Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 77


__ADS_3

***Pagi hari dikediaman rumah orangtua Salsa.


"Loh Khanza sudah rapih mau pada nih?"tanya bu Dian yang melihat Khanza memakai baju seperti keluar. Namun bukannya dia menanyakan pada Khanza melainkan pada anaknya.


"Pulang tante,"jawab Khanza.


"Masih pagi Za. Nanti aja siang-siangan. Kita ngobrol-ngobrol dulu. Semalam kan kita belum sempat mengobrol,tau-tau dah didatengin pacarnya aja."


"Bentar bu mereka ngobrolnya. Gak lama ibu masuk,dia juga pulang,"ucap Salsa menjawab pertanyaan yang bukan tertuju padanya.


"Oh,"jawab bu Dian namun hanya menggerakkan bibirnya.


"Pamit yak tante! Maaf yak Khanza dah ngerepotin,"ucap Khanza mengulurkan tangannya hendak bersalaman dan disambut hangat oleh ibu Dian.


"Sering-sering main dan nginap si Za. Papah nya Salsa jarang pulang soalnya."


"Insyaallah tante."


"Salsa anterin Khanza dulu yak Mah."


Khanza dan Salsapun melangkah meninggalkan halaman rumah orangtua Salsa. Berjalan hingga ke depan gang,dimana angkot baru bisa ditemui.

__ADS_1


"Kayak kenal,"gumam Salsa menyipitkan matanya melihat dari jauh sebuah motor sport menuju kearah mereka namun si pengemudi tertutup helm full face.


Pikiran Salsa tertuju pada satu orang yang dia dan Khanza kenal tapi mungkin saja tebakannya salah karena bukan orang itu saja yang mempunyai motor sport seperti itu.


"Siapa Sa?"tanya Khanza yang mendengar gumaman Salsa. Khanza sendiri tengah asyik memainkan ponselnya walaupun itu hanya sesekali. Kebetulan ketika sedang membuka ponselnya saat Salsa bergumam.


"Tuh!"tunjuk Salsa dengan dagunya.


Deg


"Lintang,"gumam Khanza. Mau ngapain dia ke daerah sini?"batin Khanza yang berpikir positif.


"Lo kenal Za?"tanya Salsa menilai Khanza mengenal pengendara motor sport itu. "Atau jangan-jangan dia,,,"ucap Salsa menggantung,tepat sesuai dengan pikirannya tadi.


Motor sport itu menghentikan motornya tepat didepan mereka. Hampir saja menabrak mereka,jika Salsa dan Khanza tetap meneruskan langkahnya.


"Astagfirullahhal Adzim,,,"pekik Salsa.


"Astagfirullahhal Adzim,,,"gumam Khanza mengelus dadanya.


Pengendara motor sport itu akhirnya mengangkat helm full face dari kepalanya setelah terlebih dulu mematikan motornya dan menatap datar Khanza tanpa teralih sama sekali.

__ADS_1


"Lo?"kesal Salsa. Lo nabrak kita Lin?"ucap Salsa dengan dada kembang kempis,antara kaget sekaligus marah.


Lintang cuek. Tak menanggapi pekikan Salsa. Mata terfokus hanya pada Khanza seorang. Seolah tidak asa makhluk diantara mereka.


Khanza yang ditatap sedemikian rupa oleh Lintang hanya menundukkan wajahnya. Tak berani menatap orang didepannya.


Walaupun diacuhkan,Salsa tetap mengajak bicara orang didepannya. "Mau ngapain lo?"


Gerah dengan orang disamping Khanza,akhirnya Lintang membuka mulutnya juga. Dengan menarik nafas panjang dia berkata,"ayok pulang Za!"


"Aku,,,"ucap Khanza ragu-ragu. Aku belum mau pulang. Ini mau kedepan. Yak kan Sa?"ucap Khanza menengok pada Salsa meyakinkan ucapannya.


Salsa sempat terdiam sesaat karena mendengar jawaban yang diberikan pada Lintang,sebelum akhirnya otak lola(loading lama) nya bekerja. "Iya mau kedepan kok,"jawab Salsa mantap. Eh tapi kenapa harus pake kok sih!


Lintang tersenyum miring mendengar jawaban Salsa. Sedari awal dia sudah tidak percaya apa yang diucapkan Khanza ditambah lagi jawaban Salsa yang kali ini membenarkan dugaannya jika Khanza hanya beralasan saja karena tidak ingin pulang bersama dirinya.


"Cepat!"ucap Lintang tidak sabaran.


Baru saja Khanza membuka mulutnya menjawab ajakan Lintang,,,,


Drrtt,,,

__ADS_1


Drrtt,,,


"Kak Andre,,,"gumam Khanza.


__ADS_2