Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. XXII Kedatangan Om


__ADS_3

Pagi harinya.


"Nak mulai hari ini kamu tidak usah membawa kue-kue lagi,"ucap sang ibu yang sedang menyiapkan sarapan ketika Khanza menghampirinya didapur.


"Kenapa bu,Khanza gak keberatan kok sekolah bawa jualan ibu.


"Sekarang kamu sudah kelas 3 sudah waktunya fokus untuk persiapan ujian akhir.


"Khanza bisa fokus bu kok belajarnya,,,


"Lagi obrolin apa sih fokus-fokus ,dah berani pacaran ya sampai gak fokus sama belajar,"serobot seseorang dibelakang mereka.


"Apa sih sotoyyy,,,"Khanza gak ngeh orang yang serobot obrolan mereka karena sedang 'menganggu' ibunya menyiapkan sarapan,namun begitu dia menengok orang dibèlakangnya.


"Kakak,,,,grep!,"Khanza memeluk erat orang itu. "Kakak kapan datang,kok Khanza gak tahu,ih kakak jahat,beruntun pertanyaannya pada sepupunya itu.


"Bibi kok gak kebauan sih sama mulutnya Khanza,"ucap Andre anak dari adik sang ayah berakting menutup hidungnya.


"Ih kakak ,,Khanza gak bau kok mulutnya,"ucapnya sambil mencium mulutnya."He,,,he,,,bau ternyata,Khanza nyengir lalu secepat kilat berlalu ke kamar mandi.


"Kakak,,,,kakak,,,,om Khanza,,,,panggil dia om!.


"Khanza hanya mengacungkan jempol sebelum masuk kekamar mandi.


"Gak apa-apa tante,Andre dipaggil apa juga ayo,haha!


"Yang bersih dek mandinya,"Khanza,,,Khanza dah kelas 3 kelakuan kayak anak SD,"ucap Andre geleng-geleng kepala.


"Ibu hanya tersenyum melihat interaksi Khanza dan sepupunya itu,"ayo ndre sarapan dah siap nih!,ibu Ratna menunjukkan nasi goreng yang telah matang itu didepan Andre keponakannya.


"Siap tante,,,"Andre memperagakan hormat ala prajurit.


"Kamu tuh gak jauh beda sama Khanza,umur dah tua tapi kelakuan masih kayak anak kecil.


"Ha,,,ha,,,tante bisa aja,,,


**


Dimeja makan.


"Pa kabar tante,semalam kita belum sempat mengobrol banyak karena Andre tiba disini sudah larut sekali.


"Baik Ndre,kamu gimana kabarnya,mamah papah kamu gimana?,"tanya ibu Ratna ."Ngomong-ngomong katanya ada panggilan interview ya disini?


"Kabar orang dirumah baik tante alhamdulillah."Oh sebelumnya Andre minta maaf karena jadi merepotkan om sama tante disini. Andre ada panggilan interview diJakarta memilih rumah om sementara karena jaraknya kayaknya gak terlalu jauh dari sini,"lanjut Andre.


"Kayak sama siapa aja kamu,Ndre. Tante sama om kan keluarga kamu disini,jadi wajarlah kalo kamu melibatkan kami.

__ADS_1


"Selamat pagi semua,,,"sapa Khanza.


"Pagi ayah ibu,om Andre?,kapan datang om,"tanya Abyan mencium punggung tangan Andre.


"Abyan makin ganteng aja kamu,"Andre mengusap kepala Abyan ketika dicium tangan olehnya.


"Siapa dulu donk ayahnya,"jawab Narsis Abyan memasang pose dengan telunjuk dan jempol disematkan didagunya.


"Om kira kamu itu cool melihat sapaan mu pada om yang terkesan datar,gak tahunya sama gesreknya kayak kamu tuh!


"Uh,,,om juga sama aja kayak kita,wè,,,"Khanza melempar kerudung udang kearah tangan Andre.


"Khanza,,,!!! Ayah dan Ibu memperingatinya bersamaan.


"Hè,,,Khanza tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya."Sorry om!


"Andre yang melihat Khanza tersenyum terpesona dibuatnya.


Mereka mulai menyantap nasi goreng buatan ibu Ratna. Ditengah-tengah sarapan terselip obrolan antara mereka berlima.


