
"Kelihatannya Adi suka deh sama lo Za. Kelihatan dari sikap sama lo selama ini dah gitu tadi begitu gw ngomong lo pergi sama Lintang,raut mukanya serem banget tau."
"Apaan sih Sa!"ucap Khanza menyangkal semua omongan Salsa tentang Adi padanya.
"Dih bener,serius gw,A,,di
Yang dibicarakan Salsa tiba dikelas paling belakang dan dia menatap Khanza dengan pandangan tajam. Salsa segera mengatupkan mulutnya dan dia berbisik ditelinga Khanza "nanti aja Za terusin ngomong,orangnya dah dateng."
Khanza menormal sikapnya setelah mendengar semua ucapan Salsa apalagi saat Adi menatapnya tajam. "Apa iya yang dikatakan Salsa,itukah sebabnya Lintang menyuruhku jangan terlalu dekat dengan dia"batin Khanza.
***Guru mata pelajaran selanjutnya telah mengisi kelas Khanza.
Khanza sempat melirik kearah bangku Adi secara tidak sengaja dan pandangan mereka bertemu. Segera saja Khanza memutus pandangan dengan membelokkan lehernya.
Kok kayaknya Adi lihatin aku terus ya,apa hanya perasaan aku aja,batin Khanza.
"Adi!"panggil guru. Bagikan ini kisi-kisi apa saja yang akan kita bahas nanti disesi pendalaman materi.
"Baik Pak! Adi segera memberikan lembaran kertas berisi kisi-kisi materi mata pelajaran yang akan di UN kan nanti.
"Ni Za!"ucap Adi lembut saat membagikan lembaran kertas kisi-kisi itu pada Khanza.
__ADS_1
Baik Khanza maupun Salsa sama-sama mendengar kata-kata lembut yang diucapkan Adi karena mereka (Khanza dan Salsa) yang duduk disatu meja yang sama.
Salsa menyikut lengan Khanza setelah Adi berlalu dari deretan bangku mereka.
"Bener kata gw!"bisik Salsa pada Khanza.
"Apaan sih!"ujar Khanza pura-pura tidak mengerti maksud Salsa.
"Itu si Adi beneran suka sama elo,elo gak nyadar apa dia tadi ngomongnya bwda gitu sama lo"bisik-bisik Salsa lagi.
"Baik anak-anak kalian pelajari kisi-kisi yang bapak berikan itu,jika ada yang kalian kurang pahami bisa ditanyakan disesi pendalaman siang nanti. Setelah pelajaran bapak lalu dijeda untuk kalian ISOMA(istirahat solat makan),jam satu baru kita mulai kelas pendalaman materi."
"Mengerti ya anak-anak?"
"Jangan ada yang keluar sebelum bell berbunyi. Sebaiknya kalian isi dengan membaca kisi-kisi yang tadi bapak sudah bagikan."
"Baik pak!
Begitu guru Adi berjalan menuju bangku Khanza.
Salsa menyikut badan Khanza "Za,,,Za,,itu Adi kayaknya mo nyamperin lo dah"bisik Salsa pada Khanza yang sedang asik melihat lembaran kisi-kisi yang diberikan guru.
__ADS_1
"Apa sih Sa?kamu bukannya liat nih kisi-kisinya.
"Itu!"ucap Salsa dengan penuh penekanan.
"Eh Di!"sapa Khanza yang terlambat menyadari kode yang diberikan oleh Salsa sehingga yang dibicarakan sudah ada didepan mata.
"Serius banget Za bacanya"ucap Adi sambil tersenyum.
"Ah biasa aja kok Di,iseng daripada gak ngapa-ngapain kan,nunggu bel juga lumayan lama"ujar Khanza lalu melihat jam ditangannya.
"Langsung aja yuk kekantin"ajak Adi.
"Gak Di nanti aja nunggu bel berbunyi"tolak halus Khanza.
"Gak apa-apa ayo keluar,gw yang tanggung deh kalo ada masalah. Lagian mereka juga meklumin kali kalo gw keluar duluan,kan gw ketua kelas."
Salsa memutar matanya malas mendengar perkataan Adi yang terkesan sombong itu. Dirinya seakan mau muntah akan sikap Adi yang coba mendekati Khanza menggunakan kekuasaannya sebagai ketua kelas.
"Gak apa-apa Di aku dikelas aja,tadi aku dah makan nasi bento yang dibelikan om aku. Maaf ya!hmm,,,atau gak kamu kekantin sama Salsa aja."
Salsa membuka mulutnya lebar mendengar omongan Khanza lalu kemudian dia mencubit lengan Khanza.
__ADS_1
"Aduhh!!"
"Gak jadi deh Za,selera kekantin gw juga dah ilang." Setelah mengatakan itu Adi pergi dari meja Khanza Salsa dengan muka masam.