Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab.XIX Kedua Kali


__ADS_3

"Jelaskan semuanya!


"Saya gak disuruh duduk dulu,"tanya khanza.


"Ya udah duduk,"suruh lintang pada akhirnya,namun masih menahan kesal.


"Kamu juga duduk atuh,masa saya aja yang duduk,"cicit pelan Khanza.


"Cepat khanza,sepertinya kamu sengaja mengulur waktu ya,mau duduk atau gak itu bukan urusan kamu.


Sepertinya marah Lintang sudah mulai berkurang terbukti panggilannya telah berubah menjadi aku kamu lagi.


"Iya masa saya harus begini (posisi mendongak karena Khanza yang duduk dan Lintang yang berdiri sementara tinggi Lintang yang mencapai 187 ).


Terbayang betapa pegalnya leher Khanza jika posisi seperti itu apa dalam waktu lama.


"Sepertinya kamu sudah mulai berani ya ngatur-ngatur saya,hmm lalu Lintang merunduk menatap intens wajah Khanza yang mendongak kearahnya.


Khanza yang ditatap matanya secara intens oleh Lintang seketika menjadi salah tingkah ,seperti yang telah menjadi kebiasaannya jika dia gugup akan menggigit bibirnya.


Lintang yang dari awal sudah terpesona walau hanya menatap matanya saja ditambah sekarang Khanza yang tengah menggigit bibirnya membuat pertahanannya jebol juga.


Cup


Lintang mengecup bibir Khanza ,hal yg dari tadi ingin dia lakukan.


Reaksi Khanza yang dikecup bibirnya hanya bengong. nyawanya seakan tidak berada disitu,hanya raganya saja.


Merasa tidak ada penolakan(sebenarnya bukan menerima tapi lebih pada diam saja) lalu Lintang kembali mencium bibir Khanza kali ini dengan menahan tengkuknya ,sementara tangan yang lainnya diletakan pada pegangan tangan kursi untuk menahan bobot tubuhnya .


Bibir Lintang menekan bibir Khanza lalu memperdalamnya kemudian dilumatnya bibir bawah dan atas Khanza. Ciuman sesekali dilepaskan untuk mengambil pasokan udara,untuk kemudian mengulangnya kembali.


"Aku sebenarnya tidak marah Khanza,aku hanya panik dan khawatir tidak menemukan kamu dimanapun apalagi alasan kamu tidak ingin berangkat bersama,"ucap Lintang saat melepaskan ciumannya namun posisi masih dengan posisi kening masih menempel serta mata mereka yg saling menatap intens.


Khanza yg malu karena tidak menolak ciuman itu bahkan ikut menikmati serta membalasnya menjadi malu,wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


Untuk menutupi malunya khanza memeluk perut Lintang dimana posisi Lintang yang berdiri sedang Khanza yang duduk.


Lintang yang tahu saat ini khanza malu,hanya tersenyum sambil membalas pelukan khanza dan mengusap lembut kepalanya.


Hatinya menghangat karena Khanza membalas ciumannya.


"Hey,,,sampai kapan pelukan begini,hmm,,,


Khanzapun tersadar lalu melepaskan pelukannya.


Setelah mengurai pelukannya Lintangpun ikut duduk dengan posisi saling berhadapan.


Jelaskan kenapa tadi pagi gak mau aku jemput?


"Kan semalam dah aku kabarin.


"Oke disitu aku juga salah gak buka hp semalam.


"Berarti bukan salah aku juga,"cicit khanza pelan.


Khanzaaaaaa


"Aku tahu itu cuma alasan kamu aja,sebenarnya kamu gak mau dijemput dan berangkat bareng aku,buktinya tadi pagi ayah kamu berangkat bukan sama kamu tapi sama Abyan adik kamu.dan lebih fatalnya kamu sendiri naik ojol.


"Ya tuhan Khanza aku klo memikirkan itu aja aku gak bisa.Kamu gak tahu betapa khawatirnya aku waktu kamu naik ojol sendirian,pagi-pagi sekali,cewek pula.

__ADS_1


Kamu,,,,"Lintang meraup wajahnya entah bagaimana lagi menggambarkan perasaannya.


"Maaf,,,


"Hmmm,,,sebenarnya semalam aku lupa mengerjakan tugas ,makanya mutusin berangkat pagi buat ngerjain tugas itu di kelas aja,"bohong khanza . Tak mungkin dia menceritakan alasan dia sebenarnya yang ingin menghindari dirinya.


"Kenapa gak cerita,hmm?


"Malu,,,"jawab khanza sambil tertunduk.


"Oh astaga Khanza,,,kalo cuma itu ngapain kamu harus bohong ,harusnya kamu terus terang aja ,jadi aku bisa jemput kamu pagi-pagi . Emang kamu gak takut dibawa pergi sama supir ojol ,secara penumpangnya cantik,putih gini.


