Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 80


__ADS_3

"Coba sekarang kamu panggil aku Prasta,aku pengen denger."


"Ayo dong Khanza. Aku pengen denger nih!"


"Prasta,"ucap Khanza cepat.


"APA? Coba ulang lagi,"ucap Lintang mundur ,mendekatkan tubuhnya pada Khanza.


"Gak ada pengulangan,"jawab Khanza datar.


"Ck,,"decak Lintang pelan.


Setelah itu tidak ada pembacaraan diantara mereka. Lintang yang bingung akan membahas apalagi karena tampaknya Khanza masih enggan berbicara banyak dengannya.


Gang perumahan Khanza telah terlihat. "Nanti turun didepan aja yak Lin,"ucap Khanza memberitahu Lintang sebelum sampai didepan gang.


"Nanti aja kalo dah deket aja. Kalo turun disana(depan gang) kejauhan Za."


"Gak papa."


Begitu sampai didepan gang,Lintang tidak memberhentikan motornya. Dia tetap melaju,mengabaikan tepukan Khanza dipunggungnya berulang kali.


Khanza pasrah Lintang akan menurunkan dimana. Dia hanya mendesah pelan dan itu terasa oleh Lintang. Lintang menarik sudut bibirnya melihat ekspresi Khanza dari balik spion.

__ADS_1


Jalan yang dulu Lintang pernah turunkan telah dilewati. Rasa cemas mulai mendominasi Khanza. Mungkin Lintang nekat menurunkannya didepan rumahnya persis.


"Ya tuhan please,jangan sampai Lintang benar-benar menurunkannya didepan rumahnya,"batin Khanza berdoa.


Dan benar saja,motor yang dikendarai Lintang semakin dekat dengan rumahnya. Kali ini Khanza benar-benar pasrah.


"Sampai,,,"ucap Lintang namun bagi Khanza terdengar seperti mengejek.


Segera Khanza turun dari motor sport Lintang walaupun belum disuruh olehnya. Begitu Khanza turun,dia tanpa basa basi berlalu meninggalkan Lintang.


Baru beberapa centi Khanza berjalan,Lintang berucap,"kamu gak nawarin aku mampir Za?"


Khanza berbalik lalu menatap tajam pada Lintang namun dibalas adegan kiss bye oleh Lintang. Khanza membalas perilaku Lintang dengan membuang muka kemudian berjalan cepat menuju teras rumah.


"Assalamualaikum,"ucap Khanza pelan dengan langsung memutar handle pintu tanpa menunggu dibukakan pintu dari dalam,lalu mengendap-endap masuk kedalam seperti seorang pencuri. Huh aman


Khanza langsung menutup pintu kembali pelan sekali.


Sebelum benar-benar masuk kamar,Khanza sempat mengintip lewat celah jendela,melihat apakah Lintang masih ada diluar pagar rumahnya.


Mata Khanza seakan membola,mengintip lewat celah tirai ternyata Lintang masih berada diluar pagar. Tindakan Khanza itu rupanya dilihat oleh Lintang.


Khanza memelototkan matanya kepada Lintang,berharap Lintang pergi dengan kodean mata nya itu namun dia membalas dengan senyuman lebar.

__ADS_1


Tak lama,Lintang mengeluarkan ponselnya dari balik kantong celananya. Khanza memperhatikan tingkah Lintang itu dan menunggu apa yang akan dia lakukan dengan ponselnya itu.


Ting! Tanda pesan masuk pada ponsel Khanza dan segera diraihnya cepat ponselnya untuk melihat siapa pengirimnya.


*Prasta


Aku akan nekat klo kamu trs hindarin aku. Ingat itu Khanza.


Prasta


Love You*


Biasa Khanza akan melihat pesan yang masuk lewat notifikasi layar yang tertera. Tetapi kali ini dia langsung membukanya karena penasaran pesan kedua yang Lintang kirim padanya.


Setelah Khanza membuka pesan yang dikirim Lintang didepan rumahnya dan itu terlihat dari tanda centang dua berwarna biru dari Lintang barulah dia meninggalkan rumah Khanza.


Khanza menghembuskan nafas kasar setelah membaca pesan yang dikirim Lintang barusan. Dia tahu Lintang telah meninggalkan rumahnya sesaat dia membaca pesan darinya.


Khanza kembali memasukkan ponselnya kedalam pouch hape lalu kemudian memutar tubuhnya hendak ke kamarnya.


"Khanza,,,sudah pulang? Kok gak salam?"tanya Ibu Ratna datang dari arah dapur sekaligus meja dapur.


"Astaga Ibu,bikin kaget Khanza aja,"jawab Khnaza sambil mengusap dadanya,kaget sekaligus takut.

__ADS_1


__ADS_2