"Om ngapain Andre ngapain ke Jakarta,bukannya dah enak tinggal di Solo,"tanya Abyan.


"Om kamu dapat panggilan kerja disini,nak,"ayah mewakili pertanyaan sang anak.


"Bener itu,"tanya Khanza memastikan apa yang dikatakan oelh ayahnya.


"Indo Star Group itu kan perusahaan bonafid om,wah keren,"puji Khanza.


"Kamu tau dek perusahaan itu?"


"Taulah siapa sih yang gak tahu tuh perusahaan,secara perusahaan multinasional . Banyak orang-orang memimpikan kerja disitu karena konon katanya selain gajinya besar ditunjang fasilitas-fasilitas yang memadai om,"Khanza menerangkan.


"Iya,,,ya,,,"Andre mendengarkan penjelasan panjang lebar Khanza dengan mengusap-usap dagunya.


"Ih,,om Khanza udah cape-cape menjelaskan jawaban om cuma 'ya,,,'ya,,,doang,"Khanza menirukan gaya Andre dengan angguk-angguk kepala mengusap-usap dagunya.


"Sudah,,,sudah,,,cepat habiskan sarapan kalian,tunda dulu bincang-bincangnya. Keburu telat nanti kalian beraktifitas,"potong sang ibu.


"SIAP NDAN..."jawab serempak tanpa dikomandoi.


"Ha,,,h,,,ha,,,tawa bahagia mereka berlima.


**


"Kamu berangkat sekolah pake dek,"tanya Andre yang ketika melihat Khanza tengah mengikat tali sepatunya.


"Sepeda om,,,"jawab Khanza yang sudah selesai mengikat tali sepatu hendak berjalan menuju sepedanya yang telah siap didepan rumah.

__ADS_1


"Ikut om aja naik motor,sekalian om mau ke perusahaan.


"Emang om tahu alamat perusahaannya terus ribet gak kalo anter Khanza dulu?.


"Taulah dek,kan om sudah searching google juga sama pasang maps juga alamat kantor diponsel om.


"Oh ya sudah cuz om kita berangkat,bentar ya om Khanza pamit dulu sama ayah ibu.


"Lah dia semangat perasaan tadi khawatirin aku,"gumam Andre geleng kepala kelakuan absurd Khanza.


**


"Kamu gak mau bawa motor sendiri dek,masa tiap hari pakai sepeda terus,kan cape,"Andre memulai obrolan diatas motor.


"Hm,,,sebenarnya mau om,tapi Khanza sadar diri,kalo keinginan Khanza ini tuh pasti ngeberatin mereka,"eh tapi jangan omong-omong sama ayah dan ibu ya om,ini cuma keinginan yang biasa aja,gak menggebu.


"Doain om,interview nya lolos,diterima apalagi dapat posisi yang bagus biar dapat gaji gede,nanti om beliin motor insyaallah,tapi bukan motor baru ya,seken aja yang penting masih bagus.


"Amiin,,,Khanza aminkan yang kenceng tuh om biar cepet dikabul doanya.


Andre melihat Khanza dibalik kaca spion tampak mata Khanza yang berkaca-kaca. "Om janji dek!.


"Jangan om bukan takut gak ditepati tapi mendingan gajinya modal om nikah,haha,,,.


"Om belum kepikiran buru-buru nikah dek,mau ngembangin karir dulu. Kalo dah sukses nanti juga cewek datang sendiri.


"Tuh om,sekolah Khanza,"Khanza menunjuk sekolahnya yang sudah dekat.


"Gak kerasa ya sudah sampai ,"ucap Andre menurunkan Khanza disamping gerbang sekolah.


"Ngobrol kita om makanya gak berasa,"Khanza turun dari motor lalu membuka kait pengaman helm. Makasih ya om dah anterin sampai depan sekolah.


"Sama-sama dek,belajar yang bener,jangan pacaran terus,"pesan Andre ketika Khanza meninggalkan dirinya.


"Siap om,,,dah om,,,hati-hati dijalan.


"Nanti interview Om sudah selesai dan masih sempat jemput,om akan jemput,nanti om kabarin. Dah!


Dari jauh dilantai 2 sekolah ada yang sedang memperhatikan interaksi Khanza dan Andre.


Mohon dukungannya dengan like,komen dan vote.


Love You


Author


Follow me on

__ADS_1


Ig :cinta.dmynti


__ADS_2