Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 62


__ADS_3

"Kamu kenapa sih nak?bangun-bangun jadi amnesia?"tanya Ayah heran melihat tingkah sibungsu.


"Iya tadi Byan gak percaya kalo sekarang mau masuk waktu magrib kata om Andre."


Itulah akibatnya tidur siang kelamaan,jadi ngaco deh!"ucap Ayah.


Byan menggaruk kepalanya disertai cengiran lebarnya.


"Nak,,,,nak! Cepat mandi,Ayah tunggu didepan"ucapnya yang telah siap dengan baju putih dan celana bahan hitamnya tak lupa peci hitam melingkar dikepalanya seperti biasa solat magrib berjamaah di mesjid komplek.


"Tungguin Yah,ada om Andre dikamar mandi."


"Siapa dikamar mandi?"tanya Andre dibalik kamar.


"Om mandinya udah selesai?"tanya Byan heran karena pikirnya masih lama. "Cepet banget perasaan"gumamnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Byan,,,!"teriak Ayah dari teras rumah.


"Iya Ayah!"jawab Byan langsung ngacir menuju kamar mandi.


"Kamu gak bawa handuk dek?"tanya Andre melongokkan setengah kepalanya dari dalam kamar yang heran melihat Abyan pergi ke kamar mandi namun tidak membawa handuk.

__ADS_1


"Oh iya!"jawab Byan menepuk keningnya lalu berputar arah kembali ke kamarnya. "Ih om,,,bukain!"Abyan menggedor pintu kamarnya.


"Bentar dek,om lagi pake baju ini"teriak Andre dibalik kamar.


"Ih om kayak sama siapa aja,sama juga 'onderdil'nya"ucap Abyan tanpa sadar.


"Onderdil apaan dek?"tanya Khanza keluar dari kamarnya tak mengerti maksud omongan adik laki-lakinya.


"Nih!"Andre melemparkan handuk tepat dimuka Abyan membuka pintu kamar karena samar-samar dia mendengar ucapan Abyan lalu kemudian ditanya oleh Khanza tak mengerti bermaksud menyumpal mulut Abyan yang absurd itu.


Abyan langsung kabur meninggalkan kakak perempuannya tak ingin menjawab apalagi sampai membahas hal yang diomonginnya tadi. Apalagi kakak perempuannya itu tipe-tipe tak akan berhenti bertanya sebelum mendapatkan jawabannya.


Ceklek! Andre membuka pintu kamarnya bersama Abyan.


"Itu tadi Abyan bahas onderdil,onderdil apaan sih ka?"tanya Khanza polos.


Mampus


"Bukan apa-apa dek! Dah ya kakak mau ke mesjid dulu"ucap Andre salah tingkah menghindar,berjalan terburu-buru menuju teras dimana ayah Khanza berada.


"Mereka kenapa sih"gumam Khanza mengerutkan keningnya lalu berjalan menuju kamar orangtuanya.

__ADS_1


Tok!


Tok!


"Bu! Khanza mengetuk pintu kamar ibunya tak langsung masuk.


"Masuk Za!"teriak ibu dibalik kamarnya.


Setelah mendapat izin,Khanza baru masuk ke dalam kamar ibunya. "Bu ! Ibu gak masak sore yak?"tanya Khanza karena tahu ibunya sejak pulang dari mengambil uang hasil jualan dan berbelanja tidak keluar lagi dari dalam kamar dan ayahnya mengatakan sedang tidur.


"Memang kenapa nak?"


"Iya tadi kata Ayah,Ibu lagi tidur,padahal maksud Khanza mau bantuin ibu masak sore."


"Oh itu nak,iya ibu tadi ketiduran"ucapnya salah tingkah.


"Gak apa-apa kok,Khanza ngerti kok ibu pasti capek. Lain kali suruh Khanza aja bu yang masak,yah klo cuma masak dadar atau telor ceplok Khanza bisa,haha!"


"Iya nak! Nanti kamu keluar aja ya sama om kamu beli lauk matang diluar buat kita makan malam."


"Iya bu,nanti setelah mereka pulang dari solat dimasjid. Ngomong-ngomong ini kenapa leher ibu kok merah gini?"tanya Khanza polos menyentuh leher ibunya sambil mengusapnya. "Gak ilang tapi"gumamnya. Lalu menjauhkan tangannya dari leher sang ibu.

__ADS_1


"Oh ini! Ibu menyentuh lehernya walaupun dia tidak melihat nya tapi tahu kalo yang dimaksud Khanza adalah 'hasil karya' suaminya tadi sore.


Aduh Ayah ceroboh banget sih!


__ADS_2