
TEET,,,bel tanda masuk berbunyi tak lama gurupun datang.
"Selamat pagi anak-anak !
"Selamat pagi bu!
Setelah mengucapkan salam gurupun duduk bangkunya.
"Baik sebelum memulai pelajaran bahasa Indonesia,disini ibu sekaligus sebagai walikelas kalian ingin menanyakan sejauh mana persiapan kalian mengadapi ujian nasional karena sekarang sudah masuk semester 2.
"Ada diantara kalian yang ikut bimbel?
"cuma 5 orang,"guru menghitung jumlah anak yang ikut bimbel,mereka sebelumnya telah mengacungkan tangan.
Ikut bimbangan belajar bagus tapi yang tidak ikutpun tidak buruk juga,karena yang mengikuti bimbel tak menjamin nilainya baguspun dengan yang tidak mengikuti ,bisa saja nilainya justru diatas yang mengikuti bimbel.
Mulai minggu depan sekolah akan menghadapi pendalaman materi semua siswa kelas 3 wajib mengikuti kecuali yang 5 orang tadi,kalian boleh tidak mengikuti pendalaman materi itu.
Waktu kegiatan materi setiap minggu setelah proses kegiatan belajar. Dan khusus hari jumat akan diadakan evaluasi .
"Ibu rasa info tentang segala kegiatan pendalaman materi cukup sampai disini,bagi yang kurang mengerti bisa ditanyakan nanti setelah ini ya!
Sekarang kita mulai pelajaran bahasa Indonesia .Oiya untuk mata pelajaran bahasa Indonesia salah pelajaran yang akan diujiankan di Ujian Nasional,kalian sudah tahu?
"Sudah bu!
"Masih sama ya seperti kalian di SMP dulu".
Baik untuk bab materi kali ini membahas tentang Menikmati Novel.
"Siapa diantara kalian yang suka baca novel? ,wah banyak ya,"guru melihat banyak yang mengacunkan tangan.
"Suka bu,apalagi tipe-tipe badbay gitu,"celetuk Amel.
"Bener,,,bener,,,,"jawab siswi-siswi yang lain membenarkan ucapan Amel.
Guru hanya tersenyum melihat keantusiasan para murid membaca novel,terutama novel online.
"Memang sekarang jamannya online ya,sampai-sampai novelpun ikut online. Banyak platform bermunculan saat ini menyediakan bacaan online,baik itu berbayar maupun gratis. Plus minus ya dengan adanya novel online itu.
"Tapi disini ibu akan membicarakan novel fisik ya,novel yang ada bentuknya yakni berbentuk buku. Siapa diantara kalian yang suka membaca novel fisik? atau minimal ada lah dirumah kalian novel itu?
"Saya ada bu,"seorang murid mengacungkan tangan.
"Iya Beno?,kamu punya novel dirumah?
__ADS_1
"Ada bu,komik Detektif conan.
Guru hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Beno itu.
"Beda Beno komik dengan novel itu walaupun sama-sama bentuknya sama seperti buku tapi tetap berbeda ya!. Tapi untuk membedakan perbedaannya tidak dibahas di materi ini ,"terang guru.
"Huh,,,!"ejek serempak murid-murid.
"Sudah-sudah,,,tapi Beno bagus ya masih mau membaca ,walaupun dalam bantuk komik,"guru sedikit membesarkan hati Beno. Beno yang merasa dipuji gurunya menepuk dadanya seraya membusungkan dada dan pura-pura membenarkan posisi kerah bajunya.
Khanza hanya tersenyum tingkah polah Beno dengan tingkat kepercayaan yang tinggi. Disaat Khanza tersenyum dia melihat seseorang lewat depannya kelas karena pada saat itu posisi pintu kelasnya tidak tertutup,dan orang yang lewat itu adalah Lintang sedang jalan berdua yang dia tahu orang itu adalah Astrid.Dan sialnya Lintangpun sempat melihat dirinya yang sedang tertawa itu namun dia langsung membuang muka.
Khanzapun yang sedang tersenyum dengan tidak sengaja melihat kearah Lintang namun mendapat perlakuan seperti itu menjadi sedih.
Kenapa Lintang semenjak dia berkirim pesan waktu. Apa Lintang sudah tahu kalo sebenarnya dia berbohong tidak ada tugas kelompok waktu itu,"batinnya.
"Za,,,za,,,hei kok elo ngelamun sih,itu bu Reni sedang menerangkan materi,"bisik Salsa ditelinga Khanza karena takut terdengar juga untuk menyadarkan dirinya yang kedapatan sedang melamun.
Khanza yang mendapat bisikan dari Salsa sempat terkagap karena memang dia sedang melamun.
"Ah iya,,,Sa kenapa?,"tanya Khanza yang tidak dengar Salsa berbicara apa.
