Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 64.


__ADS_3

"Kenapa habis pulang dari beli lauk diem-dieman gitu?"tanya Ibu heran.


"Dah katanya tadi Ayah laper,mending kita mulai siapin ini aja!"ucap Khanza mengangkat bungkusan sate dan sop kehadapan ibunya. Mumpung masih panas nih bu sopnya"ucapnya mengalihkan pembicaraan dan juga menormalkan degub jantungnya.


"Oh ya udah,ayuk!"ajak Ibu. Lalu mereka pun berjalan menuju meja makan menyiapkan peralatan makan.


"Ibu panggil Ayah sama adik kamu dulu yak di kamar. Kamu tuang di mangkok-mangkok sopnya,sekalian sate nya juga"ucap Ibu yang sudah membawa mangkok dan piring lalu ditaro diatas meja makan.


"Baik bu!"


"Gak usah tante,Abyan biar Andre yang panggilin."


"Oh yak Ndre,tadi sate sama sopnya berapa jadinya?"tanya Ibu saat sudah didepan pintu kamarnya.


"Gak usah tante,kayak sama siapa aja."


"Ih jangan gitu dong,,,,


"Apa yang jangan bu?"tanya Ayah membuka pintu kamar sebelum ibu masuk kedalam,padahal tangan Ny . Ratna sudah memegang handle pintu.


"Astaga Ayah,ibu kaget loh,untung Ibu baru megang nih handle pintu,coba kalau Ibu sudah dorong,bisa jatoh nih badan.


"Gak lah mungkin bu,kan ada Ayah. Pasti Ayah peluk Ibu biar gak jatoh."


"Ih apaan sih Ayah. Oh iya ayok Yah makan ,dah disiapin semuanya.

__ADS_1


"Ayok atuh bu!"


"Cepet yak Ndre panggilin Abyan!"ucap Ibu Khanza.


"Iya tante!"jawab Andre lalu berlalu masuk kedalam kamar.


***


"Astaga Khanza,dari tadi sopnya belum kamu tuang dimangkok?"ucap Ibu heran karena melihat Khanza yang tengah melamun. Bersamaan itu pula Abdre dan Abyan telah berada dibelakang punggung Ibunya.


Khanzapun melihat kearah Ibunya yang otomatis melihat juga kearah Andre dimana Andre tengah memperhatikannya.


Wajah Khanza kembali merah padam,teringat kembali peristiwa tadi di tempat penjual sate.


Lalu Ibu pun menghampiri Khanza dan menyentuh plastik pembungkus sop. "Berarti lama kamu ini melamunnya,mikirin apa sih! Ibu perhatiin dari semenjak pulang dari beli ini(menunjuk pada sate dan sop)."


"Cepetan,mau diangetin gak sopnya,Byan dah laper nih!"protesnya.


"Gak usahlah,nasi dimagic com juga belum dicabut dari steker,jadi masih panas. Jadi bisa tertolonf nih sop."


Flashback


"Aduh maaf Neng Den(asal kata aden yang artinya laki-laki yang umum diucapkan untuk sapaan hormat anak-anak lagi yang lebih muda dari yang memanggilnya. "Saya pikir aden neng ini pengantin baru,habisnya nampak serasi sekali,yang satu cantik satunya lagi ganteng.


Pada awalnya mereka lebih memilih diam tidak menanggapi,namun melihat wajah Khanza yang dia(Andre) tahu telah memerah karena malu walaupun keadaan saat itu remang-remang tetapi masih saja terlihat.

__ADS_1


"Kita sesupuan mang,"jawab Andre pada akhirnya.


Rahang penjual seketika membuka mendengar pengakuan dari Andre.


Andre dan Khanza lalu bergegas meninggalkan sipenjual sate setelah Andre membayar semuanya dsn menerima uang kembalian.


Mereka pun berjalan menuju motor yang terparkir didepan ruko kosong yang dikhususkan menjadi lahan parkir para pembeli yang ingin membeli jajanan yang berjejer disepanjang depan jalan sehingga memakan setengah trotoar yang dikhususkan bagi pengguna jalan.


***Setelah mereka telah berada diatas motor dan melajukannya menuju rumah.


"Makanya kakak cepet cari pasangan"ucap Khanza memecah kebekuan diantara mereka.


"Hati kakak belum move on dek 'orang' itu dek!"jawab Andre sedih. Gimana kakak mau dapet pengganti kalo namanya aja susah digeser disini!"tunjuk Andre menyentuh dadanya sehingga mengendarai sepeda dengan satu tangannya.


"Balikan lagi atuh!"saran Khanza.


"Boro-boro balikan,jadian aja enggak."


"Cewek itu udah ada yang punya?"


"Adek udah ada yang punya?"tanya dibalik spion menunggu jawaban dari Khanza.


"Ih kok malah nanya Khanza"jawabnya dan memandang kearah spion bertemu dengan wajah Andre yang menampilkan wajah tak terbaca.


Segera Khanza memutus pandangan nya lalu membuang mukanya kearah samping dan tak berbicara apa-apa lagi sampai mereka tiba dirumah begitupun dengan Andre.

__ADS_1


__ADS_2