"Ih apaan sih ,gombal banget.


"Serius,,,tapi ngomong-ngomong tugas apa sih ,siapa tau aku bisa bantuin?


Deg,,,


"Tapi gak banyak kok,dah selesai tadi,"Khanza beralasan .


"Lain kali ada tugas atau PR yang gak kamu ngerti tanya aku aja,pasti aku bantu kok,walau aku tau Khanza adalah seorang juara kelas.


"Ah bisa aja ,gak sebanding kok sama kamu yang seorang ketua OSIS.


"Dah bisa ngejek ya kamu ya ha,,,


"Ampun,,,ampun,,,iya,,,iya,,,udah,,,


Lintang mengitik pinggang Khanza.


Tok,,,tok,,,permisi neng,den ,"mang Dadang pintu karena mendengar kata ampun dari Khanza.


Ceklek


"Gak apa-apa mang,ini tadi saya ngelitikin pinggangnya,kegelian makanya bilang 'ampun'.


"Oalah kirain ada apaan.


"Itu bibir neng Khanza kenapa bengkak gitu,mang dadang baru ngeh melihat bibir Khanza yang membengkak.


"Oh ini mang,"Khanza sambil memegangi bibirnya seketika bingung menjawab apa.


"Oh itu tadi Khanza makan udang dibekalnya. Padahal dah tau dia alergi tetep aja di makan tuh udang mang,"Lintang membantu Khanza beralasan.


Huft,,, Khanza merasa lega.


Lintang yang melihat Khanza menghela nafas lega,mengulum senyumnya.


Lintang melihat jam tangannya.


"Bentar lagi waktu pulang,langsung aja kita pulang,kamu langsung ambil tas di kelas,aku tunggu.


"Dan ingat jangan dekat-dekat sama Adi,aku gak suka.


Khanza hanya memutar malas matanya mendengar perintah Lintang.


"Kok kamu diam aja?


"Kalo ingat tadi aku jadi kesal lagi Khanza,kamu asik berduaan sama sicowok cupu itu.


"Tapi bukan aku yang ajak kok,tadi tuh aku mau makan bekalnya ditaman,gak tahunya dia juga ternyata bawa bekal juga makanya dia minta makan bareng,"terang Khanza.

__ADS_1


"Kenapa gak kamu tolak?


"Gimana nolaknya,"cicit pelan Khanza.


"Pokoknya lain kali dia mau ajak-ajak itu mau ngapain jangan mau,TITIK!


"Iya,,,jawab terpaksa Khanza.


"Good,itu baru pacar aku.


Mendengar kata pacar hati Khanza menghangat.


"Ayo,Lintang menggandeng Khanza hendak mengantar kekelasnya,cepat ambil tas kamu,"perintah Lintang begitu sudah didepan kelas.


"Ahm,,,kamu duluan aja


"Apalagi Khanza,"tanya Lintang gemas.


"Aku lupa kalo hari ini ada tugas bareng-bareng teman.


"Ya udah aku tungguin .


"Gak usah,,,,"tolak Khanza.


Lintang mengernyitkan dahinya.


"Kayaknya akan lama selesainya,dah kamu pulang aja,"kekeh Khanza menolak.


Sebenarnya itu hanya alasan saja agar Lintang tidak mengantarkannya sampai rumah mengingat perkataan ibunya tempo hari.


"Trus kamu pulang nya nanti gimana,tadi pagi aja kamu naik ojol,naik ojol lagi begitu,"tanya Lintang dengan raut muka kembali kesal.


"Ih pelan-pelan ngomongnya,"gak enak sama yang lain, Khanza menengok kedalam kelas takut ada yg memperhatikan dirinya dan Lintang.


"Nanti aku sama Salsa pulangnya.


"Naik apa,"tanya Lintang memastikan lagi.


"Astaga kenapa sikapnya berubah gini sih,gak seperti awal-awal kenal,dingin cuek. Sekarang tuh bawel ,suka larang-larang,monolog Khanza dalam hatinya.


"Nebeng sama motornya,"jawab asal Khanza.


"Gah usah nanti aku jemput aja kalo dah selesai tugasnya,nanti kamu kabarin. Jangan pulang sebelum aku jemput,ngerti?


"Iya,,,"jawab malas sambil memutar matanya.


"Iya nya gitu amat.


"Iya,,,Lintang,dah sana cepet pulang,"ucap Khanza lebih dilembutkan suaranya.


"Ha,,,ha,,,"tawa.


Bersambung


Mohon dukungannya dengan komen,like dan babnya ya


Love You


Author


Follow me on

__ADS_1


Ig : cinta.dmynti


__ADS_2