Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. XVIII Sulit Menghindar


__ADS_3

Sebelumnya


"Elo temennya Khanza kan,"tanya Lintang pada Salsa teman sebangkunya.


"I,,,ya"jawab Salsa yang kaget karena Lintang tiba-tiba


mendatanginya.


"Khanzanya mana kok gak sama elo,"tanya balik.


I,,,ya tadi Khanza,,,


"Pergi sama Adi tadi,"Angel meneruskan jawaban Salsa.


Deg


"Iya tadi dari jam istirahat sampe sekarang belum balik-balik,"Fifah ikut mengompori.


"Gw gak nanya y sama elo-lo pada,"Lintang sedikit menaikkan intonasi bicaranya.


Angel dan Fifah seketika mengatupkan rahangnya mendengar Lintang yang marah besar. Urat-urat lehernya bahkan sampai terlihat.


"Apa itu bener Sa,"Lintang akhirnya memastikan kembali pada Salsa karena omongan Angel dan Fifah.


"I,,ya,"jawab Salsa takut-takut.


"Elo tahu dia perginya kemana?


"Salsa hanya geleng kepala tanpa berkata sepatah katapun. Dia tidak mau menambah kesal Lintang,karena Lintang wajahnya sudah tampak memerah.


Angel dan Fifah melirik sinis disertai senyum mengejek ketika Lintang melihat pada mereka.


Lintangpun lantas meninggalkan kelas mereka tanpa berkata apa-apa lagi.


"Gil*,,,,tampang Lintang horor banget ya kalo lagi cemburu,"ucap Fifah.


Upss,,,'mampus gw,gw lupa ada si Angel,"batin Fifah.


Angel memutar matanya mendengar ucapan Fifah.


"Gw yakin sekarang Lintang nyariin Khanza,"Fifah menebak.


"Kita ikutin yuk Gel si Lintang.


"Males,"jawab Angel tolaknya dengan nada agak kesal.


"Ayo mumpung masih jamkos,"Fifah menarik tangan Angel yang masih duduk seperti malas mengikuti ajakan Fifah.


"Elo aja deh yang ikutan dia(Lintang),nanti elo ceritain gimana-gimananya.

__ADS_1


"Ah elo g asik ah,"gw kan kepo maksimal nih


**


"Dimana elo Khanza,,,"gumam Lintang.


Lama Lintang mencari disekitaran lingkunga sekolah tapi hasilnya minim.


"Kemana lagi gw cari lo Za,dah semua tempat dah gw cari,monolognya.


Lintang masih terus berpikir tempat mana yang belum dia cari.


Taman belakang!


Ya taman belakang sekolah yang belum dia cari,tempat yang tidak masuk diperkiraannya.


Lintang akhirnya memutuskan mencari Khanza ditaman belakang sebagai usaha terakhir.


Deg


Khanza


Lintang melihat Khanza bersama Adi,terlihat duduk bersama namun tidak dalam jarak yang dekat.


"Gw cari-cari lo kemana-mana ternyata elo ada disini,berduaan sama cowok.


Deg


Tubuh Khanza menegang mendengar suara Lintang,terlebih-lebih omongannya yang terkesan menuduhnya. Padahal maksud dia pergi ke taman belakang dia hanya ingin makan dengan tenang. Masalah Adi yang ikut dengannya itu bukan keinginannya.


Khanza memutar tubuhnya melihat kearah Lintang. Tubuhnya seakan berat,berjalan pun seperti tidak ada tenaga.


"Gw tanya sekali Khanza,ngapain lo disini,sama si,,,Lintang tidak meneruskan omongannya hanya melirik tajam pada Adi.


Khanza terdiam dan dia merasa sedih karena Lintang merubah panggilannya menjadi elo gw lagi seperti sebelumnya. Berbicara seperti orang lain. Tapi bukankah itu tujuan dia menjauhi Lintang agar menjadi oranglain kembali.


"Elo punya mulut kan Za!


Mendengar ucapan Lintang,entah mengapa hati Khanza terasa sakit. Mata tampak berkaca-kaca.


"Sorry bro gw sama Khanza cuma lagi makan bareng aja,"Adi mewakili menjawab pertanyaan Lintang karena melihat Khanza yang sudah berkaca-kaca. Adi merasa kasihan pada Khanza yang mungkin tidak biasa dibentak-bentak.


"Gw cuma tanya Khanza,bukan elo,"hardik Lintang.


"Elo gak liat Khanza dah ketakutan denger bentakan lo.


"Hm,,,i,,ni saya mau makan bekal aja kok,,,"jawab Khanza akhirnya,takut-takut.


"Klo cuma mau makan kenapa harus jauh-jauh kesini,dan kenapa harus berduaan juga,"cecar Lintang melirik sinis kearah Adi.

__ADS_1


"Sori bro,gw rasa masalah Khanza mau makan dimana gw rasa bukan urusan lo juga,"lagi-lagi Adi membela Khanza.


"TENTU AJA INI URUSAN GW,KARNA KHANZA CEWEK GW,Lintang berbicara lantang sambil mencengkram kerah baju Adi.


"Udah,,,udah,,,Lintang tolong lepasin Adi,"pinta Khanza memegang lengan Lintang.


"Kok elo jadi belain dia sih,bentak Lintang.


"Bro jangan kasar dong sama cewek,"Adi lagi-lagi membela Khanza.


"Adi pleasa,,,bisa tinggalin kita berdua,"pinta Khanza.


"Ada apa ini ribut-ribut,,,"tanya mang Dadang penjaga sekolah. Kebetulan rumah mang Dadang terletak tidak jauh dari taman belakang.


Adi yang tidak ingin terjadi keributan juga karena permintaan Khanza akhirnya meninggalkan mereka tanpa perduli pada kedatangan mang Dudung.


"Gak ada mang,cuma lagi pada becanda aja,"jawab Khanza dengan senyum kecil karena tidak enak pada mang Dadang.


Namun tidak dengan Lintang. Raut muka masih menahan marah.


"Mang boleh pinjam rumahnya,saya mau ngobrol berdua sama pacar saya ini.


"Wajah Khanza menjadi merona mendengar ucapan yang jujur dari mulut Lintang. Dia mendongak,menatap mata Lintang menyiratkan tanda tanya,buat apa berbicara sampai harus didalam rumah.


Lintang yang mengerti maksud tatapan Khanza hanya menjawab,"gw mau ngomong sama elo banyak tanpa ada orang yang tau.


Lintang menggandeng tangan Khanza menuju rumah mang Dadang tanpa menunggu persetujuan dari sang pemilik.


"Pinjem yang mang,"ucap Lintang waktu melewati depan mang Dudung.


"Boleh den,tapi jangan macem-macem ya den,ingat ini disekolah,"mang Dudung memperingati Lintang.


"Gak bakal macem-macem mang,paling cuma satu macem aja,"ucap asal Lintang namun sarat akan makna.


Khanza yang mendengar omongan Lintang yang terkesan nyeleneh menjadi salah tingkah sendiri. Dia tertunduk berjalan melalui mang Dadang.


"Ayo!


Tangan Khanza digenggam menuju kedalam rumah.


Note: mohon maaf ada kesalahan nama tokoh yg harusnya Angel menjadi Cindy di bab sebelumnya.


Bersambung


Mohon dukungannya dengan komen,like dan vote.


Love You


Author

__ADS_1


Follow me on


Ig : @cinta.dmynti


__ADS_2