujur pada ibunya bahwa Dimas adalah mantan pacarnya atau diam saja tidak berkata apa-apa.


***


Sudah lebih dari seminggu Dimas selalu datang ke rumah Alyssa. Tentu saja untuk mencari perhatian gadis yang dulu pernah ia sakiti itu. Tapi Alyssa selalu menghindar setiap kali Dimas datang mencarinya. Ibu Ratna sangat heran dengan sikap anaknya itu. Menurutnya Dimas adalah lelaki yang baik dan sopan.

__ADS_1


“Nak, Ibu perhatiin kamu selalu menghindar setiap kali Dimas datang ke rumah. Memangnya ada apa?” tanya Ibu Ratna pada Alyssa ketika untuk kesekian kalinya Alyssa mencari alasan untuk tidak bertemu dengan Dimas.


“Aku nggak suka sama dia Bu”.


“Tapi Dimas kan anaknya baik. Sebaiknya kamu coba aja dulu untuk kenal Dimas lebih jauh. Ya mungkin kalian bisa berteman kalau memang nantinya kamu nggak ada perasaan sama dia” nasihat Ibu Ratna.


“Emm.. nanti deh Bu, aku pikir-pikir lagi. Sekarang aku mau tidur siang dulu. Udah ngantuk!”


”Loh.. kamu ini gimana sih?! Kan Dimas ada di depan, samperin gih. Kasian dia udah nunggu lama”.


“Tapi Bu..” Alyssa masih berusaha untuk menolak.


“Udah, nggak ada tapi-tapian. Kamu temuin dia sekali aja ya” pinta Ibu Ratna.


Alyssa akhirnya mengikuti kemauan ibunya itu. Ia menemui Dimas yang daritadi sudah menunggunya di teras depan rumah.


“Akhirnya kamu mau ketemu sama aku Sa” kata Dimas ketika melihat Alyssa keluar dari pintu.


“Aku cuma pengen kita bisa kaya dulu lagi Sa”.


“Kaya dulu lagi itu maksud kamu yang gimana?” tanya Alyssa dengan sinis.


“Ya sebenarnya aku pengen kita ngejalin hubungan kaya dulu lagi. Aku tahu kamu masih marah sama aku, tapi aku bener-bener nyesel Sa. Awalnya aku udah bisa lupain kamu, tapi semenjak kita ketemu lagi waktu itu aku bener-bener kepikiran kamu terus. Tiap hari rasanya pengen ketemu sama kamu” jawab Dimas jujur.


“Gampang banget kamu bilang kaya gitu. Kamu nggak pernah ngerasain ada di posisi aku. Sakit tahu Dim, dibohongin sama dua orang yang disayang itu”.


Dimas hanya bisa menatap Alyssa dengan penuh penyesalan. Betapa bodohnya ia dulu bisa sampai tergoda oleh Novi. Dan lebih parahnya lagi, ia lebih memilih Novi daripada Alyssa. Dulu ia berpikir Novi lebih asik diajak pacaran ketimbang Alyssa. Apalagi teman-temannya lebih akrab dengan Novi daripada Alyssa. Ya, Novi memang lebih mudah bergaul daripada Alyssa, itulah sebabnya banyak teman Dimas yang lebih mendukung hubungannya dengan Novi daripada dengan Alyssa.


Ketika mereka berdua terdiam tanpa sepatah kata pun, tiba-tiba Alyssa melihat dari kejauhan mobil yang sudah sangat dikenalnya mendekat menuju rumahnya. Alyssa berdiri untuk memastikan bahwa mobil itu adalah milik Nathan. Setelah mobil itu terparkir tepat di depan rumahnya, Alyssa langsung tersenyum dan berlari kecil menghampiri Nathan dan Alvin yang baru turun dari mobil.

__ADS_1


“Kalian kenapa bisa kesini? Bukannya masih ada jadwal promosi sampai dua hari kedepan ya?” tanya Alyssa pada Nathan dan Alvin.


“Sa, sebaiknya bicara di dalam aja. Nanti kalau tetangga pada lihat Nathan disini bisa heboh sekampung” kata Alvin yang kemudian disetujui oleh Alyssa.


Alyssa mengantar Nathan masuk ke dalam rumahnya. Sementara Alvin terdiam sejenak di teras ketika melihat Dimas masih duduk disana.


“Kamu ngapain kesini? Mau nyakitin Alyssa lagi?” tanya Alvin curiga.


Alvin dan Dimas memang saling mengenal karena mereka teman satu sekolah. Saat Dimas ketahuan selingkuh dengan Novi, Alvin lah yang menjadi tempat curhat Alyssa. Ia selalu menghibur sahabatnya itu dan berjanji akan selalu melindungi Alyssa dari laki-laki brengs*k yang mau menyakitinya.


“Aku nggak ada urusan sama kamu” jawab Dimas singkat dan langsung pergi tanpa berpamitan dari rumah Alyssa. Dimas masih dendam pada Alvin karena dulu ia sempat dipukul oleh Alvin sampai babak belur gara-gara membela Alyssa.


Di ruang tamu seperti yang sudah bisa ditebak, Ibu Ratna sangat heboh dengan kedatangan Nathan ke rumahnya. Ia tidak henti-hentinya berteriak kegirangan saking tidak percayanya dengan kehadiran Nathan disana. Ia mulai bersikap centil yang membuat Alyssa geleng-geleng kepala melihat kelakuan ibunya itu.


“Ibu udah deh, ngga usah alay kaya gitu” kata Alyssa ketika melihat sang ibu tak henti-hentinya berselfie dengan Nathan.


“Ih kamu ini gimana sih, kan jarang ada artis datang ke rumah Ibu, bahkan nggak pernah lagi. Jadi kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya nak” jawab Ibu Ratna yang masih melanjutkan foto-fotonya. Ia sudah lupa dengan kedatangan Dimas tadi.


Alvin yang baru masuk ke ruang tamu langsung menghampiri Alyssa.


“Sa, Dimas ngapain kesini?” tanya Alvin langsung pada Alyssa yang didengar oleh ibu Ratna dan Nathan.


“Kamu kenal nak Dimas?” Ibu Ratna bertanya pada Alvin dan menghentikan kegiatan selfienya dengan Nathan.


“Iya Bu, kita kan dulu satu sekolah dan dia mantan pacarnya Alyssa” jawab Alvin jujur yang membuat Alyssa menginjak kakinya dengan keras.


“Aw! Sakit tau Sa!”


Ibu Ratna tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari mulut Alvin. Pasalnya Alyssa selama ini bilang kalau dia tidak mengenal Dimas walaupun mereka satu sekolah. Kenapa Alyssa tidak berkata jujur padanya? Apa Dimas pernah menyakitinya makanya Alyssa tidak ingin bertemu dengan Dimas selama ini? Pertanyaan itu muncul tiba-tiba di kepala Bu Ratna.

__ADS_1


***


__ADS_2