Aku Hanya Babysitter

Aku Hanya Babysitter
Bab. XXVI


__ADS_3

"Lintang,,,"


Khanza melihat Lintang berboncengan motor dengan cewek setengah bule(blesteran) dengan posisinya begitu mesra diperempatan tengah menunggu lampu merah,sedang dirinya belum mencapai perempatan tersebut.


Jika orang yang melihatnya pasti akan menilai mereka sepasang kekasih. Sang perempuan nampak merangkul pinggang laki-lakinya dengan dagu menopang pada pundak laki-laki tersebut. Mereka tampak sedang mengobrol sesekali diselingi dengan canda tawa.


"Khanza,,,hey kok bengong sih !,"kakak aja ngomong dari tadi.


Khanza yang mengamati Lintang dan cewek tersebut kaget mendengar tepukan ditumitnya. Khanza menjadi gelagapan karena sempat melamun tadi.


"Hah,,,kenapa kak?"


"Jadi dari tadi kakak ajak ngobrol kamu gak dengerin?"


"Maaf kak tadi Khanza sedikit ngantuk jadi gak fokus kakak ngomong apa,hehe,,,,"Khanza beralasan.


"Dek,,,dek,,,kalo kamu ngantuk ngomong atuh,sini!,Andre mengambil tangan Khanza untuk dilingkarkan dipinggangnya".


"Kalo ngantuk tuh pegangan!,posisi tangan Khanza telah dipinggangnya Andre,biar gak jatuh nantinya.


"I,,ya jawab ragu-ragu Khanza. Andre tidak sadar tindakan implusifnya membuat Khanza deg-degan.


"Ya tuhan,kenapa jantung ku berdegub gini ya?,ini kan tindakan wajar seorang kakak pada adiknya,"batin Khanza.


Jauh diperempatan lampu merah Lintang melihat seseorang seperti dikenalnya nampak tidak asing di matanya,tapi siapa pikirnya.


Setelah lampu merah berganti menjadi hijau segera dia menancapkan gas melanjutkan perjalanannya.


Khanza yang melihat Lintang dan boncengan berlalu karena lampu rambu telah berganti menyisakan dirinya dan Andre telah sampai diperempatan tersebut dan kembali lampu rambu berganti menjadi berwarna merah.


"Dek,,,!"


"Iya,,ka!


"Kamu tuh kakak perhatiin bukan ngantuk tapi melamun,apalagi sampai diperempatan lampu merah ini,kamu kembali melamun. Tadi kakak sempat perhatikan jauh sebelum perempatan tadi."


"Masa sih ka?"


"Deh bisa aja ngelesnya!"


**Sampai dipusat pergrosiran.


"Wah tempatnya gede ya dek,"ucap Andre takjub melihat megahnya pusat grosir yang ada diJakarta beda dengan yang dikota kelahirannya.


"Bener banget ka,asal kakak tahu ini tuh tempat pusat grosir terbesar seAsia Tenggara".


"Wah hebatnya Indonesia punya tempat grosir besar sampai-sampai terbesar seAsia Tenggara.


"Iya kak,"jawab Khanza tersenyum melihat kekaguman Andre".


Andre yang melihat Khanza tersenyum padanya sempat tertegun sesaat kemudian membalas senyuman Khanza.


Karena sempat sama-sama terdiam lalu Khanzapun mengajak Andre mencari toko yang dia cari.


"Kakak mau kemeja yang bagaimana?,"tanya Khanza ketika berkeliling melihat-lihat toko yang menjual perlengkapan kerja.


"Yang biasa aja Za,gak terlalu mahal tapi juga gak terlalu murah,jawab Andre.


"Berarti kayak lagu dong!"


"Yang mana tuh?,"tanya Andre yang belum konek dengan omongan Khanza.


"Oh yang sedang-sedang saja,"Khanza menyanyikan potongan lagu milih penyanyi dangdut veti vera.


"Ada-ada aja kamu dek,"Andre mengacak rambut Khanza gemas.


"Ih kakak!,jadi kusut kan rambut Khanza ,"protes Khanza dengan mencebikkan mulutnya.


"Astaga Khanza,cobaan apalagi ini,batin Andre yang melihat Khanza mencebikkan bibirnya namun terlihat imut di matanya.


"Selera musik kamu jadul banget sih dek,itu kan lagu jadul,harusnya lagu-lagu kamu tuh kayak punya Kesya ,Lyiodra,Tulus ini malah Veti Vera dangdut lagi.


"Itu kan lagu-lagu yang Ayah sering dengarkan diblue tooth speaker kalo hari libur,jadi Khanza secara gak langsung jadi hafal deh liriknya. Khanza suka juga kok sama lagu dangdut. Lagian ini kak,lagu dangdut tuh musik aslinya orang Indonesia,orang luar negeri aja sudah banyak yang nyanyi lagu dangdut.


"Iya,,,ya,,kakak kalah deh kalo debat sama kamu sih".

__ADS_1


"Itu kak tokonya,"Khanza menunjuk toko yang dimaksud.


"Boleh kaka dilihat-lihat dulu kemejanya,siapa tahu cocok".


Skip


**Sudah dirumah.


"Gimana tadi belanjanya,"tanya bu Ratna pada Andre dan Khanza.


"Seru tante,tempat grosirnya gede banget,lengkap,harganya cukup terjangkau,"cerita antusiasnya Andre.


"Ibu Ratna tersenyum mendengar ocehan ponakannya tentang ceritanya ketempat grosir tadi siang.


"Ada apa sih,kayak seneng bener kamu Ndre,tanya Ayah menghampiri mereka diruang tv.


"Iya ayah tadi Khanza menemani Andre ke pusat grosir AA untuk membeli kemeja kerja".


