
Bibir Lintang hampir menempel dibibir Khanza sebelumnya akhirnya sang mpunya bibir tersadar dan menjauh.
Khanza yang sempat terdiam,gugup melihat keintiman posisi mereka yang tidak sadar bibir Lintang hampir menempel dibibirnya.
Setelah peristiwa gagalnya ciuman mereka seketika menjadikan keduanya menjadi canggung dan salah tingkah.
Lintangpun berpura-pura menggaruk tengkungnya yang tidak gatal itu.
"Sebaiknya kita pulang,gw juga elo gak nyaman sama keadaan lo saat ini,Lintang mencoba mencairkan suasana yang berubah canggung itu.
"Khanza mengangguk kecil menyetujui ajakan Lintang.
Kembali Lintang menarik tangan Khanza untuk dia genggam lalu mereka keluar dari dalam toilet menuju parkiran sekolah.
Khanza sempat melihat jemarinya ditautkan dengan jemari Lintang dan terdiam sebelumnya akhirnya tersadar karena tangan Lintang yang mengajaknya keluar dari toilet.
Baru saja debaran jantung Khanza mereda karena peristiwa ciuman tadi kini jantungnya kembali berdebar karena sentuhan tangan Lintang yang terasa hangat sampai menjalar ditubuhnya.
Sesampainya mereka diparkiran sekolah,Khanza melepaskan tautan jemari mereka,dan Lintang sempat terdiam melihat aksi Khanza namun akhirnya tersadar.
"Elo ikut sama gw . Gw yang anterin lo,dan tidak penolakan,titahnya.
Lintang membuka pintu depan penumpang dan menyuruh Khanza masuk kedalam mobilnya. Lalu Lintang melewati badan depan mobil lalu masuk kedalam dan dikursi sopir.
"clek,"Lintang memasangkan tali seatbelt Khanza. Posisi Lintang masih belum beranjak,dia memandang lekat mata kemudian bibir Khanza. Khanzapun memundurkan kepala menempel pada sandaran jok penumpung dan diikuti pergerakan tubuh Lintang.
Sungguh posisi yang membuat Khanza tidak bisa menghindar. Lintang terus mendesakkan lalu kemudian memiringkan wajahnya.
__ADS_1
Dan cup,,,
Lintang mencium bibir Khanza sesaat tapi kembali memagut lembut bibir Khanza. Kedua mata Khanza hanya menutup namun tak ada ciuman balasan dari Khanza sampai akhirnya Lintang melepaskan ciumannya.
"Gue serius Khanza sama elo,gw sayang sama elo ucapnya sambil menatap kedua bola mata Khanza,tangannya membelai bibir Khanza dan membersihkan saliva bekas ciuman tadi.
Tak ada tanggapan dari Khanza dan Lintang kembali ke posisi duduk lalu mulai menghidupkan dan menjalankan mobilnya.
Disepanjang jalan Lintang hanya tersenyum dan itu yang membuat wajah Khanza semakin merona.
Sampai mereka dipintu gerbang rumah mungil orangtua Khanza. Dan ketika Khanza melepas seatbel ,tangannya terulur hendak membuka pintu.
"Khanza,,,gw serius apa yang gw omongin tadi. Jangan pernah menghindar lagi dari gw.
Khanza hanya memberikan senyum kecilnya pada Lintang,tanpa mengucapkan sepatah katapun dia berlalu dan lalu masuk kedalam rumahnya.
Khanza mengintip dari celah jendela namun aksinya terlihat oleh Lintang yang memang belum meninggalkan kediaman nya. Lintangpun melambaikan tangannya lalu kemudian berlalu. Sontak hal itu membuat Khanza malu, dia segera menutup tirai jendela tersebut.
Khanza menyandarkan tubuhnya pada pintu seraya senyum-senyum memegangi bibirnya.
"Loh nak,sudah pulang,kok tidak kedengeran ya,kamu pulang sama siapa,"berondong pertanyaan ibu Kanza.
" Ah ibu,ngagetin Khanza,sempat tergagap karena sempat membayangkan kejadian diparkiran tadi.
"Lagian kamu,ibu lihat sedang menyender dipintu,pulangnya bukannya ngucap salam,ini malah sandaran dipintu sambil senyum-senyum nggak jelas,gitu. Hayo ada apaan,"curiga ibu.
"Apaan sih ibu,"jawab Khanza tersipu malu.
__ADS_1
Namun akhirnya sang ibu tersadar dengan kondisi anaknya.
"Loh nak,kenapa dengan seragam kamu,Ya Allah kenapa sampai kotor dan basah gini,"tanya ibu sekaligus terheran.
Khanza pun yang kembali teringat peristiwa didalam toilet mendadak menjadi sedih .
"Tidak ada apa-apa bu,ini hanya kecelakaan kecil waktu ditoilet Khanza terpeleset jadi jatuh menimpa ember pel an yang ada bekas air pel an,alasan Khanza.
"Lain kali kamu lebih hati-hati lagi. Sudah cepat bersihkan tubuh kamu,mandi,solat,lalu kemudian makan.
"Baik bu,oh ya bu keranjang kue ibu masih tertinggal di warung,Khanza tadi tidak sempat ambil karena kejadian di toilet. Sepeda Khanza juga masih disekolah. Khanza tidak mungkin pulang dengan baju kotor begini naik sepeda.
"Ya nak,tidak apa-apa.
"Ya sudah cepat mandi sana,bau !,
Ibu berpura-pura menutup hidungnya walaupun sebenarnya tubuh Khanza tidak mengeluarkan bau seperti bukan terkena air bekas mengepel.
"Ada apa sebenarnya yang terjadi,ibu tahu kamu berbohong untuk menutupi kejadian sebenarnya.
Firasat seorang ibu memang tidak bisa dibohongi. Namun pelan-pelan sang ibu akan menanyakan kejadian sebenarnya nanti.
Bersambung
Mohon dukungannya dengan komen,like dan vote
Love You
__ADS_1
Author