
Lintang masih dengan posisi mengurung Khanza dengan kedua lengannya di kursi itu.
Duduk Khanza semakin tidak nyaman dengan posisi seperti itu. Bokongnya pun mulai bergerak ke kanan dan ke kiri.
Lintang terus saja memperhatikan intens wajah,dan hal itu disadari oleh Khanza. Jarak wajah mereka semakin menipis. Dan pada saat Lintang sudah memiringkan wajahnya,leher Khanza bergerak ke samping sehingga yang didapatkan hanyalah pipi Khanza yang dicium.
"Hmm,,,aku mau kembali kelapangan"ucap Khanza saat situasi mereka menjadi canggung apalagi saat gagalnya ciuman mereka.
Tak mendapat respons Khanza berkata lag"minggir ih"ucapnya sambil membuka kurungan tangan Lintang.
"Kamu belum boleh pergi dari sini"jawab Lintang yang berdiri saat ini namun masih berada didepan Khanza.
" Mau ngapain lagi?kan tadi sudah aku jelaskan.
"Kamu itu lupa apa sengaja pura-pura lupa?
Kening Khanza mengernyit mendengar ucapan Lintang.
"Kamu belum menjelaskan siapa orang yang tadi sudah kasih kamu nasi bento?"
"Kan tadi sudah dijelaskan kalo dia itu om aku,terus apa yang salah kalau seorang om memberi makanan pada sepupunya?"tanya Khanza.
"Salah jika yang memberikan itu laki-laki. Bisa jadi perhatian itu ada maksud tersembunyi. "
__ADS_1
Khanza memutar malas mendengar ucapan Lintang yang terdengar tidak masuk akal itu.
"Kamu mikir nya kejauhan .Dah aku balik aja ke kelas.Dah gak ada yang diomongin lagi kan?"
Begitu sampai depan pintu ketika akan memutar gagang pintu,ada dorongan yang berasal dari luar.
"Neng Khanza!
"Mang Dudung!
Keduanya saling mengucap nama orang yang didepannya.
Tatapan mang penuh selidik melihat keberadaan Khanza didalam rumahnya apalagi ada Lintang juda didalamnya.
"Kalian sedang apa dirumah saya?"tanya mang Dudung dengan nada seperti orang mrngintrograsi.
"Tidak ngapa-ngapain mang"jawab santai Lintang.
"Kalian kalo pihak sekolah mengetahuinya,bisa-bisa dihukum nanti,berdua-berduaan dalam ruang tertutup.
Khanza yang mendengar nada bicara mang Dudung seperti mengancam.
Dengan santainya Lintang bangun dari duduknya kemudian menghampiri mang Dudung "mamang kayaknya hari ini belum ngopi ya!jadi bawaannya curigaan terus."
__ADS_1
"Nih mang!Lintang menyerahkan 3 lembar uang pecahan seratus ribu,"buat beli kopi sama sekalian cemilannya. Lalu dia berlalu menggantikan Khanza yang saat itu akan membuka pintu. "ayo! Lintang mengajak Khanza keluar.
Sebelum beranjak dari dalam Khanza berpamitan pada mang Dudung "permisi mang!"
Tidak pembicaraan setelah mereka keluar dari rumah mang dudung. Khanza sendiri masih merasa malu pada penjaga sekolah dan dirinya sendiri. Mengapa waktu dia tidak bersikap tegas pada Lintang.
"Yakin kamu gak balik lagi kelapangan,dikelas belum ada orang sama sekali"ucap Lintang begitu sampai didepan kelas.
"Aku dikelas aja gak apa-apa"jawab Khanza menatap sekilas .
"Aku ganti baju dulu,nanti kalo sudah selesai,balik lagi kesini"ucap Lintang yang pada saat itu masih memakai baju olahraga.
"Gak usah"jawab Khanza.
"Kenapa gak mau aku temani?
"Gak apa-apa,nanti juga ada teman-teman yang balik kesini(kelas).
Lintang sempat melihat jam dipergelangan tangannya "oh ya udah,,,(berkata sambil berjalan mendekati Khanza)
Khanza mundur satu langkah ketika Lintang akan mendekat padanya.
Sambil tersenyum Lintang berkata "takut banget sih aku dekatin,emang aku mau ngapain?"
__ADS_1
Khanza jadi salah tingkah sendiri begitu Lintang berkata seperti itu.
"Ya sudah kembali kekelas,nanti pulang tunggu aku. Ingat jangan pulang duluan!"