"ckck,,,ternyata benar lo ngelamun. Kenapa sih Za gw lihat dari kemarin kayak ada yang dipikirin?
"Apaan,gak ah perasaan kamu aja.
***
Waktu pulang
Khanza berjalan sendirian menuju gerbang sekolah tak lama Salsa pun datang dan menghampirinya.
"Pulang sama siapa lo Za?"tanya Salsa.
"Sama abang-abang".
"Bukannya tadi lo bilang dia kerja ya tadi pagi?"Salsa mengerutkan keningnya mendengar jawaban Khanza.
Tampak Khanza yang sudah ingin tertawa melihat ekspresi wajah Salsa.
"Kok lo senyum-senyum sih Za?,lo bohong ya?
"Ha,,,,ha,,,akhirnya tawa Khanza lepas juga. Iya Salsa,saya beneran dijemput abang-abang,abang angkot tapi,haha,,,! lalu Khanza berlari keluar meninggalkan Salsa.
"Awas ya elo Za! Salsapun berlari mengejar Khanza,setelah berhasil menyamai langkah Khanza dirangkulnya pundaknya.
__ADS_1
Ditengah canda tawa Khanza dan Salsa datang dari belakang mereka sebuah motor gede yang menurut mereka bising knalpotnya memekakkan telinga karena sungguh sangat dekat bahkan anginnya sampai terasa.
Salsa dan Khanza menengok siapa pemilik motor gede tersebut yang pasti adalah salah satu siswa SMA Adi Jaya juga.
Begitu mereka menengok benar pengendaranya memakai celana abu-abu namun baju dilapasi sebuah hoody serta kepala terlindungi helm full face,namun yang membuat Salsa dan Khanza terdiam adalah penumpang dibelakang pengendara itu. Orang itu Astris sang mantan wakil ketua OSIS. Jika Salsa mungkin tidak tahu pemilik pengendara motor tersebut tapi tidak dengan Khanza,dia tahu siapa laki-laki itu.
Seperti dengan sengaja pemilik motor tersebut memainkan gas dihadapan Khanza dan Salsa.
"Belagu banget mentang-mentang motornya bagus,"ucap Salsa menggerutu namun suara tersamar akibat bisingnya suara motor.
Khanza yang diajak mengobrol hanya diam walaupun dia dengar ocehan Salsa tenang pemilik motor. Sekilas mata memandang dia mengikuti kemana arah melaju motor tersebut. Sang pemilik motor sempat melihat Khanza kearah,terlihat karena dia(pemilik motor) menengokkan lehernya kearah Khanza. Tanpa membuka helmnya pun Khanza tahu sang pemilik motor cukup lumayan lama memperhatikannya.
"Gilak,,,belagu banget yang punya motor,apalagi yang dibelakangnya tuh si Astrid,mentang-mentang pernah jadi wakil ketua OSIS sombong banget,cuih!"Salsa sampai meludahi aspal saking kesalnya.
"Za kok lo diem ajasih gw ngomong panjang lebar?,loh kok lo nangis sih?,"Salsa heran mendapati Khanza menyeka tetes airmata nya.
"Sorry Sa,mata saya perih kena asap knalpot motor tadi".
"Ngapain minta maaf,kan gw cuma tanya kenapa lo nangis,gak tahunya gara-gara asap motor toh. Gw tandain ya tuh motor kalo kita sekolah,apalagi dah bikin mata lo perih!"
"Udah Sa,jangan,gak apa-apa kok tapi lagi-lagi airmatanya kembali menetes.
"Tuh kan gak apa-apanya mata lo sampai gak brenti berair gitu,bentar-bentar gw ambil tisu dulu ditas gw,jangan dilap pake tangan nanti jadi iritasi.Nih! ,"Salsa menyodorkan selembar tisu pada Khanza.
"Thanks ya,"ucap Khanza.
"Sama-sama. Eh tuh angkotnya dah ada tuh! ,"Salsa menunjuk angkot yang menuju kearah mereka. Naik yuk,"ajak Salsa.
"Ayo!
**Ketika didalam angkot.
"Lo kenal Za tadi yang bawa motor? "Salsa masih saja membahas pemilik motor tersebut.
Khanza hanya mengelengkan kepalanyanya menjawab pertanyaan Salsa.
"Masa sih Za lo gak tahu? "Salsa masih penasaran karena tidak percaya Khanza tidak tahu pemilik motor itu.
"Tapi Za,,,!Eh gw dah sampe,gw turun ya! .Dah! .Lalu turun dari angkot karena telah sampai ditujuannya.
"Dah !,"balas Khanza melambaikan tangannya pada Salsa. Syukurlah dia(Salsa) dah sampe tujuan,"batin Khanza mengucap syukur karena tak harus menjawab pertanyaan Salsa. Aku tahu itu kamu Lintang,"monolognya.
Mohon dukungannya dengan like,vote dan komen
Love You
__ADS_1
Author