Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. 98


__ADS_3

Ternyata bergetar nya ponsel Khanza karena Andre yang menghubungi nya.


KA Andre


[ hari ini PM? ]


Me


[PM Ka]


Ka Andre


[ plg jam brp? ]


Me


[GK tau Ka]


Ka Andre


[ kbrin nanti ]


Me


[Ok]


Salsa penasaran dengan siapa Khanza sedang berkirim pesan walaupun sempat menyebutkan namanya, tetapi dia tidak tahu siap yang dimaksud Khanza.


Setelah Khanza selesai, Salsa langsung memberondong nya dengan pertanyaan,"siapa tuch?" penasaran Salsa.


"Kakak gw,"jawab jujur Khanza.


"Masa sih? Kok kayaknya beda sih auranya?"

__ADS_1


"Aura apaan?"


"Aura kebahagiaan. Gantinya Lintang yak? Cepet banget move on nya."


"Apa sih Salsa. Ini tuh om gw,tapi gw manggilnya Kakak,"gemas Khanza pada sahabatnya itu.


"Oh,,,,"jawab Salsa panjang sambil memonyongkan bibirnya.


"Iye,"balas Khanza juga memainkan bibirnya dengan sengaja dicebikkan.


"Haha,,," Keduanya kemudian bersamaan tertawa.


Lama Pendalaman Materi hingga 2 jam lamanya. Tampang-tampang muka kusut para siswa setelah menghadapi contoh soal Ujian Nasional yang cukup menguras otak itu.


"Akhirnya kelar juga,"ucap Salsa. Kek nya besok-besok kalo PM gw bawa Bodre* deh."


Khanza hanya menanggapi keluhan teman sebangkunya itu dengan senyuman sambil geleng-geleng kepala.


"Bentar, gw kirim pesan dulu buat Kakak gw, ngabarin."


"Ya elah segitunya, dah kayak sama pacar aja Lo."


Khanza memilih abai mendengar candaan Salsa. Dia tetap mengetikkan pesan pada Andre mengabarkan jika dia sudah selesai PM dan bersiap akan pulang.


Setelah menutup pesannya dan merapihkan alat-alat tulis Khanza dan Salsa kemudian meninggalkan kelas.


Semua jurusan di kelas 3 memiliki jadwal PM yang sama sehingga lumayan ramai sekolah walaupun hari sudah sore. Kebanyakan murid membawa kendaraan pribadi,hanya tersisa sedikit yang tidak membawa dan menggunakan angkutan umum baik itu angkot maupun ojek online. Salah satunya Khanza dan Salsa yang naik angkot menuju rumahnya.


"Eh Za,"tegur Salsa sambil menyikut lengan Khanza, berbicara dengan nada pelan.


"Apaan?"tanya Khanza namun dengan suara Ng gas.


"Sutt,,,." Salsa menutup bibirnya bermaksud menyuruh Khanza diam atau mengecilkan volume suaranya.

__ADS_1


"Ada apa sih?"tanya pelan Khanza.


Salsa lahirnya memberi tahu Khanza dengan kode yakni dengan memainkan alisnya.


"Apa sih?"tanya Khanza tidak mengerti.


"Itu tuh,,," Kali Salsa memonyongkan bibirnya.


Rupanya orang yang dimaksud Salsa adalah Lintang pada saat itu jalan didepan mereka sambil terburu-buru dengan ponsel diselipkan antara telinga dan bahunya. Tangan satu sibuk merogoh kantong celananya.


Lintang tidak tahu ada Khanza dibelakangnya.


"*Iya bawel, ini gw dah diparkiran."


"Ini juga mau cepet-cepet kok. Sabar yak! Setengah jam lagi dah sampai rumah Lo*."


Khanza dan Salsa saling pandang dengan pikiran mereka masing-masing.


"Rupanya Lintang dah punya seseorang,"batin Khanza.


"Kek nya orang spesial tuh yang ditelepon si Lintang,"batin Salsa.


Iseng Salsa berdehem agar Lintang tahu ada mereka di belakangnya, terutama Khanza. Khanza memplototkan matanya sesat karena tindakan tidak terduga yang dilakukannya.


Akhirnya Lintang memutar lehernya karena penasaran siapa orang yang berdehem dan sepertinya disengaja itu.


Deg! Ternyata orang dibelakangnya adalah Khanza dan sepertinya bukan dia yang berdehem melainkan teman disampingnya alias Salsa.


Lintang menampilkan senyum kikuk pada Khanza seperti sedang melakukan kesalahan sedangkan Khanza menanggapinya dengan hanya menarik sudut bibirnya samar.


Sebenarnya didalam hati Khanza ada tersimpan sedikit rasa kecewa pada Lintang. Rupanya ini yang penyebab dia tidak menghubunginya sama sekali, pikirnya.


"Khanza,,,,."

__ADS_1


__ADS_2