"Wah sudah mulai kerja kamu Ndre?"


"Sudah om,besok alhamdulillah makanya tadi saya meminta Khanza menemani berbelanja kemeja-kemeja Kerja".


"Alhamdulillah semoga betah yah kamu ditempat kerja yang baru gak seperti di Solo dulu.


"Amiin makasih om.


Merekapun berbincang-bincang ringan ditemani teh dan camilan buatan ibu Khanza.


"Sudah jam 9 Ndre,sebaiknya kamu istirahat,besok kan hari pertama masuk kerja,tidur awal biar gak kesiangan".


"Iya tante".


"Kamu juga Khanza,Byan besok kan kalian sekolah,cepet tidur biar gak kesiangan juga".


"Iya,,,bu!"


"Iya,,,bu!"


Jawab lesu Khanza dan Abyan.


"Apa,,,!wlee!,,,"Khanza meledek menjulurkan lidah pada Andre.


"Khanza,,,! "panggil ibu dengan tekanan.


"Kak Andre tuh bu!,"ledek Khanza adunya.


"Dek besok berangkat bareng kakak lagi,jangan telat!


Khanza hanya mengangkat jempolnya diudara sebelum menutup pintu kamarnya.


Dikamar orangtua Khanza


"Anak kita dekat ya pak sama Andre".


"Siapa bu?"tanya bapak.


"Semuanya pak,terlebih-lebih Khanza".


"Syukurlah bu kalo memang anak- anak kita dengan Andre.


"Tapi kok pak,ibu lihat Andre beda ya pa sama Khanza".


"Beda gimana sih bu?"


"Ya beda,bukan perhatian kakak pada adiknya tapi lebih perhatian laki-laki kepada peremuan".


"Apa sih bapak gak ngerti omongan ibu".


"Gini loh pak maksud ibu perhatian lebih pada lawan jenis,cinta-cintaan gituloh pak".


"Apa sih kamu ngomong".


"Bener pak,feeling ibu sebagai ibu dan sebagai perempuan.


"Gak usah ngaco bu mereka itu sepupuan. Dah ah bu sudah malam lebih baik kita tidur.

__ADS_1


**Pagi Hari


"Pagi bu!,"ucap Khanza sambil mengecup pipi sang ibu yang sedang membuat kopi.


"Pagi Ayah,"ucapnya juga pada sang ayah yang sudah duduk dimeja makan.


"Pagi sayang!"


"Om Andre mana,"Khanza bertanya pada ibu karena dia sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"Tuh! tunjuk ibu karena yang diomongin baru saja keluar dari kamar bersama Abyan.


"Wah dek kamu dah rapih aja masih pagi gini".


"Semalam kata om mau berangkat pagi karena ini hari pertama kerja,trus om berpesan pada Khanza supaya jangan telat,gimana sih om!"


Andre yang mendengar omongan Khanza yang panjang hanya terkekeh saja.


"Udah ayo kita mulai makan ini nasi goreng mumpung masih hangat,"ucap ibu.


Skip obrolan dimeja makan


"Za nanti kamu pulang sekolah pake apa?,"tanya Andre ketika mereka sudah diatas motor.


"Hmm,,,angkot kayaknya kak".


"Kok ragu mau naiknya apaan?"


"Iya,,,soalnya kan ada dua pilihan,antara naik angkot apa naik ojol".


"Za ini masih terlalu pagi jadinya kamu sampai sekolah,"ucap Andre ketika baru sampai digerbang sekolah melihat jam dipergelangan tangannya.


"Gak apa-apa kak santai aja,"jawab Khanza sambil membuka kaitan pengaman helm,dia memundurkan langkah karena Andre hendak membantu membukanya.


Tangan Andre hanya mengudara ketika Khanza memilih mundur tidak mau dibukakan olehnya.


"Nih kak! Khanza memberikan helmnya. Makasih ya kak,"ucap Khanza sambil tersenyum.


"Kakak berangkat ya!"


"Hati-hati ya ka,sukses hari pertama kerjanya."Dah!.Khanza melambaikan tangannya ketika motor Andre mulai menjauh.


"Masih sepi banget,"monolog Khanza.


Khanza tiba disekolah sekitar pukul 06.15,keadaan sekolah masih terlalu,bahkan tidak satpam belum ada diposnya.


Disepanjang lorong menuju kelas dia menjumpai beberapa siswa yang sudah tiba dan ketika sudah dikelasnya baru hanya dia seorang.


Setelah beberapa saat mulailah berdatangan beberapa teman kelasnya. Lalu muncullah si ketua kelas Adi.


"Loh Za pagi bener elo sudah disekolah".


"Iya Di,"ucap Khanza dengan menyunggingkan sedikit senyum lalu memilih melanjutkan bacaannya membaca buku materi hal yang dilakukannya tadi ketika seorang diri kelas.


"Eh Za,elo dah datang,pagi banget,"ucap Salsa yang baru tiba itu.


"Iya nih,tadi saya diantar kakak sekalian dia berangkat kekantor. "Aduh kenapa saya pake segala cerita,"batin Khanza menyesal.


"Oh orang yang jemput kemarin juga ya?,cie-cie! siapa tuh?"


"Apa sih Sa,dia itu om saya".


"Om apa om?,jangan-jangan om ketemu gede ya,"ledek Salsa.


"Bener Sa!


"Iya dah iya,"pilih Salsa mengiyakan namun sepertinya dia tidak percaya.


Adi yang mendengar obrolan Khanza dan Salsa mengerutkan keningnya.Siapa lagi orang itu,lalu Lintang?,"batinnya bertanya-tanya.


Bersambung


Mohon dukungannya dengan like,vote dan komen .


Love You

__ADS_1


Author


__ADS_2